Sebuah kisah spiritual, olahraga, dan pengalihan arus lalu lintas
Ada banyak hal aneh yang terjadi selama proses perceraian saya.
Sebagian bikin sedih.
Sebagian bikin mikir.
Sebagian lagi bikin saya bengong sambil lihat langit, mikir:“Ini hidup lagi ngetes mental apa lagi sih?”
Tapi dari semuanya… ada satu kejadian yang menurut saya paling absurd.
Saya berhasil memindahkan Car Free Day.
Iya.
CFD.
Acara yang biasanya ada di Sudirman, HI, atau GBK itu.Saya pindahkan.
Bukan pakai jabatan.
Bukan pakai koneksi.
Tapi pakai penderitaan batin dan sepeda Polygon.
Jadi ceritanya saya memang rutin CFD-an tiap Minggu.
Kadang gowes ke GBK.
Kadang ke Sarinah.
Kadang cuma muter sambil pura-pura punya hidup yang stabil.Karena jujur aja ya, di umur segini olahraga bukan lagi soal six pack.
Tapi lebih ke:
“Ya Allah minimal jangan sampai depresi total.”
Nah minggu ini saya bangun seperti biasa.
Niatnya santai aja.Keluar kosan di daerah Rasuna Said.
Tiba-tiba…
Loh kok ada pengalihan arus?
Loh kok banyak orang lari?
Loh kok ada panggung?
Loh kok suasananya kayak CFD?
Saya langsung mikir:
“Oh mungkin ada acara kecil.”
Tapi makin maju…
Makin banyak orang olahraga.
Makin banyak sepeda.
Makin banyak orang pakai baju dry-fit warna neon yang kalau kena matahari bisa dipakai jadi lampu hazard.
Dan akhirnya saya sadar.
INI CFD.
DEPAN KOSAN SAYA.
Saya langsung diem.
Bengong.
Terharu.
Karena biasanya saya yang nyamperin CFD.
Ini CFD yang nyamperin saya.
Di titik itu saya merasa semesta lagi ngomong:
“Udah lah Man… hidup lu lagi berat.
Ga usah jauh-jauh ke Sudirman.
Nih kita kirim CFD ke rumah lu.”Jujur saya hampir nangis.
Tapi untung cowok Indonesia diajarinnya menahan emosi.
Jadi saya cuma:
“hehe gila juga ya.”
Padahal dalem hati:
“YA ALLAH INI APAAN 😔
Dan makin dipikir-pikir, hidup saya akhir-akhir ini memang penuh kejadian absurd.
Kadang rencana tiba-tiba dimudahkan.
Kadang hujan berhenti pas mau berangkat.
Kadang jadwal kuliah mendadak batal tepat waktu.
Kadang lagi capek banget terus tiba-tiba ketemu momen kecil yang bikin ketawa sendiri.
Orang mungkin bilang:
“Ah itu mah kebetulan.”
Ya mungkin.
Tapi manusia itu aneh.
Kalau hidup lagi capek, hal kecil aja bisa terasa kayak pelukan dari langit.
Termasuk… CFD pindah ke depan kosan.
Dan saya yakin panitia CFD itu juga ga ngerti dampaknya sebesar apa.
Bagi mereka mungkin cuma:
“Oke kita bikin event olahraga.”
Bagi saya:
“INI TANDA BAHWA SAYA MASIH DICINTAI SEMESTA.”
ðŸ˜
Sekarang saya jadi takut sendiri.
Takut terlalu sering berharap.
Nanti tiba-tiba:
- Monas dipindah ke Kuningan.
- Bundaran HI geser ke Tebet.
- Atau Tour de France start dari depan kosan saya.
Karena apparently hidup saya sekarang operating system-nya bukan Android lagi.
Tapi:
Mukjizat OS 1.0 ðŸ˜ðŸš´
Sabtu, 09 Mei 2026
Pria Ini Tidak Datang ke CFD. CFD-lah yang Datang Kepadanya
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
Pria Ini Tidak Datang ke CFD. CFD-lah yang Datang Kepadanya
Sebuah kisah spiritual, olahraga, dan pengalihan arus lalu lintas Suasana CFD dadakan depan kosan Ada banyak hal aneh yang terjadi sela...
-
Dalam kehidupan sehari-hari kita tak akan bisa lepas dari yang namanya jadwal. Baik itu jadwal makan, jadwal tidur, jadwal kuliah, jadwal UA...
-
Inter Milan tercatat sebagai satu-satunya klub Italia yang tak pernah terdegrasi ke Serie B. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Inte...
-
(last update 11 februari 2010) Menarik sekali membahas pertemuan Persib dan Persija karena dua klub ini merupakan dua klub legendaris dan me...