Minggu, 09 Agustus 2026

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya.

Aku pernah berada di titik itu.

Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh dari anak. Pekerjaan pun ikut hilang. Banyak hal yang dulu terasa pasti, tiba-tiba berubah menjadi tanda tanya.

Di tengah keadaan seperti itu, aku bertemu dengan seseorang.

Namanya Rika.

Dia datang bukan ketika hidupku sedang baik-baik saja. Dia datang ketika aku sedang berada di titik terendah.

Dan yang paling membuatku bersyukur sampai hari ini adalah satu hal sederhana:

Dia tidak pergi.

You Raise Me Up

Ada sebuah lagu Westlife yang belakangan terasa begitu dekat denganku, You Raise Me Up.

Bukan karena liriknya semata, tetapi karena perasaan yang dibawanya.

Tentang seseorang yang datang ketika kita sedang lelah, ketika hati sedang penuh beban, lalu memilih duduk di samping kita dan membuat kita kembali kuat.

Begitulah kira-kira Rika hadir dalam hidupku.

Dia membuatku merasa ada.

Merasa dihargai.

Merasa diperhatikan.

Dan yang paling penting, merasa dicintai.

Aku bahkan baru menyadari bahwa perhatian tidak selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar.

Kadang perhatian justru ada dalam hal-hal yang sangat kecil.

Rika memperhatikan pakaianku. Mengingatkan ketika retsleting jaketku kurang tertutup. Memperhatikan kaos kaki. Mengingatkanku membawa atau minum tolak angin.

Bagi orang lain mungkin sepele.

Tapi buatku, justru hal-hal kecil seperti itu yang terasa begitu besar.

Karena dari sana aku tahu bahwa ada seseorang yang benar-benar memperhatikanku.

Tangan yang Tidak Dilepas

Ada beberapa kenangan sederhana bersama Rika yang sampai sekarang masih sering terlintas di kepalaku.

Waktu kami menonton Cerita Lila di bioskop, tangannya tidak lepas dari tanganku sepanjang film.

Saat menonton Spider-Man, hal yang sama terjadi.

Tidak ada kata-kata romantis yang berlebihan.

Hanya tangan yang saling menggenggam.

Tapi entah kenapa, justru itu yang terasa begitu berarti.

Kemudian ada waktu ketika kami menonton konser Iwan Fals.

Beberapa kali Rika memelukku di tengah konser.

Dan ketika konser selesai, saat kami berjalan keluar dari tempat itu, tangannya justru menggenggam tanganku lebih erat.

Aku masih ingat rasanya.

Mungkin bagi orang lain itu hanya sebuah genggaman tangan.

Tapi bagiku, genggaman itu seperti mengatakan sesuatu tanpa suara:

"Aku di sini."

Dan setelah semua yang aku lewati, kalimat sederhana seperti itu terasa luar biasa.

Dicintai Lewat Hal-Hal Kecil

Dulu mungkin aku berpikir dicintai berarti mendapatkan kata-kata manis, kejutan, atau sesuatu yang besar.

Sekarang aku justru merasa cinta sering kali hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana.

Dalam pertanyaan, "Sudah makan?"

Dalam mengingatkan memakai jaket.

Dalam memperhatikan hal-hal kecil yang bahkan kita sendiri lupa.

Dalam genggaman tangan ketika menonton film.

Dalam pelukan di tengah konser.

Dalam tangan yang digenggam lebih erat ketika berjalan pulang.

Dari Rika, aku belajar bahwa dicintai bukan hanya tentang seseorang yang berkata bahwa dia sayang.

Tetapi tentang seseorang yang membuat kita merasakan bahwa kita disayang.

Aku Datang dari Banyak Kehilangan

Aku tahu aku bukan laki-laki yang sempurna.

Aku punya masa lalu. Aku punya kekurangan. 

Dan ketika Rika hadir, aku sedang membawa banyak sekali hal yang belum selesai dalam hidupku.

Aku baru mengalami perceraian.

Aku jauh dari anak.

Aku kehilangan pekerjaan.

Aku bahkan sempat kehilangan keyakinan pada diriku sendiri.

Tetapi Rika tetap ada.

Dia membuatku kembali bersemangat.

Membuatku ingin bangkit.

Membuatku ingin menata hidup kembali.

Dan mungkin itulah alasan mengapa aku begitu menghargai kehadirannya.

Dia tidak menyelamatkanku dengan cara menghilangkan semua masalah.

Dia membuatku merasa bahwa aku tidak harus menghadapi semua masalah itu sendirian.

Tentang Sebuah Janji

Aku tidak bisa menjanjikan bahwa hidup bersamaku nanti akan selalu mudah.

Aku juga belum bisa memberikan segala sesuatu yang mungkin dia inginkan.

Tapi aku bisa menjanjikan satu hal:

Aku akan berusaha.

Aku akan berusaha bangkit.

Aku akan bekerja keras.

Aku akan mengejar mimpi-mimpiku.

Dan kalau Allah mengizinkan, aku ingin mewujudkan mimpi-mimpi itu bersama Rika.

Aku ingin suatu hari nanti kami bisa melihat kembali masa-masa sulit ini dan berkata,

"Ternyata semua perjuangan kita dulu tidak sia-sia."

Aku ingin terus melihat senyumnya.

Aku ingin menjadi seseorang yang membuatnya merasa aman, dihargai, dan dicintai.

Sebagaimana dia membuatku merasakan semua itu.

Semoga Tidak Berhenti di Sini

Aku tidak ingin hubungan ini hanya menjadi sebuah cerita tentang dua orang yang pernah saling mencintai.

Aku ingin ceritanya terus berjalan.

Kalau Allah memang menuliskan Rika sebagai jodohku, aku ingin hubungan ini sampai ke pernikahan.

Aku ingin suatu hari nanti bukan hanya menggenggam tangannya sebagai pacar.

Aku ingin menggenggam tangannya sebagai istriku.

Menjalani hari-hari sederhana bersama.

Saling mengingatkan.

Saling menjaga.

Saling menguatkan.

Sampai suatu hari nanti kita sama-sama tua.

Mungkin pada akhirnya, setelah semua kehilangan yang pernah aku alami, aku tidak sedang mencari seseorang yang sempurna.

Aku hanya ingin seseorang yang mau berjuang bersamaku.

Dan untuk saat ini, aku merasa sudah menemukan seseorang itu.

Namanya Rika.

Terima Kasih Sudah Menggenggam Tanganku

Sayang, kalau suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini, aku ingin kamu tahu satu hal.

Terima kasih.

Terima kasih karena datang ketika aku sedang jatuh.

Terima kasih karena tetap tinggal ketika hidupku sedang tidak baik-baik saja.

Terima kasih karena memperhatikan hal-hal kecil tentangku.

Terima kasih untuk semua genggaman tanganmu.

Untuk tangan yang tidak kamu lepaskan ketika kami menonton film.



Untuk pelukanmu di tengah konser.

Untuk genggaman yang justru semakin erat ketika kami berjalan pulang.

Mungkin kamu tidak pernah tahu betapa berarti semua itu untukku.

Karena setelah melewati begitu banyak kehilangan, ternyata ada sesuatu yang sangat sederhana yang bisa membuatku merasa tenang:

ada seseorang yang menggenggam tanganku dan tidak ingin melepaskannya.

Aku sayang kamu, Rika.

Semoga Allah menjaga kamu.

Menjaga aku.

Menjaga hubungan kita.

Dan menjaga semua niat baik yang sedang kita perjuangkan.

Semoga suatu hari nanti, kalimat:

"Semoga kita bisa menikah."

benar-benar berubah menjadi:

"Alhamdulillah, akhirnya kita menikah."

Dan ketika hari itu tiba, mungkin aku akan kembali mengingat semua ini.

Tentang masa ketika hidupku pernah berantakan.

Tentang seorang perempuan yang datang di tengah kekacauan itu.

Tentang bioskop, konser, pelukan, dan genggaman tangan.

Lalu aku akan tersenyum dan berkata dalam hati:

"Ternyata, orang yang dulu menggenggam tanganku di saat aku sedang jatuh, akhirnya menjadi orang yang menggenggam tanganku sampai aku berdiri kembali."

1 komentar:

  1. InshaAllah Allah berikan rahmat-Nya pada hubungan kita yaa Aamiin Ya Robbalalamin . semangat terus sayang 🫶 i khtiar - Doa - Tawakal Aamiin

    BalasHapus

ada komentar? silakan tuliskan.. hatur nuhun
(kalo yg nggak punya blog pilih yang name/URL, URL-nya dikosongin aja, okay?)

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...