Rabu, 24 Oktober 2012

Julio Cesar, Nasibmu Kini... Hiks :((

Dari kiper peraih treble winners menjadi kiper tim juru kunci Premier League, posisi nomor satu timnas Brasil tak lagi dia dapatkan

Kehidupan ibarat putaran roda. Itulah yang dialami oleh Julio Cesar. Sempat mengalami masa keemasan bersama Inter Milan, kini ia justru harus bermain bersama tim papan bawah Premier League, Queens Park Rangers. QPR sekarang terbenam di juru kunci klasemen.
 Kenangan terakhir Julio Cesar, saat derby vs Ibrahimovic
Klub juru kunci, klubnya Cesar sekarang

Julione, begitulah Interisti memanggilnya, datang ke Inter pada tahun 2005. Semula dia hanya diplot sebagai pemain cadangan Francesco Toldo, namun penampilan gemilangnya lambat laun menjadikannya mendapat tempat utama.

Rentang tahun 2009 dan 2010 merupakan puncak karir Cesar sebagai penjaga gawang. Dimulai dengan gelar Piala Konfederasi 2009 bersama timnas Brasil, dia lalu terpilih sebagai kiper terbaik Serie A 2008-09. Pemilik nama lengkap Júlio César Soares de Espíndola ini bahkan dinobatkan kiper ketiga terbaik di dunia versi IFFHS di bawah  Iker Casillas dan Gianluigi Buffon. Tahun 2009 juga dia masuk nominator Ballon d'Or.

Dan Interisti tentunya tak akan melupakan jasa Cesar tahun 2010. Dia menjadi pahlawan yang membawa Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang meraih treble winners. Kiper terbaik Serie A dan kiper terbaik UEFA menjadi pembuktian akan kemampuannya.

Awal musim ini menjadi titik balik dalam karir Cesar. Sayangnya dia melewatkan dua kali kesempatan berkunjung ke Indonesia. Pertama di akhir musim 2012 bersama Inter karena cedera, dan juga bersama Queens Park Rangers. QPR belum resmi mendatangkan Cesar saat berkunjung ke Indonesia.

Kedatangan kiper baru Samir Handanovic sudah menjadi pertanda Cesar akan dilepas. Inter bukan tak menghargai jasa mantan pahlawannya ini. Namun musim lalu saja penampilan Cesar memang sudah menurun, di samping itu gajinya pun terlampau tinggi.

Dan meskipun sedikit kejam, ternyata keputusan Inter memang tepat. Handanovic tampil luar biasa di bawah mistar gawang. Dalam dua pertandingan terakhir, kiper internasional Slovenia ini membawa Inter tetap clean sheets dan melakukan banyak penyelamatan gemilang.

Julio Cesar?? 5 pertandingan terakhir, gawang Cesar selalu kebobolan. Bahkan 4 kali kalah dan hanya sekali imbang. Terakhir, dia malah mencetak gol bunuh diri dan membuat QPR gagal mengalahkan Everton yang hanya bermain dengan 10 orang.

Meskipun demikian, kami Interisti tak akan pernah melupakan jasamu, Julio Cesar!!
Ttep cemungudh eaa!

Rabu, 03 Oktober 2012

7 Kejanggalan di Balik Akun Jajang Nandar

Jajang Nandar, sosok ini benar-benar fenomenal dalam beberapa pekan ini. Kepopulerannya mungkin mengalahkan Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo (lebay).

Menggunakan foto profil bertelanjang dada dan juga ciri khas bahasa alay, itulah yang menarik dari pemilik akun @jajang_nandar ini. Saya sempat membuat posting blog berjudul "Mengenal Lebih Dekat Jajang Nandar" dan tak disangka ini nomer satu jika search "Jajang Nandar" di goggle. Ayo koprol sambil bilang wow dong!

Follower jajang sampai 24ribu lebih dan sepertinya akan terus bertambah. Di balik kepopulerannya, ternyata banyak yang mengulas tuntas siapa di balik akun fenomenal ini. Tapi yah yang nongol pertama di google tetep blog saya. heeeee.

Salah satu yang paling niat membahas ada di blog ini http://mvmmy.blogspot.com/2012/09/siapa-orang-dibalik-jajangnandar.html

dari situ muncul kesimpulan bahwa akun jajang dikendalikan oleh pemilik akun @toci_ dan akun ini tiba-tiba menghilang dan berganti-ganti user name.

Saya sendiri tidak percaya kalau Jajang Nandar itu benar-benar ada. Ini hanya tokoh fiktif yang sengaja dibuat. Saya cantumkan 7 kejanggalan dari sosok kontroversial ini.

1. Akun ini pertama kali muncul tanggal 21 Februari 2012. Dan saat itu dia tidak sealay sekarang. Dia juga sempat mengaku lulusan SMA, bukan lulusan SD seperti yang dia ungkapkan akhir-akhir ini
Twit jajang 22 Februari:  W sadar kmampuan w biasa ja, maklum lulusan sma, tolong dong cariin w pekerjaan

2. Yang satu ini benar-benar bukti kalau akun jajang dikendalikan. Dalam waktu yang nyaris sama, dia bisa update lewat 3 aplikasi berbeda: Twitter for Android, Ubersocial for Blackberry, dan Twitter for Blackberry. Malah mungkin adminnya lebih dari satu.

3. Dalam satu kesempatan ada follower yang menanyakan pin bb Jajang, dia bilang tak mengerti apa itu pin bb. Belakangan dia justru berbicara mengenai pin bb

4. Dia juga sempat bilang tak tahu apa itu alay. Ada yang bertanya kamu anak alay ya?? Dia jawab "saya anak buncit lima"
Tapi dia malah sempet nulis "w,,, pngn alay,,,, kya @radityadika" ini emang kocak tapi ketahuan jang kamu penipu :p

5. Akun jajang saat ini sepertinya banyak sekali pencitraan. Sebelumnya, dia sempat menulis kata-kata jorok. 'ng**to*. juga sempat menghina agama. tapi belakangan jadi sok alim

w mw sholat mghrib dlu,,,,,,da ynk mw ikt w,,,,heeeeee

mau tobat jang?? heee

6. Ada yang aneh lagi. Dia sempat meretweet beberapa akun yang sebenarnya tidak difollownya. Dari segitu banyak mention, jajang justru memilih membalas yang tidak memention. Ini aneh saudara-saudara

7. Masih ada yang percaya dia lulusan SD. Dia juga sempat nge-tweet pake Echofon loh. gaul abis.

Ya sudah segitu dulu aja saudara-saudara kejanggalannya. Mungkin ada yang mau menambahkan?
Mudah-mudahan kesatu lagi nih di google :)

Kamis, 27 September 2012

Mengenal Lebih Dekat Sosok Jajang Nandar


Dunia Twitter tiba-tiba saja dihebohkan dengan nama Jajang Kusnandar. Entah siapa yang memulai pemilik nama akun @jajang_nandar ini tiba-tiba saja membuat dunia Twitter terguncang mulai kemarin sore, Kamis 27 September 2012.

Jika dilihat dari profil Twitter-nya, dia sudah bergabung dengan Twitter pada 21 Februari 2012. Follower-nya kemarin hanya di angka 30-an. Dan siang hari ini, mendadak sudah sampai 11ribu lebih aje... Ini sih emang harus bilang WOOOWW..

Sebenarnya apa sih yang menarik dari seorang Jajang? Bahasa yang digunakannya di Twitter begitu alay dan sulit dimengerti. Tapi jika melihat Timeline dia bisa membuat kita terpingkal-pingkal. Bio nya saja begitu kocak.

W sering disakiti,w dah g percaya lg ma cinta

Jajang begitu bingung karena dia mendadak begitu terkenal. Pdahal dia tak tahu apa-apa. Kasian

da paan c niy da ynk bsa jalsin g,,,,,!!!!w byak g kanal py byak ynk mantion w padhal w g mean twetr mang'y w slah paan c,,!!!tttaaaeeeeeeee

Nah ini kira-kira artinya: Ada apaan sih ini, ada yang bisa jelasin ga? Gw banyak yang mention padahal gw ga main twitter. Emangnya gw salah apaan sih? Taaeee

Dan lucunya dia tidak sadar kalau tulisannya sulit dimengerti
mang'y da ynk slah ma tulsan w,,,!!!!knpa u smwa'y pda g bsa baca,,,,,mang'y tulsan'y bda dgan ynk d hp w heeeeeeee w g ngetri
(artiin sendiri lah :D)


Nah dilihat dari ceritanya, ternyata Jajang itu pernah menikah dengan seorang yang bernama Yuni. Namun ternyata istrinya matre dan dia pun bercerai hanya dalam waktu 7 bulan. Kasian Jajang.. :(((

Hebatnya Jajang ini bisa masuk Trending Topic dunia dan juga Indonesia. Hesteg #terjajang bertebaran di mana-mana dan masih bertahan di puncak TTI sampai sekarang. Dan tentunya yang paling fenomenal adalah kata-katanya..

Taaaaaaaaeeeeeeeee dan Heeeeeeeeeeeeeeee

Namun kita sendiri tak tahu apakah pemilik akun ini benar-benar alay, dan ada dalam sosok nyata? Atau hanya karakter yang sengaja diciptakan untuk menghibur Twitter-land? Ini yang patut dinanti. Tapi kalo gw kepoin timeline dia ampe page 14 emang dia dari dulu begitu ternyata. Banyak kata2 jorok juga.

Kalau memang sosok Jajang nyata rasanya seru juga kalau dia diundang ke acara televisi. Di balik kepolosan dan keluguannya di memang fenomena..

NB: Jangan ketuker ama Jajang Nurjaman dan Jajang Sukmara yang di Persib yaaa..


Oh iya berhubung gw tau yang baca ini bakal banyak sekalian promo deh
follow twit gw eaaaaaa @luzman_karami

heeeeeeeee

Senin, 10 September 2012

Self Publishing, Jangan Harap Cari Untung

Saya mau sedikit berbagi pengalaman menerbitkan buku secara self publishing. Sekarang ini memang semakin banyak penerbit yang memfasilitasi tipe penerbitan ini.

Untuk penulis pemula yang naskahnya beberapa kali ditolak (termasuk saya), kehadiran self publishing ini ibarat oase di padang pasir (lebay hhee).Bayangkan saja, tinggal mengirimkan naskah, lalu tunggu beberapa hari. Dan eng.. ing,, eng.. Buku pun siap terbit dan dijual!!

Namun kelemahan mendasar dari sistem ini adalah buku tidak dijual di toko buku. Dan hanya dijual secara online. Pengalaman saya dalam menerbitkan buku dengan sistem ini adalah sebagian besar orang atau malah hampir semuanya malas membeli secara online.

Masalah dalam membeli online adalah ongkos kirim yang mahal. Bayangkan saja untuk buku seharga Rp 35000 harus mengeluarkan ongkir Rp16000. Memang bisa diakali dengan membeli banyak buku, tapi toh pembeli Anda hanya ingin membeli buku Anda.

Alhasil saya yang menggunakan self publishing pun harus keluar modal, membeli buku sendiri. Hampir tak ada yang membeli langsung via penerbit.

Saat buku saya pertama kali diterbitkan, antusias begitu tinggi terutama dari keluarga. Apalagi mungkin saya anggota keluarga pertama yang menerbitkan buku. Banyak yang beli, saya ingat waktu itu lebaran tahun 2010.

Tapi itu hanya saat pertama. Sekarang pembeli bisa dikatakan hampir tidak ada. Padahal promosi sudah banyak termasuk via blog dan juga facebook. Mungkin kalau ada keberanian keluar modal dengan membeli sendiri banyak buku masalah ini bisa diatasi.

Masalah lain adalah, semua menginginkan buku saya gratis. "Ah masa ama temen sendiri bayar, gratis dong" Atau "pinjem dong bukunya, liat dong". Hampir semuanya begitu, tak ada yang mau membeli.

Promosi lewat twitter pun pernah saya lakukan. Lewat program yang dikeluarkan sang penerbit dan lewat twitter penerbit buku saya dipromosikan. Bayangan saya, penerbit itu punya sekita 25ribu follower, bakal banyak yang beli. Tapi nyatanya nihil. Ada 2 saja, itu pun akhirnya harus lewat saya belinya.

Jadi kesimpulan saya, jangan harap cari untung dari sistem ini. Kalau untuk menambah cv dan pengalaman mungkin bisa. Atau kebanggan sendiri. Kalau untung, tetap lebih bagus penerbit major.

Jangan lupa beli buku saya yah (klik link)
1. Terjebak di Bawah Sadar
2. Sepak Bola dan Dakwah Islam
3. Terbebas dari Kegelapan

Rabu, 05 September 2012

Persib Sibuk Berbenah Jelang Musim Baru

Persib Bandung (Yadi/ BandungYadi (Bandung))


VIVAbola - Liga Super 2012-2013 baru akan bergulir bulan November mendatang. Namun Persib Bandung sudah sibuk berbenah menyambut musim baru. Sejumlah pemain dilepas dan pemain-pemain baru berlabel bintang sukses digaet.

Terbaru, Maung Bandung sukses menggaet tiga pilar Sriwijaya FC yang menjadi pemain kunci kala menjuarai ISL musim lalu. Firman Utina, Supardi, dan M Ridwan siap memberikan kejayaan untuk Maung Bandung musim depan.

“Firman, Supardi, dan Ridwan sudah sepakat pindah ke Persib. Mereka kami datangkan, karena ketiganya diinginkan pelatih,” papar manajer Persib, Umuh Muchtar kepada VIVAbola.

Pelatih Persib, Djadjang Nurjaman juga memastikan ketiga mantan pemain Sriwijaya itu sudah resmi bergabung dengan Persib.

"Iya, ketiga pemain itu sudah resmi pindah ke Persib. Harapannya, mudah-mudahan mereka segera bisa menyatu dengan tim dan segera memberikan kontribusi nyata untuk tim," kata Djadjang saat dihubungi VIVAbola, Minggu 2 September 2012.

Kepindahan Firman, Ridwan, dan Supardi memang cukup mengejutkan. Sebab, ketiga pemain tersebut sebelumnya masuk daftar pemain yang dipertahankan manajemen Sriwijaya FC.

Pihak Sriwijaya FC sendiri melalui Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, juga sudah memastikan kepindahan ketiganya. Hendri menuding Firman pindah ke Persib hanya karena mendapatkan tawaran yang lebih tinggi.

Namun Firman sendiri melalui akun Twitter-nya, @FirmanUtina_15 membantah semua rumor yang beredar. Pemain 30 tahun ini merasa sudah bertindak secara profesional dengan klub lamanya.

"Siapa saja pemain profesional berhak bernegosiasi dengan klub lain bila masa kontraknya sudah mau berakhir. Dan itu yang sudah dilakukan SFC kepada pemain yang direkrut. Meskipun sudah memberitahukan akan diperpanjang tapi belum ada negosiasi," tulis Firman.

Firman juga membantah kabar yang mengatakan dirinya mengajak pemain Sriwijaya lain untuk bergabung dengan Persib. Selain Firman pemain Sriwijaya yang juga pindah ke Persib adalah Supardi Nasir, M Ridwan, dan Jamie Coyne.

"Berita tentang saya memprovokasi pemain untuk ikut saya itu berita konyol. Saya bukan Tuhan atau Nabi yang mereka harus ikut. Mereka pemain profesional mereka tahu mana yang baik untuk mereka. Mereka bilang saya pergi begitu saja Dari SFC, itu berita yang tidak baik," ungkapnya.

"Setiap tim ISL yang saya pernah mainkan, saya selalu datang baik-baik dan pergi juga baik-baik. Karena di sepak bola kita selalu bertemu terus, harus tetap bersilaturahmi. Apalagi saya sudah kerja sama baik selama 2 tahun dengan SFC dan sudah memberikan gelar kepada SFC, meskipun SFC masih ada tunggakan terhadap saya."

"Di sepak bola harus selalu ada take and give. Terima kasih, hanya mengklarifikasi saja berita yang agak miring," tutup pemain timnas ini.
Persib Dapatkan 3 Pemain Asing Baru
Dalam perekrutan pemain asing, Persib juga bertindak cepat. Maung Bandung memutuskan untuk melepas empat dari lima pemain asingnya. Mereka adalah Miljan Radovic, Noh Alam Shah, Marcio Souza dan Robbie Gaspar. Sedangkan satu-satunya legiun asing yang dipertahankan hanyalah bek tengah Abanda Herman.

Sebagai gantinya, Persib sudah mendapatkan Kenji Adachihara (Persiba Balikpapan), Jamie Coyne (Sriwijaya FC), dan  Dzumafo Herman Epandi (Arema Indonesia).

"Kami sudah mendapatkan Herman Dzumafo, Kenji, dan Jamie Coyne. Untuk pemain asing kami akan memakai seluruh jatah yani 5 pemain," kata Djadjang.

Dengan demikian, masih ada jatah satu pemain asing lagi yang masih kosong. Persib sempat mengincar Gustavo dan Zah Rahan namun kesepakatan sulit tercapai.

"Untuk pemain asing kami masih mengincar Gustavo Lopez dan Zah Rahan. Namun sepertinya sulit karena banyak peminat. Untuk pemain lokal tak ada lagi pemain yang diincar," lanjutnya.

Namun, Djadjang mengaku telah mengantongi satu nama yang kini menjadi pemain incarannya. "Saya belum bisa sebutkan namanya, yang jelas dia dari Kamerun dan baru bermain di Indonesia. Musim lalu, bermain di Portugal,” kata Djadjang.

Beberapa Pemain Tersingkir
Keputusan Persib yang mendatangkan pemain baru membuat beberapa pemain harus rela dilepas. Selain 4 pemain asing, beberapa pemain lokal pun kontraknya tak diperpanjang. Di antaranya adalah Jendri Pitoy, Zulkifli Syukur, dan M Nasuha. Sementara itu dua pemain muda, Budiawan dan Wildansyah memilih hengkang ke klub lain.

Meski awalnya digadang-gadang bakal tetap menempati posisi bek kanan, Zulkifli harus menerima kenyataan untuk mencari klub baru. Zul mengaku kepastian dirinya terdepak disampaikan langsung manajer Persib, Umuh Muchtar.

“Sebelumnya saya selalu mengharapkan kabar dari Persib. Sabtu siang, Pak Umuh sudah memberitahu kalau nama saya tidak masuk dalam tim Persib Bandung di musim depan,” jelas Zul.

Pemain yang dikenal tempramental ini, menyatakan cukup menerima keputusan pelatih, Djadjang Nurdjaman yang tidak memasukan namanya dalam skema dan kerangka tim di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

“Saya tidak meninggalkan Persib. Sebab ini adalah keputusan manajemen dan pelatih. Saya cukup menghormati keputusan tersebut. Walaupun sebenarnya hati kecil saya mengharapkan tetap bertahan di Persib,” terang Zul.

Persib Sering Datangkan Bintang

Keputusan Persib yang merombak pemain dan mendatangkan pemain bintang hampir terjadi setiap musim. Fanatisme bobotoh dan nama besar Persib sepertinya menjadi daya tarik pemain bintang dalam berlabung di Kota Kembang.

Musim lalu saja pemain baru berlabel timnas datang membela Persib. M. Ilham, M Nasuha, Zulkifli Syukur datang. Masih ditambah pemain asing berkualitas seperti Robbie Gaspar, Marcio Souza, Miljan Radovic, dan Noh Alam Shah. Namun bermaterikan pemain seperti itu Maung Bandung harus puas finis di posisi ke-8.

Pemain bintang lain yang sempat membela panji Persib di antaranya adalah Cristian Gonzales, Hilton Moreira, Redouane Barkaoui, Ekene Ikenwa,  Christian Bekamenga, Nyeck Nyobe,  Sinthaweechai Hathairattanakool, Suchao Nutnum, Lorenzo Cabanas, dan Patricio Jimenez Diaz. Masih ditambah pemain berlabel timnas seperti Charis Yulianto,  Alexander Pulalo, Eka Ramdani, Yaris Riyadi, dan Gendut Doni.

Namun apa daya, gelar juara yang diidam-idamkan bobotoh masih tak kunjung tiba. Terakhir kali Persib merasakan manisnya gelar juara adalah di Liga Indonesia 1994-95. Saat itu Maung Bandung yang diperkuat  Robby Darwis, Yadi Mulyadi, dan Kekey Zakaria mengalahkan Petrokimia Putra 1-0 di partai final.

Transfer Persib musim 2012-2013

Pemain masuk: I Made Wirawan (Persiba) Asri Akbar (Persiba),  Kenji Adachihara (Persiba),  Firman Utina (Sriwijaya FC), Supardi Nasir (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Sriwijaya), Aang Suparlan (Persibo Bojonegoro),  Dzumafo Herman Epandi (Arema Indonesia), Georges Parfait Mbida Messi (GD Interclube)

Pemain keluar/dilepas: 
 Noh Alam Shah, Jendri Pitoy, Zulkifli Syukur, Robbie Gaspar, Miljan Radovic,  Marcio Souza, M Ilham, M Nasuha, Aliyudin, Budiawan, Wildansyah

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kedigdayaan China di Olimpiade

SOROT  BAGIAN 1
SOROT 200

Kedigdayaan China di Olimpiade

Atlit China berlatih super keras. Emas adalah tujuan hidup.
Jum'at, 10 Agustus 2012, 20:51 WIB
Luzman Rifqi Karami
Zou Kai, pesenam belia China yang berhasil menyabet tiga medali. (REUTERS/Mike Blake)

VIVAnews— Bocah itu meringis hingga matanya tampak segaris. Tubuhnya ditekuk ke belakang, lalu bak karet, dia melenting ke depan. Kakinya dibentangkan rata dengan lantai. Di satu tiang, ada rekannya bergelantungan. Tubuh para bocah, usia 4 sampai 7 tahun itu, berayun-ayun. Di bagian lain, ada bocah terlentang di lantai. Kakinya dilipat ke depan, hingga betisnya menyentuh pipi.
Di sebuah gymnastic hall di Zhe Jiang, salah satu provinsi China, para bocah itu dididik keras. Kadang terdengar mereka menangis. Cara mereka berlatih, mengingatkan orang pada kerasnya latihan kungfu di biara Shaolin. Pagi malam hari pun mereka masih bertelanjang dada di sanggar itu. Berdiri dengan dua tangan. Kepala terjungkir, dan kaki menjulang.
Setiap tahun, lebih dari 30 anak berlatih dengan keras di sana.
Seorang pelatih, dia dipanggil “Paman” Xia, mengawasi anak-anak itu. Bak seorang guru kungfu, dia membenarkan semua gerakan. Yang salah dihukum dengan berdiri terbalik tadi. Sanggar senam di Zhe Jiang itu,  barangkali menjadi jendela bagi siapa saja yang hendak melongok cara China menggembleng para atletnya. Disiplinnya keras. Mereka kadang berlatih sampai batas tak tertanggungkan.
Dengan latihan segila itu, China pun memukau dunia. Pada Olimpiade 2012 di London sekarang ini, misalnya, para atlet senam China menyabet 12 medali: 5 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.
Zou Kai, pesenam belia China, menyabet tiga medali. Dua emas di nomor lantai dan tim, serta satu perunggu untuk palang tunggal. Di nomor palang tunggal itu, Zou gagal meraih emas. Dia tak semujur di Olimpiade Beijing 2008. Meksi begitu, China tetap bangga. Zou menyumbangkan lima emas bagi negeri itu.
Atlet China tak hanya berjaya di senam. Di cabang renang, mereka sangat handal. Seorang pelatih renang asal Inggris di China menulis di Guardian: “Atlet China berlatih sangat keras. Lebih keras dibandingkan yang bisa saya tulis dengan kata-kata,” ujarnya di harian terbitan Inggris itu. Dia telah membawa  perenang di lima tim Olimpiade berbeda, tapi dia tak pernah melihat atlet berlatih seperti di China di mana pun di dunia.
 “Mereka sangat bernafsu dan bekerja keras. Mereka bisa menahan rasa sakit lebih lama dibandingkan atlet-atlet barat. Mereka dijamin akan datang dalam setiap waktu latihan dan memberikan segalanya. Mereka sangat bangga dengan negaranya. Mereka bangga mewakili China dan memiliki mentalitas untuk fokus sebagai tim,” dia menambahkan.
Di Olimpiade 2012, para atlet renang China tampil gemilang. Mereka menggondol 10 medali: 5 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Seorang atlet renang China, Ye Shiwen, punya kisah bagaimana dia ditabalkan menjadi atlet nasional. Suatu kali, guru di sekolah Shiwen melihat dia berbakat menjadi perenang. Telapak tangan dan kakinya lebih lebar dari anak-anak lain. Pihak sekolah lalu memasukkan Shiwen ke sekolah renang.
Sepanjang hari, dia dicekoki iman baru: medali emas sebagai tujuan hidup. Medali emas bagi negeri China itu, adalah semacam nasib bagi hidupnya. Sejak itu, dia hidup dalam pengawasan latihan ketat, bak  robot yang siap diprogram meraih medali untuk negaranya. Gadis 16 tahun itu berlatih 16 jam per hari.
Hasilnya Shiwen menyikat medali emas di nomor gaya ganti perorangan 200 dan 400 meter. Dia juga membuat heboh Aquatics Centre. Medali emas di nomor gaya bebas 400 meter itu sekaligus mencatat rekor dunia baru, dengan waktu 4:28:43 menit. Dia lebih cepat 0,07 detik dari atlet Ryan Lochte di 50 meter terakhir.
Saat berlaga di nomor 200 meter, Shiwen bahkan tetap memukau. Di 50 meter terakhir,  di mengiris rekor baru pula. Dara berpostur 172 sentimeter itu mencatatkan waktu 29,75 detik. Dia mematahkan torehan waktu jawara AS, Michael Phelps, di babak final putra. (Baca juga Perenang Putri ABG Peraih Emas Olimpiade)
Barangkali, karena kedahsyatan Shiwen itu, ada isu tak enak. Dia dikira memakai doping. Direktur Eksekutif Asosiasi Pelatih Renang Dunia, John Leonard, misalnya, mengatakan dalam catatan sejarah olahraga, setiap kali ada perolehan fantastis pasti berujung kasus doping. Shiwen jelas tersinggung dengan dugaan ini.
“Pelatih itu tidak profesional. Jika perenang asing meraih hasil ini, maka mereka mengatakannya keajaiban. Tapi, saya tak terpengaruh tuduhan itu,” ujar Shiwen kepada kantor berita Xinhua.
Mungkin tuduhan Leonard itu agak ngawur. Soalnya, prestasi serupa juga diraih oleh Sun Yang. Atlet renang China ini menggondol dua emas di nomor gaya bebas 400 meter dan 1.500 meter putra. Di nomor gaya bebas 1.500 meter, pemuda Hangzhou berusia 20 tahun itu, mencatatkan rekor baru: 14 menit 31,02 detik.
Lalu, apa rahasia atlet China di cabang olahraga lain? Pelatih kepala tim tenis meja China, Shi Zhihao mengatakan kunci sukses mereka di latihan keras. "Pemain China berlatih 3-4 jam setiap hari, sedangkan pemain Eropa cuma 1-1,5 jam saja,” kata Shi kepada Reuters.
Zhihao tak sekadar sesumbar. Di cabang tenis meja, China menyapu bersih medali emas. Negeri Tirai Bambu menyabet 4 medali emas dari 4 sektor dipertandingkan. Di tunggal putra, dan tunggal putrid, sesama atlet China justru bertemu di final. Zhang Jike merebut emas dari tunggal putra, sedangkan Li Xiaoxia meraih emas untuk tunggal putri. China juga berjaya di beregu putri dan putra.
Di bulutangkis, satu cabang yang memang dikuasi China sejak lama, latihan keras juga menjadi standar. Pemain berbakat direkrut sejak dini, sejak umur 4 tahun, mereka dididik keras. Negara menyokong biaya, dan menyediakan pelatih. Mereka diajar menguasai lapangan, mengatur kekuatan dan serangan. Psikologi permainan dipelajari, juga stamina. Setiap hari, mereka berlari keliling lapangan bulutangkis selama 4 jam.
Buktinya terlihat di London. Saat Indonesia gagal menggaet satu pun medali di bulutangkis, China menyapu bersih emas. Babak pertarungan pamungkas adalah di ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng, yang berhasil mengalahkan atlet Denmark, Mathias Boe/Carsten Morgensen dengan 21-16, 21-15.
Sebelumnya, tunggal putra nomor satu dunia Lin Dan juga menyabet emas setelah menundukkan pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei dengan 15-21, 21-10, 19-21. Sehari sebelumnya, tunggal putri China, Li Xuerui dan pasangan ganda putri China, Tian Qing/Zhao Yunlei sukses merenggut emas. Di ganda campuran, Nan Zhang/Yunlei Zhao melengkapi kedigdayaan China. (Baca juga “China Sapu Bersih Emas Bulutangkis).

Bukan instan
Jalan China berjaya di olahraga tak semudah membalik telapak tangan. Ikut pertama kali di Olimpiade Helsinki 1952, China pulang dengan tangan kosong. China juga sempat dilanda kemelut politik, dan absen lama sampai Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Baru di Los Angeles, China meraih 15 emas. Tapi itu dicapai saat Uni Soviet dan Jerman Timur memboikot olimpiade.
Di Olimpiade 1988 Seoul, prestasi China anjlok. Mereka hanya sanggup meraih 11 emas, dan bertengger di posisi ke 11. Sejak itu, China melakukan koreksi.  Mereka menargetkan emas di tiap olimpiade. Sejak terpuruk di Seoul itu, Beijing menggelontorkan dana sebesar $260 juta, atau setara Rp2,46 triliun untuk program olahraga, seperti dilansir factsanddetails.com.
Lalu, ratusan juta dolar itu dihabiskan membangun akademi olahraga, mencari pemandu bakat, psikolog, pelatih asing, serta teknologi dan ilmu pengetahuan terbaru. Cabang olah raga andalan China, seperti menembak, senam, renang, dayung, dan atletik mendapat perhatian besar.
Hasilnya tak sia-sia. Pada Olimpiade 1992 Barcelona, China melesat ke posisi 4,  dengan 16 emas, di bawah Uni Soviet (45 emas), AS (37 emas) dan Jerman (33 emas). Sejak itu, China merangkak naik. Di Olimpiade 1996 Atlanta, China bertahan di posisi 4 (16 emas). Di Sydney, naik ke peringkat 3,  dengan 28 emas, 16 perak, dan 14 perunggu.
Taring China mulai terlihat di Olimpiade Athena 2004. Mereka berhasil menggeser Rusia, sebagai runner-up. China mendapat 32 emas, di bawah AS sebagai juara umum dengan 36 emas. Pada 2008, sebagai tuan rumah olimpiade, China melesat menjadi juara umum.
Latihan keras itu pun berbuah manis. Menggabungkan gaya modern dan tradisional, plus pendekatan keras gaya komunisme era Soviet, China berhasil membentuk atlit mereka. Sistem Soviet itu kini pelan-pelan ditinggalkan.
Soalnya,  kebijakan satu anak tiap keluarga membuat orang tua enggan menyerahkan anak mereka ke pemerintah. Apalagi, jika usai berlatih, tak dibekali keterampilan.
Itu sebabnya, China kini mencoba seperti Amerika Serikat, yang mengawinkan olahraga dengan pendidikan di kampus.  Meskipun belum sepenuhnya berhasil, tapi cara ini sedang dikembangkan. Tapi toh, cara tradisional otoriter itu masih tetap dipakai, apalagi jurus itu terbukti sukses hari ini.
Di Gymnasium di Nanning, misalnya, ada tulisan kata “Emas” tercetak di dinding tempat latihan. Setiap hari para atlit senam yang menekuk tubuhnya sampai batas tak tertanggungkan itu, harus mengingatnya: bahwa takdir hidup mereka adalah menjadi terbaik di dunia. (np)

Sorot Infografik: Mendulang Medali

SOROT 199

Infografik: Mendulang Medali

Jum'at, 3 Agustus 2012, 23:36 WIBLuzman Rifqi Karami
SOROT 199        Naskah : Luzman Rifqi K      Grafis : Faddy Ravydera Montery

http://sorot.news.viva.co.id/news/read/341584-infografik--mendulang-medali





VIVAnews – Sebanyak 22 atlet Indonesia berpartisipasi di cabang Olimpiade 2012 London. Indonesia berharap bisa mempertahankan tradisi emas di multievent empat tahunan ini. Tercatat sejak Olimpiade 1992 di Barcelona, Indonesia tak pernah absen meraih medali emas.
Raihan medali pertama diraih Eko Yuli Irawan di cabang angkat besi kelas 62 kg putra. Sehari kemudian, giliran Triyatno yang sukses menyumbangkan perak, juga di cabang angkat besi, kelas 69 kg putra.
Tentunya raihan medali dua atlet itu menjadi pemicu atlet-atlet lainnya untuk menyumbangkan berbagai medali untuk Indonesia.
Profil tim Indonesia di Olimpiade 2012
Jumlah partisipan: 22 atlet dari 8 cabang olahraga.
Rincian per cabang:
9 atlet bulutangkis
 6 angkat besi,
2 atletik,
1 atlet anggar,
 1 atlet panahan,
1 atlet menembak,
1 atlet judo,
1 atlet renang.
Bulutangkis: Adrianti Firdasari, Taufik Hidayat, Simon Santoso, Bona Septano/Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Meiliana Jauhari/Greysia Polii
Angkat besi: Deni, Irawan Eko Yuli, Citra Febrianti,Hasbi Muhamad,Jadi Setiadi, Triyatno
Atletik: Fernando Lumain,  Triyaningsih
Menembak: Diaz Kusumawardani
Panahan: Ika Yuliana Rochmawati
Anggar: Diah Permatasari
Renang: I Gede Sudartawa
Judo: Putu Wiradamungga
Indonesia dari Olimpiade ke Olimpiade
1952 Helsinki: Partisipasi pertama Indonesia di Olimpiade.
1956 Melbourne: Satu-satunya partisipasi Indonesia di cabang sepakbola putra. Tim Merah Putih melaju ke perempat final. Sempat menahan imbang 0-0 Uni Soviet namun kalah 0-4 di partai ulangan.
1964 Tokyo: Indonesia absen di Olimpiade.
1980 Moskow: Indonesia absen di Olimpiade karena adanya boikot sehubungan dengan perang Soviet-Afghanistan.
1988 Seoul: Medali pertama Indonesia di Olimpiade. Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani sukses merebut medali perak dalam cabang panahan beregu putri.
1992 Barcelona: Medali emas pertama dan kedua Indonesia. Susi Susanti meraih medali emas dari bulutangkis tunggal putri. Alan Budikusuma dari tunggal putra.
1996 Atlanta: Medali emas direbut dari cabang bulutangkis sektor ganda putra atas nama Rexy Mainaky and Ricky Subagja .
2000 Sydney: Pasangan ganda putra kembali mendulang emas atas namaTony Gunawan dan Candra Wijaya.  
2000 Sydney: Untuk kali pertama cabang angkat besi menyumbangkan medali. Di kelas 48 putri, Raema Lisa Rumbewas merebut medali perak, Sri Indriyani perunggu. Winarni Binti Slamet mendapat perunggu di kelas 53 kg putri.
2004 Athena: Taufik Hidayat merebut medali emas di sektor tunggal putra.
2008 Beijing: Pasangan ganda putra,  Hendra Setiawan dan Markis Kido sukses mempertahankan tradisi emas Indonesia.
2012 London: Eko Yuli Irawan menjadi peraih medali perunggu di cabang angkat besi kelas 62 kg putra. Sehari kemudian Triyatno meraih medali perak di kelas 69 kg putra.
Medali Indonesia dari Masa ke masa
Olimpiade 1988 Seoul 1 perak
Olimpiade 1992 Barcelona:  2 emas,  2  perak, 1 perunggu
Olimpiade 1996 Atlanta: 1 emas, 1 perak, 2 perunggu
Olimpiade 2000 Sydney: 1 emas, 3 perak, 2 perunggu
Olimpiade 2004 Athena: 1 emas, 1 perak, 2 perunggu
Olimpiade 2008 Beijing:  1 emas, 1 perak, 3 perunggu
Olimpiade 2012 London: 1 perak, 1 perunggu
Total: 27 medali selama partisipasi di Olimpiade, dengan rincian: 6 medali emas, 10 medali perak dan 11 medali perunggu.
Cabang-cabang unggulan Indonesia di Olimpiade
Bulutangkis:
Total 18 medali: 6 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Angkat besi:
Total 8 medali: 3 medali perak dan 5 medali perunggu.
Panahan:
Total 1 medali: 1 medali perak

Entri yang Diunggulkan

Pria Ini Tidak Datang ke CFD. CFD-lah yang Datang Kepadanya

Sebuah kisah spiritual, olahraga, dan pengalihan arus lalu lintas Suasana CFD dadakan depan kosan Ada banyak hal aneh yang terjadi sela...