Tampilkan postingan dengan label sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2010

Alfred Riedl: Raja Midas Asia Tenggara


Alfred Riedl, sosok yang kini menjadi pelatih timnas Indonesia itu dulu sempat dikenal sebagai striker andal kala menjadi pemain. Riedl mengawali karirnya di klub Austria Vienna pada 1967. Dalam 98 penampilannya bersama Vienna dia sukses mencetak 58 gol, dan turut membantu klub itu meraih gelar Bundesliga pada 1969 dan 1970 serta Piala Austria pada 1971. Setahun berselang, gelar top skor disandangnya.

Ketajamannya berlanjut kala memperkuat klub Belgia, Sint Truiden dan Royal Antwerp. Dia sukses menyabet gelar top skor Jupiler League pada 1973 dan 1975. Bahkan pada 1975 dia berada di urutan ketiga pencetak gol terbanyak di Eropa dengan 28 golnya. Dia mengakhiri karir profesionalnya dengan torehan 210 gol dari 427 penampilan di klub.

Pensiun dari pemain, mantan pemain timnas Austria itu mencoba peruntungannya sebagai pelatih. Memulai karier kepelatihannya saat menjadi asisten di timnas Austria, dia tergolong sukses kala menukangi Vietnam. Tangan dinginnya mampu membawa Vietnam lolos ke partai puncak Piala Tiger (kini Piala AFF) pada 1998 meski akhirnya harus takluk 0-1 dari Singapura.

Kegemilangannya berlanjut pada Piala Asia 2007. Dia sukses mengantarkan Vietnam ke perempat final setelah di babak penyisihan mengalahkan tim kuat Uni Emirat Arab 2-0. Ini adalah kali pertama Vietnam sanggup lolos ke babak kedua.

Selanjutnya dia mencoba peruntungannya di timnas Laos dan kembali menuai prestasi di ajang SEA Games bersama timnas U-23. Laos yang sebelumnya selalu dianggap sebagai negara penghibur di Asia Tenggara ini berhasil dibawanya hingga menembus babak semi final untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Tercatat, 12 tahun sudah Riedl malang-melintang di persepakbolaan kawasan Asia Tenggara. Dengan pengalamannya tersebut diharapkan Riedl tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan mampu mengangkat prestasi Indonesia, setidaknya di kawasan ASEAN. (Luzman)


Data Alfred Riedl
Nama Lengkap: Alfred Riedl
Tempat/tanggal lahir: Vienna (Austria), 2 November 1949
Tinggi: 184 cm
Posisi sebagai pemain: Striker

Karir pemain Klub
1967-1972 Austria Vienna
1972-1974 Sint-Truiden
1974-1976 FC Antwerp
1976-1980 Standard Liège
1980 FC Metz
1981-1982 Grazer AK
1982-1984 Wiener Sportclub
1984-1985 VfB Mödling

Timnas
1975-1978 Austria

Karir pelatih
1990-1991 Austria
1993-1994 Olympique Khouribga
1994-1995 Al-Zamalek
1997-1998 Liechtenstein
1998-2001 Vietnam
2001-2003 Al Salmiya
2003-2004 Vietnam
2004-2005 Palestina
2005-2007 Vietnam
2008-2009 Xi Măng Hải Phòng FC
2009-2010 Laos
2010– Indonesia

dimuat di Rubrik Indo Soccer, Tabloid Soccer Edisi 37/X, 13 Maret 2010

Jumat, 13 November 2009

Harapan di Tempat Cuci Motor

aku berada di tempat cuci motor. motorku biru, kaze-r sama seperti warna langit. sama seperti warna persib, samudera yg luas, warna inter. begitu jernih. begitu luar biasa.

aku suka biru. warnanya begitu menyegarkan. bumi pun dijuluki planet biru. karena apa? biru begitu luar biasa. sumber inspirasiku dlm mengarungi kehidupan.

kutengok kehidupanku sebelum ke tempat cuci motor. aku melihat indonesia membantai cinese taipei. 6-0. kemenangan yg besar. tanpa warna biru. tapi warna merah.

biru dan merah bersatu di tempat cuci motor.
sebentar lg aku akan membeli tabloid soccer.
di tabloid soccer masa depanku akan tergambar jelas.
aku akan magang di jakarta, di kotanya the jak.
di sana.
di bulan januari.
aku hanya berencana.
selanjutnya Allah yg menentukan..
ros




star:ngacir:love

Ada blog bagus ttg sepak bola juga. Penulisnya sering dimuat di Soccer juga sama sepertiku..
http://thariemilanisti.blogspot.com/

::

Sabtu, 03 Oktober 2009

Aku Cinta Persib Karena Allah

“Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar doa” (QS. 3:38)

Banyak hikmah yang aku dapatkan dari kejadian sakitku kemaren. Salah satunya adalah mengenai dahsyatnya doa. Alhamdulillah kini aku sudah menjadi diriku seutuhnya. Yang aku dengar kasus yang menimpa orang lain membutuhkan waktu lama. Ada yang 2 tahun, 1 tahun, 3 bulan. Alhamdulillah berkat pertolongan ALLAH aku hanya sembuh dalam 5 hari.

Dalam setengah sadar aku sempat berdoa, “Ya ALLAH, tunjukanlah kepada Hamba teman-temanku yang terbaik menurut-MU ya Allah, yang mengerti Hamba, yang tidak pernah berprasangka buruk kepada Hamba.”

Saat itu juga tiba-tiba aku keluar, mengambil handphone. Memencet SMS, mengirim SMS kepada 15 orang teman dan semuanya dibalas!!!! Bahkan ada seorang yang yang nelepon, padahal saat itu pukul 11 malam. Aku pun tau ia sedang sibuk menyusun skripsi. Tapi ia tetap memperhatikanku. Subhanallah..

Dan yang aku rasa salut adalah doa dari VIKING UNPAD, organisasi yang dianggap sebagian orang fanatik dan sering berbuat onar.

“anggota keluarga kita Luzman Rifqi Karami dikabarkan sedang dalam kondisi tidak bagus.
Mohon dukungan dan do'a yang tulus agar saudara kita ini bisa kembali seperti sebelumnya. Semoga anda berkenan untuk membacakan al-fatihah utk kesehatan beliau sekarang,


Terima kasih.. Jabat erat.

Luzman, we are always with you.”
Luar biasa kekeluargaan yang dilakukan oleh Viking Unpad. Begitu salah satu anggotanya sakit, mereka langsung mendoakan..

Yang mengganjal dalam pikiranku adalah, “Mengapa Persib tidak pernah juara, padahal dukungan begitu luar biasa, pemain oke dan dana melimpah?” Mungkin ini bisa menjadi renungan bagi kita semua. Mungkin saja karena banyak bobotoh yang mengaku Islam namun tidak memiliki iman: sering mabuk, tidak pernah ke masjid, tidak pernah shalat, amarah, fanatisme berlebihan, dll.

Mengapa bobotoh marah saat Persib kalah? Padahal kalah menang biasa, semua ALLAH yang mengatur. Bagi saya tak masalah Persib degradasi sekali pun. Yang jelas dari Persib kita bisa mendapatkan banyak teman, saling bersilaturahmi dan mendoakan dalam kebaikan.

Satu hal yang mengganjal adalah saat solat maghrib. Secara logika tak mungkin menampung puluhan ribu bobotoh dalam masjid sangat kecil dan dan kotor tanpa air wudhu. Seharusnya ini menjadi perhatian pengurus stadion. Bagaimana bisa juara kalo masjidnya seperti itu? Padahal stadion standar FIFA, tapi masjid? Lebih buruk dari WC sekalipun???? Astagfirulahalazim… Ini teguran dari ALLAH!!

Yang jadi pertanyaan, di mana kita harus shalat maghrib. Insya Allah di saat kondisi tidak memungkinkan seperti itu ALLAH memberikan kemudahan. Kita bisa menjama shalat magrib dan shalat isya. Sambil meluruskan niat kita, “nonton persib karena ALLAH, untuk menjalin silaturahmi, tak marah saat persib kalah karena kalah menang hal yang biasa”

Satu lagi yang agak mengganjal dari bobotoh adalah fanatisme yang terlalu berlebihan. Semua yang berbau Persib dibeli. Sedangkan untuk AL-QURAN??? SHALAT???? Bagaimana doa kita mau dikabulkan jika keadaannya seperti itu. “Rela mati demi Persib” itu kata-kata sirik. Rela mati itu demi ALLAH bukan demi Persib, surga di telapak kaki ibu bukan di telapak kaki persib.

Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain ALLAH tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri (QS 7:197)
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg kamu dustakan? (diulang 31 x dalam surat Ar-Rahman)

wallahu alam bishawab

btw makasih buat anak anak BKI yang sudah menjengukku ke rumah. Semoga ALLAH membalas perbuatan baik kalian. Moga bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. kasih sayang ibu benar2 luar biasa. doa ibu benar2 mustajab. hormatilah ibumu, ibumu, ibumu, lalu bapakmu. Makhluk itu sudah disembelih ibuku, Dia telah mati. Insya Allah.

Rabu, 10 Juni 2009

Persib Seharusnya Runner-Up

Ada yang mirip antara Serie-A dan ISL musim ini. Sang juara sudah dipastikan saat musim menyisakan tga pertandingan. Di Serie-A Inter memastikan gelar tiga pekan sebelum liga berakhir. Begitu pula Persipura di ISL. Persaingan tinggal memperebutkan posisi runner up. Di Serie-A ada Milan dan Juventus. Sedangkan di ISL ada Persib dan Persiwa.

Menariknya, saat menyisakan satu pertandingan lagi poin kedua tim sama. Di Serie-A sebelum pekan ke 38, Milan dan Juventus sama-sama mengoleksi poin 71. Di ISL Persib dan Persiwa sama-sama mengoleksi 63 poin.

Saat pekan terakhir di ISL dan Serie-A keempat tim itu meraih kemenangan. Di ISL Persiwa akhirnya meraih posisi runner up. Hal itu didapat setelah Persiwa mengalahkan PSMS dengan skor telak 5-0. Sedangkan Persib walau sukses mengalahkan musuh bebuyutannya Persija Jakarta dengan skor 2-1 harus puas di posisi ketiga karena kalah selisih gol. (Persiwa 57-32=25, Persiwa 63-40=23).





Mari kita tengok ke Serie-A. Juventus 69-37=32, Milan 70-35=35. Selisih gol Milan lebih baik dibandingkan Juventus. Lalu mengapa Juventus bisa runner up? Itu karena semua kompetisi di Eropa termasuk Liga Champios, Liga Italia, Spanyol, Inggris, dan juga Piala Eropa menggunakan sistem head to head bukan selisih gol. Di pertemuan pertama Juventus mengalahkan Milan dengan skor 4-2, sedangkan di pertemuan kedua, kedua tim bermain imbang 1-1. Hal itu membuat Juventus berhak menduduki posisi kedua walaupun secara selisih gol kalah oleh Milan.

Menurut saya sistem ini lebih adil dan bisa menghindari tim yang dicurigai mengalah karenna sudah tak memiliki kepentingan.
Jika sistem ini diterapkan Persib berhak menduduki posisi kedua. Di pertemuan pertama Persib dikalahkan Persiwa dengan skor 3-1. Sedangkan di pertemuan kedua Persib menang 2-0. Agregat sama kuat 3-3, namun Persib unggul gol away karena mencetak gol di Wamena.
Jika peraturan head to head yang digunakan Persib berhak menduduki posisi runnner up.

Selain dilihat dari situ pun saya rasa Persib lebih siap menjadi wakil Indonesia di LCA dibanndingkan Persiwa. Hal ini karena Persiwa hanyalah tim jagi kandang. Kemenangan yang mereka peroeh karena memanfaatkan tingginya Stadion Pendidikan Wamena. Berbeda dengan Persib yang rekor tandangnya pun lumayn baik. Saya rasa seharusnya Indonesia mengikuti aturan head to head karena selisih gol sudah tidak zaman lagi.

Walau bgaimanapun kemenangan atas Persija selalu terasa spesial bgi bobotoh. Terlebih Cristian Gonzales pun sanggup menjadi top skor untuk empat kali secara beruntun walau kali ini harus berbagi dengan Boaz Salossa. Selamat untuk Persipura dan Persiwa yang akan mewakili Indonesia di Liga Champion Asia. Moga tahun depan Persib bisa juara. Hidup Persib!!

tambahan: Ada kabar pula yang mengatakan musim ini Indonesia hanya diwkili satu wakil di LCA. Berbeda dengan musim lalu, satu wakil LCA dan satu lagi play off LCA. Satu tim lagi akan mewakili tim di AFC Cup yakni juara Copa. Persiwa dapat menjadi wakil di AFC Cup jika Persipura meraih double winner.
http://go-persib.com/2009/06/09/hanya-juara-lsi-dan-copa-yang-ke-asia/

Tapi goal.com menyebutkan Persiwa lolos ke babak play off LCA
http://www.goal.com/id-ID/news/1391/superliga-indonesia/2009/06/10/1316778/cukur-psms-persiwa-ke-play-off-lca

MANA YANG BENAR??
tampaknya kabar pertama yang benar. Tabloid SOCCER juga menyebutkan begitu. Satu wakil untuk LCA sudah dipastikan milik Persipura. Jatah AFC Cup untuk juara Copa atau Perswaa jika Pesipura double winners.

Senin, 27 April 2009

BLI oh BLI

Saat Liga Super Indonesia digulirkan tanggal tanggal 13 Juli 2008, pecinta sepakbola Indonesia berharap kompetisi di Indonesia berjalan lebih baik, teratur, kompetitif, professional, dan lebih berkualitas dibandingkan kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepakbolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (38 tim).

Harapan yang tinggal harapan. Sepak bola Indonesia yang lebih baik? Jauh panggang dari api. Yang terjadi adalah liga yang benar-benar super, super aneh maksudnya. Jadwal yang amburadul, dan juga penegakan hukum yang tidak tegas membuat persepakbolaan kita berada di titik nadir.

Berkali kali jadwal mengalami pengunduran. Pertama saat ada pelatnas jelang Pra Piala Asia kemudian saat berlangsungnya pemilu. Jadwal pun menjadi amburadul dan tidak tertaur. Hal ini tentunya tak sehat untuk kompetisi. Di saat tim lain tak boleh bertanding karena pemilu, masih ada tim yang boleh bertanding. Jumlah pertandingan pun menjadi terpaut jauh. Ada tim yang sudah bertanding 26 kali, namun ada yang baru 21 pertandingan. Hanya di Indonesia rasanya ada hal seperti ini.



Untuk mengatasi keanehan itu BLI membuat kebijakan yang tak kalah aneh, sentralisasi. Pertandingan dipadatkan dan dipusatkan di satu tempat agar kompetisi bisa berjalan sesuai dengan rencana. Nyatanya tak sampai seminggu sebelum berjalan tiba-tiba saja sentralisasi dibatalkan. Jadwal tetap dengan sistem home dan away.

Saat sentralisasi dibatalkan BLI membuat kebijakan tim tuan rumah harus mempersiapkan tempat. Jika tidak diizinkan bertanding di tempatnya maka harus mencari tempat lain. Jika H-5 sebelum pertandingan masih belum mendapatkan tempat, maka tim tuan rumah dinyatakan kalah WO. Apakah peraturan tersebut benar-benar diterapkan? Bukan BLI namanya jika tak membuat kebijakan aneh. Persija yang seharusnya mendapatkan hukuman WO karena tak mendapatkan tempat bertanding saat melawan PSMS dan PSIS justru tidak di-WO. Pertandingan justru ditunda. Begitu pun dengan Persitara. Seharusnya Persitara dihukum WO karena tak bisa menyelenggarakan pertandingan melawan Persib sesuai jadwal tanggal 25 April.

Kebijakan mengundurkan jadwal rasanya masih tetap dipertahankan BLI. Pertandingan Persib melawan PSMS tanggal 1 Mei pun terancam ditunda karena bertepatan dengan hari buruh! Benar-benar kacau! Kapan selesainya kompetisi ini? Rasanya tidak akan selesai sesuai dengan jadwal.

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah REVOLUSI BLI DAN PSSI! Ada banyak kepentingan yang bermain di sana. Ada grup di FB yang berjudul 100.000 orang MENGINGINKAN REVOLUSI PSSI! Saat ini baru terkumpul 2000an anggota. Mari bergabung untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik. Ada tujuh tuntutan yang menurut saya sangat bagus:

1. Pergantian ketua umum dang penggurus PSSI yang bersih dari kepentingan bisnis dan
politik.
2. peningkatan kinerja wasit baik kualitas mupun moral
3. format sistem kompetisi yang terprogram dan konsisten
4. standarisasi pemain asing baik kualitas teknik maupun mental
5. peningkatan profesionalisme panpel
6. pembinaan suporter yang damai kreatif atraktif dia atas landasan sportifitas
7. sistem pembinaan klub yang terencana dan konsisten

Yup agar sepakbola kita bisa maju dan bisa berprestasi di kancah internasional, kompetisi harus dibenahi terlebih dahulu. Salah satunya adalah memperbaiki kinerja dan profesionalisme BLI dan PSSI. Maju terus sepakbola Indonesia!!

Senin, 13 April 2009

Kerinduan Berujung Kecewa

Sudah lama bobotoh tidak menyaksikan langsung pertandingan tim pujaannya di stadion. Terakhir kali pertandingan Persib di Jalak Harupat adalah saat menjamu PKT Bontang tanggal 22 Februari 2009. Berarti sudah hampir dua bulan tanpa melihat langsung Persib di stadion. Hal itu membuat Stadion Si Jalak Harupat begitu penuh saat Persib menjamu Sriwijaya dalam second leg Copa Indonesia, 12 April 2009.

Saya sendiri, terakhir menyaksikan Persib saat menjamu Persita (8/10). Hal itu membuat saya tergerak untuk pergi ke stadion. Kangen dengan atmosfir stadion, kangen dengan suara riuh rendah bobotoh. Kini saya nonton bersama rombongan Bandung Nerazzurra dan Viking Cyber. Langsung bertemu di stadion. Inilah pertama kalinya saya ke stadion sendiri. Sampai sedikit nyasar. Hehe.. Agak pusing juga sih rutenya, jauh banget dari rumah saya.

Pukul 15.00 saya sampai di stadion si Jalak Harupat. Sudah cukup banyak bobotoh di stadion. Saya dan kawan-kawan langsung masuk ke stadion pukul 15.30, menyaksikan pertandingan Divisi Utama antara Persikab Kabupaten Bandung melawan Persisam Samarinda.

Tim tamu akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Kubu tuan rumah sebenarnya mendapat hadiah penalti namun gagal dieksekusi dengan baik. Hal yang luar biasa terjadi di akhir pertandinga. Patricio Jimenez, ex pemain Persib di Persisam, berjalan mengitari lapangan. Dan langsung disambut teriakan, “Jimenez, Jimenez, Jimenez” Hal yang membuktikan bobotoh masih mencintai pemain asal Paraguay tersebut.

Menjelang Persib bertanding, stadion semakin penuh dan semakin semarak. Langsung mulai pada nyanyi-nyanyi. Harapan yang begitu besar pada Persib, namun apa daya yang terjadi justru sebaliknya.

Saya pun cukup sibuk dengan fesbuk dan sms. Banyak yang nanya hasil cuy, maklum pertandingan ini hanya disiarkan tunda. Tak ada siaran langsung baik di tipi maupun radio. jadi asa sibuk kieu. Hehe

Sebenarnya Persib sanggup unggul terlebih dahulu di akhir babak pertama lewat free kick Eka Ramdani. Bobotoh semakin semangat. Ayo satu gol lagi!!! Teman-teman di FB saya pun semangat.

Namun sayang hal itu hanya euforia sesaat. Di babak kedua, Sriwijaya mampu mencetak gol. Hal membuat Persib harus mencetak tiga gol tambahan jika masih ingin bernafas di Copa. Kesempatan untuk mencetak gol sebenarna ada saat Persib mendapatkan penalti. Namun sayang Gonzales gagal mengeksekusi penalti. Unbelievable!!!

Situasi memanas. (Beneran panas, banyak yang nyalain api). Botol beterbangan. Bobotoh mulai merasa kecewa. Skor akhir 1-1. Persib tersingkir, malam yang kelabu. Kini harapan tinggal ada di Liga, walaupun cukup berat. Persib akan kembali menjamu Sriwijaya tanggal 17 April dalam laga sentralisasi di Lamongan (ternyata sentralisasi dibatalkan). Ayo Persib BALAS!! Jadwal lengkap Persib klik di sini.



Candid nih, ekspresi asli, bukan temen saya ini mah. Hehe





Situasi benar-benar memanas

Persib benar-benar gagal memanfaatkan kelelahan fisik dan mental pemain Sriwijaya pasca dibantai Gamba Osaka 8 April di Jepang. Padahal Persib begitu ngotot agar pertandingan tetap dilangsungkan tanggal 12 April, namun ternyata hasilnya yah.. Yah mau bagaimana lagi, benar-benar mengecewakan tapi harus diterima. Masih ada peluang di liga, walaupun berat. HIDUP PERSIB!! Eleh meunang tetep persib!!

Jadwal Persib selanjutnya
17 April Persib vs Sriwijaya FC
20 April Persita vs Persib
25 April Persitara vs Persib
28 April PSIS vs Persib
1 Mei Persib vs PSMS
5 Mei Pelita Jaya vs Persib

Liat juga
Foto-foto Persib-Sriwijaya
Gonzales gagal penalti
Riuh rendah bobotoh di stadion

Rabu, 08 April 2009

Terlalu Banyak Asing

Wah sudah lama nih tidak posting tentang Persib. Mungkin karena Liga Indonesia yang harus terhenti satu bulan karena kampanye dan pemilu legislatif. Yah cukup aneh memang. Seharusnya olahraga adalah hiburan dan tak ada sangkut pautnya dengan politik atau kegiatan pemilu. Mungkin hal ini hanya terjadi di Indonesia. Salut buat Indonesia.

Terakhir kali Persib bertanding ialah saat mengalami kekalahan dari Sriwijaya FC di leg pertama Copa tanggal 26 Februari lalu. Berarti sudah hampir dua bulan bobotoh tidak menyaksikan Persib. Dan nanti tanggal 12 April (moga tidak jadi diubah tanggal 14 April) Persib akan menghadapi Sriwijaya di seken leg. Moga menang 2-0. Aammiinn..

Berbicara tentang Persib, musim ini ada hal anomali di skuad Maung Bandung. Saat menjadi juara pertama dan terakhir kalinya tahun 1995, Persib menggunakan 100 persen pemain lokal. Kini kondisi tersebut berganti 180 derajat. Pada putaran kedua ini seluruh gol Persib berasal dari pemain asing! Lengkapnya inilah distribusi gol pemain Persib di Liga Indonesia (cetak biru pemain asing)

Rafael Alves Bastos -> 8 gol
Hilton Morreira -> 7 gol
Lorenzo Cabanas -> 6 gol
Christian Gonzales -> 3 gol
Zaenal Arief, Airlangga, Nova Arianto -> 2 gol
Eka Ramdani, Salim Alaydrus, Nyeck Nyobe, Fabio Lopes -> 1 gol

Dari data di atas sangat terlihat Persib begitu bergantung pada pemain asing. Bayangkan saja, 26 dari 34 gol yang tercipta berasal dari pemain asing! Hal itu berarti 76 persen. Suatu hal yang sangat ironis. Padahal Persib memiliki talenta lokal yang tak kalah berkualitas. Pemain-pemain seperti Atep, Hariono, Zaenal Arief, Waluyo, Edi Hafid, dan Airlangga kerap harus mengalah pada pemain asing. Bakat mereka terpendam di bangku cadangan.

Kedatangan Gonzales membuat Airlangga banyak duduk di bangku cadangan

Bagaimana dengan perolehan gol di ajang Copa? Lihat data berikut ini
Hilton Morreira -> 3 gol
Airlangga Sucipto -> 2 gol
Rafael Bastos, Lorenzo Cabanas, Nyeck Nyobe -> 1 gol

Ternyata distribusi gol di Copa dan di Liga nyaris sama. Hampir semuanya dicetak pemain asing! Enam gol dari 8 gol (75 %) dicetak pemain asing. Jumlah yang fantastis.

Namun ada yang cukup menarik dari perolehan gol pemain di ajang Copa. Di situ terselip nama Airlangga Sucipto. Pemain yang diboyong dari Deltras itu sukses mencetak 2 gol. Bayangkan, hanya menjadi pemain cadangan saja bisa mencetak 2 gol bagaimana jika menjadi pemain inti?

Seharusnya jumlah pemain asing di Indonesia cukup tiga. Menurut saya lima orang terlalu banyak. Itu bisa menghambat bakat-bakat lokal. Sangat disayangkan pemain sekelas Atep sering duduk di bangku cadangan. Padahal dulu Persib sangat bernafsu mendapatkan Atep. Kini bakatnya disia-siakan.

Sebenarnya musim ini pun kita bisa membentuk skuad Persib yang tangguh dengan 100 persen pemain lokal:

Kiper: Tema Mursadat
Bek: Nova, Maman, Waluyo
Tengah: Siswanto, Atep, Eka, Hariono, Gilang
Depan: Zaenal Arief, Airlangga

Menurut saya cukup tangguh dan bisa dicoba. Hidup Persib!!

Oh iya ada award lagi dari Ghustie Samosir. Makasih banyak yah. Maaf ga bisa bagi ke yang lain. Pusing euy masa tiap hari harus bagi award, baru kemaren. Hehe.. (oh iya itu di pemain yg ada FB nya udah ada link-nya, add aja bwt yg koleksi FB pemain bola)



Rabu, 25 Maret 2009

Hujan Award!!!

Minggu-minggu ini benar-benar spesial. Cuaca memang sering berubah. Kadang panas terik banget, besoknya hujan besar. Dan blog saya pun kehujanan. Kehujanan award.. Hehe.. Bayangkan saudara-saudara. Bukan satu atau dua tapi 8 sekaligus! Wah 8.. nomornya Ibra dan Partai Kita Semua. Hehhe.. Keren dah 8.

Sebelum cerita tentang award, saya mau curhatan dulu dikit. Posting saya yang lama , yang bulan April 2008, tiba2 aja banyak yang masuk. Hmm.. pasti ini kerjaannya om gugel. Kalo postingan yg nggak kontroversial, kayak Skuad Muslim Best XI, gak masalah lah. Ini malah tulisan saya ttg pemilihan suporter terbaik 2007 yang sangat kontroversial. Panitia memilih suporter tersebut karena mampu memenuhi stadion GBK, sekalipun suporter tersebut pernah terlibat kerusuhan.

Yang terjadi adalah, posting saya tersebut langsung dipenuhi kata2 tidak senonoh. Kata2 yang hanya pantas dikeluarkan orang yang tidak berpendidikan. Padahal saya sama sekali tidak menjelek-jelekkan suporter yang "katanya" terbaik itu. Saya hanya mengungkapkan fakta dan keadaan yang sebenarnya. Tak tau menahu masalah buruk antara suporter itu dengan Viking. Mengapa mereka menjudge saya menjelekkan mereka karena saya bobotoh. Saya selalu netral. Buktinya saat bobotoh rusuh pun saya menulis posting Bobotoh Masih Belum Dewasa. Kasus ini pun sempat menjadi debat menarik di detik.com dan kaskus, dan hampir semuanya tidak setuju dengan terpilihnya sang suporter terbaik.

Akhirnya saya pun memutuskan menghapus posting tersebut. Selain tidak ingin blog saya dipenuhi kata-kata sampah seperti itu, saya merasa kasihan terhadap mereka. Secara tidak langsung, dengan menulis kata2 seperti itu, itu sudah membuka aib mereka sendiri.

Yah sudahlah lupakan saja. Sekarang saatnya AWARD..
AWARD pertama datang dari Faiz. Dia mah ngasi award ke saya wae. Udah dua kali. Thx yah.
bodor pisan awardnya


Award kedua, ketiga, dan keempat datang dari Mas'ud. Borongan gitu yah ngasih awardnya.





Award kelima, keenam, dan ketujuh dari Arton. Di blognya tidak ada gambar awardnya. Jadi saya melihat sang pemberi award sebelumnya, Gdpermana. Dan alangkah terkejutnya saya, awardnya ada 3 saudara-saudara!!




dan terakhir, sebagai pelengkap nomor 8, datang dari E-je.


Untungnya dari 8 award itu yang ada tugasnya cuman 2.
Yang pertama dari Mas'ud
Setiap blogger mesti menyatakan 10 fakta/hobi diri sendiri sebelum memilih penerima award seterusnya.. (korang bagi 5 fakta & 5 hobi pon boleyy!)

Okey deh, 5 pakta saya:
1. Seorang yang religius. (iyah gitu? entahlah di describe fb saya dari 37 pemilih, 20 di antarnya memilih saya religius. Moga benar. Aamiin..)
2. Anak pertama dari 3 bersaudara.
3. Kalo di search image google dengan mengetikkan, "Luzman" akan keluar tujuh foto saya di halaman pertama.Keren kan kayak artis.. Hoho.
4. Seorang bobotoh Interisti, cinta Persib dan Inter.
5. Tulisannya sudah dimuat 11 kali di Tabloid SOCCER

5hobi:
1. Menulis all about football
2. Ngeblog, fesbuk, chating
3. Belajar, (iyah gitu???) yang jelas IPK saya alhamdulillah 3.54 lah. hehe
4. Nonton Persib dan Inter
5. Baca koran, terutama yang ada berita Persib ama Internya. Baca novel juga seneng, apalagi Harry Potter atau bukunya Raditya dika ama buku2 andrea Hirata.

Udah ah, tugas satu lagi mah dari Faiz.
Simply use the first letter of your name/nickname as your answer for each questions.
You can’t use any answer twice and don’t use your own name for questions no 3 & 4.

The Questions:
1. What is your name? Luzman
2. A four letter word: Love
3. A boy’s name : Liman
4. A girl’s name : Laili
5. An occupation : Lawyer
6. A color : Like red, maybe
7. Something you wear : Levi's
8. A type of food : Lollipop (eh jadi tpe permen, bae lah)
9. Something found in the bathroom : Lather
10. A place : London
11. A reason for being late : Lost something
12. Something you shout: LOOK AT THIS!!
13. A movie title : Laskar Pelangi
14. Something you drink : Lemonade
15. A musical group : Linkin Park
16. A street name : Lombok Street
17. A type of car : Limousine
18. A song title: Love Me Do (Beattles)
19. A verb : Luxuriate

Selanjutnya, saatnya bagi-bagi award. Karena awardnya ada 8, dan nomornya PKS. Dan juga Liga Champions tinggal tersisa 8 tim, ya sudah saya bagikan pada 8 orang saja. Mereka adalah:
1. Elin
2. Ifa
3. Sepakbola24
4. Faiz
5. Delia
6. Udin
7. Firman
8. Bolasinema

Nah, karena awardnya ada 8. Kepada masing-masing peserta silakan memilih 4 dari 8 award itu. Mau semua?? Enak aja.. hehehe..
Nah tugasnya juga pilih satu dari 2. Adil kan..
ANDA yang PILIH anda yang MENENTUKAN!!
(Jiga Indonesian Idol wae)
selamat memilih, gunakan hak pilih dengan benar.. hoho

Selasa, 17 Maret 2009

Kematian di Lapangan Hijau

Kematian adalah hal yang begitu dekat dengan kita, namun kita tak tahu kapan akan terjadi. Di mana pun dan kapan pun kematian bisa terjadi, termasuk di lapangan hijau. Yup, ada beberapa pemain yang menghembuskan nafas terakhirnya karena insiden / saat bertanding di lapangan hijau.

Baru-baru ini ada kabar duka bagi persepakbolaan nasional. Jumadi Abdi, pemain PKT Bontang menghembuskan nafas terakhirnya karena insiden di lapangan hijau. Jumadi menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari Minggu, 15 Maret 2009, usai mendapat perawatan di Rumah Sakit PKT Bontang. Sebelumnya, pemain kelahiran Balikpapan itu meninggal dunia setelah dirawat sejak Sabtu (7/3) malam.

Jumadi Abdi

Dalam pertandingan melawan Persela pada hari Sabtu pekan lalu, Jumadi bertabrakan dengan pemain Persela, Denny Tarkas. Dalam benturan itu, kaki Denny mengenai bagian perut Jumadi sehingga pemain yang pernah juga pernah bermain untuk Pelita Jaya Jakarta itu tersungkur di lapangan. Meski sempat mendapat perawatan, nyawa Jumadi tidak bisa tertolong lagi. Ia meninggal keesokan paginya.

Ironisnya pemain kelahiran 14 Maret 1983 itu meninggal hanya sehari sehari setelah ulang tahunnya. Lebih ironisnya lagi ia sudah berencana akan menikah tanggal 5 April mendatang. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun. Ajal memang tak dapat diterka.

Mungkin di sepak bola nasional baru kali ini ada pemain yang meninggal di lapangan hijau. Di Eropa setidaknya ada tiga pemain yang meninggal di lapangan hijau. Mereka adalah Marc Vivien Foe, Miklos Feher and Antonio Puerta.

Voe merupakan pemain timnas Kamerun kelahiran tahun 1975.Ia bermain di Olympic Lyonnais dan West Ham United dan kemudian pindah ke Manchester City. Dia menjadi bagian dari timnas Kamerun di Piala Konfederasi tahun 2003. Setelah menghadapi Brasil dan Turki, Kamerun menghadapi Kolombia di semifinal. Saat pertandingan itu ia tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri pada menit ke-72. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah Hypertrophic Cardiomyopathy. (ga tau penyakit apa ini teh, saya mah ga ngerti.. hehe)

Voe tak sadarkan diri di lapangan


Kasus yang hampir sama menimpa Miklos Fehér.Pemain kelahiran Hungaria tahun 1979 ini meninggal saat membela klubnya Benfica menghadapi Vitoria Guimares. Kematiannya benar-benar tak terduga. Fehér, yang masuk sebagai pemain pengganti, menerima kartu kuning saat injury time dan maju beberapa langkah ke depan. Tiba-tiba saja ia terlihat kesakitan dan terjatuh. Pertolongan pun segera datang ke lapangan.

Ambulans datang ke lapangan dan membawanya ke rumah sakit. Saat tengah malam ia dipastikan meninggal. Nyawanya sudah tak tertolong lagi. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Dia baru berusia 24 tahun. Mungkin banyak orang tak lupa dengan senyuman terakhirnya, senyuman saat ia menerima kartu kuning sesaat sebelum ia terjatuh. Pertandingan dan senyum terakhir dalam hidupnya.

Miklos Feher meninggal di lapangan


Satu lagi pemain yang meninggal di lapangan hijau. Penggemar game FM pasti tahu, Antonio Puerta. Sama seperti di game FM di dunia nyata pun ia adalah pemain muda harapan Spanyol. Ia adalah pemain asli binaan Sevilla. Bakat besarnya telah membuat klub-klub besar tertarik. Real Madrid, Manchester United dan Arsenal mengincar Puerta. Pemain kelahiran 26 November 1984 meninggal saat membela klubnya Sevilla menghadapi Getafe di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan. Kematiannya disebabkan Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy (opo iki, singkatnya sih kesalahan organ kompleks, tanya ke anak kedokteran aja lah). Saat ia meninggal, pacarnya sedang mengandung anak pertamanya. Kematian yang sangat disesali penggemar tim Matador (dan penggemar game FM).

Antonio Puerta, tergeletak di lapangan

Semua pebola itu meninggal dalam usia yang relatif muda. Masih kepala dua semuanya. Hal ini mengingatkan kita bahwa kematian bisa datang kapan pun dan di mana pun. Tak peduli tua maupun muda. Kaya ataupun miskin. Sehat ataupun sakit. Tak ada yang menyangka sebelumnya ajal akan menjemput. Teman saya pun yang SMP ada yang sudah meninggal 2 orang, teman SMA satu orang. Hiks.. Pernah sekelas dengan saya semua. Benar-benar tak terduga dan masih sangat muda.

Hal harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Dengan memperbanyak amal kita dan senantiasa mengingat-Nya.

artikel terkait
http://bola.vivanews.com/news/read/40757-pemain_pkt_meninggal_dunia
http://www.pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=2035
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/03/15/203519/1099771/76/pemain-pkt-meninggal-usai-dirawat
http://palanthirofisengard.blogspot.com/2008/05/death-on-football-fields-angel-of.html

Jumat, 27 Februari 2009

Facebook Pemain Bola

Saat ini rasanya hampir semua orang punya facebook. Featured dalam facebook yang berbeda dgn friendster bisa membuat banyak orang ketagihan. Tua muda, laki perempuan semuanya punya. Memang banyak manfaat dari facebook, bisa ketemu ama temen2 lama, dll. Tapi ngomogn2 facebook saya kok jadi sepi yah sekarang? Pada ke mana nih, biasanya pada rame komen foto.. hehe

Pemain-pemain sepakbola dalam negeri pun tak mau ketinggalan menggunakan facebook. Saya punya banyak koleksi facebook para pemain bola nih. Salah satunya Nova Arianto. Bek persib ini sepertinyua pemain yang paling eksis di facebook. Ada yang bertanya, "Emang bener asli gitu?". Hmm.. saya yakin facebook-nya asli. Di statusnya selalu update kegiatan Nova. Lagi delay pesawat, sedih persib kalah, dll. Yang komennya juga bobotoh semua. ada juga komen dari pebola lain seperti Charis Yulianto. Ada juga istrinya, Brigitta Retno. Terus kalo komen di status dia pasti notificationnya jadi penuh. Soalnya emang banyak yang komen. Semakin yakin kalo dia bener-bener Nova.

Pernah dua kali dia bales komen di wall saya. Tapi banyak juga yang tidak dibalas. Yah wajar saja, terlalu banyak yg komen di dia. rasanya tak sempat untuk membalas semuanya. Ini ada foto dari fb Nova, waktu main di Palembang di bandaranya. Dia aplot dari hp. Biar tambah yakin kalo emang asli.



Pas persib kalah juga statusnya ganti.. huhu sedih kalah ama sriwijaya.. sekarang katanya dia lagi di jogja. Refreshing dulu, mulai tanding lagi kan 16 maret lwn pelita jaya.

Pemain bola lain yang ada di fb saya: Airlangga, Atep, Gilang Angga, Eka Ramdani, Siswanto.
Eh pemain Persib semua yah? Hehe.. mereka mah ga pernah membalas komen, cuman nge app aja. Soalnya emang komennya banyak banget sih. Maman belum app aja malah.
Oh iya ada juga Ponari eh Ponaryo. Cuman dia mah ada dua fb nya. Ada yang Ponaryo Astaman ama Astaman Ponaryo. Yang di app cuma yang Astaman Ponaryo aja euy.

Ada juga pemain Pelita Jaya, Jajang Mulyana ama Cristiano Lopes.
Jajang mah lagi di Brasil di Boavista. Dia mah baik euy, ngejawab terus pertanyaan saya. Ini dia percakapan saya dengan Jajang:

Luzman Rifqi Karami wrote
at 5:01pm on February 9th, 2009
makasih jajang.. udah di add..

wuih kita teh seumuran, tapi kamu mah udah sukses gitu euy..
bisa main di brasil
salut saya mah..

gimana kabarnya dibrasil..
suka ketemu kaka ama julio cesar ga?
heh

Jajang Mulyana wrote
at 8:00am on February 10th, 2009
iyah sma2,iyah nih jajang aja ga nyangka bsa ke brazil..
alhamdulilah baik,iyah dulu sempet ntn mereka maen..

Luzman Rifqi Karami wrote
at 8:33am on February 10th, 2009
okey,
sukses terus yah.

d brasil jajang teh main d klub apa? d tim juniornya atau senior?
yah moga aja ntar bs bw indonesia berprestasi. siapa tau bs iktan membela timnas d piala dunia 2022.
kalo ntar jd tuan rumah. hehe

Jajang Mulyana wrote
at 8:07pm on February 10th, 2009
mksh yah..
dsni ikt lthn sm tim senior'a..
iyah mdh2han aja indonesia bs iktan piala dunia,amien..

Luzman Rifqi Karami wrote
at 8:56pm on February 19th, 2009
Sy baca d koran tribun jabar ktanya jajang ama angki bkl main d j-league, liga jepang.
Wah selamat y. D klub mana nih? Gamba osaka bkn? Hehe

Jajang Mulyana wrote
at 5:31am on February 20th, 2009
ga tau ath..
iyah mngkin yah mdh2han aja ..

Luzman Rifqi Karami wrote
at 6:11pm on February 22nd, 2009
jang, km teh rumahnya d jatinangor y? atau kuliah d unpad?
sy kan kul d unpad. katanya tmen sy sering liat km latihan d jatinangor.

oh iya d boavista teh km ikt latihan aja atau ikt main d kompetisi resmi?

Jajang Mulyana wrote
at 8:35pm on February 22nd, 2009
iyah rmn saya d jatinangor..
dsni cmn lthn doang,engga ikt kompetisi..



lumayan nih bisa ngobrol ama pemain bola. Eh ada juga Jacksen Tiago, Hendra Ridwan, Achmad Jufrianto, ada timnas Indonesia juga. Terus walikota Bandung Pa Dada Rosada juga ada. Ada sekda Bandung, Bapak Edi Siswadi. Kedua orang penting di kota Bandung yang sangat mencintai Persib. Yana Bool, panglimana Viking ge aya. Tapi sombong ey ga pernah bales wall saya.. hehe..

Orang terkenal lain yang ada di facebook saya paling Raditya Dika ama Adriano Rudiman (Dio). Dua penulis komik Kambingjantan. Tapi ga pernah bales komen mereka mah.

Hmmm.. masih banyak sih pebola lain di facebook, tapi banyak yg belum di app. Kalo pemain luar negeri ada ga yah facebooknya?? Kayaknya ga mungkin sih, soalnya penggemarnya kan di seluruh dunia. Boro-boro bales komen, pasti nge app nya juga ripuh saking banyaknya (kalo ada fb-nya).. hehe.. tapi kasih tau saya yah kalo ada

Ada FB pemain bola yang lain??? atau orang terkenal lain? mau dong.. hehe



Kamis, 12 Februari 2009

Pekan-Pekan Menegangkan

Pekan-pekan ini memang benar-benar menegangkan bagiku, Persib, Inter, dan timnas Indonesia. Pertama, internet di rumahku belum bisa jalan (da emang ga ada kakinya). Eh, serius ga berfungsi, gara-gara modemnya bermasalah. Dan saat ke BEC ke empunya toko, ternyata garansinya sudah habis, hanya telat tiga hari. Huhuhu.. padahal mah tiba-tiba rusak tuh modem, ga jatuh. Jadinya diservis antara satu hingga dua minggu. Oh tidak, dua minggu harus bulak-balik ke warnet.

Trus saya udah harus mulai kuliah minggu ini. Dan jadwal kuliah semester ini benar-benar buruk. Kuliah dari senin sampai sabtu! Udah kayak anak sekolahan aja. Untung nilai semester kemaren lumayan bagus. Trus tadi saya baru saja kehilangan HP. Tadinya nyaris kehilangan dompet. Kan dompetnya jatuh, untung ada bapak yang nemuin. Saya nelepon ke dia, eh ternyata HP-ku jatuh tak lama setelah itu. Gara-gara kaget dan terkejut kali yah da yang nemuin. Pas diliat lagi HP-nya udah ada yang ngambil. Dompetnya sih selamat, tapi HP ilang. Pas ditelepon ke HP-ku itu udah ga diangkat lagi.Wah ilang semua nih data di phone booknya. huhu..

Lalu pekan ini merupakan pertandingan perdana Persib di putaran kedua Liga Super. Lawannya adalah sang juara paruh musim Persipura Jayapura. Hanya dalam sehari tiket ludes, diborong calo. Saya yang hendak memesan pun tidak kebagian. Akhirnya saya pun tidak jadi menonton ke stadion. Agak sedikit flu, teman-teman saya pun banyak yang tidak bisa.

Pertandingan Persib-Persipura benar-benar menegangkan. Beruntung Persib punya El-Loco. Di partai debutnya bersama Persib dia langsung mencetak gol yang menyelamatkan muka tuan rumah.


Inter = Persib
Nasib serupa harus dihadapi dua tim jagoan saya, Inter dan Persib. Kedua tim ini harus menghadapi sang juara bertahan. Setelah menghadapi partai derby dan melawan Bologna di Serie-A, Inter harus menghadapi sang juara bertahan Liga Champions, Manchester United. Benar-benar partai super big match. Kedua tim ini adalah pemuncak klasemen sementara di liga masing-masing. Dan yang tak kalah serunya adalah bertemunya kembali dua pelatih ternama, Ferguson dan Mourinho. Setelah itu di Serie-A Inter harus menghadapi Roma. Jadwal maut benar-benar harus dihadapi Inter.

Sedangkan Persib harus menghadapi juara bertahan Copa dan Liga Indonesia, Sriwijaya FC di babak 16 besar Copa. Ini berarti sudah tiga kali berturut-turut Persib menghadapi tim asal Sumatera di Copa. Namun kualitas lawan yang dihadapi kali ini jauh berbeda dengan dua lawan sebelumnya PSDS Deli Serdang dan Persires Rengat.

Duel sesama tim liga Super lainnya adalah antara Persija dan Persiba Balikpapan. Sisanya tim-tim Liga Super menghadapi tim Divisi Utama. Dua tim Jawa Barat lainnya mendapat lawan yang relatif seimbang. Pelita Jaya menghadapi Persibo Bojonegoro, sedangkan Persikabo menghadapi Persijap. Wah lumayan juga nih tim Jawa Barat masih ada tiga. Sisanya Persebaya vs Persitara, Persipura vs Persema, Persih Tembilahan vs Deltras, dan PSMS vs Persiba Bantul. Hmm.. diliat-liat kayaknya memang cuman Persib yang dapet lawan berat.

Kebetulan pertandingan antara Persib-Sriwijaya kemungkinan besar akan bersamaan dengan Inter-MU tanggal 24 Februari dan 11 Maret. Duel dua big match yang akan menguras perhatian, yang satu di Eropa satu lagi di Indonesia. Persib harus menghadapi Sriwijaya tiga kali berturut-turut, dua kali di Copa satu di Liga. Wah ga bosen tuh yah? Hehe

Beidewei, dua stadion yang akan digunakan dalam pertandingan Persib-Sriwijaya akan digunakan di Piala Dunia 2022. Yup, Stadion Jakabaring dan Si Jalak Harupat. Wuih canggih bener. Mana aja stadion yang bakal dipake? Let’s check!! (ada dua stadion di badnung euy)

nama stadionnya:
1. Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta (kapasitas 88.000)
2. Palaran Stadium, Samarinda (kapasitas 60.000)
3. Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang (kapasitas 55.000)

4. Si Jalak Harupat Stadium, Bandung (kapasitas 40.000)

5. Rumbai Stadium, Pekanbaru (kapasitas 70.000)
6. Gedebage Stadium, Bandung (kapasitas 70.000)
7. Gelora Bung Tomo Stadium, Surabaya (kapasitas 60.000)
8. Tenggarong Stadium (kapasitas 60.000)

keren-keren euy stadionnya.. hehe

baca lebih lengkap di http://syadera.wordpress.com/2009/01/29/indonesia-to-host-2018-world-cup/

join juga grupnya di facebook http://www.facebook.com/topic.php?uid=46965393159&topic=8670#/group.php?gid=46965393159
Selain kedelapan stadion itu, rencananya akan banyak stadion dibangun. Di antaranya di Bali, Tangerang, Bogor, Solo, Lampung dsb. Seandainya Indonesia gagal terpilih, setidaknya Indonesia akan memiliki stadion-stadion yang berkualitas.

Benar-benar pekan yang menegangkan. Dan semoga bisa dilalui dengan kesuksesan…
HP-ku semoga kembali.. huhu.. (masih ngarep aja)
Artikel yang berhubungan:
- Polemik Jadwal
- Inter = Persib
- Inter vs MU
- Derby della madoninna
- Rivalitas Inter-Roma



Minggu, 01 Februari 2009

Timnas Butuh Pemain Persib

Wah ga nyangka euy, posting terakhirku yang berjudul Pendapat Orang Denmark terhadap Timnas Indonesia mendapat respons yang sangat positif. Langsung menjadi posting favorit, ada 18 komentar! Hehe.. Ternyata masyarakat kita masih mengharapkan prestasi dari skuad Merah-Putih. Yah walaupun untuk ke arah sana rasanya masih jauh, masih banyak faktor yang harus dibenahi agar timnas kita benar-benar bisa berprestasi.

Melihat dua pertandingan timnas terakhir, faktor pemain Persib begitu menonjol dalam membawa timnas menahan Oman dan Australia 0-0. Saat pertandingan melawan Oman, pelatih Benny Dollo membuat kejutan. Maman Abdurrahman yang saat Piala AFF tidak dipanggil, kembali dipanggil dan langsung bermain penuh. Begitu pula dengan Hariono, ia langsung bermain sejak menit awal. Bahkan ia bermain dengan luar biasa. Sang komentator berkali-kali menyebut, “Hariono, luar biasa!” Wuih bangga rasanya ada pemain Persib yang langsung bermain gemilang di debutnya bersama timnas.

Nova Arianto baru diturunkan saat babak kedua menggantikan Firman Utina. Alhasil dalam pertandingan tersebut ada tiga pemain Persib yang diturunkan, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya. Hebatnya peran ketiganya begitu menonjol dalam pertandingan tersebut.

Saat melawan Australia lagi-lagi Maman dan Hariono bermain penuh. Mereka berdua bermain luar biasa. Maman dengan gigih membuat pemain-pemain Australia tak berkutik. Hariono pun bermain dengan determinasi tinggi, tak takut dengan pemain-pemain Australia yang berpostur lebih tinggi. Mereka berdua bermain cemerlang, selain Boaz dan juga Markus yang malam itu juga bermain gemilang. Bahkan Hariono bisa dikatakan man of the match melihat perannya yang begitu menonjol.

Melihat ke belakang, timnas sebenarnya memang membutuhkan pemain Persib. Di Piala Asia 2007 lalu misalnya, peran Eka Ramdani begitu menonjol di lini tengah tim Merah-Putih. Begitu Eka absen saat melawan Korea Selatan di pertandingan terakhir, tampak ada sesuatu yang
kurang di timnas.


Atep-Eka, akankan kembali dipanggil timnas?


Saat Piala Kemerdekaan, hanya Nova yang dipanggil timnas. Dan ia tidak diturunkan sedetik pun! Timnas memang bisa menjadi juara, namun jalan menuju partai puncak bisa dibilang tanpa melewati lawan yang seimbang. Di partai puncak pun hanya menang WO. Di Piala AFF lagi-lagi hanya Nova yang dipanggil timnas. Dan hanya beberapa kali diturunkan. Namun saya rasa perannya begitu menonjol saat pertandingan leg kedua Indonesia melawan Thailand. Ia membuat pergerakan yang membuat pemain Thailand mencetak gol bunuh diri. Sayangnya timnas harus kalah 2-1. Namun saya bisa bilang permainan dia cukup baik.

Saya rasa saat ini ada beberapa pemain Persib lain yang layak masuk timnas, di antaranya Eka Ramdani dan Gilang Angga. Eka sudah sering dipanggil timnas dan saya rasa ia punya potensi bermain gemilang di timnas seperti yang dilakukan Hariono. Namun Benny Dollo memang tak bisa disalahkan karena jarang memanggil pemain Persib. Di Persib kini pemain lokal banyak yang menjadi cadangan mengingat banyaknya pemain asing yang menjadi andalan. Kedatangan Christian Gonzales di satu sisi bisa menimbulkan euphoria karena ia adalah top skorer tiga kali berturut-turut. (langsung hatrick euy pas uji coba lawan Perkesit Cianjur).


Gonzales langsung hat-trick di debutnya bersama Persib

Namun di sisi lain kedatangannya bisa membuat Airlangga dan Zaenal Arief kian akrab duduk di bangku cadangan. Padahal mereka berdua dulu pernah dipanggil timnas, dan saya rasa sebenarnya mereka masih layak dipanggil timnas. Namun bagaimana mungkin seorang yang di klubnya hanya menjadi cadangan dipanggil timnas? Begitu pula yang dialami Atep. Di Persib dia sering duduk di bangku cadangan, sehingga memang mustahil ia dipanggil timnas.

Berjaya di Tahun 1960-an
Tahun 60-an bisa dibilang sebagai masa keemasannya pemain Persib di timnas. Saat itu jumlah mereka yang masuk timnas bisa dijadikan satu tim yang bervariasi, mulai kiper, tengah, sampai depan. Bahkan dari 18 pemain, 13 pemain berasal dari Persib. Bahkan timnas pernah memainkan 11 orang pemain Persib langsung.

Bukan cerita rekaan jika saat itu timnas Indonesia mampu mengungguli Jepang dengan skor 6-0, Korsel dengan skor 2-0. Hmm.. kalo sekarang kayaknya skornya bakal kebalik deh. Hehe.. Lalu saat uji coba di Bandung, hampir seluruh pemain Persib memperkuat timnas dan berhasil menundukkan timnas Prancis dan Spartak Rusia.

Setelah tahun 1960-an pemain Persib di timnas mengalami pasang surut. Era 80-an dan 90-an yang terbilang sukses di timnas hanya Robby Darwis dan Yusuf Bachtiar. Robby bahkan lebih dari sepuluh tahun sampai tahun 1997 malang melintang di tim Merah Putih, bahkan dipercaya sebagai kapten tim.

Kini, pemain Persib di timnas diwakili tiga orang: Maman, Nova dan Hariono. Eka pun tampaknya masih mempunyai peluang untuk dipanggil timnas melihat penampilannya yang cukup gemilang bersama Persib. Gilang Angga pun saya rasa berhak tampil di timnas. Pemain lain? Saya rasa harus berjuang mendapatkan posisi inti dulu di Persib sebelum bisa tampil di timnas. Jayalah timnas! Hidup Persib!

Pemain Persib angkatan 60-an yang memperkuat timnas
Kiper: Yus Etek
Belakang: Ilyas Hadede, Sunarto, Ishak Udin
Tengah: Sunaryono, Henky Timisela, Omo Suratmo, Fatah Hidayat
Depan: Emen, Komar/Wowo, Rukman/Jajang Haris


Minggu, 25 Januari 2009

Pendapat Orang Denmark tentang Timnas Indonesia

Melihat prestasi timnas Indonesia, saya selalu saja merasa prihatin. Betapa tidak negara ini begitu besar dan penduduknya sangat mencintai sepakbola. Begitu ada pertandingan sepakbola, stadion selalu penuh, dukungan tak henti selalu ada baik itu untuk klub atau timnas. Namun prestasi seolah tak mau mendekati pasukan Merah Putih.


Dukungan pada timnas tak pernah surut

Saat Piala Asia 2007, secercah harapan muncul. Walaupun gagal lolos penyisihan grup, timnas mampu tampil memukau. Bahrain mampu dikalahkan. Arab Saudi dan Korea Selatan dipaksa bekerja keras dan hanya sanggup menang tipis saat melawan timnas. Namun setelah itu harapan yang muncul kembali menguap seiring prestasi timnas yang makin menukik. Saat melawan Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2010 timnas 2 kali takluk. Di Jakarta takluk 4-1, dan di Suriah ketika hanya menurunkan tim U-23 timnas keok 7-0. Sungguh memalukan. Sempat menjadi juara Piala Kemerdekaan, namun saya rasa itu tidak membanggakan. Indonesia hanya menang WO dari Libya.

Saat berpartisipasi di turnamen Grand Royal Challenge di Myanmar, timnas gagal menjadi yang terbaik, kalah oleh tuan rumah di partai puncak. Ingin menjadi yang terbaik di Piala AFF, apa daya timnas dua kali takluk oleh Thailand di babak semifinal sehingga lagi-lagi gagal menjadi juara.

Dan waktu di fesbuk saya iseng aja ikut komen di wall, di grup FIFA World Cup. Saat orang lain serius membicarakan kira-kira siapa juara Piala Dunia, saya malah bilang Indonesia. Tak disangka, komen saya itu justru mendapat perhatian dari orang Denmark. Karena belum menjadi friends saya di facebook dia menulis di inbox (wah niat banget yah). Namanya Rico Kruse Carlsen. Dia bilang begini:

Hello Luzman. Why aren't Indonesia doing better in football? It is, however, a very large country, looking at number of inhabitans.


Biar gampang saya add aja dulu dia jadi friend. Terus komen di wall deh. Saya jawab, kompetisi di Indonesia kacau banget. Jadwal aja berubah-ubah. Liga hampir berlangsung setahun. Mental pemain ga akan bagus kalo kompetisi kayak gitu. Gini lengkapnya loh..

I also a little confused with the achievements of the national team Indonesian. Indonesia is the country with many great people. Residents are very love football. Maybe because the competition has not been here regularly. Competition schedules are often changed. Competition so long and tiring. Indonesian League began on 13 July 2008 and ended 31 June 2009. Lasted almost a year. Perhaps it is the mental make Indonesia the players not good at to compete. what do u think? how about denmark? I think Denmark also have potential player too.

Saya nanyain Denmark juga. Basa-basi gitu deh. Biar sama-sama perhatian. Wah ternyata dijawab lagi euy. Jawabnya panjang gini. Dia tau juga kalo Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2010, kalah dua kali sama Suriah. Terus dia berharap Indonesia bisa menjadi macan Asia, Indonesia punya potensi untuk itu.

I think the point you come up with about the long Indonesian season sounds as a very probable reason why the national team's achievements aren't better, as they are. Unfortunately, you did not even reach the asian group matches in the world cup qualification this time (2nd round defeat to Syria).
A regular tournement, "same procedure several years in a row", is absolute a good way to improve the standard, because the players and clubs can put their concentration on the football field instead of not knowing if the will be a tournement at all next year.

Regarding Denmark, we have started out very well in our European qualification group for the World Cup 2010, but the is still a long way :-) We are leading our group, and especially an AWAY win (3-2) in Portugal has brought us in a good situation before the nine qualifying matches in 2009.
Denmark at the moment have no player playing regularly at the absolute top club level, and for the first time since 1980 we did not qualify for the European Championship 2008. But maybe we will be there in South Africa 2010. I hope so :-)

But a large country with so many millions of football-supporting people as Indonesia has the potential of becoming an Asian football power like Saudi Arabia, Korea, Japan or Iran. My best wishes for all football-supporting people in Indonesia :-)

Terus saya ceritain kalo timnas sedang berjuang di Kualifikasi Piala Asia 2011. Indonesia punya tradisi bagus di Piala Asia. Sejak 1996 selalu lolos. Lolos empat kali berturut-turut. Namun kini peluang lolos begitu berat sebab berada satu grup dengan Oman, Australia, dan Kuwait.

Secercah harapan kembali muncul saat timnas sanggup menahan tuan rumah Oman di Muscat 0-0. Padahal Oman baru saja menjadi juara Piala Teluk dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Irak, dan Qatar. Trio pemain Persib dimainkan, Maman, Nova, dan Hariono –ketiganya bermain cemerlang. Paling keren Hariono euy, baru debut langsung main keren. Saya berharap Indonesia sanggup mengalahkan Australia hai Rabu nanti, sebab Austaralia datang ke Indonesia tanpa pemain yang merumput di EPL. Ini kesempatan besar bagi Indonesia.

Tiga Pemain Persib di Timnas

Terus saya bilang gini
Thank you for your info and opinion. yes, I hope indonesia can have better competition and can get better achievement. indonesia will play for asian cup qualification against australia in wednesday. indonesia with a hard group together with australia,oman,and kuwait.
before that indonesia can held oman 0-0 in muscat. i think that's a good result because oman have won gulf cup - they won against saudi arabia in final with penalty shootout.

i think indonesia have a chance to defeat australia because australia cåme to jakarta without their players who play in EPL like tim cahill and mark schwarzer..
they only play with their player that play in domestic competition.
i hope so.. i wish indonesia qualify to asian cup 2011.
in world cup i think it's still to hard for indonesia but i think indonesia cån get better achievement in asia. i agree with u, indonesia have some potential players to reach success.

i wish denmark can qualify to world cup 2010.

Para pemain timnas serius berlatih

Terus Rico bilang lagi..

I didn't know the results of the Asian Cup Qualification, but now I have checked and yes, 0-0 in Oman is a good result. In the World Cup Qualification even Japan only got a draw in Muscat, so it is not at all an easy place to bring a point home from.
And I think the same as you, that Australia with and without their EPL-players is something very different. That match will be very important. I hope that the stadium in Jakarta will be full of supporters, who will back your team up.


Yup, mudah-mudahan saja harapan orang Denmark itu menjadi kenyataan. Indonesia sebenarnya punya potensi untuk menjadi Macan Asia. Ayo, kita pasti bisa!
Thank you Mr. Rico for your information an opinion..

Kamis, 25 Desember 2008

Renungan Akhir Tahun

Hanya dalam hitungan hari kita akan memperingati dua tahun baru sekaligus. Yakni tahun baru 1430 H dan tahun baru 2009 M. Memang Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan kita untuk merayakan tahun baru sebab setiap hari adalah baru dan kita senantiasa harus memperbaiki diri di setiap harinya. Namun di sini saya akan mencoba mereview kejadian-kejadian penting di tahun 2008 untuk diambil hikmahnya.

Sebagai pemerhati sepak bola, saya akan melihat kejadian sepak bola sepanjang tahun 2008, yang berkaitan dengan BLI dan PSSI, Persib, dan Inter Milan.

Pertama, saya menyoroti BLI. Di sepanjang tahun 2008 BLI makin tak konsisten terutama dalam menentukan jadwal pertandingan. Liga Indonesia 2007 mungkin bisa masuk Guinnes Book of Record sebagai liga terlama di dunia. Bayangkan LI 2007 dimulai tanggal 10 Februari 2007 dan baru berakhir tanggal 10 Februari 2008. Tepat satu tahun! Berikan aplaus saudara-saudara..
Karena itu Indonesia pun gagal mengirimkan wakilnya ke Liga Champions Asia. Kalau dulu karena telat mengirimkan data, sekarang karena liganya belum kelar. Final antara Sriwijaya FC dan PSMS Medan pun berlangsung tanpa penonton karena kerusuhan pada partai semifinal.

Tahun 2008 juga untuk pertama kalinya terdapat Liga Super. Saya berharap Liga Super dapat berjalan lebih baik dan juga lebih profesional. Nyatanya? Sama saja. Banyak terjadi rusuh, perubahan jadwal pun terus menerus dilakukan. Perubahan terakhir, Liga Super baru berakhir tanggal 13 Juli 2009. Hampir berlangsung satu tahun, sebab Liga Super sudah dimulai sejak 13 Juni 2008. Kalau begini, apa bedanya dengan kompetisi sebelumnya?? Malah jadwal kembali diundur terkait timnas yang akan berlaga di Pra Piala Asia 2011.

PSSI. Timnas sukses menjadi juara Piala Kemerdekaan. Bangga? Rasanya tidak, sebab kemenangan tersebut didapat setelah Libia memutuskan berhenti dan dianggap WO. Saat Piala AFF Indonesia kembali gagal menjadi juara karena dua kali ditaklukkan Thailand di semifinal. Kapan yah timnas kita bisa berprestasi??

Persib. Hal yang paling tak bisa saya lupakan pada Persib tahun ini adalah kerusuhan saat Persib menjamu Persija (20/7). Kebetulan, saya menyaksikan pertandingan tersebut di stadion. Lengkapnya baca Bobotoh Masih Belum Dewasa. Bobotoh pun dihukum tak boleh menonton Persib dengan atribut selama setahun. Untunglah, kini bobotoh sudah mulai tertib. Tak ada lagi kerusuhan apa pun hasil yang diraih Persib. Persib sendiri keliatannya kurang panas. Baru benar-benar bangkit saat di akhir putaran pertama. Sepuluh pertandingan terakhir di putaran pertama tidak terkalahkan, membawa Persib menduduki posisi kelima.
Di Copa pun Persib meraih sukses dan lolos ke babak 24 besar. Paling luar biasa tentunya kemenangan di kandang PSDS yang memutus mitos tak pernah menang di Deliserdang. Luar biasa Persib!!! Moga saja Persib bisa terus tampil konsisten dan meraih double winners. Amiin..


Inter Milan.
Tahun 2008 ini Inter sukses mempertahankan scudetto. Artinya Inter telah melakukan hat-trick scudetto. Sebuah kado manis di hari centenary. Namun sukses tersebut tak diraih dengan mudah. Inter harus berjuang hingga partai terakhir untuk merebut scudetto karena AS Roma terus memberikan perlawanan sengit.
Photobucket


Namun, sukses tersebut bukannya tanpa noda. Inter masih kesulitan bertanding di Liga Champions dan harus disingkirkan oleh Liverpool.. hiks..
Hal itu pula yang membuat Inter memecat Roberto Mancini dan menggantinya dengan Jose Mourinho.
Nyatanya di musim 2008/09 Inter kembali terseok-seok di Liga Champions dan hanya lolos menjadi runner up. Padahal di penghujung tahun Inter meraih 8 kemenangan beruntun dan menjadi juara paruh musim alias winter scudetto. Tahun depan harus menjadi pembuktian bagi Mourinho. Inter harus bisa mengalahkan MU!!

Oh iya inter memang takluk dua kali dari Liverpool musim lalu, tapi secara prestasi Inter tetap lebih unggul. Liat deh kartun yang dibuat krome di majalah interina (punten yah mas krome saya ambil gambarnya.. heehe)

liverpool-inter
hmm.. cukup deh tentang bolanya. Sekarang mau curhatan dikit. Tahun 2008 tulisan saya empat kali dimuat di Tabloid soccer. Kalau ditotal ama yg dulu-dulu sih Alhamdulillah udah 11 kali dimuat. Hehe.. Tahun 2008 saya juga pertama kalinya membuat blog. Waktu awal sih desainnya masih acak-acakan. Kalau sekarang mah lumayan lah, pengunjungnya juga makin banyak. Lumayan jadi punya banyak kenalan di dunia maya. Salah satunya mr. Krome yang mengajak saya membuat majalah interina. Sekarang lagi garap volume 5 nih.. Sabar yah om krome, lagi dibuat nih materinya..

Akhirnya di penghujung tahun saya mempunyai koneksi internet di rumah. Wah senangnya. Bisa blogging tiap hari nih. Sepertinya aktivitas saya di dunia maya lebih banyak daripada di dunia nyata. Apalagi di handphone ada aplikasi Opera Mini. Bisa FS-an tiap hari. Saya jadi punya banyak teman Interisti di FS dan juga di blog. FS-ku selalu rame dengan Interisti saat Inter bertanding. Seru juga jadi punya banyak kenalan dari berbagai daerah. Belum pernah bertemu tapi rasanya udah akrab.


Ups.. jadi ngelantur ke mana-mana nih. Mentang-mentang akhir tahun jadi ngaco gini.. hehe.. Oh iya semester 4 nilaiku sedikit menurun uy, mungkin karena mata kuliahnya banyak yg berat. Semester 5 untuk pertama kalinya saya masuk 100 persen, ga ada yang bolos sekali pun. Kalo dulu mah ada yg telat atau sakit gitu lah.. keren kan 100 persen.. hehe.. mudah-mudahan aja nilai-nilainya juga bagus.. (oh iya IPK-ku 3,56.. moga bisa naik yah.. Aaamiin). UAS 12 JANUARI euy .. semangat nih!!

Oh iya di dunia nyata juga sibuk deng, bukan cuman di dunia maya aja.. Baru dibentuk ICI (Interclub Indonesia Bandung) nih tahun ini. Udah pernah nobar sama rapat gitu kemaren, Programnya masih belum jelas sih. Tahun depan baru dibentuk kepengurusannya. Kan enak juga yah punya temen sehobi, sama-sama suka Inter. Di dunia maya banyak di dunia nyata juga banyak.. hehe

Oh iya tahun depan bakal KKN dan mulai nulis skripsi.. wah skripsi bingung nih tema nya apa.. Ada yg bisa bantu??
Well, segitu aja deh posting kali ini, kepanjangan deh kayaknya. Ada yang punya pengalaman menarik tahun 2008?? Tulis di komen yah bwt sharing,.. hehe

Oh iya saya ikutan banyak kontes menulis nin tahun ini.. Mohon doa dan bantuannya yah biar menang. Kasih komentar aja tiap tulisan. thx before..

Kontes Menulis Bolanova
http://bolanova.com/2008/12/03/moslem-squad-best-xi/
http://bolanova.com/2008/12/04/selebrasi-sujud-ala-muntari/
http://bolanova.com/2008/12/09/ibrahimovic-dan-status-muslimnya/
http://bolanova.com/2008/12/10/sang-jagoan-lokal/

Review Blog Hadi Hartono
http://luzman-interisti.blogspot.com/2008/12/blog-yang-rame-tapi-sepi.html

Kontes Menulis Media Kita Gerakan Indonesia Bangkit
http://luzman-interisti.blogspot.com/2008/12/mengurai-makna-kebangkitan.html
http://luzman-interisti.blogspot.com/2008/12/bangkit-itu-mencuri.html

Review Komik KambingJantan (udah dipromosiin loh di blognya Raditya Dika. Klik di sini)
http://luzman-interisti.blogspot.com/2008/12/haruskah-menjadi-gila-untuk-menjadi.html

Terakhir.. renungan akhir tahun..
Detik berganti detik.
Menit berganti menit.
Jam berganti jam.
Hari berganti hari.
Minggu berganti minggu.
Bulan berganti bulan.
Tahun pun berganti tahun.
Apa yg telah berubah dari diri kita???

Senin, 08 Desember 2008

Jadwal Persib Berubah Deui!!!

Fiuh... ga nyangka nih artikel saya sebelumnya ternyata memancing keributan saudara-saudara.. membuat panas suasana.. buat mendinginkan suasana mari kita beralih dari Roma menuju kutub utara.. kan dingin tuh.. hehe..

Enggak lah.. mending bwt artikel baru aja deh. Kita balik lagi ke dalam negeri aja. Pusing amat mikirin sepak bola luar..Agak sedikit kontroversi juga nih. Mengenai Badan Liga Indonesia (BLI).

Cape deh..!! Hmm.. entah apa yang ada dalam pikiran para petinggi Badan Liga Indonesia (BLI). Mereka sepertinya memilki hobi mengubah jadwal pertandingan. Belum genap seminggu BLI membuat keputusan aneh mengubah jadwal Persib, jadwal sudah berubah lagi. Di jadwal sebelumnya, Persib baru bertanding tanggal 31 Januari di kandang Persita. Di jadwal baru Persib harus melakukan partai kandang tanggal 3 Januari melawan Persiba dan 10 Januari melawan PKT.


Menurut saya jadwal kali ini sangat merugikan PERSIB. Persib mempunyai dua kali jeda yang cukup panjang. Setelah tanding melwan PKT (10/1) Persib libur 3 minggu sebelum kembali bertanding melawan Persita (31/1). Bahkan setelah tanding melawan Deltras (14/2) Persib memiliki jeda waktu satu bulan sebelum kembali bertanding melawan Pelita Jaya (15/3). Suatu hal yang tidak baik, kondisi fisik pemain tidak akan bagus jika terlalu banyak libur. Mudah-mudahan saja dalam jeda waktu tersebut Persib memiliki agenda pertandingan di Copa Dji Sam Soe. Jadwal lengkap Persib yang baru klik di sini.
(ga tau juga nih bakal berubah lagi atau nggak)

Jeda waktu Pertandingan Persib
Sabtu, 10 Januari 2009 PERSIB - PKT
(jeda 3 minggu!!)
Sabtu, 31 Januari 2009 Persita - PERSIB

Sabtu, 14 Februari 2009 PERSIB - Deltras
(jeda 1 bulan!! walah!!)
Minggu, 15 Maret 2009 Pelita Jaya - PERSIB

Ah lieur mikiran BLI mah.. Harusnya pengurusnya diganti nih.. kacau pisan..
Tanggal 13 dan 18 Persib bakal tanding di Copa lwn PSDS.. moga bisa menang!!
Timnas juga bisa jadi juara di Piala AFF walaupun pemain Persibnya hanya satu..
AAAMMIIINN...!!

(update 26 desember: timnas gagal juara.. hiks.. jadwal Liga Super berubah lagi!!! Lagi dan lagi!! kali ini terkait pemusatan timnas Indonesia di Pra-Piala Asia. Persib melawan Persiba dan PKT dipastikan mundur. Jadwal baru akan diketahui tanggal 9 Januari.. Hahah..samapi kapan jadwal terus berubah????????????????????????????)))))))))))))

Minggu, 16 November 2008

Mengintip Peluang Persib di Putaran Kedua

Hasil imbang 1-1 di Makassar melawan PSM (15/11) menjadi penutup pertandingan Persib di putaran pertama. Dengan hasil tersebut di paruh musim ini Persib menempati posisi kelima dengan poin 31, terpaut 8 poin dengan sang juara paruh musim, Persipura Jayapura. Klasemen lengkap ISL putaran pertama klik di sini. Persib telah mengalami empat kekalahan musim ini. Uniknya, empat tim yang berada di atas Persib, yakni Persipura, Persija, Persiwa, dan Sriwijaya adalah tim-tim yang sanggup menaklukkan Persib di putaran pertama.

Persib mengawali musim ini dengan start yang kurang begitu bagus. Meski sempat memimpin di pekan pertama setelah dengan spektakuler menaklukkan Persela 5-2, Persib justru mengalami tiga kekalahan beruntun. Persib pun terpuruk di papan tengah. Untunglah Persib sanggup bangkit dengan meraih tiga kemenangan beruntun sebelum kembali takluk dari Sriwijaya FC (9/9).

Ternyata kekalahan dari Sriwijaya FC itu menjadi kekalahan terakhir Persib di putaran pertama ini. Setelah itu laju Persib menjadi tak tertahankan. Sepuluh pertandingan tak terkalahkan dengan rincian 6 kali meraih kemenangan dan 4 kali hasil imbang. Hebatnya dua kemenangan sanggup dilakukan di kandang lawan. Persib pun terus merangkak naik, dan akhirnya menempati posisi kelima di tengah musim.

Sebenarnya hasil yang diraih Persib bisa lebih baik dari saat ini jika saja start yang dilakukan Persib lebih baik. Namun, menurut saya ada banyak yang bisa membuat Persib tampil luar biasa di putaran kedua dan meraih gelar juara. Faktor-faktor tersebut di antaranya:
  1. Kondisi tim kondusif. Konflik internal yang sempat ada di awal musim kini sudah bisa dilewati. Kondisi keuangan pun dalam keadaan sehat walafiat. Bahkan gaji pemain Persib pun tergolong besar.
  2. Kecuali Persija, di putaran kedua nanti Persib akan menghadapi tim yang berada di atas Persib di kandang sendiri. Ini tentunya dapat menjadi sebuah keuntungan.
  3. Tak ada lagi tur keluar Pulau Jawa. Di putaran pertama Persib sudah melakukan tur ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Di putaran kedua nanti, pertandingan tandang Persib tak ada yang di luar Pulau Jawa. Kondisi fisik pemain tentunya akan menjadi lebih bagus.
  4. Bobotoh sudah mulai bersikap dewasa. Sejak dihukum tanpa atribut bobotoh sudah mulai tertib dan sudah bisa menerima apa pun hasil Persib.
  5. Teori kebalikan. Musim lalu Persib berada di urutan pertama saat tengah musim, namun menjadi peringkat kelima saat akhir musim. Musim ini harus berlaku kebalikannya. Tengah musim berada di peringkat kelima, dan akhir musim berada di peringkat pertama alias juara.
  6. Dalam sejarah Liga Indonesia, jarang sekali tim yang menjadi juara paruh musim sanggup juara di akhir musim. Ini harus menjadi pelecut semangat bagi pemain Persib bahwa peluang juara masih terbuka lebar.


Kerusuhan di Siliwangi (20/7) - semoga menjadi kerusuhan terakhir yang dilakukan bobotoh

Demikian faktor-faktor yang menurut saya bisa membuat Persib juara. Persib pun jangan melupakan ajang Copa Dji Sam Soe. Raihan terjauh Persib untuk ajang ini hanyalah babak 32 besar. Kebetulan Persib "hanya" berhadapan dengan tim Divisi Utama PSDS Deli Serdang. Jika menang "hanya" akan menghadapi Persires Rengat yang telah lolos ke babak 24 besar. Persires menaklukkan PS Banyuasin dengan agregat 3-2 (0-1/3-1). Syukur-syukur bisa mengulangi prestasi Sriwijaya FC musim lalu, meraih double winners..

Ayo PERSIB!! Maju terus!! Raih gelar juara!!

Jumat, 10 Oktober 2008

Awas, Sang Maung Sudah Menemukan Taringnya!!

“Mana taringmu wahai Maung? Mana, mana taringmu!” Itu adalah bait terakhir puisi yang saya buat dan saya bacakan ketika SMA. Ungkapan yang diucapkan secara emosional olehku, ungkapan dari seorang bobotoh yang melihat prestasi Persib yang tak kunjung muncul. Saya pun menjadi peringkat kedua di kelas saat membacakan puisi saat itu.. hehe.. Puisi lengkapnya silakan baca di sini.


Eh kok jadi ngomongin puisi sih? Melihat prestasi Persib musim ini saya sempat kecewa karena pada pekan-pekan awal sempat mengalami tiga kekalahan beruntun. Sebuah hasil yang membuat peluang Persib meraih gelar juara sangat berat. Saya pun sedikit pesimis melihat performa Persib saat itu. Di lain pihak, musuh bebuyutan Persib, Persija justru tampil luar biasa. Kemenangan di partai kandang dan tandang sukses diraih sehingga tampil sebagai pemuncak klasemen.


Para dejek di kampus saya pun semakin sombong. Apalagi Persija sempat mengalahkan PSIS dengan skor telak 5-0. Kelihatannya penampilan Persija semakin sempurna. “Gimana nih Persib kalah terus?” Liat dung Persija di puncak.” Beuh, kesel sayah! Tapi da kumaha deui? Saya tak bisa berkata apa-apa. Tapi dalam hati saya berkata, “Liat siapa yang akan tertawa terakhir.”


Ajaibnya kini semua sudah berbalik 180 derajat. Maung Bandung sudah menemukan taringnya! (ternyata ada yang nyumputin taringnya di kolong meja, sekarang udah ketemu.. hehehe). Diawali dengan melumpuhkan PSIS dan Pelita di Soreang, Persib meraih sukses di Kalimantan dengan mengalahkan PKT dan menahan imbang Persiba.

Rafael Bastos, pahlawan kemenangan Persib atas PKT


Hasil yang membuat Persib sedikit demi sedikit merangkak naik ke atas. Di lain pihak, Persija yang dulu perkasa kini mengendur. Bahkan mengalami tiga kekalahan beruntun. Sama dengan yang pernah dialami Persib di awal musim, malah bisa dikatakan lebih parah. Persija dihancurkan, dibantai, alias dihempaskan Persipura dengan skor 6-0! 6-0 loh!! (hehe.. dendam amet). Jarak antara Persib dan Persija yang dulu terpaut jauh kini hanya tersisa 2 poin saja.




Persipura 6-0 Persija
baca juga Hattrick Boaz benamkan ambisi Persija

Saat ini Persib ada di posisi 8 dengan 20 angka, terpaut 10 angka dari Persipura yang kini memimpin klasemen. Memang terlihat cukup jauh. Tapi ingat, Persipura sudah memainkan 14 partai, sedangkan Persib baru bertanding 12 kali. Jadi, kemungkinan untuk menipiskan jarak masih ada. Yup liga Indonesia memang sulit diduga. Persaingan sangat ketat. Poin antara tim papan atas hingga tengah hanya berbeda tipis. Tim-tim yang berada di papan tengah seperti Persib masih punya peluang juara. Tim yang berada di atas saat ini bisa tiba-tiba berada di tengah atau di bawah nantinya. Kasus yang dialami Persija bisa dijadikan contoh.


Persib baru akan bertanding lagi di Sidoarjo melawan Deltras tanggal 22 Oktober. Yah memang Liga Indonesia tuh aneh, kadang-kadang jadwalnya padat banget, trus tiba-tiba ada jeda 2 minggu. Cape deh..!! Pertandingan melawan Deltras akan penuh emosional, mengingat Jaya Hartono merupakan pelatih Deltras musim lalu. Banyak pemain eks Deltras musim lalu yang kini membela Persib yakni Hilton Morreira, Hariono, Airlangga, dan Waluyo. Selain itu di Deltras ada eks Persib yakni Bayu Sutha, Sony Kurniawan, Boy Jati Asmara dan Marwal Iskandar.


Catatan buat lawan-lawan Persib:

Hati-hati Maung Bandung sudah menemukan taringnya! Sudah siap menerkam siapa pun lawannya! Siap bertengger di puncak klasemen! Hidup Persib!

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...