Minggu, 02 Maret 2014

Semua karena Inter

Buat orang awam atau yang tidak menyukai sepakbola, mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sih untungnya jadi fans sejati mendukung satu klub dan tidak berpindah hati? Buat apa dukung mati-matian, nonbar segala macem? Apa untungnya bagi kita? Apa kita bakal kaya kalo tim kesayangan kita menang? Apa nanti di akhirat akan ditanya, klub favoritmu apa?

Sebenarnya semua itu bisa terjadi, kalo kita benar-benar memanfaatkan secara total. Ini yang total yah bukan karbitan, dalam artian hanya mendukung tim yang saat ini jago. Lalu saat tim itu menurun langsung mengganti dukungan pada tim lain. Ini yang sukses saya dapatkan berkat sebuah tim bernama FC Internazionale Milano Football Club:

1. Berkat Inter, saya bisa mendapatkan banyak teman dan saudara. Nah, ini esensi paling penting dalam mendukung total satu klub kesayangan. Saling merasakan, saling memiliki. Bisa kenal orang-orang di pelosok Nusantara karena memiliki kesamaan: sama-sama mendukung Inter.

2. Berkat Inter saya bisa jadi admin. Menjadi admin L @LoGueInteristi adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya bisa menyalurkan bakat saya menulis lewat tweet dan banyak yang membaca. Saya mendapatkan banyak teman baru dan bahkan ada grup Whatsappnya.  Bahkan follower LGI sudah ada kopdarnya. Yah walaupun orangnya rada-rada aneh di grup hehe.

3. Berkat Inter, saya bisa dapat pekerjaan. Menjadi wartawan di VIVAbola memang bukan karena Inter secara langsung. Namun, berawal dari kecintaan pada Inter, saya membaca berbagai informasi mengenai sepakbola. Saya lalu mengembangkan hobi saya yakni menulis. Dan akhirnya bisa bekerja di VIVAbola.

4. Berkat Inter, saya bisa kaya. Nah ini baru dimulai dan baru terasa akhir-akhir ini. Lewat akun Twitter @LGI_Store saya berjualan produk-produk Inter dari mulai jersey, kaos, gantungan kunci, bendera, celana, kaos kaki dan lain-lain. Hasilnya lumayan besar.

5. Berkat Inter, saya mulai terbiasa shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis. Pertandingan Inter biasa digelar dini hari. Jadi ketika sudah biasa bangun untuk nonton dini hari, bisa sekalian dengan tahajud atau sahur buat puasa.

6. Berkat Inter, saya bisa terbang ke London. Bermula dengan foto menggunakan jersey Inter, saya bisa menang kuis jalan-jalan ke London. Jersey Inter ternyata membawa keberuntungan! Cerita lengkapnya di sini.


7. Berkat Inter, saya bisa saling mengobrol dengan Bambang Pamungkas. Kami sering mentionan di Twitter dan itu karena kami sama-sama mendukung Inter. Lihat cerita lengkapnya di sini.

8. Berkat Inter, saya bisa bertemu admin G untuk kali pertama. Kejadian ini saat Inter Tour tahun 2012 di Stadion Gelora Bung Karno. Ternyata kami bisa bekerja sama membuat akun @LoGueInteristi. Banyak hasil dari akun ini, menghasilkan banyak teman dan juga uang hehe.

9. Berkat Inter, saya bisa masuk tipi. Tahun 2009 saya menjadi narasumber di Televisi lokal bandung, STV. Acara Piriwit Biru mewakili Bandung Nerazzurra. Saya juga pernah menjadi pembicara di Auto Radio, Cihampelas jelang final Liga Champions 2010.

10. Oh iya lupa. Blog ini juga lahir karena kecintaan pada Inter. Berkat Inter, saya bisa bikin blog dan tentunya bisa membuat tulisan ini. Bisa memberikan informasi dan menginsipirasi orang dan berdakwah lewat Inter keren juga kan. Misalnya tulisan tentang pemain Muslim Inter, klik disini dan di sini.

Segitu dulu deh. Sebenarnya masih banyak hehe. Kalo yang lain mungkin dari Inter bisa dapet istri atau pacar. Berkat Inter bisa menikah keren juga, Inter ternyata berkontribusi dalam menegakkan syariat agama. Hehe. Kalo saya sih ga ada target nikah ama Interisti, lebih keren jadiin Istri Interistri. Jadikan dia La Beneamata alias yang tercinta.

Okey segitu aja deh, intinya biar ada posting di bulan Maret. Semua karena Inter.

Sabtu, 01 Februari 2014

Ambisi Juara Persib dan Kekuatan Tersembunyi PBR

Pemain Persib, Atep, bersama Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (@persibofficial)
VIVAbola - Sudah lama Jawa Barat dan Kota Bandung identik dengan Persib Bandung. Sejarah panjang dan prestasi yang ditorehkan Maung Bandung membuat Persib menjadi ikon Kota Kembang dan Jawa Barat.

Tahun 2012 lalu, muncul kekuatan baru di Bandung. Tak lain adalah Pelita Bandung Raya (PBR). Ari D. Sutedi, pemilik 65% saham klub Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya dan mengganti nama klub tersebut menjadi Pelita Bandung Raya. PBR bermain pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013.

Musim pertama di  (ISL), prestasi PBR memang tidak terlalu istimewa, The Boys Are Back nyaris saja terdegradasi. Beruntung, mereka sukses menundukkan Persikabo Bogor di laga playoff sehingga bisa kembali berkompetisi di ISL musim ini.

Persib Bandung
Sudah 19 tahun Bobotoh menantikan gelar juara Liga Indonesia. Setiap musimnya ambisi tinggi selalu diapungkan Maung Bandung. Mereka selalu menargetkan gelar juara, tentunya dengan mendatangkan pemain berkelas setiap musimnya.

Kehilangan bomber andalan Sergio van Dijk yang hengkang ke Sepahan, Persib menggantinya dengan sederet nama lain. Makan Konate, Tantan, dan Ferdinand Sinaga, Achmad Jufriyanto didatangkan. Beberapa pilar musim lalu seperti Firman Utina dan Atep masih dipertahankan.

Melihat hasil ujicoba pramusim, hasil yang diraih Persib cukup memuaskan. Mereka sempat mengalahkan klub Major League Soccer (MLS), DC United 2-1 dan klub Thailand, Raj Pracha 4-0. Persib juga sukses melaju ke final Inter Island Cup (IIC). 

Namun, penampilan Persib masih belum konsisten. Sempat tiga kali menang di penyisihan grup Jawa 1 IIC, termasuk menundukkan Persita 7-1, Persib justru tampil loyo di babak 8 besar. Tim besutan Djadjang Nurdjaman ditahan Persiram Raja Ampat 0-0 dan Mitra Kukar 1-1. Beruntung, di laga terakhir sukses mengalahkan Persik Kediri 3-2 dan lolos ke final.

Demikian halnya dalam turnamen Piala Gubernur Jawa Timur. Persib gagal melangkah ke semifinal setelah ditundukkan Persebaya Surabaya 0-1.

Profil Persib
Nama lengkap: Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung
Julukan: Maung Bandung, Pangeran Biru
Berdiri: 14 Maret 1933
Stadion: Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung; Gelora Bandung Lautan Api, Bandung
Pelatih: Djadjang Nurdjaman
Prestasi:  - Juara Perserikatan 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
           - Juara Liga Indonesia 1994-95
           - Perempat final Liga Champions Asia 1995

Susunan Pemain

Kiper: M. Natsir Fadhil Mahbudy, Shahar Ginanjar, I Made Wirawan    

Bek: Vladimir Vujovic, Tony Sucipto, Muhammad Agung Pribadi, Achmad Jufriyanto, Jajang Sukmara, Supardi Nasir, Abdul Rahman Sulaeman  

Gelandang: Atep, Muhammad Taufiq, Makan Konate, Firman Utina, Muhammad Ridwan, Hariono

Penyerang: Ferdinand Sinaga, Sigit Hermawan, Tantan


Pelita Bandung Raya

PBR rupanya tak ingin sekadar numpang lewat di ISL musim ini. Buktinya mereka mendatangkan sederet nama berkualitas dari mulai Kim Jeffrey Kurniawan, Bambang Pamungkas, dan Talaohu Abdul Musafri.

Sinyal bahaya mulai ditunjukkan tim besutan Dejan Antonic di Inter Island Cup. Di laga Derby Bandung, mereka sukses membuat kerepotan Persib Bandung. Meskipun harus kalah 0-1, PBR sanggup memberikan perlawanan.

PBR juga sukses menahan imbang tim Liga Super Malaysia, Johor Darul Ta'zim 1-1 di markasnya. Padahal Johor diperkuat mantan pemain tim nasional Argentina, Pablo Aimar dan Luciano Figueroa serta striker timnas Malaysia, Safee Sali.

Dua pemain anyar, Bepe dan TA Musafri sudah mulai nyetel dengan permainan PBR. Bepe telah mencetak 2 gol dalam laga ujicoba, sedangkan Musafri mencetak 3 gol.

Profil PBR

Nama lengkap: Pelita Bandung Raya
Julukan: The Boys Are Back
Berdiri: 11 November 1986 (dengan nama Pelita Jaya FC), Oktober 2012 (dengan nama PBR)
Stadion: Siliwangi Bandung, Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung
Pelatih: Dejan Antonic

Prestasi 

(Pelita Jaya FC): juara Galatama 1988-89, 1990, 1993-94
(Bandung Raya): juara Liga Indonesia 1995-96, runner-up Liga Indonesia 1996-97

Susunan Pemain

Kiper: Dennis Romanovs, Raden Galuh Noor Hendrayana, Alvonsius Kelvan

Bek: Mokhamad Syaifuddin, Riyandi Ramadhana, Boban Nikolic, Dias Angga Putra, Fariz Bagus Dinata, Munadi, Wildansyah

Gelandang: David Laly, Wawan Febrianto, Muhammad Arsyad, Rafid Lestaluhu, Rizky Pellu, Dolly Ramadhan Gultom, Kim Jeffrey Kurniawan, Johan Juansyah, Ridwan Awaludin, Hasan Basry Lohy, Agus Indra Kurniawan

Penyerang: Bambang Pamungkas, Gaston Castano, Iman Faturohman, Ari Sofyan Sauri, Nunung Dwicahyo, Eki Nurhakim, Talaohu Abdul Musafri

Rabu, 08 Januari 2014

Mesut Oezil Religius, Iya Gitu??

Jika berbicara mengenai Mesut Oezil, banyak di antara kita berpikir mengenai sosok Muslim yang kalem dan religius. Selalu mengaji sebelum bertanding, berdoa sebelum pertandingan. Wih perfect pokonya mah, jelema sholeh haha.

Seperti juga yang sempat dibahas di blog ini. Tulisan tahun 2011, bahkan masih rame mengenai Mesut Oezil yang digosipkan marah karena Islam dihina David Villa. Oezil dikatakan menulis di akun Twitter mengenai kejadian itu. Padahal faktanya saat itu Oezil belum memiliki Twitter. Tapi sekarang dia sudah punya Twitter yang terverifikasi, @MesutOzil1088.

Faktanya, justru tidak demikian. Oezil bahkan sudah tinggal serumah di London bersama kekasih seksinya, Mandy Capristo. Mereka sering memamerkan fotonya bermesraan di akun Twitter dan Facebook. Hmm.. bukan muhrim jil :D

Fakta lainnya, pacar Oezil ini ternyata berbeda agama.  Dalam suatu kesempatan, Mandy sempat menegaskan agama tak menjadi penghalang cinta mereka.

"Bagi saya, agama tak menjadi masalah. Saya dibesarkan menjadi seorang Kristen. Saya memang bukan seorang yang religius, namun saya memiliki iman. Selain itu, agama bagi pasangan impian itu tak menjadi masalah karena semua orang harus melakukan apa yang diyakini benar," kata penyanyi cantik asal Jerman itu pada RTL.

Oezil juga diketahui gemar pergi ke klub malam dan main cewek. Ini juga menjadi salah satu alas an Madrid melepasnya ke Arsenal.

Oezil terobsesi dengan perempuan. Dia akan pergi keluar di malam hari untuk datang ke klub malam. Ia juga mengorbankan kesehatan dengan tidak tidur selama berjam-jam untuk berpesta semalam penuh,” ujar Presiden Madrid, Florentino Perez kepada dailymail.

Kalo bikin berita tentang Oezil gini suka ada yang ga percaya. Banyak yang sok belain, dia religius dll. Ya udah liat fotonya aja deh hehe.


Selasa, 07 Januari 2014

Harapan Baru Erick Thohir untuk Inter Milan

Presiden Inter Milan, Erick Thohir (kiri) dan Massimo Moratti (REUTERS/Alessandro Garofalo)
VIVAbola – Sejarah tercipta pada tahun 2013. Pengusaha media asal Indonesia, resmi menguasai mayoritas saham klub raksasa Serie A, Inter Milan. Pria 43 tahun ini menguasai 70 persen saham La Beneamata pada 15 Oktober 2013. Kesepakatan ini terjadi setelah melalui proses yang panjang dan alot.

Tak hanya menguasai saham mayoritas, Erick juga akhirnya menggantikan posisi Massimo Moratti sebagai Presiden Nerazzurri. Ini diputuskan lewat rapat dewan direksi Inter, 15 November 2013. Rapat tersebut juga memutuskan Moratti, yang sudah memimpin Inter sejak 1995, menjabat sebagai Presiden Kehormatan.

Anak Massimo Moratti, Angelomario mendapat jabatan sebagai Wakil Presiden. Dewan Direksi diisi oleh 8 orang, yakni Erick Thohir, Roslan Roeslani, Handy Soetedjo, Thomas Shreve, Hioe Isenta, Angelomario Moratti, Rinaldo Ghelfi, dan Alberto Manzonetto.

"Sangat penting bagi kami, manajemen baru untuk memastikan Inter juara, menarik untuk ditonton dan juga sehat secara finansial, untuk bersaing dengan klub-klub lain di dunia saat ini. Ini adalah sesuatu yang Tuan Moratti, manajemen baru, dan saya garis bawahi," kata Erick saat dilantik menjadi Presiden Inter seperti dilansir Football Italia.

Erick memang tak asing dengan dunia olahraga. Sebelum menguasai Inter, Erick sudah memiliki saham di beberapa klub olahraga. Dia juga tercatat sebagai salah satu pemilik klub MLS, DC United dan pemilik klub basket NBA, Philadelphia 76ers.
Erick juga merupakan salah satu pengurus teras di tubuh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan yang selama ini membidani kiprah Persib dalam berbagai aspek.

Terpilihnya Erick sebagai Presiden Inter membuka peluang pemain Indonesia untuk bergabung. Pengusaha muda ini ingin membawa pemain Indonesia ke Giuseppe Meazza. Erick ingin pemain yang dibawanya benar-benar bisa bersaing untuk menembus tim utama Inter, walaupun itu di level junior.

"Tentu saja, saya juga ingin membawa pemain asal Indonesia, pemain muda terutama. Tapi, pemain itu harus yang benar-benar bisa bersaing. Mereka harus bermain pada level yang sama dengan tim muda Inter," kata Erick kepada VIVAbola, Sabtu 23 November 2013.

"Mungkin saya lebih memilih pemain di bawah usia 16 tahun. Karena kalau pemain di bawah usia 19 tahun, mereka sudah harus dimasukkan ke tim Primavera, dan di sana sudah ada kompetisinya," papar pria 43 tahun ini.

Nonton Langsung
Sebagai Presiden baru Inter, Erick menunjukkan komitmennya. Pria 43 tahun ini meluangkan waktunya untuk menyaksikan laga La Beneamata secara langsung di stadion. Jarak jauh Italia dan Indonesia rupanya tak menjadi masalah bagi Erick. Tercatat ada dua laga Il Biscione yang disaksikan langsung Erick di Giuseppe Meazza, yakni melawan Sampdoria (1 Desember) dan AC Milan (22 Desember).

Debut Erick di Giuseppe Meazza tidak berakhir dengan manis. La Beneamata harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Sampdoria. Inter saat itu sebenarnya sempat unggul lewat gol Fredy Guarin menit ke-18. Namun, gol Renan Garcia pada menit 89 membuyarkan kemenangan Inter yang sudah di depan mata.

Erick baru bisa tersenyum pada saat Derby Della Madonnina pada 22 Desember 2013. Inter memetik kemenangan 1-0 berkat gol Rodrigo Palacio menit 86. Ini adalah kemenangan pertama sejak Erick menjabat sebagai Presiden Inter.

Presiden Inter sebelumnya, Massimo Moratti sama sekali tak menyesal memberikan jabatan kepada Erick. Dia yakin Erick akan melanjutkan kesuksesannya bersama La Beneamata.

"Saya sangat percaya telah menyerahkan jabatan pada orang yang tepat setelah menunggu lama. Sekarang, saya bisa pergi ke stadion hanya sebagai seorang fans," kata Moratti padaSky Sport Italia.

Masih banyak tugas yang harus dilakukan Erick. Tim besutan Walter Mazzarri masih menempati peringkat ke-5 dengan 31 poin dengan 17 pertandingan. La Beneamata masih tertinggal 5 poin dari Napoli yang menempati batas akhir zona Liga Champions.

Patut dinanti gebrakan Erick pada bursa transfer Januari nanti. Siapa pemain yang akan didatangkannya ke Giuseppe Meazza untuk membuat Inter lebih mampu bersaing di papan atas. (ren)

Jumat, 27 Desember 2013

Inter Best Moment 2013

Tahun 2013 mungkin bukan tahun yang istimewa untuk Inter. Di tahun ini, Inter harus finis di urutan ke-9 Serie A dan gagal bermain di kompetisi Eropa. Namun, bukan berarti tak ada momen yang tak bisa dilupakan. Banyak sekali momen yang bisa diingat Interisti. Salah satunya tentu saja harapan baru dari Erick Thohir, pengusaha muda Indonesia yang menggantikan posisi Massimo Moratti sebagai Presiden Inter.

Apa saja sih momen-momen menari Inter sepanjang tahun 2013 ini? Berikut di antaranya.

4 Januari 2013. Krisis striker, Inter mendatangkan pemain gaek, Tommaso Rocchi dari Lazio. Secara umum, penampilan Mbah Rocchi kurang memuaskan. Yang menarik, dia mencetak gol ke-100 di Serie A saat berkostum Inter, saat La Beneamata dikalahkan Atalanta 3-4, 7 April 2013.

3 Maret 2013. Comeback luar biasa dari Inter. Babak pertama tertinggal 0-2, babak kedua sanggup menang atas Catania 3-2.

14 Maret 2013. Kemenangan telak yang menyesakkan. Mungkin itulah yang terjadi di Giuseppe Meazza saat itu. Betapa tidak, kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur masih belum bisa meloloskan Inter ke perempat final Liga Europa. Agregat 4-4, Spurs unggul agresivitas gol tandang.

19 Mei 2013. Laga terakhir Inter di Serie A, kalah 2-5 dari Udinese. Inter finis di urutan ke-9 klasemen akhir dengan 54 poin dari 38 laga. Untuk kali pertama sejak musim 1999-00, Inter gagal berpartisipasi di kancah Eropa.

24 Mei 2013. Andrea Stramaccioni dipecat. Mantan pelatih Napoli, Walter Mazzarri langsung ditunjuk menjadi pelatih baru Il Biscione.

12 Juni 2013. Javier Zanetti memperpanjang kontraknya setahun, hingga akhir musim 2014.

6 Agustus 2013. Inter membuat Juventus menempati juru kunci turnamen International Champions Cup di Amerika Serikat. Inter menang adu penalti 9-8, setelah imbang 1-1 selama 120 menit.

15 Oktober 2013. Pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir resmi menguasai 70 persen saham Inter setelah melalui negosiasi yang panjang dan alot. Tepat di saat Idul Adha.

22 September 2013. Inter menghajar Sassuolo 7-0. Comeback Diego Milito langsung berbuah 2 gol.

15 November 2013. Erick resmi menggantikan posisi Massimo Moratti sebagai Presiden Inter. Moratti, yang sebelumnya menjabat sejak 1995, kini menjadi Presiden Kehormatan. Selain Erick, dua orang Indonesia lainnya, , Roslan Roeslani, Handy Soetedjo masuk dalam jajaran Dewan Direksi.

1 Desember 2013. Untuk kali pertama sejak menjabat sebagai Presiden Inter, Erick menyaksikan pertandingan langsung di Giuseppe Meazza. Sayang, laga melawan Sampdoria itu berkesudahan 1-1.

4 Desember 2013. Gol pertama Ishak Belfodil di ajang resmi sejak bergabung dengan Inter. Inter menang 3-2 atas Trapani di babak keempat Coppa Italia. Setelah mencetak gol, dia langsung sujud syukur.


22 Desember 2013. Gol tunggal Rodrigo Palacio sudah cukup bagi Inter untuk menumbangkan AC Milan di Derby Della Madonnina. Kemenangan pertama yang diraih Erick Thohir sejak menjabat Presiden Inter di ajang Serie A. Inter tak terkalahkan di laga derby sejak 6 Agustus 2011. Inter mengakhiri tahun 2013 dengan menempati urutan kelima Serie A, 31 poin dari 17 pertandingan. Tertinggal 5 poin dari Napoli yang menempati zona Liga Champions.

Senin, 23 Desember 2013

Antara Aku, Bambang Pamungkas, dan Inter Milan

            Siapa yang tak kenal Bambang Pamungkas. Dialah kapten timnas Indonesia saat ini (s.d tahun 2012 - ed). Pria kelahiran Getas ini juga memegang jumlah gol dan penampilan terbanyak untuk Timnas. Dedikasinya untuk Tim Garuda sudah tak terhitung banyaknya.

            Demi Tim Nasional, Bepe – sapaan akrab Bambang – sampai mengabaikan konflik yang terjadi di pesepakbolaan nasional, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Baginya, timnas hanya satu, Indonesia, bukan PSSI atau KPSI. Padahal KPSI dan klubnya Persija, melarang dia untuk membela Timnas versi PSSI. Namun bagi Bepe, kepentingan nasional di atas segalanya.

            Namun tentu saja tak semua orang mengidolakan Bepe. Ada juga yang tidak menyukainya. Salah satunya mungkin fans Persib Bandung, Bobotoh. Yah, bukan rahasia lagi kalau hubungan antara pendukung Persib dan Persija ini tak terlalu harmonis. Maka bisa jadi sebagai bobotoh banyak yang kurang menyukai Bepe.

“Bepe lagi, Bepe lagi. Apa tidak ada pemain lain apa yang lebih bagus?” Yah mungkin itu salah satu nada sumbang mengenai Bepe.

            Semula aku juga sempat berpikir begitu. Namun begitu aku berselancar ke blognya, www.bambangpamungkas20.com semua pikiran jelek tentangnya berubah. Ya, ternyata selain piawai di lapangan hijau, Bepe pun pandai menulis. Aku merasa jarang-jarang ada yang bisa seperti ini.

            Dan kekagumanku pada Bepe bertambah ketika aku tahu dia adalah seorang Interisti, atau fans Inter Milan, sama sepertiku. Wow, ikon tim nasional adalah seorang Interisti. Luar biasa sekali. Bahkan Bepe juga terlihat sangat senang mendukung Nerazzurri lewat kicauannya di Twitter, @bepe20.

            Suatu waktu, aku diajak oleh rekan Interisti, Krome untuk membuat Majalah Inter. Majalah Interina namanya. Jadi majalah ini membahas mengenai Inter dan diterbitkan via online. Krome yang mengenalku via blog pun mengajakku berpartisipasi. Tentu saja aku tertarik. Apalagi ini ada hubungannya dengan keahlianku menulis. Apalagi menulis tentang klub idolaku, Inter Milan.

            Entah ide darimana, aku pun mengajak Bepe untuk menulis di majalah Interina. Aku mengajak dia lewat Twitter. Saat itu, tahun 2010, follower Bepe baru sekitar 80ribu. Belum 3 juta follower seperti sekarang. Aku pun saat itu sedang magang di Tabloid Soccer. Namun Bepe tentunya tak tahu aku sebagai wartawan atau apa. Yah baru kali itu mention.

18 Februari 2010 di Twitter
@luzman_karami: mas @bepe20 kalo mau nyumbang tulisan ttg inter bwt majalah interina tinggal hubungi aja @kromesikram
Ternyata Bepe membalas mention-ku. Wow mantap sekali:
@bepe20: Link nya dong mas.. RT @luzman_karami: mas @bepe20 kalo mau nyumbang tulisan ttg inter bwt majalah interina tinggal hubungi aja @kromesikram
Biasanya nulis apaan mas.. RT @kromesikram: @bepe20 sy dpt kbr mas bepe mau ikutan nulis di interina dari @luzman_karami.. Wow Awesome!

Yah seperti itulah kira-kira awal perkenalanku dengan seorang Bambang Pamungkas. Bukan karena Persib, Timnas Indonesia, atau Persija. Tapi karena Internazionale FC. Inter telah menyatukan kita. Bukan klub dalam negeri, tapi klub ini begitu spesial bagi sosok yang bisa dikatakan sebagai legenda Indonesia. Aku dan dia seorang Interisti.

            Bepe pun menepati janjinya. Dia ikut menulis di majalah Interina. Memang tidak dikirimkan langsung, namun di menulis di blognya. Namun karena memang setelah aku dan dia ngobrol di Twitter, aku rasa itulah tulisan dia yang akan dia kirimkan untuk majalah Interina. Tulisan Bepe pun nongol di Interina edisi 5, judulnya: Interista Sejati Sejak 1990.

            Dari tulisan itu, aku menarik kesimpulan awal mula Bepe menyukai Inter karena warna seragam ini yakni biru hitam. Pada akhirnya dia pun memutuskan untuk menjadi suporter sejati klub ini.
“Ketika Inter terseok-seok dan hanya menjadi klub medioker yang susah menjadi juara, saya sama sekali tidak khawatir. Ketika bintang-bintang top silih berganti pergi meninggalkan Inter, saya juga kurang begitu menghiraukannya ....” 
“Saya akan selalu mendukung Inter Milan, dengan siapapun pemainnya dan siapapun pelatihnya, serta apapun prestasinya.” 
“Saya memang Interista sejati, dan saya akan sedih jika Inter Milan kalah dalam suatu pertandingan. Akan tetapi jauh di dalam lubuk hati saya, saya akan merasa lebih sedih jika Persija Jakarta yang kalah tanding, dan akan jauh lebih sedih lagi jika Tim Nasional Indonesia yang kalah dalam pertempuran.”

            Untaian kata yang sungguh bijak dari seorang Bambang Pamungkas. Walau bagaimanapun Inter adalah tim luar. Kita tinggal di Indonesia, tetap harus mencintai sepakbola nasional dan tetap mendukung negara kita sendiri.

            Sama halnya dengan Bepe, aku akan terus mendukung Inter , apa pun yang terjadi pada klub ini. Sebab lewat Inter, aku mendapat banyak teman-teman luar biasa, baik dari fans klub Inter Club Indonesia (ICI), maupun Bandung Nerazzurra (BN). Menang atau kalah Inter tentunya tak akan mempengaruhi kehidupan kita. Yang pastinya, aku mendapat banyak teman dan juga saudara baru.

            Dan satu hal yang pasti, berkat sebuah tim yang bernama Inter, aku bisa begitu dekat dengan sosok legenda yang bernama Bambang Pamungkas.

            Saat sering mention seperti itu, aku mengecek follower-ku. Wow Bepe memfollow balik aku. Wah betapa senangnya, difollow seorang Bepe. Dia bahkan sering membalas mention-ku yang masuk. Saat dia ultah, aku memberi ucapan selamat padanya. Dan dia membalas dengan mengirimkan gambar kue ulang tahun Inter. Mantap.

            Bahkan aku ingat, sempat menulis di Twitter. “Sekarang tidur dulu ah, siap-siap nanti malam nonton Inter.” Dan Bepe membalas, “Main jam berapa mas?” Terang saja setiap dibalas seperti itu, mention di Twitter ku langsung banjir. Karena Bepe memang memiliki jutaan follower.

Pertemuan Pertama
Ibarat cinta yang dipertemukan lewat dunia maya, tentunya ada yang namanya pertemuan pertama begitu halnya dengan aku dan Bambang Pamungkas. Tapi jangan sangka kita homo ya. Bepe sudah punya istri dan anak kok, jadinya tidak mungkin aku homo dengan dia. Hehe

            Sebagai suporter, tentunya tak asing menyaksikan Bepe di layar kaca maupun di lapangan hijau. Tapi mungkin untuk bertemu langsung atau bertatap muka tak semua orang bisa merasakannya. Dan aku adalah salah satu yang beruntung itu. Apalagi kalau bukan dengan mengandalkan profesiku sebagai seorang wartawan.

            Bepe sendiri dikenal sebagai sosok yang jarang berbicara kepada media. Entah mengapa setiap ada wartawan yang hendak bertanya kepadanya, dia lebih sering menghindar. Bepe lebih sering update melalui Twitter ataupun blog pribadinya.

            Kesempatan pertama bertemu dengan Bepe terjadi saat tahun 2011, saat aku meliput Timnas menjelang persiapan melawan Turkmenistan. Saat itu, Timnas secara mengejutkan menunjuk pelatih baru, Wim Rijsbergen. Padahal, Alfred Riedl tergolong berhasil mengangkat performa Timnas.

            Konpers di hotel saat itu dibuka oleh Rijsbergen dan juga Rahmad Darmawan sebagai asisten. Juga ada Irfan Bachdim yang ikut berbicara. Setelah konpers itu aku melihat sosok Bepe sedang makan di hotel tempat konpers itu.
            Bepe makan bersama Firman Utina dan rekan-rekan Timnas. Aku hendak menyapanya, tapi entah mengapa timbul rasa segan. Apalagi ada wartawan salah satu televisi swasta justru mendekati mereka. Aku takut mengganggu makan siang mereka. Ya sudah, alhasil saat itu aku hanya foto bersama Rijsbergen dan Rahmad Darmawan.

            Kesempatan bertemu Bepe akhirnya terjadi tahun 2012. Aku masih menjadi wartawan di VIVAnews. Ada konferensi pers yang dihadiri Bepe dan Ponaryo Astaman di sebuah cafe di Jakarta. Di sini kapasitas Bepe adalah sebagai Wakil Presiden Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Sedangkan Ponaryo menjabat sebagai Presiden.

            Dalam konpers tersebut, Bepe dan Ponaryo berbicara mengenai pemain ISL dan juga IPL yang tak kunjung menerima gaji. Dalam kapasitasnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden APPI, mereka juga mengumumkan siapa saja klub yang sudah melunasi pembayaran gaji klub dan juga yang masih menunggak. Mungkin hanya dalam konpers seperti ini Bepe mau berbicara.

            Akhirnya konpers selesai dan seperti biasa wartawan melakukan doorstop atau tanya jawab langsung kepada yang bersangkutan. Beberapa menghampiri Bepe yang mengenakan jas saat itu. Aku coba menghampiri.

            Dalam pikiranku, tak mungkin yah seorang Bepe mengenalku. Apalagi pembicaraan kita hanya melalui jejaring sosial. Tapi nyatanya justru dia duluan yang menyapaku. Ini ciyus loh.

“Hei, sampeyan Bobotoh, pendukung Persib ya?” kata Bepe.
“Hehe.. iya, sering ngobrol kan yah kita di Twitter,” kataku tersipu malu.
“Iya nih, gimana apa kabar?”
“Baik baik mas,” kataku.

            Wow, it’s amazing. Ternyata Bepe mengenalku. Mungkin di Twitter dia agak kepo – kelakuan polisi – juga. Melihat-lihat Timeline ku dan juga melihat fotoku. Bisa tahu juga wajahku kan.
            Aku juga bertanya padanya, “Mas, di Euro nanti dukung mana?”
            Ini pertanyaan titipan dari Bos. Waktu itu memang menjelang Euro. Jadi Bos menitip aku untuk bertanya pada pemain yang hadir mendukung tim mana di ajang paling bergengsi antar negara Eropa itu.
            “Wah Euro? Dukung mana ya? Aku sih ga dukung siapa-siapa. Aku dukungnya Argentina gimana dong,”
“Loh Argentina kan ga ikut Euro,” kataku.

            Hahaaa.. Bepe memang kocak. Sejago apa pun Argentina memang tak mungkin berpartisipasi di Euro atau Piala Eropa sebab ini hanya untuk negara-negara di Benua Eropa. Jelas omongan ngawur Bepe ini tidak bisa dibuat berita. Tapi Alhamdulillah aku dapat jawaban dari pemain lain yakni Ponaryo Astaman, Robbie Gaspar,dan Bima Sakti.
            Akhirnya setelah konpers selesai aku pun meminta untuk berfoto dengan Bepe.
            “Mas, sesama Interisti foto dulu dong,” kataku.
            Bepe pun melayani permintaanku. Dan jepret. Ini dia fotonya.

Gantengan mana nih? Hhe. Walaupun Persija dan Persib bermusuhan. Namun Inter telah menyatukan kami.
            Yup, begitulah sepakbola. Semua bisa menjadi positif ataupun negatif tergantung dari diri kita masing-masing. Terlalu fanatik terhadap klub kesayangan bisa menimbulkan sikap anarkis. Namun jika sebaliknya, bisa menambah saudara. Bahkan seperti aku berkat sepakbola aku bisa menjadi wartawan sepakbola dan bertemu pemain idola. Bukan hanya bertemu, tapi sudah sering ngobrol.

Sekarang Bepe jarang membalas mention-ku. Mungkin karena mention sekarang sudah semakin banyak jadi tidak terbaca. Mungkin karena sibuk. Ya aku sih husnudzon saja. Semoga dia bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia, dan jadi kebanggaan Indonesia dan Interisti tentunya.

Bepe memang belum memberikan gelar untuk Indonesia. Namun pengorbanannya untuk negeri ini patut diacungi jempol.

            Sebagai penutup ini kata-kata mujarab dari Bambang Pamungkas:
“Jangan pernah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti mimpi kalian akan menjadi kenyataan.”
Forza Inter! Forza Indonesia! Forza @bepe20!
Jakarta 28, November 2012
Jelang Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2012

Sabtu, 21 Desember 2013

Tahun 2013, Penuh Suka dan Duka

Seperti biasa akhir tahun biasanya ada refleksi akhir tahun. Apa sih yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini, dan mudah-mudahan tahun depan bisa menjadi lebih baik. Dari kegagalan kita belajar banyak hal, dari keberhasilan kita harus banyak-banyak bersyukur.

Ternyata banyak sekali momen-momen menarik yang saya alami sepanjang tahun 2013 ini. Yang paling penting selama tahun ini saya masih jomblo hehe.  Saya bikin daftar kegagalan dan keberhasilan saya sepanjang tahun 2013.

Daftar kegagalan:
Bulan Februari, saya mengikuti kursus intensif bahasa Jerman di Lernhaus. Saya sampai izin kerja satu bulan dari kantor. Targetnya adalah mengikuti homestay di Jerman. Setelah kursus, saya dibantu Lernhaus mencari keluarga angkat di Jerman. Namun, ternyata tak ada yang tertarik. Batas usia program ini 25 tahun, saya pun batal berangkat meskipun sudah lulus tes Goethe.

Kalo harus pindah dari Apartemen Taman Rasuna menuju kosan masuk kegagalan ga ya? Ya tahun ini saya harus meninggalkan kemewahan apartemen dan kembali menjadi rakyat jelata di kosan. Tercatat saya sudah dua kali pindah, yang pertama pindah dari apartemen ke kosan, lalu dari kosan di gang ke kosan di depan jalan. Uniknya, setiap pindah selalu dapat hadiah ke luar negeri. Berarti kayaknya harus pindah lagi ni :D

Kegagalan dan kepahitan mungkin banyak dialami di bulan Desember ini hehe. Saya ikut tes CPNS di Mahkamah Konstitusi. Namun, akhirnya gagal padahal sudah sampai  tahap akhir yakni tes kesehatan dan wawancara. Jadi di bagian formasi saya, Pengelola Bahan Informasi dan Media Massa, tersisa 2 orang. Ternyata justru saingan saya yang dapat.

Padahal kalo bicara pengorbanan sudah cukup banyak sih. Pada saat tes, laptop saya mendadak rusak padahal saya piket malam. Saya pun harus kerja dari warnet dua malam. Terus saya juga harus kehilangan android karena kecopetan saat hendak tes kesehatan.

Tapi dipikir-pikir hapenya juga sudah rusak. Layarnya pecah, suka tiba-tiba ngecas sendiri pula. Yang saya pikirkan sebenarnya grup Whatsapp @LoGueInteristi yang sekarang tanpa admin. Copetnya juga kasian dapat hape rusak wkwkwkwkw.

Daftar keberhasilan
Keberhasilan terpenting saya tahun ini adalah sanggup dua kali menang kuis ke luar negeri. Ke Inggris dan Singapura. Ini kali pertama saya naik pesawat dan langsung ke luar negeri pula. Saya jalan-jalan ke London, Manchester dan Liverpool. Ini sama sekali tak terduga, sebab ikutannya juga ga niat heehe.

Kalo yang ke Singapura ini beneran niat. Saya ikut kontes menulis Nestea dan mendapat grandprize ke Singapura. Yang menang ke Singapura hanya seorang dari sekitar 100 peserta.



Beberapa kuis juga berhasil saya menangkan di tahun 2013 ini. Empat terjadi di bulan Ramadan, memang penuh berkah yah. Di bulan Ramadan selain menang hadiah ke Singapura, saya juga menang kuis tabloid Otomotif (uang 100ribu plus langganan tabloid sebulan), tiket VVIP Arsenal vs Indonesia Dream Team, dan voucher Rp750ribu dari blibli.com hadiah dari hikmah puasa.

Satu lagi yang membuat tahun ini terasa istimewa adalah munculnya akun @LGI_Store. Allah membuat saya mengenal seseorang yang bernama Iqbal dekat kosan saya, dan tak disangka itu menjadi pintu rezeki. Awalnya saya menawarkan jersey bola via @LoGueInteristi dan BBM, ternyata banyak yang memesan.

Setelah itu, admin G (Gilrandy) membuat twitter baru @LGI_Store. Ini tepat saat saya mulai berbisnis, padahal sebenarnya saya belum berbicara dengan dia. Dan ternyata dari akun ini pintu rejeki memang terbuka lebar. Alhamdulillah, meskpun gagal di jadi CPNS sekarang saya sudah bisa berwirausaha. Saya juga punya pengalaman jalan-jalan ke luar negeri gratis.

Yah, tahun 2013 ini memang penuh warna hehe.

Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allah lah yg memberi rezeki (Qs. 11 : 16)
Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan?
(QS.Ar-Rahman)

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan bukakan jalan keluar baginya dan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka…"
(QS. Ath-Thalaq 2-3)

Entri yang Diunggulkan

Pria Ini Tidak Datang ke CFD. CFD-lah yang Datang Kepadanya

Sebuah kisah spiritual, olahraga, dan pengalihan arus lalu lintas Suasana CFD dadakan depan kosan Ada banyak hal aneh yang terjadi sela...