Selasa, 08 Juli 2008

Viking vs The Jak

(last update 11 februari 2010)

Menarik sekali membahas pertemuan Persib dan Persija karena dua klub ini merupakan dua klub legendaris dan memiliki sejarah besar sejak zaman Perserikatan dulu. Aroma klasik dan dendam selalu mewarnai pertandingan ini. Mungkin tensi pertandingan ini setara dengan Inter vs Juventus di Serie-A atau Barcelona vs Real Madrid di La Liga.

Berbicara tentang klub, tentu tak lepas dari suporter. Ini yang cukup menarik. The Jak dan Viking sejak dulu selalu berseteru di dalam dan luar lapangan. Teror kepada pemain Persib dan Persija selalu terjadi setiap kedua tim itu bermain di Bandung ataupun Jakarta. Bentrokan antar kedua kubu acapkali terjadi.

Bagaimana awal mula perseturuan kedua kubu itu berasal?? Ada beragam versi. Baca aja komen-komen di bawah. Saya juga bingung jadinya. Viking menyalahkan The Jak, The Jak menyalahkan Viking.

Hmmm.. apakah hanya Viking musuh The Jak? Setelah saya “berjalan-jalan” di dunia maya ternyata bukan hanya Viking yang membenci The Jak. Bonek, La Viola, Persipura mania, kabomania, bahkan North Jak yang sekota dengan The Jak pun sangat membenci suporter oranye itu.. Mungkin ini salah satu alasan viking membenci the jak?? Bisa dibilang musuh the jak sahabat viking, sahabta The Jak berarti musuhnya Viking.
Ditambah lagi ada film Romeo-Juliet yang kontroversial justru memperparah permusuhan The Jak dan Viking.


Rasanya memang susah menghapuskan luka dan dendam yang sudah ada. Memang permusuhan itu harus tetap ada tapi hanya sebatas di lapangan. Lihatlah Barcelonista dan Madridista, permusuhan mereka hanya di lapangan atau pun sebatas di website, hanya saling ejek. Tak pernah ada bentrok fisik, suporter bisa datang ke Madrid atau Barcelona. Tak pernah ada bentrokan. Atau lihat antara Milanisti dan Interisti. Saat Milan tak lolos Liga Champions, Interisti sangat puas dan mengejek AC Milan. Saat musim ini Milan tanpa gelar, Interisti membentangkan spanduk Milan Merda (merda= ejekan bahasa Italia) dan juga Zero Tituli (nol gelar) untuk mengejek Milan bukan mengejek Milanisti.

Tapi mereka tetap bisa hidup rukun dalam satu kota. Bahkan saat derby berlangsung jarang sekali sada bentrokan. Kedua suporter bisa menonton dengan tenang. Mengapa begitu? Karena di luar negeri berbeda dengan di sini. Di saana yang dibenci klubnya, kalo di sini yang dibenci suporternya. Interisti membenci AC Milan dan Juventus tapi tidak membenci Milanisti dan Juventini. Bisa diliat di FB pun ada grup anti Juventus dan antiMilan bukan anti Milanisti ataupun anti juventini.

Kalo di kita yang dibenci lebih pada suporternya bukan pada klubya. Ada grup antiViking, anti Jakmania. Bukan anti Persija atau anti Persib.
Untuk berdamai tak perlu saling menyalahkan. Mari kita tatap ke depan.. Orang Jakarta sering ke bandung saat weekend, orang bandung pun banyak yang mencari nafkah di Jakarta..
Salam damai untuk semuanya..

25 maret 2010.. Persija vs Persib stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta..
hmm... silakan komen aja deh.. Viking/bobotoh vs The Jak.. hehe

MUNGKINKAH THE JAK DAN VIKING BERDAMAI?? (YOUR OPINION??)

Adu Penalti yang Aneh

Adu penalti adalah adu keberuntungan. Pemain dengan teknik tinggi bisa asaja gagal dalam mengambil tendangan penalti. Mental dan keberuntungan lebih banyak berbicara dalam adu penalti. Kemenangan sejati hanya bisa dilihat dari waktu normal plus perpanjangan waktu. Adu penalti ibarat lotere.

Dalam adu penalti bisa dibilang bola 99 % akan masuk, sebab pemain “hanya” berhadapan dengan penjaga gawang. Dan bisanya seorang kiper adalah kunci keberhasilan sebuah tim menjadi pemenang dalam adu penalti. Seperti dalam Euro 2008 ada dua pertandingan yang harus ditetukan lewat adu penalti. Turki yang mengalahkan Kroasia 3-1 dan Spanyol yang menghentikan langkah Italia 4-2. Dalam dua pertandingan tersebut peran kiper sangat menonjol.

Pernahkah seorang penendang yang menjadi pahlawan besar dalam adu penalti? Bisa saja itu terjadi, jika dari 10 penendang hanya 1 orang yang berhasil masuk. Ini terjadi saat saya bermain game Football Manager. Inter berhadapan dengan San Lorenzo dalam partai puncak Club World Championship. Saya menghadapi dilema karena pemain andalan saya banyak yang cedera. Maxi Rodriguez, Adriano, Chivu, Materazzi cedera. Ibrahimovic tidak dalam kondisi 100 %.

Inter pun kesulitan karena tak tampill full team. Untunglah, pertandingan berakhir 1-1 dan dilanjutkan dengan adu penalti. Tak ada perpanjangan waktu dalam Club World Championship. Nah di sinilah keanehan terjadi. Baik pemain Inter dan San Lorenzo selalu gagal dalam menendang penalti! Padahal penalty taker pemain Inter sangat tinggi: Ronaldo, Adriano, Ibrahimovic, dan Moutinho. Tapi semuanya gagal. Sebagian besar tendangannya terlalu lemah dan bisa ditangkap kiper.

Hanya Maxwell yang sanggup menceploskan bola. Lima penendang San Lorenzo gagal. Adu penalti skor 1-0. Hanya 1 dari 10 orang yang sanggup mencetak gol. Pernahkah terjadi dalam kejadian nyata?? Jika begini kiper bukan lagi pahlawan, pahlawan justu penendang. Haha, FM mah emang suka aneh..

Maxwell - apakah akan bersinar bersama Jose Mourinho?

Kamis, 03 Juli 2008

Menanti Duet Adriano-Ibrahimovic

Musim lalu, Adriano dipinjamkan ke Sau Paulo. Saat itu ia tidak mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Performa Adriano yang buruk karena sifatnya yang sering keluar malam dan juga sering minum alkohol secara berlebihan.

Kini Adriano telah kembali. Ia dituntut mengembalikan performanya seperti dulu lagi. Apalagi saat di Sau Paulo bisa dibilang cukup sukses. Ia sanggup melesakkan 15 gol dari 26 pertandingannya bersama Sau Paulo? Menarik ditunggu apakah Adriano sanggup mengembalikan performanya? Sebab, jika itu terjadi duet Ibra-Adriano akan menjadi duet paling menakutkan di dunia.

Kisah Adriano di kehidupan nyata mungkin nyaris sama dengan di game Football Manager (FM). Di game manajerial itu, saya menjadi pelatih Inter. Pada musim 2007-08 ia gagal menunjukkan performa terbaiknya. Akhirnya saya pun meminjamkan Adriano, bukan ke Sao Paulo seperti aslinya, namun ke FC Porto.

Setengah musim di Porto Adriano menunjukkan performa yang lumayan. Akhirnya saya menduetkan Adriano-Ibra di musim 2008-09. Hasilnya luar biasa. Baru 4 pekan berjalan, duet Ibra-Adriano sanggup mencetak 5 gol. Dan saya berharap hal itu juga terjadi di kehidupan nyata.


Inilah formasi Inter Milan di musim 2008-09 versi FM saya:
(4-4-2)
Kiper : Júlio César
Belakang : Javier Zanetti (c), Nicolás Burdisso, Iván Córdoba, Christian Chivu
Tengah : Maxi Rodríguez, Esteban Cambiasso, João Moutinho, Dejan Stankovic
Depan : Zlatan Ibrahimovic, Adriano
Cadangan:Francesco Toldo, Maicon, Maxwell, Marco Materazzi, Walter Samuel, Patrick Vieira, Denílson, Álvaro Recoba, Luis Jiménez, Guti, Ronaldo, Mario Balotelli, Klaas-Jan Huntelaar


Maxi Rodriguez - seandainya benar-benar di Inter...

Skuad yang sebenarnya bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Maxi Rodríguez, João Moutinho, Denílson, Guti, Ronaldo (yang Brasil), dan Huntelaar adalah pemain yang baru direkrut di FM saya. Seandainya bisa direkrut wow bakal keren tuh. Terutama Maxi Rodríguez dan João Moutinho, pemain muda yang luar biasa. Tapi dengan Inter mengincar Lampard dan Quaresma juga sudah bisa membuat skuad Inter lebih gemerlap dan semoga bisa dijawab Jose Mourinho dengan trofi Liga Champions.

Senin, 30 Juni 2008

Euro yang Mengecewakan

Euro 2008 baru saja berakhir. Jutaan cerita mewarnai pagelaran kali ini. Memang sesuai dengan semboyan Euro kali ini, Espect Your Emotions, berbagai emosi selalu timbul, baik emosi sedih, seangn, tawa, bahagia, lesu, dan lain sebagainya. Bagaimana seorang Alexandrei Frei yang menangis setelah kakinya cedera saat melawan Ceko, merasa sedih tak dapat melanjutkan “tugas” membela negaranya. Atau bagaimana ekspresi bahagia para pemain Turki yang sanggup melakukan come back luar biasa saat menaklukkan Republik Ceko 3-2. Yang jelas berbagai emosi tersaji dengan jelas dalam Euro kali ini....

So, apa yang salah dengan Euro kali ini? Hmmm... pertama karena saya tak bisa menyaksikan langsung di Austria-Swiss. Sebenernya udah rencana sih, namun apa daya tangan tak sampai. Semua pertandingan Euro kali ini saya saksikan di rumah saya tepatnya di kasur yang empuk dengan selimut. Jika mengantuk tinggal memejamkan mata, saat mata terbuka pertandingan telah usai.. hehe...

Sebenarnya ada acara nonton bareng yang tadinya hendak aku datangi. Pertama, tanggal 13 Juni di Gasibu. Menampilkan Demian yang memindahkan bola raksasa dari Jakarta ke Bandung. Sudah niat hendak menonton, sudah mengajak teman, tidak jadi karena miscommunication. Kedua saat partai puncak. Ada nonton bareng di Paskal Hyper Square bersama anak-anak SMAN 5 Bandung angkatan v’06. Yah teu jadi deui tapi akhirnya mah... di imah deui, di imah deui,, heheehe..

Hal mengecewakan lainnya adalah, saat Euro bertepatan dengan jadwal ujian semester. Ini nih parahnya di Indonesia. Di Arab Saudi saja, saat ada Piala Dunia semua ujian ditangguhkan! Hal yang sayangnya tak dilakukan di Indonesia. Ujian kok bisa mengganggu Euro?? Kacau kan. Mundurkan kenapa sih.... Jadinya yah, nontonya ga full, diselingi belajar.. hiks...hiks..

And then setelah ujian masih ada persiapan buat tugas pameran kebudayaan. Dan saat menyiapkan stand bertepatan dengan partai penentuan Swedia vs Rusia! Waduh, jagoan saya yeuh Swedia si Zlatan Ibrahimovic piraku teu nonton.. +_+ huh kesel banget deh.. mana Swedianya kalah lagi.. Dan aku tuh dapatnya kebudayaan Betawi. Jadi bahan ejekan orang-orang, masa anak Viking bawain budaya Jakarta?? Hmm.. kata siapa Jakarta punya The Jak? Viking Jakarta juga ada!! Kesel sayah..!! Untung kelompok sayah bisa dapat juara dua...

Akhirnya... eit masih ada ujian praktek yang hanya lima menit... hahaha. .. di fikom tuh emang aya-aya wae. Huh, gak bisa tenang nih nonton Euro nya.. Baru benar-benar tenang tuh pas semifinal.. Jagoan saya Turki, dan saya rasa Turki lebih layak memenangi turnamen ini dilihat dari perjuangan mereka yang tak pernah kenal lelah. Saat semifinal melawan Jerman mereka tampil seadanya, hanya memiliki 15 pemain. Diprediksi Turki akan “dibantai” oleh Jerman. Kenyataannya Turki sangat merepotkan Jerman, Jerman dipaksa bekerja keras hingga injury time.. Yah seandainya Turki bisa tampil lengkap saat itu..

Seaindainya begitu.. Turki vs Spanyol di final saya rasa Spanyol akan sulit untuk meredam semangat para pemain Turki. Yah mau bagaimana lagi, memang Euro kali ini Espect your Emotions, terutama emosi kekecewaan dalam diri saya. Akhirul kata, congratz untuk La Furia Roja, Spanyol yang sukses mengulang sukses 44 tahun silam...


Pesta Kemenangan Spanyol


Best goal Euro 2008.. wesley sneijder..netherland vs france

UEFA EURO 2008™ Team of the Tournament
Goalkeepers: Gianluigi Buffon (Italy), Iker Casillas (Spain), Edwin van der Sar (Netherlands).

Defenders: Bosingwa (Portugal), Philipp Lahm (Germany), Carlos Marchena (Spain), Pepe (Portugal), Carles Puyol (Spain), Yuri Zhirkov (Russia).

Midfielders: Hamit Altıntop (Turkey), Luka Modrić (Croatia), Marcos Senna (Spain), Xavi Hernández (Spain), Konstantin Zyryanov (Russia), Michael Ballack (Germany), Cesc Fàbregas (Spain), Andrés Iniesta (Spain), Lukas Podolski (Germany), Wesley Sneijder (Netherlands).

Forwards: Andrei Arshavin (Russia), Roman Pavlyuchenko (Russia), Fernando Torres (Spain), David Villa (Spain).




Hamit Altintop - satu-satunya pemain Turki di Team of the Tournament
Raih prestasi di lain waktu, Turkey!

A to Z Euro 2008 at euro2008.uefa.com

euro2008.com casts its mind back over the past month, devouring the feast of football from Arshavin to Zidane, with detours via kidney transplants, Turkish fightbacks and naked walks in the park.

Arshavin – Without him Russia were struggling; with him they became world-beaters. Suspended for the first two games the man known as 'Shava' burst into their third game like a terrier let off its leash. Unknown even to the likes of Xavi Hernández before the tournament, everybody knows him now.

Bob Marley – Not an obvious reggae aficionado, Leo Beenhakker summed up the mood in the Poland camp when he said: "When I worked with Trinidad and Tobago during the last World Cup I woke up every morning to the sound of Bob Marley but now I wake up every day suffering from a headache!"

Co-hosts – Austria and Switzerland may have bowed out after the group stage, but neither that nor the inclement weather could dampen the mood at the eight venues and beyond. Indeed, by the end of the tournament, some four million people had visited the UEFA EURO 2008™ Fan Zones.

Drama – Turkey were a watchword for late excitement throughout as they mounted comeback after comeback before Philipp Lahm's goal finally ended their challenge. But Fatih Terim's side did not have a monopoly on being fashionably late and of the 77 goals scored during the finals, 18 came in the final five minutes.

Efficiency – Germany had three shots on goal in their 3-2 semi-final win against Turkey and scored with all of them. Had their opponents done likewise, Terim's men would have run out 11-3 victors.

Feel the Rush – Enrique Iglesias's Can You Hear Me? may have been the official tournament song, but the mascots' music, Feel the Rush by Shaggy, perhaps induced the most fervent foot-tapping. Just.

Golden Generation – Bulgaria, Croatia, France, Romania. Most teams have had one period when an exceptionally gifted group of players came to the fore – but two? In the mid-1990s Portugal were bristling with talent and while the UEFA EURO 2000™ semi-finals was the best they could manage, a new generation spearheaded by Cristiano Ronaldo has raised Lusophiles' expectations once more.

Hat-trick – David Villa's treble against Russia in Spain's opening game made him only the seventh player in finals history to score three in a game. Villa was following in the footsteps of Patrick Kluivert, Sérgio Conceição, Marco van Basten, Michel Platini (twice), Klaus Allofs and Dieter Müller.

Injuries – Save for injuries to Franck Ribéry, Alexander Frei and half of the Turkey squad, there were thankfully few serious problems at the EURO. Before the finals was different. Daniel Pudil was ruled out when he broke his hand as he celebrated SK Slavia Praha's league triumph, while Romania's Ovidiu Petre was forced to withdraw after colliding with a cameraman while playing volleyball.

Juan Carlos – Having witnessed Spain's quarter-final victory against Italy, the king was asked if he felt his side were favourites for the semi-final. "Yes," he replied, "50-50."

Klasnić – Not many people are up and running within 15 months of undergoing two kidney transplants. Still less are playing football. None, before Ivan Klasnić have capped their recovery with a goal at a UEFA European Championship.

Lifeguard – Those who believed the only thing Semih Şentürk had in common with David Hasselhoff was his red shorts were forced to think again in Austria and Switzerland. Not content with the goal that revived Turkey's hopes in the group stage, Semih reprised his 'lifeguard' role with the 122nd-minute equaliser against Croatia. He almost did it again in the semi-finals only for Philipp Lahm to drown out Turkish celebrations.

Mascots – Four years ago a mascot called Kinas caught the eye with his halfway-line acrobatics. This time around there were two of them, they had bigger hair and their dance routines were rehearsed. Trix and Flix have laid down a sizeable gauntlet for the 2012 mascots.

Nihat Kahveci – With three minutes of their decisive group game against the Czech Republic left, Turkey were heading out. Then Nihat capitalised on Petr Čech's fumble to apparently set up extra time. Yet the No8 had other ideas and hit an unstoppable winner with a minute to go.

Oranje – The Netherlands won a place in Bernese hearts during the tournament, but then they did not really have a choice. Over 100,000 Oranje fans descended on the Swiss federal capital to watch the Netherlands-France game and help double Berne's population.

Portuguese arrival – When Luiz Felipe Scolari's squad arrived on 1 June they received a memorable welcome. A motorcade of 600 Portuguese living in Switzerland followed the team bus to their training base, while others lined the streets waving flags. Another 10,000 fans were waiting to greet the players in Neuchatel.

Quarter-finals – Spain's first competitive win against Italy in 88 years; Germany prevailing in a five-goal thriller; Arshavin helping Russia stun the Netherlands; and that Croatia-Turkey game. Astonishing.

Reina Snr – Pepe's dad Manuel certainly won the award for the finals' best automotive metaphor as he ran the rule over Luis Aragonés. "The human condition requires you to be greedy – always hungry to better yourself and achieve more," he said. "That's what Luis is and it's the perfect petrol for the engine of a football coach. He'll never say, 'This success is enough' or 'I've lost my drive'."

Schweinsteiginho – Germany's Bastian Schweinsteiger scored, made an assist and picked up yellow and red cards at UEFA EURO 2008™. The only other player to have achieved this feat at a EURO is Denmark's Klaus Berggreen in 1984. Schweinsteiger ended the tournament strongly, however. Why? Because Angela Merkel told him to. "If the chancellor asks you to do something, you have to obey," he explained.

Thunder – June was the wettest month many could remember in Austria and Switzerland, forcing organisers to relay the St. Jakob-Park pitch in Basel ahead of the quarter-finals. It was arguably worse in Vienna, however, and the game between Spain and Russia was played to a background more akin to Mary Shelley's Frankenstein than a football match.

Underachievers – At UEFA EURO 2004™ a hotly-tipped France side meekly bowed out with a 1-0 quarter-final defeat by Greece. This year an ageing squad failed to get out of the group stage, registering a solitary point as they finished at the foot of their section.

Vastic – At 38 years and 257 days, Ivica Vastic became the oldest player to score in a UEFA European Championship when he converted a late penalty against Poland. The 35-year-old pair of Jan Koller and Christian Panucci also struck to go second and third on the list.

Walk in the park – Beenhakker again, this time on the eve of Poland's opener against Germany, saying: "We won't be doing different things just because we are at the EUROs now. It's not like we will walk around the park naked or something. We have our normal programme – and then we will go [singing] tra-la-la to the stadium. We will play 'tra-la-la' but I don't know if we will be still 'tra-la-la' after the game."

X-factor – That something, lamented Croatia coach Slaven Bilić, which Turkey possessed in spades.

Yellow or mustard? – The great debate about the colour of Spain's away jersey was decided, once and for all, by Aragonés. "I don't like this new colour, personally," he said. "But so long as I don't have to wear it, the players can. Anyway, it's not yellow, it's mustard."


Zidane –
UEFA EURO 2008™ was the first major tournament since 1994 without modern-day legend Zinédine Zidane. Yet there were individual performances which lit up the finals in his absence – Arshavin for starters...

Rabu, 25 Juni 2008

Jadwal Persib di Liga Super 2008

Berikut ini jadwal lengkap dan hasil pertandingan Persib di Liga Super 2008/09


Putaran Pertama
------------ ---

Minggu 13 Juli 2008 PERSIB 5-2 PERSELA (hade pisan lah maenna!!)
Minggu 20 Juli 2008 PERSIB 2-3 PERSIJA (eleh, rusuh, meunang sanksi deuih. hiks..hiks)
Minggu 27 Juli 2008 PERSIPURA 1-0 PERSIB (naha eleh deui eleh deui euyy...???)
Jumat 1 Agustus 2008 PERSIWA 3-1 PERSIB (aduh, dijailan wasit euy.. jadi we eleh deui.. kumaha ey)

Selasa 5 Agustus 2008 PERSIB 3-1 Persik (Alhamdulillah, akhirnya Persib bisa menang juga walaupun main di Solo dan tanpa penonton)

Senin 11 Agustus 2008PERSIB - Arema (ditunda karena belum dapat izin dari pihak kepolisian)

Sabtu 16 Agustus 2008PERSIB 2-0 Persitara (bisa main di Siliwangi tapi tanpa penonton. Alhamdulillah bisa menang. Nuhun Bastos, tos ngagolkeun dua!!)

Selasa (9/9): Sriwijaya FC 4-2 Persib (gol keempat Sriwijaya kontroversial karena berbau offside.. tapi lebih baik kita menerima kekalahan, daripada terus menyalahkan wasit.. da mun teu disahkeun anggeur we eleh 2-3)

Sabtu (13/9): PSMS 1-1 Persib (beuh ngan seri. padahal mainnya di tempat netral. what's wrong with persib??)

Senin (22/9): Persib 3-1 PSIS (sudah bisa ditonton bobotoh di jalak harupat.. menang euy.. hanjakal teu disiarkan di antv)

Sabtu (27/9): Persib 1-0 Pelita Jaya (ga percuma nonton jauh-jauh ke soreang.. menang deui euy.. tinggal beda 6 poin jeung persija.. masih bisa dikejar)

Senin (6/10): PKT1-2 Persib (Persib menang, persija eleh.. huray..!)

Kamis (9/10): Persiba 0-0 Persib (target 4 poin di Kalimantan tercapai.. Persija dibantai 6-0 ama persipura.. wkwkww..)

Rabu (22/10): Deltras 0-2 Persib (tanpa disiarkan di antv, persib kembali menang)
Minggu (26/10): PSM vs Persib (ditunda)

Kamis (30/10): Persib 0-0 Persijap (lemah dalam penyelesaian akhir)

Minggu (2/11): Persib 2-1 Arema (golnya kern ey hilton ma nyeck nyobe.. dsiarin di antv tpi tanpa penonton di siliwangi nya)
Sabtu (8/11): Persib 2-0 Persita (saya nonton ka stadion Jalak Harupat euy.. menang uy... hehe.)
Sabtu (15/11): PSM 1-1 Persib (wah lebar euy.. hampir menang padahal mah.. tapi teu nanaon lah nu penting teu eleh)


------------ -
Putaran Kedua (ah lieur BLI mah ngubah-ngubah jadwal wae!!!)
------------ -
Senin, 9 Februari 2009 Persib 1 -1 Persipura (gonzales cetak gol di debutnya)
Sabtu, 14 Februari 2009 Persib 0-0 PSM (2 pertandingan seri bukan hasil yang bagus)
Rabu, 18 Februari 2009 Persib 2 -1 Persiba (akhirnya menang juga)
Minggu, 22 Februari 2009 Persib 2-1 PKT

Senin, 16 Maret 2009 Pelita Jaya - Persib
Sabtu, 21 Maret 2009 PSIS - Persib
Rabu, 1 April 2009 Persib - PSMS
Sabtu, 18 April 2009 Persijap - Persib
Minggu, 26 April 2009 Persita - Persib
Minggu, 3 Mei 2009 Persitara - Persib
(ditunda karena kampanye legislatif)

Jadwal Persib Sentralisasi
17 April Persib vs Sriwijaya FC
20 April Persita vs Persib
25 April Persitara vs Persib
28 April PSIS vs Persib
1 Mei Persib vs PSMS
5 Mei Pelita Jaya vs Persib

Sabtu, 9 Mei 2009 Arema - Persib
Sabtu, 16 Mei 2009 Persik - Persib
Rabu, 20 Mei 2009 Persib - Persiwa
Sabtu, 30 Mei 2009 Persib - Deltras
Minggu, 7 Juni 2009 Persela - PERSIB
Sabtu, 13 Juni 2009 Persija - PERSIB


COPA DJI SAM SOE

Babak 48 besar
Sabtu (13/12) PERSIB 2-1 PSDS
Kamis (18/12) PSDS 1-2 PERSIB (mantap euy.. bisa memutus mitos tak pernah menang di Deli Serdang.. lolos ke 24 besar agregat 4-2)

Babak 24 Besar
Rabu (14/1) Persib 2-0 Persires
Sabtu (18/1) Persires 0-1 Persib

(Persib lolos , agregat 3-0)

Babak 16 besar
(26/2) Sriwijaya
3-1 Persib
(12/4) Persib Sriwijaya


HIDUP PERSIB!!
persib pride off

Luar Biasa, Turki!!

Saat kita didera berbagai cobaan, diapit oleh segala keterbatasan kita tetap harus semangat. Kita harus tetap yakin bahwa Allah itu ada, dan akan membantu Hamba-Nya yang berusaha dengan keras. Keterbatasan tak boleh dijadikan alasan untuk gagal meraih prestasi. Semangat yang kuat dalam kondisi yang serba terbatas justru bisa membuat kekuatan ekstra yang dapat menyulitkan siapa pun.

Mungkin kita bisa mencontoh para pemain timnas Turki di Euro 2008. Tampil sebagai tim non-unggulan skuad asuhan Fatih Terim tersebut sanggup mengejutkan banyak pihak. Memang pada partai pertama, Turki harus menyerah di tangan Portugal 2-0. Suatu kondisi yang tidak menguntungkan, apalagi Turki masih harus berhadapan dengan tuan rumah Swiss dan negara kuat lain, Republik Ceko.

Hebatnya, Turki sanggup menaklukkan Swiss dengan skor 2-1. Suatu prestasi yang fenomenal. Karena sebelumnya Turki tertinggal lebih dulu. Namun mereka tak kenal menyerah dan sanggup membalikkan keadaan menjadi 2-1. Pertandingan selanjutnya melawan Republik Ceko lebih berat lagi. Sampai menit 70 mereka tertinggal 2-0. Rasanya sulit membalikkan keadaan, apalagi Ceko memiliki kiper yang sangat tangguh, Petr Cech. Namun menyerahkah Turki? Tidak, justru mereka semakin terpacu untuk menyerang. Semangat mereka tak pernah kendur. Skor akhir 3-2 adalah suatu yang sangat pantas bagi mereka.

Secara di luar dugaan Turki sanggup menjadi runner up, menyingkirkan Republik Ceko dan tuan rumah Swiss. Di perempatfinal, kembali suasana kurang menguntungkan dialami Turki. Menghadapi Kroasia Turki harus kehilangan kiper utama Volkan Demirel. Namun keterbatasan itu tak mengendorkan semangat Turki. Lewat pertandingan yang sangat dramatis, Turki dapat lolos ke semifinal lewat adu penalti.

Di semifinal, Turki benar-benar mendapat ujian maha berat. Turki hanya memiliki stok pemain 15 orang! Mereka kehilangan pemain kuci seperti Nihat yang cedera, Tuncay Sanli dan Arda Turan yang terkena akumulasi kartu. Dengan skuad utama saja, kualitas pemain Turki masih di bawah Jerman, bagaimana dengan skuad “seadanya”?

Namun kondisi serba terbatas tersebut tidak membuat Turki patah semangat. Merak tetap bermain menyerang dan membuat pertahanan Jerman kewalahan. Jens Lehmann dipaksa jatuh bangun oleh “pemain lapis 2” Turki. Bahkan Turki sanggup unggul lebih dulu. Situasi yang tidak pernah terjadi di pertandingan Turki sebelumnya. Akhirnya Jerman mampu menyamakan kedudukan lewat serangan balik.

Dan... babak kedua .... ... .. ada gangguan euy.. Waduh mengecewakan sekali. Saat saya sedang menonton malah ada gangguan teknis. Ya ampyyuuunnn.. Padahal lagi seru-serunya. Yang jelas Jerman sempat unggul, dan menit ke-86 Turki menyamakan kedudukan lewat Semih Senturk. Wow, spirit yang luar biasa dari pemain Turki...

Tapi kali ini takdir berbicara lain. Turki harus mengakui keunggulan Jerman. Gol Philip Lahm di penghujung laga membuat Jerman unggul 3-2. Jika biasanya Turki yang berhasil come back, sekarang Jerman yang melakukannya. Biasanya Turki tertinggal lebih dulu, sekarang sebaliknya. Turki unggul lebih dulu dan bisa dikejar...

Yah seandainya saja Turki bisa tampil dengan skuad lengkap, full team mungkin ceritanya bisa lain. Karena dengan skuad seadanya saja mereka sanggup merepotkan Jerman yang tampil full team. Yah tetap deh empat jempol untuk Turki, delapan jempol deh ama jempol kucingku.. hehehe.. Yah permainan Turki yang luar bisa dengan segala keterbatasan, permainannya yang pantang menyerah memang sangat luar biasa. Mereka telah memberikan inspirasi pada kita bahwa keterbatasan tak bisa dijadikan alasan untuk meraih prestasi maksimal. GO TURKEY!! RAIH PRESTASI DI PIALA DUNIA 2010!!!



Gol Uğur Boral tak cukup untuk membawa Turki ke final

Senin, 23 Juni 2008

Para Akhwat Suporter Turki

Turki membutuhkan keajaiban keempat saat harus menghadapi Jerman di semifinal. Bayangkan, Turki hanya memiliki stok pemain 15 orang!
Tapi tak ada yang tak mungkin dalam sepakbola. Keajaiban pertama datang pada saat Turki menghadapi tuan rumah Swiss. Turki sanggup memenangkan pertandingan setlah sebelumnya tertinggal 1-0. Keajaiban kedua saat menghadapi Rep. Ceko. Sampai menit ke-70 Turki masih tertinggal 2-0, namun ternyata Turki dapat berbalok unggul 3-2. Keajaiban ketiga saat menghadapi Kroasia. Tertinggal 1-0 saat penghujung laga, Turki sanggup menyamakan kedudukan dan menang lewat adu penalti.
Apakah akan terjadi lagi keajaiban untuk Turki???

Yang jelas dukungan masyarakat Turki sungguh luar biasa, termasuk dari akhwat-akhwat berjilbab ini (gambar dari www.detik.com)





Mereka tak pernah lelah mendukung Turki. Dan tak seperti kebanyakan suporter wanita Eropa kebanyakan yang mengumbar aurat, mereka semua berjilbab. Duh manisnya. Hehehe

HIDUP TURKI!!! AYO KAMU PASTI BISA!!!!


gol Nihat Kahveci saat Turki vs Rep.Ceko

Turnamen HUT Persebaya
Persib Bandung gagal menjadi juara dalam tunamen Persebaya setelah ditahan imbang tuan rumah 1-1. Padahal Persib bermain cukup ngotot dan terus merepotkan pertahanan tuan rumah. Sayangnya kedudukan tetap bertahan 1-1 hingga ujung laga. Persib menempati urutan ketiga di bawan Persebaya Surabaya dan Persiwa Wamena. Yah tak apa-apa. Ini hanya laga uji coba. Mudah-mudahan persib dapat meraih hasil maksimal di Liga Super. Aaamiin...

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...