Minggu, 06 November 2022

Prediksi Tim yang Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022, Bakal Banyak Kejutan!

Saya mau iseng ah, prediksi tim-tim yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Piala Dunia kan bentar lagi nih.

Kalau menurut saya, Piala Dunia kali ini bakal banyak kejutan. Sebab, waktu yang berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Jika sebelumnya digelar di musim panas kala rehat kompetisi, kali ini di musim dingin saat liga-liga Eropa sedang sibuk-sibuknya.



Kondisi kelelahan pastinya menghantui bintang yang tampil di Piala Dunia 2022. Hal berbeda justru dialami negara kuda hitam yang tidak memiliki pemain yang merumput di Eropa. Mereka memiliki waktu persiapan yang cukup untuk mengumpulkan pemain.

Langsung aja deh prediksinya nih:
Grup A
Di Grup ini banyak yang mengunggulkan Belanda dan Senegal lolos. Tapi, saya memprediksi Belanda gagal. Yang lolos Senegal dan Qatar.

Senegal dalam motivasi tinggi sebagai juara Piala Afrika 2021. Qatar juga memiliki persiapan panjang jelang tampil di Piala Dunia 2022. Mereka tentunya tak mau cuma numpang lewat.

Grup B
Amerika Serikat bisa mengejutkan di grup ini. Prediksi saya Amerika dan Inggris yang lolos

Grup C
Messi bakal mati-matian di Piala Dunia terakhirnya. Tim yang menemani Argentina? Saya pilih Arab Saudi. Di kualifikasi mereka bisa berada di atas Jepang. Saya rasa bermain di jazirah Arab bisa menguntungkan The Falcons

Grup D
Banyak yang memprediksi Prancis bakal lolos mudah dari grup ini. Tapi, saya rasa mereka kena kutukan juara bertahan. Yang lolos Denmark dan Tunisia.

Grup E
Kayanya salah satu dari Spanyol dan Jerman bakal ga lolos. Saya prediksi Jerman dan Jepang yang lolos dari grup ini.

Grup F
Belgia dengan generasi emasnya bakal habis-habisan. Belgia bakal lolos ditemani Kanada yang siap mengejutkan.

Grup G
Brasil rasanya ga pernah kenal yang namanya kejutan. Brasil lolos ditemani Kamerun.

Grup H
Kalau dari grup ini kayanya ga ada kejutan. Portugal dan Uruguay yang bakal melenggang.

Prediksi juara? Kemungkinan tim Amerika Selatan soalnya edisi 2006, 2010, 2014, 2018 selalu tim Eropa juara. Brasil atau Argentina bakal juara.

Selasa, 28 Juni 2022

Salam Perpisahan dari Sepupuku Eril, Semoga Husnul Khotimah


Perkenalkan saya Luzman. Di sini saya mau sharing sedikit mengenai almarhum Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril anak dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Saya dan Eril masih ada hubungan keluarga. Jadi, kakek buyut saya dan Eril sama yakni KH Muhyiddin.

Kang Emil bapaknya Eril itu sepupunya Ibu saya. Jadi kalau lihat silsilah Kang Emil adalah om saya sedangkan Eril adalah sepupu saya.

Ibu saya tergabung di Grup Whatsapp Keluarga KH Muhyiddin. Saat ada kejadian Eril hilang di Sungai Aare, ibu saya langsung memforward info dari grup keluarga. Saat itu beritamengenai Eril belum ada di media manapun



Hati saya kaget. Saya berdoa semoga Eril bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Setelah itu, berita mengenai Eril terus menjadi perbincangan. Jutaan orang ikut merasakan simpati meski tak memiliki hubungan darah dengan Eril.

Beberapa hari tak ditemukan, saya kembali mendapat kabar dari grup keluarga. Keluarga Kang Emil sudah mengikhlaskan jika Eril sudah meninggal dunia. Disertai surat dari MUI Jawa Barat himbauan untuk melaksanakan shalat gaib untuk Eril.

Assalaamu'alaikum ww

Nembe bada magrib aya pertemuan antawis perwakilan  keluarga Eril ti pihak rama oge ti pihak ibu sareng pimpnan Majlis Ulama Jawa Barat.

Dina eta pertemuan pihak keluarga ngadugikeun informasi :
1. Ibu sareng rama Eril parantos ikhlas kanggo nampi kana qadar sareng ikhlas melepas Eril.
2. Pihak polisi Swiss tos ngarobih  status pencarian tina "losing person" janten "drawning person" dalam hal ini mencari jenazah. Janten secara tidak langsung mengakui bahwa Eril parantos wafat.

Sontak air mata saya menetes. Saat itu kurang lebih pukul 22.00 WIB. Saya menceritakan info ini kepada istri.

"Mah ini keluarga sudah mengikhlaskan Eril. Ada info di grup keluarga."

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga husnul khotimah. Insya Allah Eril syahid mah,"

Saya dan istri mengobrol di kamar saat anak sudah tidur. Ponakan saya juga sudah tidur. Tiba-tiba saat saya dan istri ngobrol, ada sosok putih di luar kamar berjalan dengan cepat.

"Pah dede udah tidur kan?" Kata istriku memastikan.

Saya langsung keluar kamar dan melihat ponakan saya dalam keadaan terlelap.

"Tadi mamah liat ada sosok putih lewat. Lebih pendek dikit dari papa,"

Tapi pas papa cek keluar udah ga ada y?

Iya cepet kayanya langsung lewat aja

Entah kebetulan atau tidak, hal itu terjadi saaat saya dan istri berbicara mengenai Eril yang baru saja dinyatakan meninggal dunia.

Tapi sebagai umat Islam saya berkeyakinan itu bukan roh Eril. Sebab roh saat meninggal sudah putus urusan dengan dunia.

Mungkin, itu jin Qorin yang dekat dengan Eril. Yang ingin menyampaikan salam perpisahan kepada salah satu sepupunya.




Atau mungkin, ada jin yang dekat dengan rumah saya. Dia juga ikut terkesan dengan cerita hidup Eril dan ingin mendengarkan kisahnya.

Apa bisa energi Eril dari Swiss menuju Tambun, Jawa Barat? Kalau kata teman saya bisa saja, energi bisa sejauh apapun. Wallahu Alam.

Tak lama setelah keluarga mengikhlaskan Eril, jasad Eril ditemukan di Bendungan Engelhade. Jutaan pasang mata ikut menjadi saksi pemakaman Eril di Cimaung Kabupaten Bandung.

Jutaan doa mengalir untuk Eril. Bukti bahwa Eril dicintai oleh banyak orang dan dia adalah orang yang baik

Selamat jalan Eril. Semoga husnul khotimah.

Minggu, 21 November 2021

Game Perang hingga Teater 4 Dimensi, 5 Alasan Kamu Wajib Kunjungi Gedung Juang Tambun

Buat kamu yang tinggal di daerah Bekasi, rasanya belum lengkap nih kalau belum mengunjungi Gedung Juang Tambun. Terletak di Jl Hasanuddin No 39 Tambun, museum bersejarah ini kini sudah disulap dengan konsep milenial.



Untuk menemukan museum ini tak terlalu sulit. Gedung Juang ini letaknya berdekatan dengan Stasiun Tambun dan Pasar Tambun. Ada gedung besar di pinggir jalan, itu pasti gedung juang.

Sebelumnya, saya pernah mengunjungi Gedung Juang ini pada Agustus 2019 dan juga pernah di-review di blog ini. Saat saya mengunjungi November 2021, sudah banyak yang berubah dari gedung bersejarah ini.

Nah, biar kamu ga kepo. Langsung aja nih, lima alasan kamu wajib mengunjungi Gedung Juang Tambun.

1. Kaya akan sejarah
Buat kamu yang pecinta sejarah banget, tentunya wajib mengunjungi museum ini untuk menambah wawasan. Di museum ini, lengkap banget deh peninggalan mengenai museum Kabupaten Bekasi. Dari mulai prasasti, artefak, sisa fosil, dan lain-lain.

2. Ada Game Perang
Di sini, ada game virtual yang wajib kamu coba. Kamu akan berperan sebagai raja Tarumanegara dan berperang melawan musuh-musuhmu. Tak hanya itu, kamu juga akan menjadi nakhoda kapal.

3. Teater 4 Dimensi
Nah, ini juga keren banget. Sekarang ga cuma di TMII ada Teater 4 Dimensi. Di Gedung juang juga ada. Kamu akan dibawa ke zaman penjajahan dengan ilustrasi yang menarik. Rasanya seperti benar-benar berada di zaman perang.

4. Tempat rekreasi keluarga
Gedung juang pas banget untuk kamu yang sudah punya anak dan mengajak keluarga. Anak-anak pasti seneng dengan berbagai hal yang ada di museum ini.

5. Gratis
Semua fasilitas keren yang ada di Gedung Juang Gratis gaes. Tapi, jangan lupa pakai aplikasi peduli lindungi dan selalu gunakan masker. Jam buka Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB.

Oh iya, kalau kamu datang di weekend ada baiknya kamu confirm dulu ke Instagram @gedung_juang, soalnya terkadang suka dipakai acara.

Kamis, 06 Mei 2021

Penantian Panjang 11 Tahun Inter Milan Terbayar, IM Scudetto!

Akhirnya, setelah menanti selama 11 tahun Inter Milan sukses merebut Scudetto Serie A. Tentunya, ini adalah hasil kerja keras dan semangat yang pantang menyerah selama bertahun-tahun.

Setelah beberapa kali mencoba dan selalu gagal, akhirnya sosok Antonio Conte yang membuat Inter mengakhiri dominasi Juventus dalam 9 musim. Conte yang memulai dominasi Juve dan dia pula yang mengakhiri.

Tentunya banyak perubahan dalam 11 tahun. 11 tahun lalu, saya masih berstatus mahasiswa. sekarang saya sudah jadi bapak satu orang anak.

Forza Inter!



Selasa, 12 Januari 2021

Semilir Angin Berhembus, Lagu Pengamen Jalanan

Sekitar tahun 2000an di kota Bandung, saya sering mendengarkan lagu yang dinyayikan pengamen jalanan. Lirik lagunya begitu sederhana tapi penuh makna. Begini liriknya:

Semilir angin berhembus
Bawa dendangkan slalu
Mengapa anak jalanan
Hidup tergantung di jalan

Bunga-bunga berseri
Burung-burung bernyanyi
Ombak laut menari
Ikan-ikan beraksi

Kau yang kusayang
Kau yang kucinta
Hidup dan matiku
Kuserahkan padamu

Ini saya coba bawakan kembali lagu ini 

Sabtu, 26 Desember 2020

Analisis Kegagalan Inter Milan di Liga Champions

Hasil menyesakkan dialami Inter Milan di Liga Champions musim ini. Tergabung di Grup B bersama Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan Borussia Moenchengladbach, La Beneamata gagal melangkah ke babak 16 besar.

Inter harus puas finis sebagai juru kunci. Padahal, prediksi awal Inter diunggulkan melaju bersama Madrid.

Apa yang salah dengan Inter? Berikut analisisnya bersama Luzman dan Adrian:


Kamis, 24 Desember 2020

Perjuangan Penuh Tangis dan Getir Menuju Anak Pertama

Bersyukur, kata ini yang akan saya selalu ada di hati saya setiap saat. Bagaimana tidak, jika mengingat perjuangan saya dan Suami agar kami memiliki buah hati. 

Kami menikah pada Agustus 2014. Saya mengenal Suami dari jejaring sosial Twitter sekitar bulan April, lalu kami berkenalan via DM, mengobrol, merencanakan pertemuan dengan keluarga, Suami meminta saya untuk menikah, kedua orang tua kami setuju, lalu kami menikah. Awal pernikahan kami sangat indah, ya karena kami tidak menjalani masa pacaran, lalu masa pacaran kami, kami nikmati setalah menikah. Bulan demi bulan, saya dan Suami masih santai menikmati masa pacaran kami. 

Ya terkadang ada saja yang bertanya “sudah isi belum?”, “pakai KB ya, kok belum hamil juga?”. Beberapa pertanyaan seperti itu beberapa kali terlontar dari keluarga, teman dan saya menanggapinya dengan santai. Saya hanya berpikir, baru beberapa bulan sejak kami menikah, jadi ya nikmati saja dulu masa berdua. 

Masuk ke anniversary pernikahan kami yang ke-1, saya mulai kepikiran soal anak. ya karena saya melihat teman-teman saya yang baru nikah beberapa bulan sudah hamil. Jujur melihatnya ada rasa pengen banget bisa hamil juga. Namun setiap melihat hasil test pack, membuat saya menangis, sedih, kecewa. Hari demi hari, menjalani ikhtiar untuk memiliki buah hati memang tidak mudah. Apalagi kurangnya dukungan dari pihak yang menyudutkan, membuat saya down hingga merasa tidak pantas untuk menjadi seorang istri dan ibu. Perasaan insecure ini pernah muncul, kadang rasanya ingin menyerah saja, namun Suami tetap menguatkan. 

Tahun kedua, tahun ketiga, saya mulai terbiasa dengan omongan “belum hamil juga” yang mungkin kurang enak didengar, ya saya telan mentah-mentah saja agar tidak sakit hati. Yang saya tahu bahwa kalau mau hamil kan ga boleh stres, jadi saya coba lebih rileks saja menghadapi omongan yang kurang enak. Tahun berikutnya, kami memutuskan untuk lebih tawakkal kepada Allah, bukan tidak berusaha, kami tetap berusaha, Qodarullah Allah belum amanahkan juga. 

Menguatkan diri sendiri dengan kalimat bahwa “Jangan sedih, Allah ada kok buat kamu”, itu menguatkanku untuk terus keep moving dan selalu yakin bahwa takdir Allah itu baik. 

Pada awal 2019, saat sedang berselancar di Instagram, saya melihat salah satu postingan tentang JSR. Ya kumpulan resep minuman herbal alami ala Rasulullah. Maksudnya mungkin lebih ke bagaimana hidup sehat ala Rasulullah. Awalnya saya ikuti akunnya, tapi saat itu saya belum coba karena seperti masih agak trauma dengan ikhtiar yang dulu saya lakukan, takut kecewa lagi. Jadi saya hanya save saja resep untuk program hamil, melancarkan haid, PCOS, dsb. 

Pada bulan Februari, kabar bahagia datang dari kami, ya akhirnya test pack yang biasa negatif itu sekarang berubah menjadi positif, bahagia bukan main dari saya dan Suami, saya menangis bahagia saat memegang test pack, tidak menyangka bahwa Allah memberikan impian yang kami inginkan. Setelah kami cek ke dokter kandungan, dokter menyarankan saya untuk bed rest, karena ini kehamilan pertama saya, takutnya kenapa-napa. Saya yang saat itu merasa tidak ada keluhan, tetap beraktivitas seperti biasa. Lalu di minggu depannya, saya keluar flek, badan terasa agak ga enak, karena saya merasa mungkin hanya kecapean, jadi saya hanya beristirahat dirumah saja. 

Bulan berikutnya saya kembali check up, dokter tetap menyarankan saya untuk bed rest total karena kandungan saya yang lemah. Beliau mewanti-wanti untuk menjaga kandungan dan juga menjaga kesehatan saya. Saya mulai ikuti saran dokter. Saya berusaha mengurangi aktifitas saya dirumah, tapi tetap saja saya tidak bisa tidak melakukan apa-apa jika rumah terlihat berantakan. Saya melakukan aktifitas se-minim mungkin, untuk mencuci baju, mencuci piring, Suami yang lakukan. Masuk bulan ketiga kehamilan, seperti biasa kami melakukan rutinitas bulanan cek kehamilan. 

Bahagianya kami saat dokter bilang bahwa janin yang ada di perut saya bukan tunggal, melainkan kembar. Masya Allah, rasanya bahagia banget. Dokter kembali mengingatkan bahwa kehamilan kembar banyak resiko komplikasinya. Dokter memberikan vitamin tambahan, menyarankan saya untuk tetap bed rest. Namun pada beberapa hari kemudian, flek kembali muncul semakin banyak, saya panik sekali saat itu, namun tetap berusaha untuk tenang, saya berpikir mungkin tadi habis jemur baju dan nyapu, jadi sedikit lelah. Lalu sekitar 3 atau 4 hari kemudian saya merasakan mulas seperti ingin BAB, saya pergi ke kamar mandi, lalu tidak terasa ada yang merembes keluar dari vagina, lalu saat saya tengok ke bawah, itu darah dan daging. 

Shock bukan main, saya bingung mesti apa. Suami sedang kerja, dan saya hanya berdua dengan ponakan yang masih kelas 1 SD. Akhirnya saya memutuskan untuk sendirian ke rumah sakit dengan ojek online, dengan bergetar, kaget, menangis saya ambil gumpalan daging itu, saya bungkus dengan kain, lalu saya pergi ke rumah sakit. Begitu sampai disana saya diarahkan ke IGD, tidak berselang lama dokter kandungan saya datang, mengecek saya dan gumpalan daging yang saya bahwa, dan beliau mengatakan bahwa ini anaksaya, ya, saya keguguran. 

Sepulang dari RS, saya baru menelepon Suami, Suami kaget dan bilang kenapa tidak menelepon dia sejak tadi. Saya hanya bisa bilang maaf dan panik, jadi yang saya pikirkan saat itu hanyalah langsung ke rumah sakit. Oh iya, dokter mengatakan bahwa saya tidak perlu dikuret, karena setelah di USG, rahim saya bersih, tidak ada sisa jaringan, lalu beliau berkata, “anak kembarnya sayang sama Ibunya, jadi mereka pergi dengan sangat bersih”. 

Mengingat ini sampai sekarang membuat saya sangat sedih. Begitu Suami sampai rumah, Suami menghampiri saya ke dalam kamar, tanpa banyak berkata saya langsung peluk Suami sambil menangis. Lalu saya minta maaf pada Suami karena tidak bisa menjaga amanah ini dengan baik, maaf jika saya bukan Ibu dan Istri yang baik. Suami memeluk erat, dan menguatkan bahwa semuanya baik-baik saja, semuanya sudah takdir dari Allah, kita semua bisa berusaha dan berencana, namun Allah yang mengehendaki. 

Selepas keguguran, perlahan saya mencoba bangkit, berkata pada diri sendiri bahwa saya kuat, ada Allah. Ketika luang saya buka Instagram, lalu muncul di beranda postingan dokter Zaidul Akbar yang memposting suatu postingan (saya lupa apa), lalu saya baca komennya, ada yang sembuh dari sakitnya, ada yang lebih sehat, ada yang hamil setelah penantian lama, semua karena menerapkan hidup sehat dan meminum bahan-bahan herbal. 

Lalu saya pun tergerak untuk mencoba hidup sehat dengan memperbaiki pola makan, pola tidur, pola hidup. Saat itu saya mencoba untuk membeli rimpang-rimpangan di pasar, seperti jahe, kunyit, bunga lawang, kapulaga, jeruk nipis, cengkeh dan juga madu. Tidak lupa juga kurma, bisa juga dijadikan bahan untuk infused water. Pokoknya saya pengen lebih sehat dan bugar, tidak ada pikiran untuk program hamil lagi mengingat saya baru saja keguguran. Saya mulai mencoba hidup sehat, pun juga dengan Suami. Saya sering membuat minuman rimpang dari cengkeh, kapulaga, bunga lawang, jahe, ditambah dengan madu, Masya Allah nikmat banget lho, kalian mesti coba. Atau juga bisa dengan jahe, kayu manis, kapulaga, cengkeh, ketumbar, ini sebenernya lebih ke memperbaiki hormon kita, jadi kalau di antara teman-teman semua yang punya keluhan hormon seperti haid sakit, sakit saat haid, bisa ikhtiar dengan minum rimpang ini yaaaaa. Dan kebetulan saya minum rimpang itu agar hormon saya bisa lebih baik, mengingat pasca keguguran. Untuk infused water, sederhana sih, bahannya juga gampang sekali di cari. Bisa rendam air dan kurma, atau air dengan jahe, kunyit, madu dan daun pandan, taro di kulkas, enak banget. Must try... 

1 atau 2 bulan setelah saya mencoba lebih sehat, saya bilang ke Suami, “badan ga enak banget, kayak mau haid deh, terus PD sakit banget”. Itu terjadi sekitar 1 bulan lebih. Dan saya mikir, “PD kok masih sakit ya kayak mau haid, tapi kok belum dateng juga tamunya”. Terus iseng bilang ke Suami, “masa hamil lagi yang?”. Suami bilang ya mungkin aja. Tapi saya mikir, kayaknya ga mungkin, baru banget keguguran kan? Dan saya ga mau berharap banyak dengan omongan Suami, saya pikir cuma bercanda aja. Keesokan harinya, saya ga tau gimana, pas Suami pulang dari minimarket, Suami beli 3 buah testpack dong. Saya yang saat itu lihat cuma bisa bengong sambil bilang, “yang ini buat apa? Kan aku ga hamil”. “Ya ga ada salahnya kan ngecek yang” kata Suami. 

Akhirnya yaudah saya simpan di lemari dulu, mana tau kan besok entah kapan butuh. Selama beberapa minggu rasa ga enak di perut dan PD tetap sakit membuat saya mikir kalo ini apa karena pasca keguguran ya sakit begini? Apa mau haid tapi rasanya ga enak banget. Wah pokoknya campur aduk lah ya pikiran karena mikir mungkin rahimnya sakit atau kenapa. Tapi entah kenapa, selama hampir beberapa minngu testpack dicuekin, saya memberanikan diri untuk testpack, saya ingat sekali, saya testpack jam setengah 2 siang. Saya masuk ke kamar mandi, mulai test dan..... 

POSITIF... GARIS DUA ITU KEMBALI MUNCUL.... 
Masya Allah. Alhamdulillah...
Tanganku bergetar banget, sampai dingin, deg-degan, ga tau mesti gimana, berpikir ini bener atau engga. Kemudian saya coba testpack untuk kedua kalinya, hasilnya lebih jelas, ya dua garis itu sangat jelas. Sujud syukur hal pertama yang saya lakukan ketika melihat garis dua itu, meskipun saya tau itu belum tentu hamil, tapi saya tetap bersyukur pada Allah, jika Allah memberikan amanah untukku dan Suami untuk kedua kalinya. Tanpa pikir panjang saya langsung menelepon Suami, mengabarkan bahwa testpack itu positif, kemungkinan saya hamil. 

Keesokan harinya pas banget Suami libur kerja, kami kembali ke rumah sakit, bertemu dengan dokter kandungan yang menangani saya di kehamilan sebelumnya. Kami masuk ke ruangan dokter, lalu beliau meminta saya untuk tiduran di kasur untuk di USG. Dan benar, saya bisa melihat kantung janin disitu, saya kembali hamil. Dokter bilang kalau saya dan Suami harus ekstra menjaga anak ini, dan di kehamilan kali ini, saya totally bed rest. 

Suami memberi kabar kepada Bapak Ibunya, dan juga saya memberi kabar kepada Ayah dan Ibu saya, serta keluarga kami, bahwa saya hamil kembali. Doa serta support diberikan kepada kami. Dan yang pasti orang tua kami sangat bahagia. Detik demi detik kami jalani hari-hari dengan penuh bahagia. 

Namun pada usia kandungan ke 6 bulan, daerah tempat tinggal saya di Bekasi mengalami banjir yang sangat parah di Januari 2020 yang lalu. Rumah kami kebanjiran, kami yang saat itu tidak ada di rumah juga kepikiran, air sudah naik dari sungai di seberang komplek kami, sudah masuk ke komplek, bagaimana barang barang kami, rumah kami. Saat itu kami sedang pergi keluar bersama adik, adik ipar dan ponakan. Karena Bekasi saat itu banjir di mana-mana, jadilah macet yang luar biasa, kami semua terjebak macet kurang lebih 10 jam, bayangkan. 

Kami yang pergi naik motor, pun saya yang dalam keadaan hamil sempat hampir pingsan karena sudah tidak kuat lagi naik motor. Saya mengelus perut sambil berkata kepada anak di dalam perut untuk tetap kuat, padahal saat itu badan saya sudah dingin, sudah tidak kuat, rasanya sudah habis tenaga. Setelah 10 jam macet kami lalui, kami hampir sampai di depan kompek rumah namun air banjir sudah sangat tinggi, tinggi seperut orang dewasa. 

Saya cuma bisa menangis, berpikir kami harus mengungsi ke mana? Bagaimana keadaan rumah kami? Vitamin dan susu hamil saya ada dirumah. Saya harus bagaimana? Suami, adik, dan adik ipar melihat saya semakin lemas. saya merasakan kalau gerakan janin mulai berkurang sejak tadi di perjalanan, saat saya hampir pingsan. Lalu Suami langsung membawaku ke rumah sakit.











Saya bertemu dengan IGD lagi. Setelah perawat memeriksa saya, kemudian memeriksakan detak jantung anak saya di dalam perut, hasilnya, denyut jantung bayi lemah dan saya harus dirawat. Bersyukurnya selama dirawat, ada tetangga dirumah yang membantu Suami untuk membersihkan rumah pasca banjir. 


Namun banjir kembali lagi di bulan Februari 2020, meski tidak setinggi bulan lalu, tapi kami cukup kerepotan juga. Air banjir masuk ke dalam rumah sore hari, lalukami berpikir bahwa kami tidak bisa tidur dirumah malam ini. Akhirnya saya, Suami dan ponakan (ponakan ikut tinggal bersama kami) mengungsi ke mesjid.










Setelah ujian banjir kami lewati, saya selalu berdoa agar bencana ini tidak terjadi lagi, karena awal tahun kemarin banyak sekali yang menjadi korban banjir di berbagai kota di Indonesia. 


Dan tiba pada saatnya di bulan April 2020, ya itu adalah bulan ke-9 kehamilanku, bersyukur kepada Allah, saya bisa melewati semua ini, one step closer to labor and delivery.


Satu minggu sebelum melahirkan, saya mulai merasakan seperti keputihan keluar, tapi warnanya tidak putih, melainkan hijau. Akhirnya coba googling, lalu saya coba untuk cari tau bagaimana keputihan saya itu. Tidak berbau, tidak gatal juga. Makanya saya aneh, kok ini warna hijau. Lalu tepatnya pada tanggal 28 April 2020 saat saya sedang menyiapkan makan sahur, saat saya ingin pipis, saya melihat banyak sekali keputihan berwarna hijau di underwear saya. Saya bilang ke Suami, apa harus ke rumah sakit ya? Suami mengiyakan karena takut ada apa-apa, tapi saya takut kalau harus kerumah sakit di waktu sedini itu karena rawan begal. Akhirnya saya coba untuk rileks sampai pada akhirnya keputihan berwarna hijau itu tetap keluar semakin banyak. 


Sorenya kami kontrol ke rumah sakit, kami mengantri, lalu giliran kami masuk ke dalam ruangan dokter, di USG, ternyata air ketuban saya hampir habis, dan saya baru ingat saat dokter tanya terkait gerakan bayi. Ya sejak sahur, gerakan bayi mulai berkurang. Akhirnya dokter kandungan kami langsung memberi tahu asistennya bahwa saya harus SC pada saat itu juga, lalu memberi tahu saya. Wah dalam hati udah campur aduk banget. Saya mikirnya masih bisa melahirkan normal, tapi dokter bilang ga bisa. 


Akhirnya setelah Suami mengurus formulir persiapan SC segala macem, saya masuk ke ruangan tunggu untuk operasi SC. Suami kembali ke rumah untuk mengambil baju dan printilannya karena saya sama sekali belum menyiapkan tas untuk melahirkan saat itu. 


Saat sedang menunggu, bener-bener deg degan banget karena ini pertama kalinya di operasi. Perawat bilang bahwa 10 menit saya akan dibawa ke ruangan operasi. Bismillah, saya membaca doa ketika perawat mendorong kursi roda menuju ruangan operasi. 


Sudah tiba di ruang operasi, saya melihat alat pendeteksi denyut jantung dengan banyak kabel, lampu besar dan lain sebagainya, tapi saya belum lihat gunting pisau (mungkin dikeluarinnya ntar setelah saya dibius biar ga takut hehe). Setelah itu saya diminta duduk oleh beberapa orang berbaju operasi hijau, lalu mereka menyuntikan obat bius di pinggang saya, rasanya Masya Allah masih saya inget sampai sekarang ngilunya. Setelah disuntik, saya tidak dapat merasakan apa-apa dari perut sampai kaki. Sampai tiba saya melihat dokter kandungan saya datang dan bilang “santai aja ya Bu”. Saya merasakan perut saya seperti lagi dielus elus, padahal itu lagi dibelek sepertinya ya hehe. 


Karena ini kali pertamanya operasi jadi walaupun sudah dibius saya tetap deg-degan. Tapi saya sudah tidak sabar juga ingin bertemu dengannya, iya anakku yang kunantikan selama 6 tahun ini. 


Tidak lama, saya merasa seperti ada air yang tumpah di perut (itu air ketuban ternyata), lalu disusul dengan suara tangisan anakku. Ya anakku telah lahir dengan selamat dan sehat. Pada hari itu, 28 April 2020, telah lahir anak pertama kami, Mizan Ahsan Karami. Saya masih tidak menyangka akan melahirkan anak selucu itu. Dan masih tidak menyangka bahwa Allah sangat baik, Allah Maha Baik telah menitipkan amanah ini kepada kami. Dan saat ini, MIzan sudah hampir 8 bulan. Masya Allah Tabarakallah.



 

Dari sini saya dan Suami belajar, bahwa Allah bersama hambaNya yang bersabar, berdoa dan berusaha. Mungkin Allah tidak langsung mengabulkan doa kita, namun Allah menguji dulu kesabaran kita. Bukankah di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. 


Untuk teman-temanku dan semua yang membaca blog ini dari awal sampai akhir, saya ucapkan terima kasih banyak ya sudah menyisihkan sedikit waktu untuk membaca. Dan juga untuk semuanya yang sampai saat ini masih menanti, masih berusaha, jangan patah semangat yaaaaa, jangan pantang menyerah. Insya Allah, Allah akan memberikan amanah in di waktu yang tepat. Sending virtual hugs to y’all.


Baca juga: 5 Ide Kado untuk Ibu Hamil yang Bermanfaat dan Pasti Disukai

 

Dan terima kasih The Asian Parent (TAP) udah nyiptain Apps ini dengan segala ilmu yang bermanfaat bagi wanita, calon Ibu dan para Ibu. Kami semua bisa tanya jawab, berbagi ilmu dan sharing soal apapun itu. Dan terima kasih juga TAP atas kesempatannya.



 


Terima kasih juga Suami untuk selalu support dari awal menikah, sampai sekarang.

Terima kasih keluarga dan teman atas segala doa dan dukungannya.


Terima kasih juga untuk anakku Aa Mizan yang sudah bersama-sama kuat sejak dalam kandungan. Mama dan Papa sangat sayang Aa Mizan.

Entri yang Diunggulkan

Prediksi Tim yang Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022, Bakal Banyak Kejutan!

Saya mau iseng ah, prediksi tim-tim yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 . Piala Dunia kan bentar lagi nih. Kalau menurut saya, Pi...