Senin, 14 Maret 2011

Mari Terbitkan Buku di Leutika Prio

Bingung, itulah perasaan diriku saat itu. Betapa tidak, penerbit yang menerbitkan bukuku “Terjebak di Bawah Sadar” tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Padahal aku sudah merasa cocok dengan penerbit tersebut. Hitam Putih Publisher (HPP), penerbit bukuku saat itu menawarkan berbagai kemudahan. Layanan pembuatan cover dan editing semuanya gratis, diskon khusus penulis tiap pembelian buku, dan juga kuis-kuis yang diadakan dengan hadiah diskon pembelian.

Saat itu aku juga mengikuti kuis yang diadakan Hitam Putih Publisher dan Iksank Bangsawan yaitu Gado-gado Cinta. Setelah HPP menghilang aku dan semua pemenang kebingungan. Mau diterbitkan ke mana naskah yang sudah jadi? Padahal menerbitkan buku di penerbit bukanlah perkara mudah.

Akhirnya setelah melalui berbagai pertimbangan buku Gado-gado Cinta pun diterbitkan di Leutika Prio, lini self publishing Leutika Prio. Saat itu paket yang digunakan adalah paket Rp 200.000,00. Hasilnya tak terlalu mengecewakan. Desain cover yang bagus, lay out yang rapi serta ada pembatas buku dan juga ada ilustrasi di setiap halamannya. Jadilah buku Gado-gado Cinta sebagai buku pertamaku di Leutika Prio. Kalo mau pesan silakan bisa lewat inbox Leutika Prio di sini. Judul tulisanku “Tarikan Tari”. Rencananya akan dibuat edisi revisi, judul tulisanku menjadi Malang yang Tak Malang dengan nama sang gadis disamarkan. Inti dari ceritaku kehendak Allah benar-benar tak terduga semua yang terlihat tak mungkin bisa terjadi.

Sebelumnya aku dikenalkan temanku Mieny mengenai Leutika dan Leutika Prio. Satu hal yang membuatku tertarik, buku yang diterbitkan Leutika Prio jika laku bisa diterbitkan di toko buku. Itulah impianku sejak dulu. Sebab jika hanya diterbitkan online, kesempatan untuk sukses terbatas. Orang masih belum terbiasa membeli buku via online. Dari pengalamanku berjualan via online hanya saudara-saudara dan teman dekat yang membeli. Itu pun banyak yang meminta gratisan. Ya elah kalo gratisan rugi lah aku, mau untung malah buntung, Hihihi..

Oh iya mungkin masih ada yang bingung perbedaan Leutika dan Leutika Prio. Leutika adalah penerbit besar yang buku-bukunya dijual di toko buku. Kalau mau menerbitkan buku di Leutika bisa lihat websitenya www.leutika .com, di sana ada ketentuan naskah apa saja yang bisa diterbitkan.

Nah kalo ternyata ditolak Leutika jangan sedih sampai merasa tak ada gunanya hidup. Kamu bisa menerbitkan karyamu di Leutika Prio, lini self publishing Leutika. Leutika Prio ini menjual naskahnya via online dengan sistem print on demand, jadi tak ada di took buku. Enaknya menerbitkan di Leutika Prio, tak ada naskah yang ditolak. Paket penerbitan yang ada saat ini adalah paket Rp 500.000,00. Itu sudah mencakup editing, cover, proof reading, dan juga ISBN. Silakan cek www.leutikaprio.com.

Keuntungan lain mengikuti Leutika, penerbit ini tergolong kreatif. Ada banyak kuis-kuis yang diadakan. Kebanyakan mengenai menulis dan melatih kreativitas. Aku sudah mengikuti berbagai kuis, dan Alhamdulillah sudah menang dua kali. Pertama kuis Yimbo, yakni menulis kata-kata motivasi di halaman buku. Kata-kataku terpilih dan masuk dalam buku Cintamaya karya Aki Ojou. Ini buku terbitan Leutika, jadi bisa diperoleh di toko buku. Menulis di blog ini juga dalam rangka mengikuti lomba, hehehe.. Kuis satu lagi yang aku menangkan adalah sign up berhadiah. Yang ini hadiahnya diundi. Aku menang dan mendapat buku Gara-gara Facebook. Seru juga bukunya.

Selain itu aku juga mengikuti kuis Novelku di Leutika Prio. Walaupun gagal menjadi pemenang, Leutika Prio memberikan dispensasi. Aku bisa menerbitkan buku hanya dengan Rp 300.000,00. Sekarang bukunya masih aku dan bapakku edit dulu sebelum diserahkan kembali ke Leutika Prio. Judulnya “Terbelenggu dalam Kegelapan” yang merupakan buku lanjutan dari “Terjebak di Bawah Sadar”. Nantikan yah...

Promosi menjadi kekuatan lebih dari Leutika. Selain di kedua website, Leutika juga mempunyai akun facebook Leutika Prio, Leutika Publisher, Leutika Publisher Dua, dan Leutika Smile. Masih ditambah fan page Leutika Publisher Fans dan leutikaprio.com. Masih ditambah twitter @leutikaprio. Asiknya jika buku kita diterbitkan, akan nongol di semua akun tersebut. Asyik kan? So tunggu apa lagi? Mari terbitkan buku di Leutika/Leutika Prio!

Kamis, 10 Maret 2011

Skripsi Pemain Bola Muslim

Alhamdulillah akhirnya skripsi saya beres juga repisinya. Sekarang tinggal nunggu ijasah keluar deh. Terima kasih tentunya saya ucapkan kepada Allah SWT karena berkat kehendak-Nya saya bisa menyusun skripsi lumayan cepat juga, hanya 4 bulan. Padahal Desember baru bab 2 dan 3 tapi Februari udah wisuda. Hehehe..
Buat kedua orang tua terima kasih atas supportnya, trus buat ukhtiy Tari juga, lah jadi buat kata pengantar,, hehehe..

Apresiasi tinggi saya sampaikan kepada dosen pembimbing saya Dr. Eni Maryani, MSi dan juga Ilham Gemiharto, S.Sos, MSi. Juga pada penguji sidang kompre dan sidang skripsi yang mau meluluskan saya.. Hihi.. Sekarang lagi sibuk nyari2 kerja nih belum dapet juga.
Skripsi saya judulnya Konstruksi Figur Pemain Bola Muslim dalam Rubrik "Super Ball Edisi Khusus Ramadan" di Harian Pagi Tribun Jabar. Di sini saya mau masukin latar belakangnya aja. Kalo mau lengkapnya bisa didownload langsung di sini. Yang mau presentasinya bisa di download di sini

Tapi ingat jangan plagiat yah.. Oh iya skripsi saya juga berhubungan dengan buku saya yang rencananya akan terbit, "Sepak Bola dan Dakwah Islam". Desain oleh Iksank Bangsawan. Rencana mau diterbitin di Nulis Buku lagi, tapi ada kemungkinan di Hasfa Publishing juga kalo bisa masuk toko buku mah. Ini latar belakang skripsi saya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Sepak bola, sebuah olahraga yang mempertemukan dua tim di lapangan hijau, kini telah menjadi sebuah industri yang sangat besar. Sepak bola memang berbeda dengan olahraga yang lain. Olahraga ini berhasil membius jutaan penduduk di seluruh dunia dan sejenak melupakan berbagai masalah politik, hukum, dan ekonomi. Sepak bola adalah olahraga universal, semua orang: kaya, miskin, tua, muda, laki-laki, perempuan semuanya bisa menikmati permainan ini. Saat di stadion semua memiliki tujuan yang sama, mendukung tim kesayangannya bertanding.
Anggota FIFA berjumlah 204 negara, melebihi anggota PBB yang hanya 181 negara. Sepakbola jugalah yang mampu menyentuh ke berbagai kehidupan bangsa tanpa dibatasi rambu-rambu batas negara, bangsa, suku, agama, ras ataupun sosial, politik atau budaya.
            Universalitas sepak bola membuat pemain-pemain Muslim berdatangan di klub-klub besar Eropa. Tentu bukan hal yang mudah, mengingat Islam di Eropa ialah minoritas. Ketahanan mental, kekuatan melawan godaan, kemampuan beradaptasi, dan keyakinan penuh yang bisa membuat tetap “hidup”. Semua itu hanya bisa didasari oleh iman yang teguh.
            Saat Piala Dunia 2010 lalu negara-negara besar banyak yang mengandalkan pemain Muslim. Jerman mengandalkan tiga pemain keturunan Turki yakni Sami Khedira, Serdar Tasci dan tentunya Mesut Őzil yang paling bersinar. Lalu finalis Belanda memiliki Robin van Persie, Prancis pun tak ketinggalan dengan memunculkan nama Franck Ribery, Eric Abidal dan Nicolas Anelka.
            Maraknya pebola yang beragama Islam memunculkan fenomena tersendiri. Di Eropa dan dunia barat khususnya, di mana Islam sempat dianggap sebagai teroris kehadiran mereka bagaikan sebuah oase yang membantah tuduhan tersebut. Media-media kerap mengangkat pemberitaan mengenai mereka, khususnya kebiasaan mereka sebagai seorang Muslim.
            Franck Ribery yang kedapatan kamera seringkali menengadahkan tangannya layaknya seorang Muslim membuat wartawan semakin ingin mengetahui keyakinan pemain Bayern Muenchen itu. Pemain mualaf ini mengaku Islam telah membawanya pada keselamatan dan ia tak pernah meninggalkan shalat jika waktunya tiba.
            Rekan senegaranya Eric Abidal sempat terlihat tengah membaca Al-Quran di dalam pesawat pada medio Juni lalu, saat Piala Dunia 2010 digelar. Dalam foto yang diambil candid tersebut ia terlihat sedang mengenakan seragam timnas Prancis dan tampak serius membaca Al-Quran yang bersampul merah.
            Pemberitaan mengenai keislaman Abidal selalu menjadi daya tarik media. “Saat beranjak dewasa, saya sering bertanya-tanya tentang tujuan dan makna hidup. Saya merasa menemukannya dalam Islam. Saya menjadi Muslim setelah melalui proses pemikiran yang cukup lama,” ujarnya dikutip dari El periodico.
            Kekonsistenan pemain-pemain tersebut dalam menjalankan agama Islam terlihat saat bulan Ramadan tiba, di mana umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa. Banyak contoh pemain Muslim top yang berpuasa. Pemain asal Perancis yang beberapa kali terpilih sebagai pemain terbaik dunia yang berhasil membawa negara itu memboyong World Cup untuk pertama dan bahkan nyaris kedua kalinya, Zinedine Zidane, adalah pemain muslim yang paling fenomenal. Ketaatannya sebagai Muslim tidak perlu diragukan. Setiap Ramadhan, dijalani dengan usaha bersungguh-sungguh menjalankan puasa dan mengisinya dengan berbagai amalan sunnah, seperti membaca Al-Qur’an dan shalat tarawih, sesibuk apapun aktivitasnya. Terlepas dari insiden tandukan perpisahan yang diawali teriakan provokasi pemain Italia, ‘anak pelacur budak’ yang cukup ‘aneh’ untuk seorang Zidane, ia adalah ‘Bapak Para Yatim’ yang selalu menyantuni orang miskin. (www.eramuslim.com, diakses pada 24 Agustus 2010).
            Melihat fenomena menarik itulah harian Pagi Tribun Jabar memuat rubrik baru yakni Super Ball Edisi Khusus Ramadan sejak satu hari sebelum bulan Ramadan, tepatnya tanggal 10 Agustus 2010. Rubrik tersebut membahas pebola Muslim terkenal dan kebiasaannya sebagai seorang Muslim terutama mengenai pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Rubrik tersebut muncul rutin di halaman 13, dua halaman sebelum rubrik Super Ball yang membahas berita terbaru sepak bola internasional.
            Harian Pagi Tribun Jabar terbit 22-24 halaman. Terdiri dari dua lembaran. Lembaran pertama terdiri dari berita-berita hangat yang terbaru. Lembaran kedua berisi suplemen-suplemen khusus seperti berita olahraga, iklan, lifestyle, gosip, dan info kuliner. Rubrik Soccer Ball Edisi Khusus Ramadan muncul di halaman awal lembaran kedua, dengan porsi satu halaman penuh. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri, termasuk untuk yang kurang menyukai sepak bola sekalipun.

“Yang jelas, konsep berita olahraga kita bukan hanya tentang pertandingannya, tapi melebar juga pada para pelaku, dan gaya serta budaya mereka. Nah, saat Ramadan tiba, kita coba menawarkan informasi tentang kehidupan para atlet di Eropa menjalani Ramadan.  Misinya: hanya penyebaran informasi (yang semoga menarik dan bermanfaat) saja, sedetail mungkin, tanpa ditambah-tambahkan.”
(wawancara dengan Deny Budiman, pengasuh rubrik Super Ball Edisi Khusus Ramadan Harian Pagi Tribun Jabar tanggal 7 Oktober 2010).

            Tulisan dalam rubrik ini tergolong dalam jenis feature (karangan khas). Feature merupakan jenis tulisan di media massa selain berita dan artikel yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya, dengan menggunakan gaya atau teknik penulisan karya sastra, seperti cerpen atau novel. Feature dapat berisi hal-hal yang mungkin diabaikan oleh news dan relatif tidak pernah basi. (M. Romli, 2008:42).
            Jenis feature dalam rubrik ini ialah feature biografi (profil) yakni feature tentang pribadi-pribadi yang menarik. Misalnya tentang riwayat hidup pendek seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai tinggi (M. Romli, 2008:43).
            Profil pemain bola Muslim menjadi fokus utama dari rubrik ini. Setiap hari satu pemain sepak bola top dipastikan akan dibahas satu halaman penuh, seperti Nicolas Anelka, Frederick Kanoute, Eric Abidal, Mesut Ozil, dan juga Karim Benzema. Berbeda dengan profil pemain bola pada umumnya yang mengangkat perjalanan karir, rubrik ini justru mengangkat sisi keagamaan sang pemain. Walaupun demikian, rubrik ini pernah juga membahas atlet olahraga lain seperti tinju, basket, dan rugbi. Penelitian ini membatasi hanya pada profil pemain bola saja, karena pemain sepak bola lebih dikenal masyarakat terutama setelah Piala Dunia 2010. Selain itu rubrik ini memang lebih banyak membahas pemain sepak bola.
            Foto-foto ekslusif yang cukup besar disertai biodata lengkap sang pemain menjadi salah satu daya tarik rubrik ini. Tentunya dengan pembahasan yang menarik dan menguraikan apresiasi sang pemain terhadap agama Islam terutama menyangkut kebiasaan berpuasa di bulan Ramadan.
            Isu ini menjadi menarik karena jarang yang membahas pemain bola Muslim secara berkala. Walaupun media lain kerap membahas namun tidak rutin atau menjadi rubrik khusus. Inilah yang menjadi daya tarik rubrik Super Ball Edisi Spesial Ramadan dalam Harian Pagi Tribun Jabar. Profil pemain yang berbeda tiap hari selama bulan Ramadan muncul dalam rubrik ini bisa membentuk suatu ideologi tertentu.
            Banyak yang beranggapan berpuasa dapat mengganggu aktivitas sehingga dalam beraktivitas cenderung ogah-ogahan karena tidak makan dan minum. Hal tersebut merupakan persepsi yang salah. Sesungguhnya puasa tidak akan membuat tubuh lemas. Cadangan makanan dalam tubuh ditambah sedikit makan sewaktu sahur sangat cukup untuk menopang aktivitas standar sehari-hari.
            Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pernah melakukan kegiatan yang berat di bulan Ramadan, di antaranya berperang melawan kaum musyrikin. Berperang tentunya membutuhkan stamina yang prima namun ternyata bisa dilakukan sembari berpuasa.
Isu yang sangat kental dibahas di sini ialah mengenai keringanan bagi pemain sepak bola untuk tidak berpuasa saat bertanding pada bulan Ramadan. Hal ini menjadi kontroversi karena di satu sisi pemain Muslim dituntut sebagai seorang profesional di mana pertandingan tetap berlangsung di bulan Ramadan yang menuntut stamina prima. Namun di sisi lain mereka ingin melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim dengan melaksanakan ibadah puasa.
            Apalagi waktu berpuasa di Eropa jauh lebih panjang. Cuaca yang panas dan juga pertandingan yang ketat semakin menambah beban pemain yang ingin melaksanakan kewajibannya. Hasilnya keluar fatwa para ulama Jerman yang didukung Universitas Al-Azhar yakni memperbolehkan pemain tidak berpuasa jika pada hari tersebut harus bertanding. Jika tak ada pertandingan, atau hari libur, fatwa tersebut tak berlaku, para pemain Muslim tetap harus menjalankan ibadah puasa.
Melalui contoh pemain bola, rubrik ini memberikan informasi dan pandangan setiap pemain mengenai fatwa tersebut. Ada yang mengikuti fatwa tersebut dengan tidak berpuasa saat bertanding namun tetap berpuasa saat latihan. Namun ada pula yang tetap teguh pada keyakinannya, yakni tetap berpuasa di kala berlatih dan bertanding.
Posisi pemain bola terkenal sebagai public figure bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk meniru apa yang mereka lakukan. Apalagi pembaca harian Tribun Jabar sebagian besar Muslim, tentunya akan timbul kebanggaan tersendiri melihat ada pemain bola hebat yang juga Muslim. Perlu diketahui, wilayah pemasaran Tribun Jabar adalah wilayah Jawa Barat yang mayoritas Muslim.
            Penelitian ini menggunakan analisis framing yakni metode analisis yang digunakan untuk melihat bagaimana sebuah media membingkai sebuah peristiwa dalam jalinan berita ketika media tersebut merekonstruksi sebuah peristiwa.
   Frame media dengan demikian adalah bentuk yang muncul dari pikiran (kognisi), penafsiran, dan penyajian dari seleksi, penekanan, dan pengucilan dengan menggunakan simbol-simbol yang dilakukan secara teratur dalam wacana yang terorganisir, baik dalam bentuk verbal maupun visual. Analisis framing dapat digambarkan sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, atau apa saja) dibingkai oleh media.
            Ada tiga puluh feature dalam rubrik Super Ball Edisi Khusus Ramadan sejak 10 Agustus hingga 8 September 2010. Dari tiga puluh feature itu ada penelitian difokuskan hanya pada profil pemain sepak bola. Pertimbangan lain dalam memilih feature yang diteliti ialah mengenai sikap pemain terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh ulama Jerman.
Dari semua feature tersebut ternyata beberapa kali membahas mengenai fatwa dari ulama Jerman. Hal inilah yang akan coba dibahas dalam penelitian ini. Bagaimana Tribun Jabar membingkai figur pemain yang berpuasa dan tidak berpuasa di kala bertanding di bulan Ramadan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang diteliti dapat dirumuskan:
Bagaimana konstruksi figur pemain bola Muslim selama bulan Ramadan dalam rubrik “Super Ball Edisi Khusus Ramadan” Harian Pagi Tribun Jabar?

1.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka identifikasi masalah yang menjadi penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana penonjolan aspek tertentu dalam rubrik “Super Ball Edisi Khusus Ramadan” Harian Pagi Tribun Jabar?
2.      Bagaimana penyeleksian isu dalam rubrik “Super Ball Edisi Khusus Ramadan” Harian Pagi Tribun Jabar?

1.4 Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui penonjolan aspek tertentu dalam rubrik “Super Ball Edisi Khusus Ramadan” Harian Pagi Tribun Jabar
2.      Untuk mengetahui penyeleksian isu dalam rubrik “Super Ball Edisi Khusus Ramadan” Harian Pagi Tribun Jabar

Jumat, 04 Maret 2011

Terjebak di Bawah Sadar (Edisi Revisi)

Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, buku karya pertama saya "Terjebak di Bawah Sadar" bisa diterbitkan kembali. Penerbit pertama buku ini Hitam Putih Publisher menghilang secara tiba-tiba. Entah bangkrut, entah ngesot seperti pocong ngesot. hehe..

Yang jelas buku ini diterbitkan oleh Nulis Buku, sebuah self publishing yang beralamat di www.nulisbuku.com. Ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan cetakan pertama. Dalam buku ini, kejadian demi kejadian diceritakan lebih urut, dan juga disertai hikmah di dalamnya. Covernya juga sudah berwarna. Tapi ada yang bilang cover buku ini perlu diganti, hmm ada yang bisa bantu? Cover sementara di design oleh Muhammad Hafizhuddin, saya sudah berjanji memberikannya buku kalo bisa membuatkan cover. Tunggu yah pis, duit saya masih belum ada. :P

Oh iya mungkin masih ada yang belum tahu buku apa sih ini? Oke deh saya kasih gambarannya sedikit.

Terjebak di Bawah Sadar (Edisi Revisi, cetakan pertama oleh Hitam Putih Publisher)
Oleh: Luzman Rifqi Karami
Editor: Sri Lestari
Cover (sementara): Diki Alwi Warliyana dan Muhammad Hafizhuddin
Rilis: 2011
Halaman: 158 hlm
Penerbit: Nulis Buku
Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 35.000,00

Menulis biasanya dilakukan dalam keadaan sadar. Maka alangkah menariknya ketika proses penulisan dilakukan dalam keadaan setengah sadar ketika dalam proses penyembuhan kemasukan jin. Buku ini ditulis apa adanya dalam keadaan setengah sadar. Apa yang ada dalam pikiran saya saat itu langsung dituliskan, hingga saya sendiri sebagai penulisnya terkadang lupa apa yang ditulis.

Proses kreatif dalam menulis inilah yang menjadi nilai lebih buku ini. Buku ini juga mencoba meluruskan pandangan yang salah mengenai jin dan makhluk halus karena banyaknya tayangan-tayangan horror dan mistis yang menyesatkan. Tak ada manusia yang bisa melihat jin atau makhluk halus, jika pun ada berarti ada yang tidak beres dalam dirinya. Pengalaman spiritual dan hal-hal semacamnya kerapkali menjadi daya tarik dan mengundang banyak perhatian.

Melalui buku ini saya ingin berusaha berbagi kepada pembaca dan mudah-mudahan pembaca dapat mendapatkan hikmah dari pengalaman saya ini. Kita sebagai manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, tak perlu takut terhadap jin atau semacamnya. Dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dan berlindung pada Allah SWT niscaya makhluk-makhluk itu tak bisa mengganggu kita lagi.

Kami berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang) (20:68)
 Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (2:150)

Wallahu alam bissawab.


“Buku yang sangat bagus dan mantap. Ceritanya real” Yana Bool, Panglima Viking
Persib Club.
"bukunya isinya bagus sngt memotivasi banget syukron:)" Aji Ramadan. Mahasiswa
D3 Kehumasan Fikom Unpad
“Sudah saya lahap habis bukunya kang. Good job, good experience. Keren lah
untuk
ukuran buku pertama.” Renold Pencoret Dinding Epbe

Cara pemesanan
1. Register di www.nulisbuku.com terus liat link buku ini  http://nulisbuku.com/books/view/terjebak-di-bawah-sadar#
2. Selanjutnya klik add to chart dan jumlah buku yang dipesan, ketik check out jika sudah selesai.
3. Akan ada email konfirmasi kalo sudah pesan

Bingung??
1. Pesan lewat email aja ke admin@nulisbuku.com tulis nama lengkap, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi. Bilang mau pesen buku "Terjebak di Bawah Sadar". Nanti dikasih noreknya trus kirim uang deh.
2. Masih bingung juga? Titip ke penulis aja, inbox fb nya di sini. Harganya jadi Rp45ribu kalo di penulis. soalnya penulis juga tetep harus bayar ongkos kirim ke penerbit..
3. Atau komen di sini aja, ntar saya kasih tau caranya, hehehe

oh iya like grup Terjebak di Bawah sadar di facebook yah http://www.facebook.com/pages/Terjebak-di-Bawah-Sadar/135117156531292

sip mohon maaf belum ada di toko buku, jadi emang bisanya dijual online :D


Sabtu, 26 Februari 2011

Pemain Bola Muslim Semakin Bertambah

Skripsi saya mengenai pemain bola Muslim menimbulkan banyak pemikiran. Dari rubrik "Super Ball Edisi Khusus Ramadan" saya melihat semakin banyak pemain bola Muslim yang memiliki skill hebat. Selain skill yang hebat mereka pun tergolong Muslim yang taat. Dan jumlah mereka pun semakin banyak. Jika pada tahun 2002 baru ada Zinedine Zidane yang begitu fenomenal, semakin ke sini timnas Perancis memiliki banyak pemain Muslim. Sebut saja Hatem Ben Arfa, Karim Benzema, Eric Abidal, Samir Nasri, dan juga Franck Ribery.

Tak hanya timnas Perancis, timnas Jerman pun memiliki fenomena serupa. Pada Piala Dunia 2006 tak ada pemain Muslim yang berlaga. Lihat pada Piala Dunia 2010, ada Mesut Ozil, Sami Khedira, dan Serdar Tasci. Begitu pun dengan sang finalis Belanda. Ada Ibrahim Afellay dan juga Robin van Persie. Hal ini tentunya menimbulkan fenomena tersendiri.

Bagaimana dengan penduduk lainnya? Ternyata sama halnya dengan pemain bola, tiga negara tersebut memang memiliki pertumbuhan Islam tertinggi. Simak video berikut ini




Poin penting dari video tersebut
rata-rata pertumbuhan umat Kristiani di Eropa 1.38, imigrasi 90 persen merupakan Muslim. Di Prancis 30 % anak muda adalah Islam, tahun 2027 1dari 5 org Perancis Muslim, dan 39 tahun lagi Prancis akan menjadi negara Muslim.Di Belanda 50 persen bayi yg dilahirkan ialah Muslim, 15 tahun lagi setengah penduduk Belanda Muslim Jerman akan menjadi negara Muslim pada 2050
Memang benar sesuai video tersebut "Dunia telah Berubah", saya pun tertarik melanjutkan S2 di Jerman karena perkembangan Muslim di negara ini termasuk tinggi :)

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat." (an-Nashr ayat 1-3)

Senin, 21 Februari 2011

Curriculum Vitae (CV)

Sekarang lagi sibuk-sibuknya melamar kerja, cari sana cari sini, masukin lamaran. Sudah wawancara di detik.com dan juga di simamaung.com. Di dua media itu keliatannya cocok, mudah-mudahan bisa keterima. Yang lainnya asal, hehe. Ya sudah saya masukin curriculum vitae saya aja deh. Biar pada kenal lebih dekat. Siapa tau ada perusahaan yang butuh tenaga saya, ga mau lama jadi pengangguran nih. Ntar aku Rabu wisuda loh tanggal 23.

Nama : Luzman Rifqi Karami
Tempat/tgl lahir : Bandung, 27 Mei 1988
Agama : Islam
Nama Ayah : Aguswahyudiono
Nama Ibu : Nita Kania

Email : luzman_tari@yahoo.com
Blog : www.kumahaanjeun.com

Aktivitas Saat Ini
- Anggota Biro Kerohanian Islam (BKI) Fikom
- Anggota Inter Club Indonesia (ICI) Regional Bandung
- Kontributor Majalah Interina, Unofficial Digital Zine of Internazionale FC
- Penyiar Radio Komunitas M-Tas Tanjungsari 107,8 FM

Pendidikan Formal
- 1994-2000 SDN Merdeka 5/V Bandung
- 2000-2003 SMPN 14 Bandung
- 2003-2006 SMAN 5 Bandung
- 2006- 2011 Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad Jatinangor

Kursus/Kepelatihan
- 2001-2002 Lembaga Bahasa LIA First Step to Communicating in English level 1-6
- 2004 Lembaga Bahasa LIA Basic Levels
- 2006-2007 Pelatihan Jurnalistik Biro Koresponden Kabamedia
- 2006-2007 Lembaga Bahasa LIA Intermediate - High Intermediate Levels
- 2007-2008 Lembaga Bahasa LIA Conversation (CV) level 3-6
- 2008-2009 Lembaga Bahasa LIA TOEFL Preparation (TP) level 2
- 2009- 2010 Sekolah Bahasa Jerman Lernhaus level A1
- 2010 Sekolah Pra Nikah (SPN) Angkatan 9 Salman ITB

Pengalaman Organisasi
- 2003-2006 DKM Nurul Khomsah SMAN 5 Bandung
- 2007-2008 Dept. Syiar dan Dakwah Biro Kerohanian Islam (BKI) Fikom
- 2008 Divisi Media dan Publikasi Islamic Movie Festival (IMF) Unpad
- 2007- 2008 Reporter Buletin Viking Unpad
- 2008-2009 Bandung Nerazzura

Pengalaman Kerja
- 2005 Reporter Kampus Radio MQ 102,7 FM
- 2010 Bagian Editorial Tabloid Soccer (Job Training)
- 2010-ナ. Penyiar Radio M-Tas Tanjungsari 107,8 FM

Prestasi
- Pemenang Kontes Menulis Bolanova 4 (http://bolanova.com), dengan judul tulisan:
" Ibrahimovic dan Status Muslimnya
" Selebrasi Sujud Ala Muntari
- Moslem Squad Best XI

- Pemenang Kontes Menulis Bolanova 5 (http://bolanova.com), dengan judul tulisan:
" Mundurlah Maradona!
" Mereka Tetap Berpuasa
" Mungkinkah The Jak dan Viking Berdamai?
- Aku Cinta Persib Karena Allah

- Bintang Tamu acara Piriwit Biru di STV (TV lokal Bandung) tanggal 31 Maret 2009 pukul 21.00 - 22.00 WIB mewakili Bandung Nerazzurra


Artikel / surat pembaca di surat kabar nasional/lokal
- "Mancini, Spesialis Piala Italia" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No. 20/VI, Sabtu, 19 November 2005
- "Prediksi Liga Champions" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer Sabtu, 1 April 2006)
- "Menuntut Kenyaman Stadion" (Loudest Voice Tabloid Soccer No. 41/VII/ Sabtu, 14 April 2007)
- "Messi = Maradona?" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No. 51/VII, 23 Juni 2007)
- "Tim Serba Rossi" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No.3/VIII, 21 Juli 2007)
- "Kutukan Main Malam" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No. 10/VIII, September 2007, dengan judul yang sama dimuat juga di Persib Magz Oktober 2007)
- "Nonton Bola, Jangan Melupakan Salat" (Opini Pembaca Harian Media Indonesia, Sabtu 22 September 2007)
- "Dominasi Asing" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No 21/VIII, 1 Desember 2007)
- "Untukmu, Pangeran Biruku" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No 35/VIII, 1 Maret 2008)
- "Peruntungan Inter" (rubrik Soccermania Tabloid Soccer No 10/IX, 6 September 2008)
- "Bangkit Itu Mencuri!" (rubrik Analisisku Tabloid Soccer No. 8/IX, 23 Agustus 2008)
- "Sang Jago Kandang" (Loudest Voice Tabloid Soccer No. 24/IX, 21 Desember 2008)
- "Persib Punya Saingan" (Tabloid Soccer Edisi 21/XI, 20 November 2010)
- "Jangan Cepat Puas Diri" (Tabloid Soccer Edisi 24/XI, 11 Desember 2010)


Job training di Tabloid Soccer 18 Januari - 25 Maret 2010
Menulis Artikel di DuniaSoccer (www.duniasoccer.com) dengan judul artikel:
1. Cinta Dinho Berbuah Kesuksesan (18/01)
2. Mourinho Bikin Albertini Bingung (26/01)
3. Keinginan Gago Ditolak Valdano (26/01)
4. Gabriel Milito Tepis Rumor Pensiun (26/01)
5. Lazio Segera Dapatkan Eguren (26/01)
6. Peluru Masih Bersarang di Kepala Cabanas (26/01)
7. Sogokan Maradona Senilai Stadion Baru (26/01)
8. Trofi Piala Dunia Hadirkan Semangat (25/01)
9. Hat-trick Mushafry Bungkam Persitara (20/01)
10. Bridge Tak Ingin Diusik (02/02)
11. Madrid Melukai Barcelona (02/02)
12. Henry dan Ibra Dibela Cruyff (02/02)
13. Metzelder Ingin Pulang Kampung (02/02)
14. Laporta Pilih Menutup Telinga (02/02)
15. Del Bosque Waspadai Inggris dan Brazil (02/02)
16. Madrid Tak Layak di Puncak Klasemen (11/03)
17. Argentina Jangan Tergantung Messi (11/03)
18. Jadwal Semifinal Piala FA (11/03)
19. Inter Tak Butuh Pelatih (11/03)
20. Zaccheroni Siap Kalahkan Fulham (11/03)
21. Wenger Minta Wakil Inggris di Perempat Final (11/03)
22. Nani Ingin Seperti Beckham (11/03)
23. Maung Bandung Menang Dramatis (11/03)
24. Laman Khusus Piala Dunia 2010 (Profil Negara, Pemain, Pelatih)

Menulis di Edisi Cetak dengan Judul Artikel:
1. Kilas Balik: Piala Dunia 1930 "Minus Jagoan Eropa" (Rubrik Road to World Cup 2010 Edisi 31/X, 30 Januari 2010)
2. Tuan Rumah: "Wawancara untuk Relawan" (Rubrik Road to World Cup 2010 Edisi 31/X, 30 Januari 2010)
3. Kilas Balik: Piala Dunia 1934 "Juara di Bawah Ancaman" (Rubrik Road to World Cup 2010 Edisi 32/X, 6 Februari 2010)
4. Tuan Rumah: "Permintaan Tiket Meningkat" (Rubrik Road to World Cup 2010 Edisi 32/X, 6 Februari 2010)
5. Goran Pandev: "Datang untuk Jadi Pemenang", plus infografis "Kreator pun Eksekutor", box "5 Fakta Menarik Pandev", dan "Maafnya Hanya untuk Laziale" (Rubrik Playmaker edisi 33/X, 13 Februari 2010)
6. Marcelo Nicolas Lodeiro Benitez: "Kembaran Messi" (Rubrik Rising Star Edisi 33/X, 13 Februari 2010)
7. Luis Fabiano: "Kalahkan Kaka" (Rubrik Spain Edisi 34/X, 20 Februari 2010)
8. Sergio Goycochea: "Penakluk Penalti" plus infografis "Terbanyak Sepanjang Sejarah" (Rubrik Soccer Classic Edisi 34/X, 20 Februari 2010)
9. Cara Membuat Twitter: "Sangat Mudah" (Rubrik Indo Soccer Edisi 34/X, 20 Februari 2010)
10. Iker Muniain: "Melahap Rekor Demi Rekor" (Rubrik Rising Star Edisi 34/X, 20 Februari 2010)
11. West Ham United: "Digembosi Pemain" (Rubrik England, Edisi 36/X, 6 Maret 2010)
12. Final Piala Carling: "Wasit Tak Salah" plus box Sekilas Inggris (Rubrik England, Edisi 36/X, 6 Maret 2010)
13. Ever Banega: "Dulu Dibuang Kini Disayang" (Rubrik Playmaker Edisi 36/X, 6 Maret 2010)
14. Box Playmaker Cacau "Mantan Pedagang Asongan" dan "Gara-gara Salah Sebut" (Rubrik Playmaker, Edisi 37/X, 13 Maret 2010)
15. Alfred Riedl: "Raja Midas Asia Tenggara" (Rubrik Indo Soccer Edisi 37/X, 13 Maret 2010)
16. Leonardo Bonucci: "Pengganti Nesta" (Rubrik Rising Star Edisi 37/X, 13 Maret 2010)
17. Eljero Elia: "Mimpi ke Afrika Selatan" (Rubrik Rising Star Edisi 38/X, 20 Maret 2010)
18. Juan Alberto Schiaffino: "Kalahkan Brasil" (Rubrik Road to World Cup 2010: The Next Legend vs Legend Edisi 38/X, 20 Maret 2010)
19. Review Serie-A Pekan ke-28 dan Preview Serie-A Pekan ke-29 dan Pekan ke-30 (Rubrik Italy Edisi 38/X, 20 Maret 2010)
20. Box Playmaker Samir Nasri "Baca Al-Fatihah Sebelum Tanding" dan "Dekat dengan Tatiana Golovin" (Rubrik Playmaker Edisi 38/X, 20 Maret 2010)
21. Nirwana Futsal: "Dari Bioskop ke Arena Bertanding" (Rubrik Futsal Ground Edisi 38/X, 20 Maret 2010)
22. James McCarthy: "Menepis Liverpool" (Rubrik Rising Star Edisi 39/X, 27 Maret 2010)
23. Box Playmaker Juan Vargas: "Benar-benar 'Gila" dan "Ayah Dua Putri" (Rubrik Playmaker Edisi 39/X, 27 Maret 2010)
24. Cristiano Ronaldo: "Memburu Kesempurnaan" dan Luis Figo: "Pemimpin Generasi Emas" (Rubrik Road to World Cup 2010: The Next Legend vs Legend Edisi 39/X, 27 Maret 2010)

Buku Pribadi
Karami, Luzman Rifqi. 2010. Terjebak di Bawah Sadar. Bandar Lampung: Hitam Putih Publisher

Buku Kumpulan Cerpen/Antologi
Writers 4 Indonesia. 2010. Be Strong, Indonesia! #empat. nulisbuku.com, judul cerpen: "Nyontek"
Bangsawan, Iksank dan 34 pemenang. 2010. Gado-gado Cinta. Yogyakarta: Leutika Prio. Judul tulisan: "Tarikan Tari"

Sabtu, 19 Februari 2011

Inter Harapan Italia

Masih ingat dalam ingatan kita tahun lalu Italia begitu bergantung pada Inter di Liga Champions. Saat itu koefisien Italia bersaing ketat dengan Jerman. Kebetulan lawan yang dihadapi di final ialah Bayern Muenchen yang berasal dari Jerman. Alhasil, Inter harus menang jika ingin menyelematkan koefisien Serie-A. Jika Inter kalah dalam 90 menit maka wakil Italia di Liga Champions hanya tinggal 3 klub saja. Tentunya hal itu tak diinginkan para pecinta Serie-A dan klub rival Inter yang sering nangkring di posisi keempat.

Akhirnya lewat perjuangan yang luar biasa Inter sanggup menaklukkan jawara Bavaria dengan skor 2-0. Serie-A pun terselamatkan, Italia tetap bisa mengirimkan empat wakil ke Liga Champions. Namun ternyata suara-suara miring tetap saja bermunculan. Terutama saat Piala Dunia 2010, tak ada satu pun wakil Inter di Italia. Inter yang saat itu memang memiliki starting line up non-Italia dianggap tidak peduli sepak bola Italia dan dituding sebagai salah satu penyebab kegagalan Italia di Piala Dunia.
Kini, situasinya berbeda. Inter memiliki 3 pemain Italia yang berperan besar dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman beberapa waktu lalu. Pazzini, Motta, dan Rannocchia menjadi starting line up saat itu dan bermain gemilang. Selain itu masih ada Castellazi dan Materazzi yang beberapa kali dimainkan di Inter.

Babak 16 besar Liga Champions, Inter akan kembali menghadapi Bayern Muenchen lawan di final tahun lalu. Kini situasinya serupa tapi tak sama. Italia berharap banyak pada Inter, mengingat dua wakil lainnya Milan dan Roma harus takluk dari lawan-lawannya di kandang sendiri. Peluang kedua tim itu masih ada, tapi tentu saja berat karena leg kedua harus bertanding di kandang lawan. Terlebih bagi Roma yang menderita 3 gol away.

Ayo Inter, buktikan dengan atau tanpa pemain Italia Inter tetap yang terhebat di Italia dan Eropa!


Rabu, 09 Februari 2011

Penalti oh Penalti

Persib kembali gagal meraih poin penuh. Menghadapi Semen Padang dalam pertandingan tanpa penonton di Stadion Siliwangi Rabu (9/2), Persib harus puas berbagi angka 1-1. Sebagai bobotoh Persib saya kecewa, permainan Persib ga ada perkembangan, hanya mengandalkan nama besar saja. Padahal Persib dihuni oleh pemain-pemain dengan nama besar namun mereka sepertinya tak memiliki keinginan kuat untuk menang. Teknik mereka tak pernah tampak. Beberapa kali dengan mudahnya dikalahkan lawan.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut adalah kegagalan Pablo Frances dalam mengeksekusi tendangan penalti. Pemain Semen Padang berhasil merusak konsentrasi para pemain Persib dengan melakukan protes kepada wasit hingga pertandingan terhenti beberapa saat. Dan benar saja, konsentrasi Pablo buyar, tendangannya pun melambung ke angkasa.

Padahal sebenarnya yang namanya penalti itu mudah. 90 persen seharusnya gol. Saya juga pernah menjadi penentu tendangan penalti saat SMA, jadi dapet nilai A. Hehe.. Coba deh liat ilustrasi berikut ini.




Seharusnya kiper yang ada dalam tekanan saat adu penalti. Sebab sang penendang bisa melakukan tipuan, atau melakukan tendangan yang kencang. Jika tendangan dilakukan dengan kencang walaupun kiper sudah bergerak ke arah yang tepat bola akan sulit dijangkau.

Kegagalan penalti tadi entah sudah yang keberapa kali dialami pemain Persib. Saat melawan Persiwa Wamena Gonzales gagal mencetak gol. Musim lalu pun Gonzales dua kali gagal mencetak penalti dalam pertandingan Piala Indonesia menghadapi Arema. Bahkan saat uji coba melawan tim yang kualitasnya di bawah Persib, pemain Persib pun gagal mencetak penalti.

Di luar Persib, tim sekota Persib, Bandung FC pun gagal mencetak penalti dalam pertandingan melawan Persema Malang. Kegagalan timnas Indonesia di Piala AFF lalu pun, sedikit disebabkan kegagalan Firman Utina dalam mengeksekusi penalti. Hmmm,, kumaha atuh teu barisaeun nendang penalti teh??


Tampaknya pemain kita tak bisa menghadapi tekanan mental, sebab mental yang paling berperan dalam menendang penalti. Contohnya saat Inter menghadapi Napoli di perempatfinal Copa Italia (26/1). Para pemain Inter menunjukkan mental juara. Saat adu penalti, dari lima penendang semuanya sukses mengeksekusi. Terlihat ketenangan mental mereka walau bertandang di kandang lawan. Mental seperti itulah yang diperlukan dalam tendangan penalti.

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...