Kamis, 16 Oktober 2008

Sensasi Para Debutan

Bayangkan situasi berikut. Anda ditunjuk untuk mengikuti lomba pidato oleh instansi/perusahaan Anda. Walupun, Anda sudah sering berpidato, itu adalah kali pertama Anda mengikuti sebuah kompetisi alias masih debutan. Berbeda dengan para peserta lain yang sudah mengikuti berkali-kali kompetisi sejenis, bahkan beberapa di antaranya sudah meraih piala. Bagaimana perasaan Anda? Wah, tentunya tegang dong melihat para pesaing yang sudah memiliki nama besar.


Sebenarnya sikap seperti itu harus dihilangkan. Kita harus berpikir, “walaupun masih baru di sini saya yakin bisa, saya yakin pada kemampuan saya.” Kita harus mencontoh empat klub debutan di Liga Champions musim ini yang sanggup merepotkan, bahkan mengalahkan tim-tim yang memiliki nama besar.


Pastinya klub-klub ini masih asing di telinga kita: CFR Cluj, Anarthosis Famagusta, BATE Borisov, dan Aab Aalborg. Saya aja bingung, itu teh klub sepak bola atau nama makanan yah? hehe.. Ah, palingan jadi korban pembantaian, pasti banyak yang mikir begitu.


Namun, ternyata para debutan itu mampu memberikan warna tersendiri di perhelatan Liga Champions musim ini. Sebut saja CFR Cluj. Di matchday 1, klub Rumania ini sanggup mengalahkan Roma 2-1 di Stadion Olimpico. Padahal sang pencetak dua gol ke gawang Roma, Juan Culio adalah mantan kuli bangunan. Tak cukup sampai di situ. Di matchday 2, Cluj kembali membuat sensasi. Chelsea yang merupakan runner up Liga Champions musim lalu dipaksa puas dengan skor imbang 0-0. Padahal Chelsea adalah tim dengan pemain multibintang, sangat berbeda jauh dengan Cluj. Saat ini poin Chelsea dan Cluj pun sama!


Klub debutan lain yang tak kalah mengejutkan adalah Anarthosis (bukan sosis). Bayangkan di matchday 1 tim Siprus ini sanggup menahan imbang Bremen 0-0 di Stadion Weser. Sensasi dilanjutkan dengan mengalahkan Panathinaikos 3-1 di matchday 2. Dengan demikian Anarthosis sanggup mengalahkan dua penguasa Yunani, setelah sebelumnya mengalahkan Olympiakos di babak kualifikasi. Poin Anorthosis dan Inter kini sama! Mudah-mudahan kejutan Anarsosis tidak berlanjut saat menjamu Inter.. Aaamiiin!!


Dua klub debutan lain, Aab dan BATE memang tak terlalu mengejutkan. Namun, setidaknya dua klub itu telah melakukan perlawanan ketat pada klub besar. Aab sukses menahan imbang 0-0 Celtic di Hampden Park, tempat yang terkenal angker buat tim-tim besar. BATE pun nyaris membuat kejutan di matchday dua. Sempat unggul 2-0 atas Juventus, namun sayang dapat disamakan menjadi 2-2.


Jadi, kita tak perlu minder dengan status debutan. Saya pun sebagai penulis tak boleh takut mengirimkan tulisan ke koran-koran, walaupun yang mengirim ke rubrik opini itu kebanyakan para pakar dan dosen. Tapi susah juga sih, saya mah kirim ke Soccer aja.. hehe..


Yang jelas di matchday 3 ini Inter akan menjamu Anorthosis.. Ayo Inter, jangan kalah dengan tim debutan!!



Anorthosis, tidak minder dengan status debutan

Full name Anorthosis Famagusta FC
Nickname(s) Μεγάλη Κυρία (La Vecchia Signora) (The Old Lady)[1]
Founded January 30, 1911
Ground G.S.E. and Antonis Papadopoulos Stadium,
Larnaca, Cyprus
(Capacity: 9,782)
Chairman Andreas Panteli
Manager Flag of Georgia (country) Temuri Ketsbaia
League Cypriot First Division
2007-08 1st



Jumat, 10 Oktober 2008

Awas, Sang Maung Sudah Menemukan Taringnya!!

Mana taringmu wahai Maung? Mana, mana taringmu!” Itu adalah bait terakhir puisi yang saya buat dan saya bacakan ketika SMA. Ungkapan yang diucapkan secara emosional olehku, ungkapan dari seorang bobotoh yang melihat prestasi Persib yang tak kunjung muncul. Saya pun menjadi peringkat kedua di kelas saat membacakan puisi saat itu.. hehe.. Puisi lengkapnya silakan baca di sini.


Eh kok jadi ngomongin puisi sih? Melihat prestasi Persib musim ini saya sempat kecewa karena pada pekan-pekan awal sempat mengalami tiga kekalahan beruntun. Sebuah hasil yang membuat peluang Persib meraih gelar juara sangat berat. Saya pun sedikit pesimis melihat performa Persib saat itu. Di lain pihak, musuh bebuyutan Persib, Persija justru tampil luar biasa. Kemenangan di partai kandang dan tandang sukses diraih sehingga tampil sebagai pemuncak klasemen.


Para dejek di kampus saya pun semakin sombong. Apalagi Persija sempat mengalahkan PSIS dengan skor telak 5-0. Kelihatannya penampilan Persija semakin sempurna. “Gimana nih Persib kalah terus?” Liat dung Persija di puncak.” Beuh, kesel sayah! Tapi da kumaha deui? Saya tak bisa berkata apa-apa. Tapi dalam hati saya berkata, “Liat siapa yang akan tertawa terakhir.”


Ajaibnya kini semua sudah berbalik 180 derajat. Maung Bandung sudah menemukan taringnya! (ternyata ada yang nyumputin taringnya di kolong meja, sekarang udah ketemu.. hehehe). Diawali dengan melumpuhkan PSIS dan Pelita di Soreang, Persib meraih sukses di Kalimantan dengan mengalahkan PKT dan menahan imbang Persiba.

Rafael Bastos, pahlawan kemenangan Persib atas PKT


Hasil yang membuat Persib sedikit demi sedikit merangkak naik ke atas. Di lain pihak, Persija yang dulu perkasa kini mengendur. Bahkan mengalami tiga kekalahan beruntun. Sama dengan yang pernah dialami Persib di awal musim, malah bisa dikatakan lebih parah. Persija dihancurkan, dibantai, alias dihempaskan Persipura dengan skor 6-0! 6-0 loh!! (hehe.. dendam amet). Jarak antara Persib dan Persija yang dulu terpaut jauh kini hanya tersisa 2 poin saja.




Persipura 6-0 Persija
baca juga Hattrick Boaz benamkan ambisi Persija

Saat ini Persib ada di posisi 8 dengan 20 angka, terpaut 10 angka dari Persipura yang kini memimpin klasemen. Memang terlihat cukup jauh. Tapi ingat, Persipura sudah memainkan 14 partai, sedangkan Persib baru bertanding 12 kali. Jadi, kemungkinan untuk menipiskan jarak masih ada. Yup liga Indonesia memang sulit diduga. Persaingan sangat ketat. Poin antara tim papan atas hingga tengah hanya berbeda tipis. Tim-tim yang berada di papan tengah seperti Persib masih punya peluang juara. Tim yang berada di atas saat ini bisa tiba-tiba berada di tengah atau di bawah nantinya. Kasus yang dialami Persija bisa dijadikan contoh.


Persib baru akan bertanding lagi di Sidoarjo melawan Deltras tanggal 22 Oktober. Yah memang Liga Indonesia tuh aneh, kadang-kadang jadwalnya padat banget, trus tiba-tiba ada jeda 2 minggu. Cape deh..!! Pertandingan melawan Deltras akan penuh emosional, mengingat Jaya Hartono merupakan pelatih Deltras musim lalu. Banyak pemain eks Deltras musim lalu yang kini membela Persib yakni Hilton Morreira, Hariono, Airlangga, dan Waluyo. Selain itu di Deltras ada eks Persib yakni Bayu Sutha, Sony Kurniawan, Boy Jati Asmara dan Marwal Iskandar.


Catatan buat lawan-lawan Persib:

Hati-hati Maung Bandung sudah menemukan taringnya! Sudah siap menerkam siapa pun lawannya! Siap bertengger di puncak klasemen! Hidup Persib!

Jumat, 03 Oktober 2008

Rivalitas Inter-Roma

Rivalitas Inter dan Roma sangat berbeda dengan rivalitas Inter dengan Milan ataupun Juventus. Jika Inter-Milan dan Inter-Juve diwarnai dengan sejarah panjang, rivalitas, dan juga dendam, rivalitas Inter dan Roma tidak demikian. Rivalitas kedua tim hanya sebatas persaingan di lapangan hijau, untuk memperebutkan gelar. Cukup hanya itu. Tak ada unsur dendam atau gengsi yang lain.


Lihat saja, di Soccer Series dan juga di game FM rival Inter hanya Milan dan Juventus, tak ada AS Roma. di majalah Interina juga tidak ada rivalitas Inter-Roma. Makanya artikel ini saya buat sendiri, gak bisa copy-paste.. hehe..


Jika berbicara torehan gelar, trofi yang sudah diraih Inter dan Roma sangat berbeda jauh. Inter sudah meraih 16 scudetto, 5 Coppa Italia, 4 Supercoppa Italia, 2 Liga Champions, 3 Piala UEFA, dan 2 Piala Interkontinental. Sedangkan Roma baru meraih 3 scudetto, 9 Coppa Italia, 2 Supercoppa Italia, dan 1 Fairs Cup.


Namun, ternyata Roma selalu saja menjadi pesaing Inter dalam meraih gelar. Lihat saja di Piala UEFA 1990-91 Inter menjadi juara dengan mengalahkan Roma di partai puncak. Persaingan Inter dan Roma mulai memanas sejak musim 2004-05. Bayangkan sejak musim itu (hanya 4 musim), Inter dan Roma sudah bertemu 18 kali! Yakni 8 kali di Serie-A, 7 kali di final Coppa Italia (final terakhir tak ada first leg + second leg, yg lain ada), dan 3 kali di Supercoppa Italia. Dari persaingan sengit itu Inter memperoleh 3 scudetto (2005-06, 2006-07, 2007-08), 2 Coppa Italia (2004-05, 2005-06), dan 2 Supercoppa (2006, 2008, thn 2005 inter memperoleh supercoppa tapi lawannya Juve bukan Roma). Sedangkan Roma "hanya" kebagian jatah 2 coppa Italia (2006-07, 2007-08) dan 1 Supercoppa (2007).


Sebuah rekor pertemuan yang sangat fantastis, yang hanya bisa disaingi pertemuan Liverpool dan Chelsea. Hanya bedanya Liverpool dan Chelsea mah sering bertemu juga di Liga Champions, sedangkan Inter dan Roma belum pernah bertemu di Liga Champions. Alangkah menariknya jika kedua tim bisa bertemu di partai puncak Liga Champions musim ini, apalagi musim ini final akan dilakukan di Stadion Olimpico. Pas ulangtahun saya lagi, tanggal 27 Mei. hehe..




Roma dan Inter adalah dua klub besar yang tidak terkena kasus Calciopoli.(kejujuran pangkal keberhasilan, bro..!) Oleh karena itu sejak musim 2005-06, kedua klub ini selalu bersaing meraih scudetto. Musim 2005-06 Roma mencetak sensasi dengan mencetak rekor 11 kemenangan beruntun di Serie-A. Namun gagal memperoleh “hadiah” scudetto dari Calciopoli, karena poin Inter jauh di atas Roma (waduh mo dapet hadiah aja ga berhasil.. hehe..). Rekor 11 kemenangan beruntun milik Roma ternyata hanya bertahan semusim. Musim 2006-07 Inter mencetak 17 kemenangan beruntun, jauh di atas rekor Roma.


Musim 2006-07 Inter memang sangat mendominasi Serie-A. Bahkan berhasil finish dengan 97 poin, terpaut 22 poin dengan Roma yang menjadi runner-up dan juga rekor poin di Eropa. Namun, musim itu Roma sedikit meneteskan noda di balik kesuksesan spektakuler Inter. Roma-lah yang mematahkan rekor tak terkalahkan sekaligus menunda pesta scudetto Inter. Di pekan ke-32 Roma mengalahkan Inter, dan pahitnya di San Siro yang sudah siap berpesta. Roma juga yang memupus ambisi double winners Inter dengan mengalahkan Inter di final Coppa Italia. Bahkan Roma membantai Inter yang sudah juara serie-A di Olimpico dengan skor mencolok 6-2. Setetes noda di musim yang cukup spektakuler.


Musim 2007-08, walaupun Juventus sudah kembali ke Serie-A dan Milan sudah tak mendapat pengurangan poin, ternyata Roma masih menjadi pesaing utama Inter meraih scudetto. Bahkan musim itu, nyaris saja scudetto lepas dari genggaman. Roma memaksa Inter bertarung hingga pekan terakhir untuk memastikan scudetto ke-16. Sebuah musim yang bisa dibilang sungguh menegangkan. Jadi walaupun dalam tiga musim ini Inter selalu berhasil memenangkan persaingan scudetto dengan Roma, bisa dibilang perlawanan yang dilakukan Roma cukup ketat.


Hal menarik dari rivalitas kedua tim, dalam dua musim ini ada saja pemain Roma yang pindah ke Inter. Setelah Christian Chivu, musim ini giliran Amantino Mancini. Siapa musim depan? Mudah-mudahan aja Roberto Aquilani, seperti yg digosipkan selama ini.. hehe.. atau danielle de rossi


roma 1-4 inter
Musim 2006/2007


Musim 2007/08

Tanggal 1 Maret 2009 kedua tim akan kembali bertemu..
akankah terjadi lagi pembantaian??



Senin, 29 September 2008

Ramadhan Pergi, Lebaran Tiba

Tamu yang agung itu akan segera pergi. Belum lepas dari ingatan bagaimana nikmatnya sahur dan berbuka puasa bersama keluarga. Belum hilang dari benak kita betapa semaraknya masjid pada saat tarawih, betapa ramainya orang-orang yang beritikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Juga betapa ramainya stadion si Jalak Harupat ketika Persib bertanding terakhir kali di bulan Ramadhan.. hehe.. yang terakhir maksa..


Kini kita akan menyongsong hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan bagi umat Islam, hari di mana kita kembali ke fitrah. Sungguh tak terasa Ramadhan begitu cepat berlalu. Namun, itulah kehidupan selalu ada yang datang dan pergi. Kesenangan berganti kesusahan, kekayaan berganti kemiskinan, begitu seterusnya.


Hal ini juga berlaku di dunia kulit bundar. Kesuksesan dan kegagalan dapat terjadi silih berganti. Kita lihat betapa perkasanya performa Lazio di dua pekan awal. Namun tak dinyana di pekan ke-3 Lazio dapat takluk oleh Milan yang sebelumnya kalah dua kali berturut-turut. Sebaliknya Bologna yang di pekan pertama dapat mengalahkan Milan, kini justru mengalami empat kekalahan berturut-turut dan terpuruk di papan bawah.


Sebelum derby della madoninna berlangsung (28/9), Inter berada di atas angin. Betapa tidak performa La Beneamata begitu meyakinkan. Puncak klasemen dapat diraih dengan permainan yang menawan. Sebaliknya walaupun menang di dua partai terakhir serie-A, performa Milan tengah disorot karena sempat kalah di dua partai awal. Permainan sang megabintang, Ronaldinho pun belum meyakinkan sehingga kerap dicadangkan. Inter pun dijagokan memenangkan laga ini.


Namun yang terjadi di Giuseppe Meazza berlangsung di luar dugaan. Kerja sama antara Kaka’ dan Ronaldinho berbuah gol, dan menjadi satu-satunya gol di malam itu. Dinho justru membuktikan kelasnya pada malam itu, dan membuat Interisti terdiam (termasuk saya, hiks..). Walaupun sempat terpuruk di papan bawah, Milan selalu berhasil mengalahkan sang pemuncak klasemen (Lazio dan Inter).




Mumpung lebaran, saya maapin deh kesalahannya om Jose.. hehe


Wilujeng boboran syiam, Ibra!!

Dari Italia kita beralih ke Indonesia (enaknya naik apa yah.. hehe). Persib yang dulu sempat terpuruk karena sering menderita kekalahan kini mulai menemukan taringnya. Dua partai kandang dilalui dengan kemenangan. Sebaliknya, Persija yang sebelumnya begitu kokoh di puncak klasemen di luar dugaan ditaklukkan Persik Kediri di kandang sendiri 3-1. Jarak dengan Persija yang dulu terpaut jauh kini hanya tinggal 6 poin. Peluang untuk menjadi juara pun masih terbuka lebar.


Hidup ini memang tak selamanya senang. Kesenangan kadangkala berganti kesusahan, begitu sebaliknya. Inter yang begitu kokoh di puncak klasemen ternyata masih bisa takluk, Persib yang dulu terpuruk ternyata masih bisa bangkit. Yang harus kita lakukan adalah belajar dari kesalahan yang sudah terjadi dan berusahan agar kesalahan itu tidak terulang. Jose Mourinho harus belajar dari kesalahannya dan bisa membawa kembali Inter ke puncak klasemen. Yup itulah esensi dari Idul Fitri, belajar dari kesalahan yang sudah dibuat dan tidak mengulanginya lagi.


Kita tutup dengan pantun otre…

Inter Milan kalah di derby della madoninna,

Yang penting posisi masih di atas Roma, Juve, dan Milan..

Hari lebaran nan fitri sudah di depan mata,

Saatnya kita bersilaturahmi dan bermaaf-maafan


Taqobalallahu minna wa minkum,

Selamat Idul Fitri 1429 H..

Jumat, 26 September 2008

Serunya Derby Jabar

Sebelum derby Milano, di kompetisi ISL pun ada pertandingan derby, yakni derby Jawa Barat antara Persib Bandung vs Pelita Jaya Jawa Barat. Bertempat di stadion si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, derby ini berlangsung dihadiri puluhan ribu bobotoh yang tanpa atribut akibat sanksi komdis. Kebetulan dua tim ini memiliki kostum sama dengan pelakon derby Milan. Persib dengan warna birunya sama dengan kostum Inter dan Pelita yang berkostum merah sama dengan Milan. Sayangnya pertandingan yang cukup seru ini tidak ditayangkan antv dengan alasan yang cukup aneh, tidak ada jadwal siaran ISL di hari kamis. Beuh..


Saya beserta dua teman saya menyaksikan langsung pertandingan ini di stadion. Bagi saya ini merupakan kali kedua ke Jalak Harupat. Perjalanan ke sana cukup jauh. Saya berangkat dari jalan Lombok pukul 16 dan baru sampai di stadion pukul 19. Namun perjalanan panjang plus lelah akibat kemacetan terbayar melihat kemegahan Stadion si Jalak Harupat. Msih ditambah dengan hasil baik yang diraih Persib, sukses mengalahkan Pelita dengan skor 1-0 lewat gol Lorenzo Cabanas menit ke-65. Hasil yang membuat Persib merangkak naik ke posisi 8 dan tinggal berselisih 6 poin saja dengan Persija.


Penjagaan terhadap pertandingan ini cukup ketat. Setiap orang yang masuk ke stadion diperiksa 3 kali. Secara umum bobotoh sudah bisa tertib. Begitu ada oknum yang melempar botol langsung yang lain pada mengamankan dan mengingatkan. Wah, pokonya nontonnya nyaman sekali. Bisa duduk, tidak ada pagar pembatas seperti di siliwangi. Hanya jadi tidak ada yang nyanyi-nyanyi. Namun tetap semarak ketika ada Mexican wave.


Jika diteliti, dua hasil terakhir Inter dan Persib sama persis. Inter mengalahkan Torino 3-1, kemudian sehari sesudahnya Persib pun mengalahkan PSIS dengan skor sama. Lalu Inter mengalahkan Lecce lewat 1 gol yang dicetak di babak kedua, hal itu pun terjadi pada persib saat menjamu Pelita. Setelah Persib menjalani derby Inter pun akan menjalani derby. FORZA INTERSIB!! Hehe..


Selain oleh-oleh kemenangan saya pun bawa oleh-oleh foto. Ini dia foto-foto hasil jepretan saya dari stadion si Jalak Harupat. (tidak bias diposting semua karena keterbatasan tempat..hehe)



stadion si jalak harupatsi jalak harupat stadiumstdion si jalak harupatterangnya lampu stadionPhotobucketfoto tiluanpenuhnya bobotohpelita latihanpersib latihanPhotobucketpersib 1-0 pelitapemain cadangansiap pulang

Keterangan foto:
1. Stadion si Jalak Harupat dari luar
2. Keren kan stadionnya? Kelas dunia lah ini mah..
3. Foto dari tribun samping barat. Tiketna Rp35ribu
4. Stadion terlihat terang benderang.. kapan atuh stadion di gede bage jadi??
5. Penerangan yang bikin silau man...
6. Narsis dulu ah sama 2 temen sayah... hohoho..
7. Pukul 20.00 stadion mulai penuh.. kira2 ada 30ribu bobotoh hadir..
8. Tim Pelita Jaya sedang latihan..
9. Persib latihan euy..
10. Bersiap tuk bertanding!!
11. Skor akhir: Persib 1-0 Pelita, Persib memenangkan derby jabar..
12. Pemain cadangan bersiap! Bobotoh meneriakan, "Atep.. Atep..!"
13. Bobotoh meninggalkan stadion dengan penuh rasa puas..

Selasa, 23 September 2008

Award Blogger Kreatif

Blog Kumaha Anjeun ini tergolong baru, baru launching tanggal 21 April (pas hari Kartini.. hehe..). Namun saya cukup berbangga karena apresiasi terhadap blog ini begitu tinggi. Tiap hari selalu saja ada yang komentar baik di shoutmix atau di posting tulisan. Ada saja yang mau tukeran link. Mohon maaf buat yang belum dimasukkan link-nya, bingung euy ini teh postingnya di warnet jadi suka buru-buru. (bisi kemahalan..hehe) Nggak punya koneksi internet di rumah, harap dimaklumi yah. Apresiasi yang begitu tinggi membuat saya terus mengupdate blog ini agar semakin baik dan bisa memuaskan semua pihak.


Dan alangkah senangnya ketika beberapa waktu lalu ada yang mau memberi saya award. Adalah mas Firman (www.tendanganbebas.com) yang memberikan saya award Kreatif Blogger. Wow, makasih banyak yah mas Firman, padahal menurut saya blog Anda masih jauh lebih bagus dari saya. Jadi tersanjung nih.. hehe..




Namun ternyata award tersebut tidak “gratis”. Ada syarat-syaratnya. (wajib dikerjakan oleh blogger yang terpilih) Syarat-syaratnya yaitu:

  1. Put the logo on Your Blog
  2. Add a link to the person who awarded you
  3. Nominate at least 7 other blogs
  4. Add links ti those blogs on your
  5. Leave a message for your nominees on their blog

Selain itu saya pun harus mengerjakan PR warisan. Wah kayak anak sekolahan aja nih PR. Kalo anak kuliahan kan biasanya bilangnya tugas. Saya bilangnya tugas aja yah. Tugasnya adalah harus mendeskripsikan 10 hal tentang diri sendiri. Okay itung-itung ngabuburit saya kerjakan tugasnya. Berikut ini diri saya menurut pandangan saya sendiri:


  1. Seorang gila bola sejati. Pokoknya mah berita terbaru tentang bola saya tau deh. Ya iyalah masa ya iya dong. Gila bola masa gidong bodong. Hehe.. sayangnya cuman bisa nonton doang, kalo main bola mah gak jago..
  2. Kalau dapet tugas pingin cepet-cepet diselesaikan. Yah.. contohnya tugas dari blogger ini langsung saya kerjakan..
  3. Tidak pernah ketinggalan nonton pertandingan Persib dan Inter. Kalo ga di stadion yah di tipi. (Tapi ga mungkin juga sih kalo nonton di Milan, tapi mungkin aja suatu saat bisa). Makanya kesel banget nih gara-gara stasiun TV makin jarang nyiarin Persib ama Inter. Pokoknya mah eleh meunang tetap Intersib di hati.
  4. Seneng banget nulis. Tapi nulisnya seputar sepakbola doang, terutama tentang Inter dan Persib. Makanya saya buat blog Kumaha Anjeun, yang sebagian besar isinya tentang Inter dan Persib.
  5. Sudah sepuluh kali nih dimuat di SOCCER, masih ditambah tiga kali di Media Indonesia, ama sekali di Persib Magz. Tapi sayangnya belum pernah dapat hadiah uang. Hadiahnya palingan kaos.
  6. Kalo ngomong di depan umum belepotan. Saya orangnya lebih senang nulis daripada ngomong. Makanya begitu disuruh ngomong di depan umum tegangnya bukan main.
  7. Tergolong orang yang pendiam dan sulit berbicara dengan orang yang baru kenal (terutama ama cewek). Tapi kalau ngomongin bola sih bisa.. heehe.
  8. Walaupun ga pinter-pinter amat saya orangnya tergolong rajin. Tidak pernah bolos kuliah kecuali keadaan mendesak. IPK saya tergolong bagus, 3.52 (mudah-mudahan bisa meningkat, lulus cum laude.. Aaamiin..).
  9. Bisa menghubungkan segala sesuatu dengan sepak bola. Contohnya artikel Antara Soeharto dan Juventus.
  10. Selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berharap memperoleh istri yang shalehah kelak yang bisa membawa kebahagiaan dunia dan akhirat (tapi belum punya calonnya euy.. cariin dong.. hehe)..

Okay, tugas saya selanjutnya adalah memberikan award bagi tujuh blog yang menurut saya dapat dikategorikan favorit. Yang mendapatkan award ini wajib mengerjakan tugas yang seperti saya buat. Tujuh orang yang beruntung yang berhak atas award blogger kreatif versi Kumaha Anjeun adalah:

  1. Krome (http://kromes.wordpress.com). Di blog ini bisa download majalah Interina, juga ada informasi terbaru seputar Inter Milan.
  2. Ghozian (http://kucinggeje.blogspot.com). Beragam informasi tentang berbagai hal bisa ditemukan di sini.
  3. Subhan (http://bobotohcepel.blogspot.com). Informasi terbaru seputar Persib.
  4. Haviz (http://havizviking.blogspot.com). Artikel tentang sepak bola. Juga ada pengalaman pribadi sang penulis blog yang kocak abis..
  5. Aki Gaul (http://aqiegaul.blogspot.com). Walaupun usia sudah lanjut tak pernah berhenti berkarya. Salut!!
  6. Rofie (http://www.rofie.co.cc). Berbagai informasi terbaru yang unik dan meanrik perhatian.
  7. Eka Putriani (http://ekaputriani.blogspot.com). Berbagai informasi seputar kewanitaan.


Wah, susah juga nih milihnya.. sebenernya semua blog bagus sih, tapi memang harus dipilih.. Congratz yah buat yang terpilih. Jangan berhenti berkarya! Dan jangan lupa tugasnya dikerjakan yah!! hehe..

2.

La Beneamata, Julukan yang Sangat Indah

Sekarang saya akan membahas mengenai julukan klub. Berbicara tentang julukan sebuah klub, hampir setiap klub memiliki julukan dengan hal-hal yang menyeramkan hingga berkonotasi negatif. Coba saja tengok julukan klub-klub di Indonesia. Dari mulai Macan Kemayoran, Macan Putih, Singo Edan, Elang Jawa, hingga Maung Bandung. Malah dosen Psikologi Komunikasi saya sempat bilang,”Wah, pantes aja supporter di Indonesia tuh suka rusuh. Sesuai dengan julukan klubnya, binatang buas, jadinya pada ikutan buas.” Bisa jadi. Tapi khusus untuk Persib, sebenarnya selain Maung Bandung Persib punya julukan lain. Julukan yang indah bukan binatang buas, yakni Pangeran Biru. Menurut saya julukan ini lebih keren dan elegan, tapi sayang jarang digunakan.

Bagaimana dengan di Eropa? Kayaknya hampir sama. Jika tidak berkaitan dengan warna klub biasanya berkaitan dengan hal-hal yang menyeramkan. Sebut saja Il Lupi= Serigala (serem kan?). Atau Red Devils= Setan Merah (di mana-mana yang namanya setan yah dijauhi kok malah didukung.. hehe maap buat yang kesinggung). Yang paling aneh tuh La Veccia Signora=Si Nyonya Tua (apa hebatnya seorang nyonya yang udah tua, nenek-nenek, udah keriput.. hehe.. pis yawh). Yang jelas hampir semua julukan klub itu berbau hal-hal yang menyeramkan (kecuali Si Nyonya Tua). Tujuannya sih biar semua lawannya takut, menggambarkan kekuatan besar sang pemilik julukan tersebut.

Inter Milan memiliki berbagai macam julukan. Yang pertama berkaitan dengan warna kostum, yakni I Nerazzuri yang berarti hitam biru. Inter memiliki julukan lain yakni Il Biscione yang berarti The Big Snake, ular besar. Ular merupakan lambing kekuatan kota Milan. Inter ingin dianggap mewakili kota Milan sehingga menggunakan julukan tersebut. Wah sama aja dong dengan klub lain yang punya julukan binatang buas. Eits.. tunggu dulu. Inter memiliki julukan lain yang sangat indah, berbeda dengan klub lain pada umumnya. Julukan tersebut adalah La Beneamata.

La Beneamata berarti the beloved alias yang tercinta. Sebuah julukan yang hadir karena kecintaan kepada Inter Milan. Inter adalah klub yang sangat dicintai oleh tifosinya. Setiap mereka menyebut Inter, selalu disertai dengan kata La Beneamata. Lambat laun kebiasaan ini jadi popular dan menjadi julukan Inter. Wah, kalau sudah punya istri kelak, berarti saya bias memanggil dia dengan sebutan La Beneamata. “Wahai istriku La Beneamata, wahai istriku yang tercinta.” Hohoho.. so sweet banget kan?? ^_^

I love Inter
Inter, Klub yang sangat dicintai suporternya

Menurut saya julukan Inter ini sangat indah dan subyektif, tak ada klub lain yang memiliki julukan seindah ini. Makanya saya pake buat alamat email, forzalabeneamata@live.com. Hehe.. Inter adalah klub yang sangat dicintai. Saking cintanya para Interisti pada Inter membuat klub ini menjadi klub besar yang sangat disegani. Kekuatan cinta juga yang membuat klub ini menjadi satu-satunya klub yang tidak pernah terdegradasi. Kekuatan cinta pula yang membuat klub ini tidak terlibat dalam skandal Calciopoli, skandal yang mencoreng persepakbolaan Italia. Dengan kekuatan cinta para Interisti, Inter dapat melakukan hat-trick scudetto dan berpeluang besar mempertahankannya musim ini. Kekuatan cinta juga yang mebuat lebih dari 50% yang ikut VOTING di blog ini memilih Inter menjadi juara Liga Champions. (thx ya buat yang udah VOTE, mudah-mudahan jadi kenyataan Inter menjdai juara Liga Champions musim ini).

Tak peduli Inter sedang berprestasi seperti saat ini, atau sedang kesulitan meraih gelar seperti dekade 1990-an Interisti akan terus mendukung karena Inter adalah La Beneamata alias yang tercinta. Para pemain dan pelatih boleh saja datang dan pergi ke Appiano Gentile, markas Inter, tapi kecintaan tifosi Inter tak pernah berpindah. Forza La Beneamata!!

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...