Selasa, 08 Februari 2011

Pindah Alamat

Assalamualaikum wr wb..
Halo pengunjung setia Kumaha Anjeun. Terima kasih sudah setia mengunjungi blog ini. Sekarang alamat blog saya sudah berpindah ke www.kumahaanjeun.com. Biar gaya gitu loh dot com. Hehe. Domainnya saya dapat di http://idwebhost.com/. Siapa tau yang punya blog mau coba, harganya lumayan terjangkau loohh.. Tapi kalau banner nya belum diedit, masih blogspot. Maklum saya ga jago edit. Ini juga yang buat Bung Krome. Ada yang bisa bantu??

Alhamdulillah berkat ridlo Allah SWT serta doa dan dukungan teman-teman saya semua, sekarang saya sudah meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi. Jadi nama saya tambah panjang nih jadi Luzman Rifqi Karami, S.I.Kom. Hehe. Saya baru lulus tanggal 2 Februari lalu, sidang skripsi. Lumayan menegangkan juga, apalagi nama saya disebutkan paling akhir saat pengumuman. Dag dig dug deerr.. Ini dia fotonya saat pengumuman kelulusan. 



Seneng banget pas dibacain yudisium akhirnya lulus. Yah walaupun skripsi dapet nilai B. IPK 3.48, hanya berbeda 0.03 untuk cum laude. Nanggung euy. Tapi tidak apa-apa, disyukuri saja.

Apalagi saat sidang komprehensif saya sempat ga lulus, tapi Alhamdulillah pas sidang kedua kalinya bisa lulus juga. Sekarang saya sibuk cari-cari lowongan nih, ama revisi skripsi. Sibuk nemenin kakek juga lagi dirawat di RS Ciumbuleuit. Ntar wisudanya antara tanggal 22-24 Februari 2011 di Graha Sanusi Unpad Dipati Ukur. . Pada dateng yah,, hehe

Sementara gitu dulu yah.
Hidup Persib! Hidup Inter!

Sabtu, 05 Februari 2011

Nonton Bandung FC Bersama Baraya

Sudah lama saya tak menonton di Stadion Siliwangi. Akhirnya Sabtu (5/1) saya pun menonton pertandingan di Siliwangi. Bukan pertandingan Persib, namun Bandung FC. Saya cukup penasaran dengan Bandung FC, klub yang baru dibentuk oleh Bung Kusnaeni. Menarik juga, sebab inilah laga pertama Bandung FC di Stadion Siliwangi setelah dalam laga sebelumnya terpaksa mengungsi ke Kuningan.

Saya memesan tiket lewat Baraya, nama fans klub Bandung FC di Jalan Banteng Dalam No.3. Sebelumnya laga ini terancam tanpa penonton karena kerusuhan yang dilakukan bobotoh dalam laga Persib vs Arema beberapa hari sebelumnya. Cukup aneh jika itu terjadi. Jika Milanisti dihukum, apakah Interisti juga dihukum? Tentu tidak, bukan. Untungnya laga pun akhirnya diizinkan dengan penonton walaupun dibatasi hanya 4000 orang. Lawan yang dihadapi adalah Persema Malang. Dulu saya pernah mengunjungi Stadion Gajayana, kandangnya Persema bersama kabogoh. Hehe. Ceritanya bisa dibaca di sini.



Tiket untuk laga Liga Primer Indonesia ternyata lebih kecil dibandingkan tiket Liga Super Indonesia. Saya menonton di Tribun timur. Ini dia tiketnya. Ada foto di sekretariat Baraya, jalan Lombok.



Daya Tarik Irfan dan Kim, Pesona Hendrie
Berbeda dengan laga LSI yang dimulai pukul 15.30, laga LPI dimulai pukul 15.00. Lee Hendrie yang sangat dinantikan ternyata belum diturunkan oleh pelatih Nandar Iskandar. Otomatis yang menjadi daya tarik pertandingan ini ialah Kim Kurniawan dan Irfan Bachdim. Saat Irfan membawa bola para gadis yang ada di tribun samping barat berteriak histeris, “”aaa Irfaaan!” Sayangnya Irfan cedera dan tak bisa melanjutkan permainan. Selanjutnya Kim yang menjadi perhatian.

Bahkan saat pertandingan selesai bus Bandung FC nyaris tak ada yang menyambut. Justru bus Persema yang dikerumuni banyak orang, beberapa mengelu-elukan nama Kim. Jadi bingung saya, tuan rumah siapa ini teh? :p

Kembali ke lapangan hijau, di billboard terpampang sponsor LPI Coca Cola, Air Asia, dan Microsoft. Sponsor yang sudah memiliki nama yang bagus dan terkenal secara internasional. Dua kali pesawat Air Asia melintas, sponsor lewat.

Tak begitu banyak penonton yang memadati stadion. Beberapa memakai atribut Persib termasuk saya. Rasanya nyaman menonton seperti itu tidak berdesak-desakan. Babak pertama Bandung FC menguasai permainan dan beberapa kali menghasilkan peluang. Namun justru Persema yang mencetak gol terlebih dahulu. Bandung FC berusaha mengejar namun koordinasi masih kurang. Bola yang seharusnya terus dialirkan ke depan, beberapa kali dioper ke belakang.

Babak kedua Bandung FC mencetak gol namun wasit tidak mengesahkan gol itu dan memberi penalti untuk Bandung FC. Penalti justru gagal, membentur mistar. Baraya pun kecewa. Lee Hendrie akhirnya masuk menit ke-61 menggantikan Kim Sang-duk setelah para penonton memanggil namanya. “Hendrie, Hendrie, Hendrie.” Mantan pemain Aston Villa itu akhirnya dimainkan. Namun sayang skor tidak berubah. Bandung FC pun harus menerima kekalahan empat kali secara beruntun.

Sebenarnya permainan Bandung FC sudah cukup baik, tapi sepertinya keberuntungan belum berpihak. Tapi ternyata pertandingan dilanjutkan dan pertandingan berakhir dengan skor 8-1 untuk Bandung FC. Tidak percaya? Ini buktinya.



Hehe,, ini sebenarnya saya celetuk pas mau foto, “Ganti dulu lah skornya”. Lalu ada orang yang mengganti skor. Tetap semangat Bandung FC. Semangat Baraya!
Ini teh kenapa Persib ama Bandung FC elehan wae nya?? :(
Like fan page Bandung FC di sini. Twitter follow @bfcofficial

Senin, 31 Januari 2011

Pindah Atau Bertahan??

"Pindah LPI, Pindah LPI, Pindah LPI sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga"


Nyanyian itu serentak dilakukan bobotoh saat pertandingan Persib melawan Arema di Stadion Siliwangi (23/1). Pertandingan yang berakhir 1-1 itu memang sempat terhenti karena kericuhan yang dilakukan bobotoh. Merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit Najamuddin Aspiran, bobotoh merasa gerah. Apalagi saat bertanding melawan Persisam di Samarinda tiga hari sebelumnya pun Persib sempat dikerjai wasit. Bobotoh merasa dengan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), akan mendapat wasit dan juga pertandingan yang lebih profesional.

Polling yang diadakan situs Goal.com menyiratkan hal serupa. Hingga tulisan ini dibuat (31/1), sebanyak 88,38 responden setuju Persib pindah ke liga yang digagas Arifin Panogoro tersebut. Sisanya 8.44 persen menyatakan tidak setuju dan sisanya 3.18 persen menjawab tidak tahu. Masih ditambah dengan page "Dukung Persib Pindah ke LPI" yang sudah mencapai 596 anggota. Lalu apakah benar Persib akan beralih? Mengingat kekuatan bobotoh sangat besar, terbukti beberapa pelatih pun sempat lengser dari Persib karena suara bobotoh.

Jubir LPI Abi Hasantoso mengatakan, "Hingga saat ini kita akui sudah ada hubungan secara informal baik itu melalui telepon dan sms. Tapi kita blm pernah ada pertemuan khusus, baik itu dgn manajemen yg dibandung atau pun konsorsium yg di Jakarta. Kalau utk Persib akan selalu ditunggu meksi hingga kini belum ada keputusan tapi pihak LPI tetap menunggu. Karena Persib sudah memenuhi syarat masuk LPI"

Dengan kata lain Persib sangat ditunggu oleh pihak LPI. Dengan bergabungnya Persib, nama LPI bisa terangkat dan bisa membuat klub-klub besar lainnya pun mengikuti jejak Persib. Apalagi saat ini LPI memang masih menunggu klub ke-20. PSSI pun akan kelabakan jenggot dan mengubah keputusannya mengingat banyak pemain Persib yang bergabung timnas. Jika pemain hebat sudah bergabung ke LPI apakah mereka tetap tak akan dipakai?

Namun untuk pindah memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Apakah dengan pindah ke LPI Persib akan berprestasi lebih baik? Sebab terpuruknya Persib saat ini bukan hanya kesalahan wasit. Para pemain pun terlihat kurang bersemangat dalam setiap pertandingan yang dijalani. Ambil contoh pertandingan melawan Persiwa (30/1). Persib bisa dikatakan bermain buruk, banyak peluang namun gagal mencetak gol. Bahkan seorang Cristian Gonzales pun gagal mencetak gol dari titik penalti.

Solusi terbaik adalah tetap bertahan di LSI saat ini hingga kompetisi selesai dan setelah itu lebih baik pindah ke LPI untuk kompetisi yang lebih baik. Jangan sampai Persib terkesan kabur karena prestasi di LSI jelek sampai memutuskan pindah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Go Persib! go LPI! Nurdin turun!

Selasa, 04 Januari 2011

LPI vs LSI

Sekarang yang sedang ramai adalah antara Liga Primer Indonesia dan Liga Super Indonesia. Tadinya saya ingin menulis tentang itu, tapi berhubung lagi sibuk ngerjain skripsi jadi keduluan ukhtiy saya, Tari. Ya sudah saya copas tulisannya aja deh,, hihii.. Saya edit dikit gpp yah ukhtiy :D

Logo LPI

Setelah gaung Piala AFF mereda, di bulan ini insan sepak bola tanah air akan disuguhi kompetisi yang masih baru dirintis. Yups, Liga Primer Indonesia (LSI) yang digagas oleh seorang pengusaha, Arifin Panigoro. Kemunculannya pun mengundang pro dan kontra. Yang paling heboh, lebih tepatnya kelabakan tak lain adalah otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI. LPI memang tidak dibawah naungan PSSI. Di samping itu, di negeri ini ada kompetisi kasta tertinggi yakni Liga Super Indonesia (LSI) yang dibawah naungan organisasi yang diketuai oleh Nurdin Halid tersebut.

Tak pelak, karena merasa memiliki kewenangan, PSSI mengecam keras akan diselenggarakannya LPI. Imbasnya klub-klub dan pemain anggota PSSI akan dikenai sanksi. Sejauh ini, yang saya taHu dari pengakuan yang bersangkutan, hal itu masih sebatas ancaman. Seperti yang kita tau, sudah 3 klub yang mangkir dari kompetisi yang telah menelurkan 2 kampiun dan lebih memilih membelot ke LPI, yakni Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar. Bahkan Irfan Bachdim yang menjadi ikon baru tim nasional memilih bertahan di Persema yang ikut LPI. Dan itu berarti karirnya di timnas terancam.

Jika dinilai secara mendalam, sikap PSSI tersebut memunculkan pertanyaan, karena takut tersaingi atau karena benar-benar ingin menegakkan hukum? Menurut saya, jika melihat track record PSSI, ada tendensi bahwa PSSI khawatir LSI akan tenggelam oleh kesuksesan LPI jika kompetisi yang baru lahir itu benar-benar bisa diterima masyarakat. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar dan kemungkinan besar bisa menjadi kenyataan. Apalagi masyarakat Indonesia geram sekali dengan tak kunjung diadakannya revolusi dalam tubuh PSSI.

Menurut saya, alangkah baiknya jika PSSI introspeksi diri. Alangkah baiknya mendengarkan kritikan-kritikan dari luar sana. Alangkah baiknya jika kemunculan LPI ini menjadi cambuk agar kompetisi-kompetisi di bawah naungan PSSI tak sampai kalah dalam segala hal dari kompetisi yang mereka anggap ilegal tersebut. Toh alasan LPI dibentuk sangat jelas, karena ingin sepak bola tanah air berubah menjadi lebih baik,agar kompetisi tidak carut-marut, jadwal tak berubah-ubah, keputusan wasit jelas, dll. Alangkah baiknya jika PSSI fokus berbenah diri daripada mencari-cari keburukan dan kelemahan yang di luar naungannya.

Perkembangan terakhir, Menpora Andi Mallarangeng justru mendukung keberadaan LPI dan tidak mempermasalahkan jika ada pemain LPI yang dipanggil timnas. Pelatih Alfred Riedl pun bersikap cuek dan memilih tetap memanggil 8 pemain yang bermain di LPI  termasuk Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Dengan demikian skor sementara LPI 2-0 LSI.

Sebagai perbandingan mari kita lihat jadwal dua tim asal Bandung yang berlaga di LPI dan LS bulan Januari ini.
Jadwal Bandung FC (LPI)
10/1 Persebaya Surabaya vs Bandung FC (Surabaya)
17/1 Bandung FC vs Bogor Raya (Bandung)
23/1 Bandung FC vs Tangerang Wolves (Bandung)

Jadwal Persib Bandung (LSI)
12/1 Sriwijaya FC vs Persib (Palembang)
16/1 Bontang FC vs Persib (Bontang)
20/1 Persisam vs Persib (Samarinda)
23/1 Persib vs Arema (Bandung)
30/1 Persiwa vs Persib  (Wamena)

Dilihat dari jadwal saja sudah terlihat betapa bobroknya LSI. Bandung FC sebagai kontestan LPI hanya dijadwalkan tiga kali bertanding bulan Januari ini dengan jadwal yang teratur seminggu sekali. Itu pun dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Sedangkan Persib sebagai kontestan LSI harus bertanding lima kali dan melakukan tur keliling Indonesia, dari Palembang, Bontang, Wamena dalam waktu singkat!!! Tak masuk akal.
Skor LPI 3-0 LSI


Rabu, 29 Desember 2010

Langsung Dua Buku!

Akhir tahun ini memang rasanya kurang bersahabat bagi timnas Indonesia. Empat kali ke final, empat kali gagal juara. Ironis memang, tapi itulah sepak bola. Banyak hal tak diduga. Namun perjuangan para pemain timnas untuk meraih juara layak untuk diacungi jempol, begitu pun dengan suporter yang terus mendukung.

Berbeda dengan nasib Garuda, kabar baik sepertinya masih menaungi saya. Yup, bulan Desember ini saya langsung meluncurkan dua buku. Bukan buku pribadi memang, buku antologi di mana ada tulisan saya di dalamnya. Ini sebagai penghibur atas kehilangan penerbit Hitam Putih Publisher (HPP) yang menerbitkan buku "Terjebak di Bawah Sadar". Entah kenapa tiba-tiba saja HPP menghilang tanpa jejak :(

Buku pertama adalah buku Gado-gado Cinta. Buku ini karya 34 penulis. Tulisan saya berjudul "Tarikan Tari" kisah cinta saya dengan Tari yang menimbulkan tarik-menarik dan hal-hal tak terduga.

Ini sinopsisnya:


Telah terbit di LeutikaPrio!!
Judul : Gado-gado Cinta
Penulis : Iksank Bangsawan dan pemenang
Tebal : viii+324 hlm
...Sinopsis :

GadoGado Cinta, adalah 34 kumpulan kisah tentang cerita seputar percintaan antara sepasang sejoli yang sedang kasmaran. Sememangnya Cinta merupakan anugerah yang mempunyai definisi sangat beraneka ragam – selayaknya makanan yang bernama gadogado. Namun dari zaman ke zaman bahkan sampai dunia ke penghujungnya nanti, sesuatu yang bernama cinta akan kekal dan tidak pernah rapuh dimakan usia. Cinta yang murni, adalah dambaan setiap cucu Adam untuk mendapatkannya, namun tidak semudah itu mencarinya.

Lewat buku ini, pembaca diajak memahami liku-liku kisah percintaan yang ternyata menjadi sedemikian unik saat seseorang melalui dan mempertahankan manis dan getirnya kisah cinta yang sudah digariskan untuk dirinya. Istilah seperti pacaran, backstreet, atau selingkuh turut mewarnai kepelbagaian cerita dalam GadoGado Cinta. Bumbu-bumbu, dan manis pedasnya kisah yang disajikan dalam kumpulan cerita cinta ini memang sangat pas, bahkan boleh dibilang sangat fresh and spicy seperti rasa GadoGado yang bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, tidak kira usia.

Membaca cerita dalam buku ini, berarti anda telah maju selangkah ke depan untuk memahami semurni mana nilai cinta yang anda miliki untuk si dia, Sang Terkasih dalam sangkar hati.



Antologi yang berhasil lahir pertama menjadi sebuah buku, silahkan PESAN Menu yang Anda-Anda Sukai...

pesan lewat saya Rp 55ribu kalo ditambah ongkir jadi 60ribu biar pas.. hehehe
ayo pesan lewat FB saya, klik di sini atau bisa juga lewat twitter @luzman_karami

Buku satu lagi "Be Strong Indonesia" hasil tulisan dari kumpulan cerpen #writers4indonesia . Buku ini diterbitkan oleh nulisbuku.com, dan menjadi 17 buku. Cerpen saya berjudul "nyontek" ada di buku #empat, kisah Jimmy yang ketika UAN ketauan mencontek padahal sebelumnya tidak pernah mencontek. Royalti dari buku ini akan disumbangkan untuk korban bencana alam.


Judul buku: ‘Be Strong, Indonesia! #empat’:

kumpulan cerpen

‘Menjelajah Alam, katanya’, penulis: Dzyemtri Muharram
‘Lelaki Dan Tiga Lengan’, penulis: Martina Rahmi
‘Putih, penulis’: penulis: Keshia Deisra
‘Tak kan Pernah Air Mata Ini Jatuh’, penulis: Eric Shandy
‘Alam Tak Sekedar Diam’, penulis: Anggit Paramadita
‘Kereta Itu’, penulis: Nurul Anisa
‘Bodoh’, penulis: Cheryl Pricilla Bensa
‘Kebahagiaan Sejati’, penulis: Suryani
‘Pada Suatu Malam’, penulis: Ribka Anastasia
‘Lari’, penulis: Lalla Pratami
‘Gemuruh Sang Merapi’, penulis: Maesaroh
‘Segelas Teh dan Cerita Baru Tentangmu’, penulis: Diaz Bela Yustisia
Merapi Sahabat Kita Semua, penulis: Inggar Saputra
‘Episode Rindu’, penulis: Tya Marty
‘Nyontek’, penulis: Luzman Karami
‘Kerangkeng’, penulis: Fandy Hutari
‘Menanti Dirimu’, penulis: Wenny Dewanty
‘Desa Mati’, penulis: Puguh Bondan
‘Ikatan Persahabatan’, penulis: Karina Sacharissa
‘Aku suka mengamati’, penulis: Yomi Hanna
‘Cinta’, penulis: Kuswinarto
‘Perempuan-perempuan’, penulis: Meika Sari
‘Kemerdekaan Untuk Semua’, penulis: Gayatri Waditra Nirwesti
‘Pulang Sayang’, penulis: Kika Dhersy Putri

pesan lewat saya Rp 50ribu tambah ongkir jd 60ribu , kirim meseg FB dulu ya




Oh iya satu lagi setelah melewati pahit dan getir (lebay) skripsi saya yang berjudul "Konstruksi Figur Pemain Bola Muslim dalam Rubrik Super Ball Edisi Khusus Ramadan di Harian Pagi Tribun Jabar" beres juga uy.. Insya Allah tanggal 10 Januari sidang komprehensif.. Alhamdulillah :)
Mari mengawali tahun 2011 dengan senyuman..
semangat!!

Senin, 20 Desember 2010

Pengorbanan Berbuah Kebanggaan

Minggu (19/12) ratusan orang menunggu dalam ketidakpastian. Dalam cuaca yang juga tak pasti. Hujan besar lalu mendadak panas terik, hujan lagi dan panas lagi. Dan tepat saat adzan Dzuhur berkumandang, loket itu pun dibuka. Setelah sebelumnya semua tiket dinyatakan habis, panitia mengumumkan tiket dijual kembali. Selembar tiket pertandingan semifinal Piala AFF 2010, itulah yang dicari oleh orang-orang itu. Demi sebuah kebanggaan, demi Garuda yang terpatri di dada.


Dan saya pun termasuk orang-orang yang mencari tiket itu. Saya bersama sepupu saya Irham dan rekan-rekan dari Inter Club Indonesia (ICI) Regional Bandung berangkat dari Bandung sekitar pukul 5 pagi, tak lama setelah menyaksikan Inter meraih trofi Piala Dunia Antar Klub. Tujuan kami satu, mendukung timnas Indonesia!

Tepat pukul 6.00 rombongan tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tiket memang menjadi barang yang langka saat itu. Sehari sebelumnya perwakilan dari ICI sudah ke Jakarta untuk memesan tiket, namun mendadak loket tiket tutup. Calon pembeli tiket diberi kupon yang katanya tinggal ditukar dengan tiket saat pertandingan. Sebelumnya juga ada yang sudah memesan namun tiap orang hanya bisa memesan lima tiket, padahal rombongan ICI yang ikut berjumlah 16 orang.

Begitulah, sejak pagi orang-orang menunggu dalam ketidakpastian. Tak jelas kapan loket dibuka. Tak jelas loket mana yang menjual tiket. Ternyata orang yang punya kupon dan tidak memiliki kupon tak dibedakan, dalam antrian yang sama. Hal itu memicu protes dari banyak orang, padahal yang memiliki kupon sudah datang sejak H-1. Beginilah kondisi negara yang sempat mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia itu. Semuanya serba tak jelas, sama seperti ketua PSSI-nya yang tidak jelas. #nurdinturun
Saat itu saya meng-update semua peristiwa yang saya lihat dalam twitter @luzman_karami
Beginilah suasana saat pengantrian tiket. Ada bule juga loh




Salah satu faktor yang membuat tiket begitu langka ialah banyaknya calo yang berkeliaran. Sungguh aneh, saat orang dibatasi hanya bisa membeli lima tiket, dan lalu hanya dua tiket calo masih berkeliaran. Tiket tribun yang begitu banyaknya bisa ludes. Dan harga di calo memang gila-gilaan. Konon satu lembar tiket tribun yang seharga Rp 50ribu dijual dengan harga Rp 350.000,00. Hal itu memicu kemarahan massa. Sang calo dikejar-kejar dan dipukuli. Beruntung ia masih selamat karena diamankan polisi.

Maka alangkah bahagianya saat saya dan teman-teman bisa memperoleh tiket. Tiket utara seharga Rp100.000,00. Ini dia tiket yang akhirnya bisa diperoleh itu.

Sambil menunggu kick off pertandingan saya pun berjalan-jalan di sekitar stadion. Pengaruh Irfan Bachdim ternyata bisa membuat cewek-cewek seksi berpakaian minim datang ke stadion. Tapi sayang sekali idola mereka tidak bermain malam itu.

Satu lagi hal yang cukup menarik saat itu polisi yang berjaga amat sangat banyak sekali pisan banget. Dan ada yang membawa tank segala. Mau perang atau mau nonton bola mas? Mungkin karena pengaruh kedatangan Presiden SBY dan pejabat istana sebanyak 200 orang itu.


Thank’s El Loco
Sekitar pukul 16.00 rombongan ICI memasuki stadion. Stadion masih belum begitu ramai saat itu. Maka kami yang saat itu berada di belakang gawang bisa pindah ke samping. Pemandangan yang lumayan jelas di sini. Lokasi ini mirip saat saya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan tim yang saat ini berada di puncak klasemen Bundesliga, Borussia Dortmund tiga tahun lalu. Lengkapnya baca di sini.

Pukul 19.00 pertandingan dimulai. Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bulu kuduk ini terasa merinding. Betapa tidak, malam itu sekitar 85ribu orang dengan kompak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ini dia videonya. Check this out! (videonya di bawah)


Pertandingan sendiri berjalan seru dan menegangkan. Indonesia akhirnya melaju ke babak final Piala AFF lewat gol tunggal Cristian Gonzales. Luar biasa, satu saja pemain naturalisasi Indonesia bisa menaklukkan 9 pemain timnas Filipina. Di partai puncak Indonesia akan kembali menghadapi Malaysia yang ditaklukkan 5-1 di babak penyisihan. Tanggal 26 Indonesia akan menghadapi Malaysia di Stadion Bukit Jalil dan tanggal 29 Desember di Stadion Gelora Bung Karno. Empat kali sudah kita mencapai babak final, mudah-mudahan kali ini bisa menjadi juara.
Yah, hari itu perjuangan keras untuk mendapatkan sebuah tiket akhirnya berbuah kebanggaan. Kebanggaan dan perasaan lega karena Indonesia berhasil melaju ke opartai puncak. Sedikit lagi untuk menjadi juara…
INDONESIA!! INDONESIA! INDONESIA!!
KAMI DUKUNG TIMNAS BUKAN PSSI







Nb: kata temen saya Aji, saya ama Irham sempat kesorot kamera saat pertandingan akan dimulai. Ada yang lihat??
Foto-foto pertandingan lainnya klik di sini

Sabtu, 04 Desember 2010

Jangan Cepat Berpuas Diri

Melihat performa tim nasional Indonesia dalam dua pertandingan AFF Cup memang banyak membuat kita berdecak kagum. Sentuhan Alfred Riedl nampaknya telah memberikan sentuhan berharga buat pasukan Garuda. Kolaborasi pemain tua-muda ditambah dua pemain naturalisasi, Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim membuat jutaan warga Indonesia percaya inilah saat yang tepat untuk meraih juara Piala AFF yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Kemenangan besar 5-1 atas Malaysia dan 6-0 atas Laos ditambah penampilan cantik para pemain timnas memang menimbulkan optimisme tinggi. Ditambah fakta Thailand yang dianggap sebagai pesaing terberat justru tak bisa berbuat banyak menghadapi lawan yang sama. Namun tunggu dulu, para pemain timnas harus berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Beberapa kali timnas menampilkan permainan luar biasa di awal namun harus berakhir antiklimaks.



Kita putar ulang kejadian pada tahun 2004 lalu saat saya masih imut-imutnya (halah). Saat itu, Piala Asia 2004 di Cina. Indonesia mengguncang dunia dengan menaklukkan negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 nanti, Qatar dengan skor 2-1. Gol dari Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman sanggup menjungkalkan jagoan Timur Tengah itu. Hasil yang membuat pelatih kawakan Phillipe Troussier dipecat saat pertandingan masih berlangsung.

Asa langsung meninggi saat itu. Kpercayaan diri pemain meningkat untuk menorehkan prestasi lolos dari penyisihan grup untuk kali pertama sepanjang sejarah. Namun apa daya harapan tinggalah harapan. Pasukan Garuda terjun bebas setelah dipermalukan tuan rumah Cina 0-5 dan Bahrain 1-3.

Masih di tahun yang sama, kali ini di ajang Piala AFF (saat itu bernama Piala Tiger). Dimotori Ilham Jayakesuma dan Boaz Salossa timnas tampil memukau di babak penyisihan yang berlangsung Vietnam. Tuan rumah Vietnam digasak 3 gol tanpa balas menjadikan timnas sebagai juara grup dengan produktivitas yang cukup tinggi, 17 gol tanpa sekali pun kebobolan.

Kegemilangan pasukan Merah-Putih berlanjut hingga babak semifinal menghadapi Malaysia. Sempat takluk 1-2 di Jakarta, aksi heroik pasukan Garuda berlangsung di pasukan Bukit Jalil Malaysia. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, sanggup melesakkan empat gol di babak kedua. Harapan untuk meraih juara pun sangat meninggi.

Namun apa daya sekali lagi penampilan gemilan timnas harus berakhir antiklimaks. Dua pertemuan dengan Singapura berujung kegagalan, takluk 1-3 di Jakarta dan 1-2 di Malaysia. Sungguh ironis, gelar juara masih tak mau merapat ke bumi pertiwi.

Melangkah tiga tahun selanjutnya, Piala Asia 2007 yang berlangsung di negara sendiri. Bahrain yang menjadi Piala Asia 2004 sanggup dipukul 2-1. Namun sayang kekalahan 1-2 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Korea Selatan membuat mimpi berprestasi itu gagal terwujud.

Kini Piala AFF 2010 tentunya kita semua berharap INDONESIA dapat mempertahankan penampilan gemilangnya. Ingat perjalanan masih panjang, jangan terlalu berbangga dulu. Rabu, 29 Desember 2010 Stadion Utama Gelora Bung Karno harus jadi milik kita. Saatnya kita bangga menjadi warga negara INDONESIA.. Garuda terbanglah ke angkasa, kepakan sayapmu raih Piala AFF 2010.

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...