Jumat, 11 Mei 2012

Newcastle Siapkan Mushola untuk Pemain Muslim

VIVAbola - Para punggawa Newcastle United yang beragama Islam patut berlega hati. Pasalnya, klub mereka saat ini tengah mempertimbangkan membangun mushola di Sports Direct Arena.

 Saat ini skuad The Magpies dihuni empat pemain Muslim, yakni Papiss Cisse, Demba Ba, dan Hatem Ben Arfa, Cheick Tiote. Mereka berempat adalah Muslim yang taat. Papiss Cisse bahkan beberapa kali terlihat melakukan sujud syukur setelah mencetak gol.

"Ini (membangun mushola) adalah sesuatu yang sudah saya diskusikan dengan sekretaris klub, Lee Charnley. Saya pikir ini penting. Kami juga memperhatikan latar belakang dan agama pemain," kata manajer Newcastle, Alan Pardew padaThe Mail on Sunday.

"Di stadion bukanlah situasi yang ideal untuk beribadah. Itulah yang kami perhatikan. Agama memainkan peranan penting untuk beberapa pemain kami."

"Anda harus menghormati bahwa beberapa pemain memiliki agama yang berbeda dengan sebagian besar pemain di negeri ini. Kami membutuhkan fasilitas berbeda untuk mereka. Sangat penting bahwa apa pun agama mereka kami perlu memerhatikan dan memahaminya," sambung Pardew.

Selain Newcastle, Manchester City pun memiliki banyak pemain Muslim yakni Kolo Toure, Yaya Toure, Samir Nasri, dan Edin Dzeko.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemain Muslim yang berlaga di Premier League. Selain di Newcastle dan City juga terdapat pemain lain di antaranya Ali Al-Habsi (Wigan Athletic), Adel Taarabt (Queens Park Rangers), Salomon Kalou (Chelsea), Marouane Chamakh dan Robin van Persie (Arsenal).

4 Tahun Kumaha Anjeun

Waaah udah lama ga update.. 
Ternyata pas update tampilan blogger jadi beda, hadeuuh..

Oh iya ada yang kelupaan. Ternyata blog saya sudah empat tahun. Iya 4 tahun! Tidak terasa yah. Pertama posting 21 April 2008 seharusnya tepat 4 tahunnya tanggal 21 April 2012. Tapi karena kesibukan jadi wartawan di vivanews sampai lupa.

Alhamdulillah dari blog ini ada berbagai manfaat. Kalau dulu tahun 2008, Twitter dan Facebook belum seramai sekarang. Jadi benar-benar blog dimanfaatkan untuk cari relasi. Ada banyak aktivitas seperti tukar link, komen-komenan dan lain sebagainya. Saya juga punya banyak kenalan dari blog, dari mulai @haviiz, @kromesikram, @bepe20, @faizrob. Percaya atau nggak @bepe20 ngefollow saya loh.

Tapi seiring berlalunya waktu, sepertinya aktivitas itu tak ada lagi. Orang lebih senang update di Facebook atau Twitter. Banyak blog yang terbengkalai dan ada sarang laba-labanya. Kayak @radityadika dan @poconggg, mereka sekarang lebih eksis di Twitter daripada di blog. Orang lebih senang bbm-an daripada nulis di blog. Termasuk saya juga sih. Hehe

Soalnya saya sendiri juga rada males update tapi akhirnya ga ada yang baca, kalo dulu rameeee banget. Tapi saya janji tetep update deh. Apalagi udah sering nulis di vivanews, masa nulis lagi di blog, rasanya males gtu hehe.

4 tahun berlalu memang banyak yang berubah. Mudah-mudahan sja kita semua bisa lebih baik lagi.

Senin, 09 April 2012

Kutukan Liga Champions Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic memiliki nasib sial setiap kali berlaga di Liga Champions. Pemain internasional Swedia ini seolah-olah memiliki ‘kutukan’ setiap berlaga di ajang prestisius di benua Eropa ini.

Ibra memperkuat Inter Milan dari tahun 2006 hingga 2009. Bersama La Beneamata, Ibra selalu sukses merebut 3 Scudetto namun gagal membawa Inter menjuarai Liga Champions. Musim 2009-10 Ibra memutuskan hijrah ke Barcelona dengan tujuan merebut juara Liga Champions.

Namun, sayangnya pemain 30 tahun itu gagal membawa Barca menjadi juara. Barca disingkirkan mantan klubnya, Inter Milan di babak semifinal. Inter yang baru ditinggal Ibra justru sukses keluar sebagai juara.
Ibra hanya bertahan satu musim di Camp Nou. Musim selanjutnya, Ibra hijrah ke AC Milan. Lagi-lagi Ibra bernasib sial. Milan disingkirkan Tottenham Hotspur di babak 16 besar. Barcelona yang baru ditinggalkannya justru sukses merebut Liga Champions 2010-11.

Kini masa penantian Ibra pun bertambah panjang. Milan disingkirkan Barcelona setelah kalah 1-3 di Camp Nou, Selasa 3 April 2012 (Rabu dini hari WIB). Namun, Ibra mengelak jika dia memiliki ‘kutukan’ di Liga Champions.

“Kami harus bermain lebih baik di Liga Champions, meskipun Barcelona hanya mencetak 2 gol lewat titik penalti. Apakah saya dikutuk di Liga Champions? Tidak. Kami akan melakukan segalanya yang kami bisa untuk merebut Scudetto sekarang,” kata Ibra seperti dilansir Football Italia, Rabu 4 April 2012.

Ibra lalu mengkritik keputusan wasit Bjorn Kuipers yang memberikan hadiah penalti kedua untuk Milan pada menit 33.

“Saya tak mengerti mengapa wasit memberikan penalti kedua, namun sekarang saya tahu mengapa Mourinho begitu marah setiap bermain di sini.”

“Barcelona adalah tim terkuat di dunia, namun mereka membiarkan kami bermain dan menyerang. Kami bermain baik sampai gol kedua mereka. Jika itu penalti, demikian juga seharusnya pelanggaran yang dilakukan terhadap saya,” kritik Ibra.

Jumat, 06 April 2012

#12Tweets Terjebak di Bawah Sadar


1. @ Luzman_karami Pernah memiliki masalah dan beban yang bertumpuk?? # 12tweets # BawahSadar

2. Saat otak terasa pecah, semua terasa gelap tak tahu apa yang harus kulakukan # 12tweets # BawahSadar

3. Tiba-tiba ada suara asing keluar dari mulutku, aku tak bisa mengontrolnya!! # 12tweets # BawahSadar

4. Aku bisa mendengar jarak jauh, aku bisa membaca aura, apa yang terjadi? # 12tweets # BawahSadar

5. Tiba-tiba aku lupa bacaan wudlu, aku kesulitan melakukan gerakan shalat # 12tweets # BawahSadar

6. Ya Alloh apa yang terjadi pada diriku?? Mengapa ini semua terjadi padaku? # 12tweets # BawahSadar

7. Jika kalian menyangka kisah di atas fiksi maka kalian salah, itu semua NYATA # 12tweets # BawahSadar

8. Buku ini bercerita kisah nyata saya tahun 2009 lalu saat ada makhluk pengganggu # 12tweets # BawahSadar

9. Ada pertentangan dalam otakku. Bahkan aku suka Inter tapi "dia" suka Milan # 12tweets # BawahSadar

10. Bacaan ruqyah, Surat An-nas, Al-Falaq, Ar-Rahman, dan lantunan ayat suci menjadi penolongku saat itu # 12tweets # BawahSadar

11. Alhamdulillah semuanya tuntas berkat pertolongan ortu, sodara2, teman2 dekat, dan keyakinan diri # 12tweets # BawahSadar

12. Untuk pemesanan buku silakan klik http://nulisbuku.com/books/view/terjebak-di-bawah-sadar atau mention @luzman_karami jika ada pertanyaan # 12tweets # BawahSadar

Senin, 02 April 2012

Profil Andrea Stramaccioni, Bukan Andrea Hirata

Inter Milan akhirnya memecat Claudio Ranieri sebagai pelatih kepala, pada Senin 26 Maret 2012 waktu setempat. Posisi Ranieri lalu digantikan oleh pelatih tim Primavera Inter, Andrea Stramaccioni. Keputusan ini hanya berselang sehari setelah Inter ditaklukkan Juventus 0-2 dalam lanjutan Serie A.

Stramaccioni sempat aktif menjadi pemain. Namun, dia menderita cedera lutut serius dan terpaksa pensiun dini. Pria 36 tahun ini lalu melanjutkan karirnya sebagai pelatih.

Stramaccioni mengawali karir sebagai pelatih di tim junior AS Roma (Allievi level) pada 2005. Dia menghabiskan waktunya selama 6 tahun di tim Ibukota Italia itu, sebelum akhirnya menjadi pelatih Inter Milan Primavera pada 2011.

Di tim Inter Primavera, Stramaccioni langsung menuai kesuksesan. Pria kelahiran Roma ini membawa Inter Primavera menjuarai NextGen Series atau Liga Champions U-19.

Pada partai final di Matchroom Stadium, London, Minggu 25 Maret 2012, Inter mengalahkan Ajax Amsterdam 5-3 lewat adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Pada hari yang sama, tim senior Inter justru dipermalukan Juventus 0-2.

Kesuksesan Stramaccioni menukangi tim Primavera Inter membuat dia dipromosikan ke tim senior menggantikan posisi Ranieri. Stramaccioni kini dihadapkan tugas berat. Dia dituntut memperbaiki performa Inter yang kini masih terpuruk di posisi 8. Inter tertinggal 10 poin dari Lazio yang menghuni posisi 3, yang merupakan jatah terakhir Liga Champions untuk musim depan.

Stramaccioni tercatat sebagai pelatih kelima Inter setelah ditinggal Jose Mourinho pada 2010. Setelah Mourinho hengkang ke Real Madrid dengan mewarisi gelar treble, Inter sempat ditukangi Rafael Benitez, Leonardo, Gian Piero Gasperini, dan Claudio Ranieri.

Debut Stramaccioni di Inter pun berbuah manis. Dia membawa La Beneamata meraih kemenangan 5-4 atas Genoa. Kita lihat apakah pelatih ganteng ini bisa membawa Inter menghuni zona Liga Champions.


Sabtu, 31 Maret 2012

Mencari The Next Special One

Musim 2009-10 bisa dibilang sebagai puncak kesuksesan Inter Milan. Saat itu La Beneamata yang dilatih Jose Mourinho sanggup mendapatkan tiga gelar sekaligus, Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Prestasi yang fenomenal. Ini membuat Inter membuat 2 hal yang tak bisa dilakukan klub lainnya di Italia. Yang pertama adalah tak pernah terdegradasi Serie B. Dan yang kedua adalah satu-satunya klub Italia yang pernah merebut treble winners. Prestasi Liga Champions pun sungguh luar biasa, mengingat klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini terakhir kali merebutnya pada 1964-65.

Torehan di Serie A pun sungguh fenomenal. Mereka sanggup menjadi juara dalam 5 musim beruntun sejak 2005-2010. Prestasi yang hanya bisa dilakukan Torino musim 1943-1949 (musim 1944-45 tak ada liga karena Perang Dunia). Inter juga sukses merebut Scudetto ke-18, atau lebih banyak satu dibandingkan rival sekota, AC Milan.

Jika ada yang berbicara prestasi itu karena Calciopoli, saya rasa itu alasan tak berdasar. Ingat, trofi pertama yang direbut Inter generasi emas ini adalah Coppa Italia 2004-05 tanpa ‘bantuan’ Calciopoli. Gelar ini menghapus dahaga gelar pasca merebut Piala UEFA 1997-98. Tahun 2005 Inter bahkan sukses merebut gelar Piala Super Italia dengan mengalahkan Juventus di Delle Alpi dengan skor 1-0. Kalau memang Inter juara karena Calciopoli tentunya Liga Champions tak bisa direbut bukan?

Tinggal kenangan
Musim 2009-10 dan kini musim 2011-12. Prestasi Inter benar-benar berbanding terbalik. Musim ini belum berakhir, Inter sudah harus mengakhiri musim tanpa gelar. Memang, Inter U-19 sanggup menjuarai turnamen NextGen Series. Namun yang dibicarakan di sini adalah Inter Senior bukan Inter Primavera.

Inilah untuk kali pertama sejak musim 2004-05 Inter harus mengakhiri musim tanpa gelar. Sebelumnya, Inter selalu merengkuh minimal 1 gelar sejak 2004-05, prestasi yang bahkan tak bisa dilakukan oleh Barcelona sekalipun.

Sekarang, pertanyaannya apa yang salah dengan Inter? Kalau yang saya lihat, Inter kehilangan sosok seorang Jose Mourinho. Bambang Pamungkas dalam blognya saja sempat menulis ‘Arogansi Berbuah Karakter’, mengenai karakter yang sukses dibangun The Special One untuk Inter Milan.

Tanpa ditukangi Mourinho, Inter kembali seperti Inter yang dulu. Tanpa mental juara dan dengan mudahnya ditaklukkan banyak lawan.Terbukti klub sekelas Novara pun sanggup mempermalukan Inter dua kali, kandang dan tandang!

Dalam dua musim saja pasca ditinggal Mourinho, Inter telah menggunakan jasa tiga pelatih. Rafael Benitez, Leonardo, Gian Piero Gasperini, Claudio Ranieri, dan kini Andrea Stramaccioni. Presiden Inter, Massimo Moratti kembali pada kebiasaan lamanya, menggonta-ganti pelatih.

Sebagai Interisti, tentunya saya berharap Inter kembali menemukan the Next Special One. Dan berharap Andrea Stramaccioni sanggup menyelesaikan sisa musim ini dengan baik. Semoga saja!

6 tahun selalu minimal 1 gelar (2005-2011)
2005 Coppa Italia, Piala Super Italia
2006 Scudetto, Coppa Italia, Piala Super Italia
2007 Scudetto
2008 Scudetto, Piala Super Italia
2009 Scudetto
2010 Scudetto, Liga Champions, Coppa Italia, Piala Super Italia, Piala Dunia Antarklub
2011 Coppa Italia

Sejarah Inter Milan

Inter Milan didirikan pada 9 Maret 1908 dengan nama Internazionale Milano Football Club. Sejarah berdirinya Inter tak lepas dari terpecahnya anggota Milan Cricket and Football Club yang kini dikenal sebagai AC Milan. Beberapa dari pendiri Milan yang terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak setuju dengan kebijakan klub yang tidak mengizinkan pemain asing untuk bermain di Milan. Mereka akhirnya memilih keluar dan mendirikan klub baru. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.

Inter sukses memperoleh Scudetto pertama pada musim 1909-10. Klub yang berjuluk La Beneamata ini kembali menjadi yang terbaik di Italia pada musim 1919-20.Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.
Pada tahun 1928, Inter melebur dengan klub lokal yakni Unione Sportivo Milanese sehingga nama klub berubah menjadi Ambrosiana Inter. Meskipun berganti nama, Inter tetap sukses merebut gelar ketiga pada musim 1929-20. Selanjutnya pada musim 1938-39, Inter sukses merebut Coppa Italia untuk pertama kalinya. Saat itu, Inter diperkuat oleh striker legendaris, Giuseppe Meazza.

Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mulai memakai nama asli mereka, Internazionale Milano. Setelah Perang Dunia I, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh pada tahun 1954. Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter.

Orang yang berperan besar dalam hal ini adalah Carlo Masseroni, presiden klub Inter yang telah menjabat sejak tahun 1942. Pada era ini, Inter juga sukses merajai Eropa. Inter yang diarsiteki Helenio Herrera terkenal dengan taktik pertahanan gerendel yang disebut Catenaccio. Inter sukses merebut juara Liga Champions dua kali berturut-turut pada 1963-64 dan 1964-65. Keperkasaan Inter semakin menjadi-jadi di musim 1964/1965 dengan meraih tiga gelar sekaligus, yakni scudetto, Piala Champions dan Piala Intercontinental.

Setelah Ernesto Pellegrini lengser dari kursi presiden, tanggal 18 Februari 1995 Massimo Moratti yang merupakan anak dari Angelo Moratti naik tahta untuk meduduki kursi Presiden Inter. Moratti tak segan mengeluarkan banyak uang untuk membeli banyak pemain. Namun, Scudetto yang didambakan tak kunjung direbut. Tercatat, satu-satunya gelar yang direbut adalah Piala UEFA musim 1997-98.

Inter kembali mencapai masa keemasan sejak kedatangan Roberto Mancini pada 2004. Diawali dengan gelar Coppa Italia 2004-05, Mancini lalu
mempersembahkan Piala Super Italia 2005. Gelar Piala Super Italia pertama yang diraih Inter sejak tahun 1989.

Inter akhirnya mendapatkan gelar Scudetto 2005-06 karena skandal Calciopoli yang menimpa Juventus dan klub-klub besar di Italia. Beberapa media menyebutnya "Scudetto of Honesty" (juara dari sebuah kejujuran). Kasus ini membuat Juventus (aktor utama pengaturan skor) dicopot dua gelarnya sekaligus, yakni tahun 2005 (musim ini tak ada juara) dan tahun 2006 (diberikan kepada Inter karena saat itu berada diposisi runner up). Juventus harus bermain di Serie B. Ini membuat Inter menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah terdegradasi ke Serie B. Oleh karena itu di dalam lagu kebangsaannya yang berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Serie A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Musim selanjutnya 2006/2007, klub pesaingnya seperti Juventus yang harus bermain di Seri B dan beberapa klub besar seperti Milan, Roma, Fiorentina dan Lazio yang mengalami pengurangan nilai dari kasus Calciopoli, Inter pun dengan mudah memperoleh scudettonya yang ke-15. Inter juga sukses menorehkan rekor 17 kemenangan beruntun di kancah domestik, mematahkan rekor 15 kemenangan beruntun yang sempat diraih Real Madrid dan Bayern Munich. Namun saat itu Inter mendapatkan berita duka karena sang presiden, Giacinto Facchetti meninggal dunia.

Moratti pun akhirnya kembali menjabat sebagai Presiden Inter dan bertahan hingga sekarang.Musim 2007-08 terjadi konflik internal di Inter karena ketidaksepahaman Moratti dengan Roberto Mancini dan di akhir musim Mancini pun mundur dari jabatannya. Moratti lalu menunjuk Jose Mourinho sebagai allenatore baru Inter.

Kedatangan Mourinho benar-benar menjadi berkah bagi La Beneamata. Pelatih berjuluk The Special One itu sukses meraih Treble Winners yakni Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions. Gelar Liga Champions terasa sangat spesial karena terakhir kali direbut Inter pada 1964-65. Inter juga tercatat sebagai satu-satunya klub Italia yang merebut Treble Winners.

Sayangnya, romantisme Inter Milan dan Jose Mourinho harus berakhir. Mourinho memutuskan untuk menukangi Real Madrid. Inter lalu menunjuk Rafael Benitez untuk menggantikan Mourinho. Benitez menyempurnakan prestasi Inter pada 2010 dengan merebut Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub. Dengan demikian pada 2010, Inter sukses merebut 5 gelar sekaligus.

Namun, Benitez gagal memberikan performa gemilang di Serie A. Inter terancam gagal mempertahankan Scudetto yang telah direbut dalam 5 musim beruntun. Akhirnya, posisi Benitez pun digantikan oleh Leonardo. Leonardo sanggup membawa Inter menduduki posisi runner-up di Serie A dan menjuarai Coppa Italia. Ini membuat Inter selalu meraih minimal 1 gelar sejak musim 2004-05 hingga 2010-11.

Keputusan Leonardo yang memilih menjadi direktur teknik PSG membuat Inter seolah kehilangan arah. Pelatih baru Gian Piero Gasperini dipecat setelah hanya merebut 1 poin dari 5 laga Serie A. Pengganti Gasperini, Claudio Ranieri pun belum mampu memberikan prestasi maksimal. Untuk kali pertama sejak 2004-05, Inter harus mengakhiri musim tanpa gelar. Beruntung, Tim Primavera Inter masih sanggup menjadi juara Liga Champions U-19.

Prestasi Inter Milan:

Domestik:
18 kali Juara Seri A: Tahun 1910 ; 1920 ; 1930 ; 1938 ; 1940 ; 1953 ;
1954 ; 1963 ; 1965 ; 1966 ; 1971 ; 1980 ; 1989 ; 2006 ; 2007 ; 2008 ;
2009 ; 2010
7 kali Juara Piala Italia: Tahun 1939 ; 1978 ; 1982 ; 2005 ; 2006 ;
2010 ; 2011
5 kali Juara Supercoppa Italia: Tahun 1989 ; 2005 ; 2006 ; 2008 ; 2010
Internasional:
2 kali Juara Piala Intercontinental: Tahun 1964 dan 1965
1 kali Runner Up Piala Super Intercontinental: Tahun 1968
1 kali Juara FIFA Club World Cup: Tahun 2010
Eropa:
Juara 3 kali European Cup / Liga Champions: Tahun 1964 ; 1965 ; 2010
Juara 3 kali UEFA Cup: Tahun 1991 ; 1994 ; 1998
Runner up 1 kali UEFA Super Cup: Tahun 2010

Catatan Prestasi Lain:
- Satu-satunya klub Italia yang tak pernah degradasi ke Serie B
- Satu-satunya klub Italia yang pernah treble winners (2010), ditambah Super Italia dan Piala Dunia Antarklub menjadi 5 gelar dalam semusim
- 5 kali Scudetto beruntun 2005-2010 sama dengan prestasi Torino 1943-1949 (musim 1944-45 tak ada Serie A karena Perang Dunia)

Entri yang Diunggulkan

Pria Ini Tidak Datang ke CFD. CFD-lah yang Datang Kepadanya

Sebuah kisah spiritual, olahraga, dan pengalihan arus lalu lintas Suasana CFD dadakan depan kosan Ada banyak hal aneh yang terjadi sela...