Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Inter - Latest News and Live Scores

Selasa, 2009 Juli 07

Pre-Season

Bagi sebagian besar orang saat liburan berarti mengistirahatkan diri dari berbagai aktivitas, melepas penat, dan berjalan-jalan bersama keluarga. Bisa juga kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kerja, hari sekolah atau mungkin kompetisi baru di dunia sepakbola.

Kebetulan saat ini semua sedang menikmati liburan. Termasuk kompetisi di Eropa dan Indonesia. Klub-klub tentunya menggunakan masa liburan ini untuk memperkuat skuadnya, bersiap untuk kompetisi mendatang. Tak ada istilah santai bagi klub di masa liburan ini. Sebab terlambat sedikit saja pemain buruan bisa terbang ke klub lain.

Banyak juga klub yang mengadakan pertandingan pre season. Dan tentunya yang paling ditunggu adalah saat MU menghadapi Indonesia All Star tanggal 20 Juli nanti. Dan kabarnya Persib akan menghadapi turnamen Selangor di Malaysia tanggal 30 Juli. Rencananya akan diperkuat tim binaan Persib plus Persib U-21. Dalam rangka seleksi tim Persib juga.

Bagaimana dengan Inter? Berikut pre season Inter

Jadwal Pre Season Inter
10-13 Juli Latihan di Appiano Gentile
13 Juli Training centre (TC) di Los Angeles, AS
19-26 Juli Ikut turnamen World Football Challenge

Champions World Series, 20/7/2009 vs Club America di Palo Alto
Champions World Series, 22/7/2009 vs Chelsea di Pasadena
Champions World Series, 26/7/2009 vs AC Milan di Boston

Trofeo Pirelli Sky, 30/7/2009 vs Monaco di Monaco

Super Cup, 8/8/2009 vs Lazio

Trofeo TIM, 14/8/2009 vs Juventus vs Milan di Pescara


Bagi mahasiswa ada yang memanfaatkan liburan ini untuk menghadapi semester pendek. Saya sendiri akan KKN di daerah Indralayang, Garut. Jadi ini mungkin posting terakhir jika di sana tidak ada koneksi internet. Kira-kira sekitar satu bulan saya di sana. Kalo mau komen daripada di shoutmix di tulisan ini saja atau di buku tamu agar saya bisa membacanya. Soalnya bakal ditinggal lama nih blognya.

Akhir-akhir ini begitu banyak yang memberikan komentar di posting saya yang Viking vs The Jak , kini sudah 67 komentar.. Persib kurang sigap nih belum ada kepastian kontrak, pemainnya banyak yang mau pindah.. huuhu...

Tak sabar menyaksikan Persib dan Inter kembali berlaga. Harus ada ide-ide bagus segar liburan nanti. Liburan di desa.. KKN.. hehe



Madrid boleh berbangga sanggup mendatangkan Kaka dan Ronaldo. Namun duet Ibra dan Millito akan menjadi duet paling menakutkan. Forza Inter!!

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 2009 Juni 29

Yes, We Can!

Yes, we can. Sebuah kalimat yang selalu diucapkan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dalam setiap pidatonya. Simpel, hanya tiga kata. Namun maknanya begitu mendalam.

Setidaknya mujarabnya tiga kata itu sudah dibuktikan oleh timnas Amerika Serikat di Piala Konfederasi. Bergabung di grup B bersama juara Afrika Mesir, juara dunia Italia dan juara Copa Amerika Brazil tak ada yang berani memprediksikan AS akan berbicara banyak.

Prediksi tersebut tampaknya akan menjadi kenyataan melihat performa AS di dua partai awal. Dua partai AS takluk. Melawan Italia dipermak 1-3, melawan Brazil dikalahkan 0-3. Melihat dua partai tersebut tampaknya AS akan angkat koper lebih awal, terlebih calon lawan mereka Mesir sanggup merepotkan Brazil dan mengalahkan Italia.

Kucing aja punya harapan dan keyakinan, masa kita tidak punya?


Tim Howard, kiper terbaik di Piala Konfederasi



Namun para pemain AS tak pantang semangat. Mereka justru mengalahkan Mesir 3-0 dan lolos ke babak semifinal. Lawan di babak semifinal adalah juara Eropa Spanyol yang mempunyai rekor cukup mengesankan: ranking pertama FIFA dengan 35 pertandingan tanpa terkalahkan, 15 kemenangan beruntun, plus rekor sempurna di Piala Konfederasi kali ini 3 kemenangan tanpa pernah kebobolan. Di atas kertas Spanyol akan mudah mengatasi AS yang banyak dianggap hanya lolos secara kebetulan berkat kekalahan Italia.

Gentarkah AS?? Sama sekali tidak. Slogan “Yes we can” tampaknya benar-benar tertanam dalam diri mereka. Sebuah kalimat yang bisa mebuat keajaiban, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dan tanpa disangka AS menundukkan Spanyol 2-0. AS lolos ke partai puncak untuk pertama kalinya dalam ajang resmi FIFA.

Tak ada yang menyangka AS lolos ke babak final. Di polling Kumaha Anjeun pun hanya satu orang (1%) yang memilih AS. Sisanya Afrika Selatan 1 orang(1%),Italia 15 orang(24%),Brasil 20 orang(32%),Irak 6 orang (9%), Mesir 1 orang (1%), Spanyol 23 orang (37%)dan Selandia Baru 1 orang (1%). Total responden 68 orang. Terima kasih buat yang sudah mengikuti polling. Dari hasil polling pun responden sangat menjagokan Spanyol tapi AS bisa mengalahkan mereka. Dahsyat!

Di final AS kembali harus bersua Brazil, tim yang mengalahkan mereka 3-0 di babak penyisihan. Dari rekor pertemuan pun sangat jomplang, Brazil unggul 13 kali sedangkan AS hanya sekali. Lagi-lagi AS membuat kejutan, sanggup unggul 2-0 di babak pertama.

Namun kali ini mental juaralah yang lebih berbicara. AS akhirnya harus takluk 3-2. AS gagal mengulang dongeng indah Yunani yang sanggup menjadi juara Euro 2004. Walau bagaimana pun penampilan AS sungguh luar biasa dan di luar dugaan banyak pihak. Timnas AS layak disebut sebagai juara tanpa mahkota.

Dari sini kita dapat memetik pelajaran agar selalu yakin pada apa yang akan kita lakukan, sesulit apa pun rintangan atau ujian yang akan kita lalui. Jika kita percaya pada kemamupuan kita maka saraf-saraf kita akan memunculkan energi positif. Efeknya akan terasa luar biasa, segalanya akan terasa lebih mudah. Sebaliknya jika belum apa-apa sudah tidak yakin, sudah pesimis saraf-saraf kita akan memunculkan energi negatif. Semuanya akan terasa serba sulit dan tujuan kita tidak mungkin tercapai. Itu karena ulah kita sendiri.

Mulai saat ini marilah kita selalu ciptakan energy positif. Ucapkan tiga kata magis itu, “YES WE CAN! YES WE CAN! YES WE CAN! KITA BISA! KITA MAMPU! SEMANGAT! SUKSES!!!

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 2009 Juni 19

Teka-teki Ibrakadabra

Libur kompetisi saat ini sepertinya jadi sepi. Tak ada Inter dan Persib, jadi tak ada bahan tontonan. Tapi ternyata masih ada yang menarik di saat libur kompetisi ini. Apalagi kalo bukan menyangkut transfer pemain. Dua megatransfer telah dilakukan Real Madrid dengan harga yang gila-gilaan. Kaka dan Ronaldo telah sukses diboyong ke Bernabeu.

Lalu bagaimana dengan Inter? Inter saat ini sedang dipenuhi teka-teki mengenai Zlatan Ibrahimovic antara hengkang atau bertahan. Kegagalan berprestasi di Liga Champions nampaknya sangat mempengaruhi mood bermain Ibra. Tak heran gelagat ingin pergi dan mencoba peruntungan di klub yang menjanjikan prestasi lebih tinggi mulai dimunculkan Ibra. Ia memiliki ambisi untuk meraih trofi Liga Champions, hal yang belum pernah diraihnya selam berkostum Nerazzurri.



"Saya memiliki kontrak dengan Inter dan senang di sini. Namun pada waktu yang sama, saya ingin mencoba sesuatu yang baru karena saya telah di sini selama lima tahun sekarang," tutur Ibra pada Goal.

"Saya telah memenangi segalanya di Italia dan telah belajar banyak dari negeri ini. Namun, akan tiba waktunya seperti saat saya berada di Ajax, di mana Anda akan bertekad bahwa anda harus mencoba hal yang baru," tambahnya.

Pernah muncul rumor Inter dan Barcelona telah sepakat menukar Ibra dengan Samuel Eto'o ditambah uang 10 juta euro. Namun ternyata kabar itu mentah. Ibra masih tetap menjadi pemain Inter.

Moratti akhirnya menegaskan Ibra tak akan dijual kecuali dengan ada klub yang mau menawarnya dengan harga 90 juta euro. Yang jelas sampai saat ini masa depan Ibra masih belum pasti. Sebagai Interisti saya tetap yakin Inter tetap sukses dengan atau tanpa Ibra. Inter telah sukses mendatangkan Millito, Motta. Dan sebentar lagi Carvalho dan Deco akan bergabung,. Pertanyaannya sekarang apakah Ibra akan bertahan???

Piala Konfederasi
Selain berita transfer Ibra yang masih misteri ada yang menarik di Piala Konfederasi kali ini. Yakni kisah sukses Mesir menaklukkan juara dunia, Italia dengan skor 1-0. Skuad Mesir sepertinya semangat karena film Ketika Cinta Bertasbih suting di Mesir. (loh apa hubungannya?) Kiprah Irak pun cukup memuaskan, hanya kalah tipis 1-0 dari Spanyol. Andai saja Mesir dan Irak bisa bertemu di partai puncak.

update: sayangnya Mesir dan Irak gagal lolos. Amerika secara mengejutkan lolos setelah di pertandingan terakhir mengalahkan Mesir 3-0

Jadwal pertandingan
Minggu, 21 Juni 2009 Irak vs Selandia Baru 01.00 Global TV
Minggu, 21 Juni 2009 Spanyol vs Afsel 01.00 RCTI
Senin, 22 Juni 2009 Mesir vs AS 01.00 Global TV
Senin, 22 Juni 2009 Italia vs Brasil 01.00 RCTI
Rabu 24 Juni 2009 Semifinal, Spanyol vs AS 01.00 RCTI/Global TV
Kamis 25 Juni 2009 Semifinal, Brasil vs Afsel 01.00 RCTI/Global TV
Minggu, 28 Juni 2009 perebutan tempat ketiga 19.30 Global TV
Senin, 29 Juni 2009 FINAL 01.00 RCTI/Global TV

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 2009 Juni 11

Hanya Tiga Kandidat

Liga-liga Eropa sudah berakhir. Begitu pun dengan liga Indonesia. Namun pecinta sepaak bola tak usah khawatir. Sambil tetap menunggu kabar-kabar panas seputar transfer pemain, di Afrika Selatan tanggal 14-29 Juni akan ada even sepak bola yang lumayan menarik. Piala Konfederasi yang akan mempertemukan para juara dari berbagai benua, sekaligus uji kelayakan Afsel sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Namun tampaknya hanya ada tiga kandidat kuat juara di Piala Konfederasi kali ini. Spanyol sebagai juara Eropa tampaknya tak akan kesulitan dalam menghadapi para pesaingnya. Walau bagaimana pun kekuatan Afsel, Irak, dan Selandia Baru memiliki kekuatan di bawah El-Matador. Sama halnya di grup B. Brasil dan Italia tampaknya masih terlalu tangguh dibandingkan Amerika Serikat dan Mesir.

Dapat terlihat dari hasil polling di blog ini. Hanya tiga negara tersebut yang mendapatkan suara. Memang, bagi negara lain rasanya sulit menyaingi ketiga negara tersebut. Namun kejutan bisa saja terjadi.

Liga-liga Eropa sudah berakhir. Begitu pun dengan liga Indonesia. Namun pecinta sepaak bola tak usah khawatir. Sambil tetap menunggu kabar-kabar panas seputar transfer pemain, di Afrika Selatan tanggal 14-29 Juni akan ada even sepak bola yang lumayan menarik. Piala Konfederasi yang akan mempertemukan para juara dari berbagai benua, sekaligus uji kelayakan Afsel sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Namun tampaknya hanya ada tiga kandidat kuat juara di Piala Konfederasi kali ini. Spanyol sebagai juara Eropa tampaknya tak akan kesulitan dalam menghadapi para pesaingnya. Walau bagaimana pun kekuatan Afsel, Irak, dan Selandia Baru memiliki kekuatan di bawah El-Matador. Sama halnya di grup B. Brasil dan Italia tampaknya masih terlalu tangguh dibandingkan Amerika Serikat dan Mesir.



Dapat terlihat dari hasil polling di blog ini. Hanya tiga negara tersebut yang mendapatkan suara. Memang, bagi negara lain rasanya sulit menyaingi ketiga negara tersebut. Namun kejutan bisa saja terjadi.

Tiga Pemain Inter
Dari kedelapan negara tersebut ada tiga pemain Inter yang akan berlaga. Julio Cesar dan Maicon di timnas Brasil dan Davide Santon di Italia. Menarik disimak aksi cemerlang Julio Cesar di Inter apakah akan berlanjut di Brasil. Saya rasa dia kiper terbaik di dunia saat ini. Maicon yang mengancam hengkng dari Inter juga menarik disimak. Umpannya selalu akurat, dan pergerakannya selalu luar biasa. Mudah-mudahan dia tidak pindah dari Inter.

Yang paling menarik tentunya dipanggilnya pemain muda Inter yang penuh talenta, Davide Santon. Penampilan apiknya di Inter membuat Lippi terkesan. Ksempatan ini membuat Santon dapat disejajarkan dengan salah satu legenda Inter, Giuseppe Bergomi. Mantan bek yang akrab disapa Lo Zio (paman) itu juga melakukan debut bersama timnas di usiia 18 tahun, sama dengan Santon saat ini.


"Santon membuat saya kagum dengan kepribadiannya. Dia tidak takut dengan apapun. Saya seperti melihat kembali sosok Bergomi pada dirinya. Dia mampu memikat banyak orang dengan ketenangannya, dan kemampuannya bermain di berbagai posisi," ujar pelatih Gli Azzurri di Piala Dunia 1982, Enzo Bearzot.

Anyway, pergelaran Piala Konfederasi saat ini bentrok dengan UAS di fakultas saya. Dulu saat piala Dunia 2006 bentrok dengan SPMB, saat Euro 2008 pun bentrok dengan UAS. Ujian benar-benar sedikit mengganggu. Harusnya digeser nih, kalo jadwal Piala Konfederasi dll kan sudah ada dari dulu ga mungkin digeser. Di Arab Saudi saja saat Piala Dunia 2006 pemerintahnya memundurkan jadwal ujian.. hhehe..
Harus bisa mengatur waktu untuk belajar dan menonton Piala Konfederasi nih.

SELAMAT MENYAKSIKAN PIALA KONNFEDERASI!! semua pertandingan disiarkan langsung di RCTI dan Gobal TV. Siapa jagoan Anda?? silakan isi polling di blog saya. hehe

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 2009 Juni 10

Persib Seharusnya Runner-Up

Ada yang mirip antara Serie-A dan ISL musim ini. Sang juara sudah dipastikan saat musim menyisakan tga pertandingan. Di Serie-A Inter memastikan gelar tiga pekan sebelum liga berakhir. Begitu pula Persipura di ISL. Persaingan tinggal memperebutkan posisi runner up. Di Serie-A ada Milan dan Juventus. Sedangkan di ISL ada Persib dan Persiwa.

Menariknya, saat menyisakan satu pertandingan lagi poin kedua tim sama. Di Serie-A sebelum pekan ke 38, Milan dan Juventus sama-sama mengoleksi poin 71. Di ISL Persib dan Persiwa sama-sama mengoleksi 63 poin.

Saat pekan terakhir di ISL dan Serie-A keempat tim itu meraih kemenangan. Di ISL Persiwa akhirnya meraih posisi runner up. Hal itu didapat setelah Persiwa mengalahkan PSMS dengan skor telak 5-0. Sedangkan Persib walau sukses mengalahkan musuh bebuyutannya Persija Jakarta dengan skor 2-1 harus puas di posisi ketiga karena kalah selisih gol. (Persiwa 57-32=25, Persiwa 63-40=23).





Mari kita tengok ke Serie-A. Juventus 69-37=32, Milan 70-35=35. Selisih gol Milan lebih baik dibandingkan Juventus. Lalu mengapa Juventus bisa runner up? Itu karena semua kompetisi di Eropa termasuk Liga Champios, Liga Italia, Spanyol, Inggris, dan juga Piala Eropa menggunakan sistem head to head bukan selisih gol. Di pertemuan pertama Juventus mengalahkan Milan dengan skor 4-2, sedangkan di pertemuan kedua, kedua tim bermain imbang 1-1. Hal itu membuat Juventus berhak menduduki posisi kedua walaupun secara selisih gol kalah oleh Milan.

Menurut saya sistem ini lebih adil dan bisa menghindari tim yang dicurigai mengalah karenna sudah tak memiliki kepentingan.
Jika sistem ini diterapkan Persib berhak menduduki posisi kedua. Di pertemuan pertama Persib dikalahkan Persiwa dengan skor 3-1. Sedangkan di pertemuan kedua Persib menang 2-0. Agregat sama kuat 3-3, namun Persib unggul gol away karena mencetak gol di Wamena.
Jika peraturan head to head yang digunakan Persib berhak menduduki posisi runnner up.

Selain dilihat dari situ pun saya rasa Persib lebih siap menjadi wakil Indonesia di LCA dibanndingkan Persiwa. Hal ini karena Persiwa hanyalah tim jagi kandang. Kemenangan yang mereka peroeh karena memanfaatkan tingginya Stadion Pendidikan Wamena. Berbeda dengan Persib yang rekor tandangnya pun lumayn baik. Saya rasa seharusnya Indonesia mengikuti aturan head to head karena selisih gol sudah tidak zaman lagi.

Walau bgaimanapun kemenangan atas Persija selalu terasa spesial bgi bobotoh. Terlebih Cristian Gonzales pun sanggup menjadi top skor untuk empat kali secara beruntun walau kali ini harus berbagi dengan Boaz Salossa. Selamat untuk Persipura dan Persiwa yang akan mewakili Indonesia di Liga Champion Asia. Moga tahun depan Persib bisa juara. Hidup Persib!!

tambahan: Ada kabar pula yang mengatakan musim ini Indonesia hanya diwkili satu wakil di LCA. Berbeda dengan musim lalu, satu wakil LCA dan satu lagi play off LCA. Satu tim lagi akan mewakili tim di AFC Cup yakni juara Copa. Persiwa dapat menjadi wakil di AFC Cup jika Persipura meraih double winner.
http://go-persib.com/2009/06/09/hanya-juara-lsi-dan-copa-yang-ke-asia/

Tapi goal.com menyebutkan Persiwa lolos ke babak play off LCA
http://www.goal.com/id-ID/news/1391/superliga-indonesia/2009/06/10/1316778/cukur-psms-persiwa-ke-play-off-lca

MANA YANG BENAR??
tampaknya kabar pertama yang benar. Tabloid SOCCER juga menyebutkan begitu. Satu wakil untuk LCA sudah dipastikan milik Persipura. Jatah AFC Cup untuk juara Copa atau Perswaa jika Pesipura double winners.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 2009 Juni 03

Kontroversi Persitara-Persib

Sabtu (30/5) merupakan partai kandang terakhir Persib di ISL 2008. Stadion yang begitu penuh sesak oleh ribuan bobotoh dibayar oleh pasukan Maung Bandung dengan kemenangan fantastis. Tak tanggung-tanggung pasukan Maung Bandung menggilas pasukan Lobster dengan skor telak 6-1. Saya pun turut bahagia bisa langsng menyaksikan pertandingan tersebut di stadion Si Jalak Harupat.

Koran-koran di Jawa Barat pun selalu membahas kemenangan fantastis tersebut. Peluang untuk menjadi runner up pun semakin terbuka. Inilah kemenangan terbesar yang pernah diraih Persib. Gonzales hat-trick dan menempati posisi top skor dengan 27 gol, terpaut dua gol dengan Boaz Solossa (Harusnya diposting terpisah tentang ini yah, sesuai permintaan Faiz Robbani, sori baru bisa posting sekarang.. hehe).

Ternyata hal tersebut hanya menjadi euforia sesaat. Selang tiga hari kemudian, atau tepatnya Selasa (2/6) Persib justru mengalami kekalahan telak. Di Lamongan, Persib dikalahkan Persitara dengan skor 4-1. Padahal Persitara adalah tim papan bawah yang berusaha lolos dari degradasi.

Para pemain Persib memprotes wasit

Jika kekalahan itu wajar seperti saat menghadapi Pelita (5/5), Persik (16/5), ataupun saat disingkirkan Sriwijaya di Copa (12/4), bobotoh, ofisial, dan pemain tentunya masih dapat menerimanya. Namun kali ini kekalahan Persib benar-benar kontroversial.

Apa yang membuat pertandingan tersebut kontroversi:
1. Antv tiba-tiba saja batal menyiarkan pertandingan tersebut, padahal sebelumnya sudah ada iklannya. Hal ini menimbulkan kcurigaan agar pertandingan tersebut tidak terlihat kamera saat wasit “membantu” tuan rumah.
2. Wasit yang mempin pertandingan Setiyono berasal dari Sidoarjo. Padahal sebelumnya Persib baru saja mengalahkan Deltras Sidoarjo.

Dan benar saja, dalam pertandingan tersebut banyak keputusan wasit yang dinilai meerugikan Persib. Gol Persib yang dicetak Christian Gonzales menit 41 dianulir padahal posisi Gonzales berada segaris dengan pemain belakang. Berkali-kali hakim garis dengan mudahnya mengangkat bendera offside saat Persib melakukan serangan,

Bukan hanya itu, Nova Arianto dan Hilton Morreira sempat mendapat pemukulan dari oknum polisi. Pertandingan pun sempat ditandai dengan aksi tiduran para pemain Persib di menit ke-85 sebagai bentuk protes pemain terhadap wasit yang dinilai berat sebelah.

Ini bukan mencoba mencari kambing hitam atas kekalahan. BLI pun akirnya memanggil wasit Persitara-Persib.Jika masih penasaran dengan kepemimpinan wasit silakan liat video ini.

Memang tidak baik menjadikan wasit sebagai kambing hitam, silakan baca di sini. Namun jika wasitnya seperti ini saya rasa semua pun akan protes. Bisa terlihat dari status teman-teman saya di FB setelah pertandingan, semua memprotes wasit! Bagaimna sepakbola Indonesia bisa maju jika seperti ini??
Mudah-mudahan saja ini menjadi bahan evaluasi dan berharap wasit yang lebih waras dapat memimpin pertandingan Persela-Persib hari Sabtu (6/6).
Dua pertandingan lagi untuk merebut posisi dua!!!

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 2009 Mei 28

Kado di Hari Ultah

“ Hilton membawa bola di kotak penalti. Aji Nurpijal menekel dari belakang dan PENALTI!!! Wasit Jimmy Napitupulu menunjuk titik putih! … Christian Gonzales yang mengambil eksekusi dan … GOAALLLL!!!! 3-2 UNTUK KEUNGGULAN PERSIB BANDUNG!!! Persib berhasil menduduki posisi kedua di klasemen menggeser Persiwa”

Begitulahh kira-kira detik-detik menegangkan pertandingan Persijap melawan Persib yang saya dengar di RRI Bandung. Tak ada televisi yang menyiarkan langsung sehingga saya mendengaarkan lewat radio. Begitu tegang. Begitu dramatis. Luar biasa. Maung Bandung mencetak sejarah, sanggup menang di kandang Persijap Jepara yang terkenal angker.

Lebih luar biasanya lagi, hari itu tanggal 27 Mei bertepatan dengan hari kelahiranku. Sungguh luar biasa, di hari ultah mendapatkan kado kemenangan dari klub tercinta. Muungkin perasaan saya hampir sama dengan Moratti yang mendapatkan hadiah scudetto di hari ultahnya.

Begitu senangnya melihat wall di fesbuk saya. Ada lebih dari 170 komentar yang mengucapkan selamat ulang tahun. Serasa menjadi artis dalam sehari. Ada ucapan dari saudara-saudara (aki, paman,ua,emang, bibi), teman SD, SMP, SMA, Kuliah. Juga ada ucapandari boobotoh dan Interisti kenalan di FB.Ada juga ucapan dari Adrian Colombo, mantan pemain persib yang kini bermain di Uruguay. Ada juga ucapan dari komentator sepakbola, Bung Hardimen Koto. Kru tabloid Soccer, Jalu Wisnu dan jga Irawan Ismunanto. Semuanya sudah saya balas. Cape juga balesnyaa.. hehe.. Belum lagi ucapan saat kuliah. Wah senangnya hatiku. Terima kasih yah semuanya..

Satu lagi, Barcelona keluar menjadi juara Liga Champions. Sungguh luar biasa ultahku bertepatan dengan partai puncak kompetisi sepakbola anttarjawara Eropa. Hari yang sangat ditunggu jutaan penikmat sepakbola. Dan saya memang mengunggulkan Barca menjadi juara malam itu. Terima kasih Persib dan Barcelona telah memberikan hadiah yang manis di hari ultahku.

Barcelona juara di hari ultahku


Harus Lebih Baik
Saya jadi teringat hadis yang begitu popular, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka celaka, jika hari ini sama dengan hari kemarin maka jadilah orang yang merugi, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka termasuk orang yang beruntung.”

Maka saat usia saya bertambah, saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih bak daripada saat usia 20. Kebetulan ultah saya bertepatan dengan akhir kompetisi di berbagai liga. Persib walapun masih gagal menjadi juara, saya rasa kini jauh lebih baik dari tahun kemarin. Berpeluang menjadi runner up, dan pemainnya Christian Gonzales mampu bersaing untuk menjadi top skor. Tahun kemarin Persib hanya bisa finish di posisi kelima wilayah barat.

Sedangkan pencapain Inter justru sama dengan tahun kemaren. Hanya memperoleh scudetto dan kembali gagal di Liga Champions. Namun sedikit lebih baik karena mampu menempatkan Ibrahimovic di daftar top skor. Yang luar biasa tentunya Barcelona. Musim kemaren gagal mendapatkan satu gelar pun, kini sanggup meraih treble winners.

Saya berharap di usia ke-21 ini saya terus bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Ammiin..

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 2009 Mei 21

Persib Menuju Liga Champion Asia

Kemenangan Persipura atas Persija Minggu (17/5) membuat peluang Persib menjuarai Liga Indonesia pupus sudah. Secara matematis Persib sudah tak mungkin lagi mengejar perolehan poin Persipura. Persipura pun resmi menjadi juara Liga Super 2008/09. Secara tim Persipura memang pantas menjadi juara. Persipura adalah tim yang paling konsisten baik kandang maupun tandang.

Walaupun peluang juara telah pupus, Persib masih mencari kebanggaan lain yakni menjadi runner up yang berarti memperoleh tiket untuk lolos ke babak Liga Champions Asia musim depan. Kemenangan Persib atas Persiwa (20/5) membuat peluang Persib menjadi runner up semakin terbuka. Walau masih ada di peringkat 3 di bawah Persiwa, Persib memiliki dua pertandingan lebih sedikit dibandingkan pesaingnya itu.

Jika benar sukses menjadi runner up dan lolos ke Liga Champions Asia musim depan tentunya menjadi kebanggaan sekaligus pengobat luka kegagalan meraih juara. Terakhir Persib mengukuti turnamen Asia itu adalah tahun 1995. Persib meraih prestasi yang cukup membanggakan. Persib mampu lolos hingga babak perempatfinal. Bahkan pelatih Persib saat itu, Indra M Thohir terpilih sebagai terbaik Asia versi AFC. Prestasi terbaik klub Indonesia di ajang Liga Champions Asia.

Namun saya rasa mengikuti Liga Champion Asia akan membuat pertandingan Persib makin padat. Persib akan mengikuti 3 ajang sekaligus: Copa, Liga, dan juga Liga Champions. Dengan hanya mengikuti 2 kompetisi saat ini saja jadwal Persib sudah begitu padat, bagaimana jika harus 3 kompetisi? Apalagi mengikuti Liga Champion berarti harus bertanding di negara lain seperti Jepang dan Korea yang bisa menguras stamina pemain.




Target Persib di musim depan pun adalah menjadi juara Liga Indonesia. Sebab untuk menjadi juara Liga Champion rasanya sulit. Tak bisa dipungkiri, kualitas liga Indonesia masih di bawah liga Jepang dan Korea. Klub-klub Indonesia kerapkali menjadi pelengkap penderita.

Fakta membuktikan, klub yang berpartisipasi di Liga Champion tak ada yang pernah keluar menjadi juara Liga Indonesia. Mungkin hal itu karena faktor kelelahan akibat semakin banyak pertandingan yang harus dijalani. Tak ada tim yang sukses menjadi juara dua kali berturut-turut di Indonesia. Nasib tragis dialami PSIS musim 1999-00 dan Petrokimia tahun 2003, yang terdegradasi setelah musim sebelumnya meraih juara Liga Indonesia. Faktor kelelahan karena bertanding di Liga Champion Asia??

Persib pun, walau berprestasi di Liga Champion Asia 1995 tak sanggup keluar menjadi juara Liga Indonesia di musim tersebut. Begitu pun dengan Sriwijaya dan PSMS di musim ini.

Benar-benar dilematis. Di satu sisi menjadi kebanggaan, namun di sisi lain peluang Persib menjadi juara otomatis menjadi sulit karena harus berbagai konsentrasi di tiga ajang. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri.

Daripada bingung memikirkan hal itu lebih baik melihat peluang Persib meraih posisi runner up. Persib akan menghadapi satu kandang dan empat tandang. Sedangkan Persiwa memiliki sisa dua kandang dan satu tandang. Poin Persib 57, Persiwa 60. Persiwa adalah tim jago kandang, 100 persen sukses meraih kemenangan di kandang. Dengan asumsi Persiwa akan meraih kemenangan di laga kandangnya poin Persiwa menjadi 66, dan beraharap Persitara dapat menaklukan Persiwa.

Dengan demikian jika masih ingin menjadi runner up, selain kemenangan atas Deltras di kandang, Persib harus meraih kemenangan tandang. Minimal dua kemenangan tandang. Sebab jika hanya satu, dan meraih hasil seri di tiga tandang lainnya poin Persib menjadi 66, sama dengan Persiwa. Jika begitu selisih poin yang akan menentukan. Satu kekalahan saja akan membuat peluang Persib menjadi runner up semakin berat.

Ah sama aja bingung.. hehehe.. Yang jelas kini kita hanya berharap yang terbaik untuk Persib. Jika gagal menjadi runner up, berarti itu memang yang terabik bagi Persib. Jika sukses tentunya menjadi sebuah kebanggaan dan tantangan tersendiri karena harus meleawati musim depan yang lebih berat. HIDUP PERSIB!!

Persaingan menuju runner up

Jadwal sisa Persib
(27/5) Persijap Persib
(30/5) Persib Deltras
(2/6) Persitara Persib
(7/6) Persela Persib
(10/6) Persija Persib

Jadwal sisa Persiwa
(23/5) Persitara-Persiwa
( Persiwa-Sriwijaya
Persiwa-PSMS

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 2009 Mei 16

Spesialkah Mourinho?

Berbeda dengan musim lalu kali ini Inter sukses menjadi juara Seri-A tanpa menunggu pekan terakhir. Adalah kekalahan Milan atas Udinese (16/5) yang membuat perolehan poin Inter tak terkejar. Inter sukses meraih scudetto ke-17 atau empat kali secara beruntun dengan menyisakan tiga pertandingan!!! Luar biasa!!

Scudetto Inter kali ini terasa sangat spesial. Inter sukses meninggalkan lawan-lawannya dengan jauh. Padahal musim ini Juventus sudah mulai beradaptasi setelah kembali dari Seri-B dan tak ada lagi pengurangan poin bagi klub-klub lain. Ternyata Inter masih bisa membuktikan diri menjadi yang terbaik di Serie-A. Jumlah scudetto Inter kini sama dengan tim sekotanya AC Milan, dengan 17 scudetto, namun masih tertinggal dari Juventus yang telah meraih 27 trofi.

Namun apa yang membedakan Mourinho dengan Mancini? Mourinho diboyong ke Inter agar Intter sukses meraih Liga Champions, namun ternyata The Special One pun gagal. Menurut saya Mourinho masih harus diberi kesempatan. Ingat, saat pertama kali menjadi pelatih Inter musim 2004-05 Mancini pun hanya meraih Copa Italia. Namun musim-musim selanjutnya Mancini selalu sukses meraih gelar demi gelar untuk Inter termasuk scudetto tiga kali berturut-turut.




edited by Muhammad Hafizhuddin




Mourinho menjadi salah satu pelatih istimewa Inter. Dia menjadi orang kesepuluh yang bisa menghadirkan gelar juara bagi I Nerazzurri. Tidak banyak pelatih yang bisa menhadirkan trofi juara Serie-A di musim perdananya. Di Inter hanya ada nama Giovanni Ivernizzi yang pernah melakukannya di musim 1970-71.

Mourinho menjadi pelatih non-Italia keempat di kursi pelatih Inter yang meraih scudetto mengikuti jejak langkah Arpad Veisz (Hungaria), Tony Cargnelli (Austria) dan Helenio Herrera (Argentina). Ia pun sukses menghentikan dominasi pelatih Italia di Serie-A. Terakhir kali hanya Sven Goran Eriksson (Swedia) yang sukses membawa Lazio meraih scudetto musim 1999-00.

Melihat rekor-rekor tersebut Mourinho memang pantas disebut The Special One. Dia memang pelatih yang spesial. Lebih spesial lagi kalo pake telor.. eh salah.. hehe
Lebih spesial lagi kalo ia sanggup meraih trofi Liga Champion untuk Inter musim depan.. FORZA INTER!!!
(kuduna mah Mourinho teh ka Persib uy)

[+/-] Selengkapnya...