Senin, 11 April 2011

Profil Radja Nainggolan

Cagliari, OLE!
Radja Nainggolan
Raja Batak di Serie-A

Saat ini ada banyak pemain keturunan Indonesia yang berlaga di Eropa. Salah satunya adalah Radja Nainggolan, gelandang Cagliari yang memiliki darah Batak dari ayahnya.
Luzman Rifqi Karami
Bulan Januari 2010 menjadi tonggak bersejarah bagi pria keturunan Indonesia, Radja Nainggolan. Untuk pertama kalinya ia bisa berkarir di Serie-A. Klub lamanya, Piacenza yang berlaga di Serie-B meminjamkannya ke Cagliari. Sebelumnya ia sempat digosipkan akan berlabuh ke AS Roma.
Di Cagliari, pria kelahiran Atwerp, Belgia tersebut langsung menjadi andalan. Radja pun merasa senang dengan kepindahannya ke klub papan tengah Serie-A tersebut.

“Saya datang ke Cagliari dengan rasa antusias. Target saya ada bertumbuh dan berkembang di Seri A,” ungkap Radja Nainggolan yang lahir di Antwerp, Belgia   seperti dilansir Goal.
“Saya dapat bermain di segala posisi di lapangan tengah. Saya merasa lebih baik di sisi kiri, tapi saya berharap bisa mendapatkan tempat di dalam tim ini,” harapnya.

Radja benar-benar memenuhi janjinya. Penampilan moncernya di Cagliari membuat banyak klub besar tertarik di antaranya Real Madrid dan AC Milan. Musim ini di Cagliari dia telah mencatat 15 penampilan dan mencetak 2 gol.

Ketua Umum Cagliari, Massimo Cellino sangat yakin jika Radja bisa mempertahankan performanya, ia bisa berseragam Madrid suatu saat nanti. “Saya puas dengan penampilan Nainggolan dan yakin suatu saat di akan mengenakan kostum Los Blancos. Tetapi dia masih muda, baru berusia 22 tahun dan kami akan menahan kepergiannya satu musim lagi,” ujar Cellino mengomentari performa apik Nainggolan.



Selain Madrid, Milan dikabarkan sebagai klub yang sangat tertarik mengincarnya. Dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Milan ingin mendatangkan gelandang bertahan baru di bursa transfer musim panas untuk bisa mengisi tempat Gennaro Gattuso kelak. Pemain Belgia keturunan Batak itu menjadi salah satu opsi yang diambil Milan.

Pertimbangan Milan memasukkan nama Radja ke dalam wish list mereka tak lepas dari penampilan impresifnya bersama Cagliari di musim ini. Selain itu, usia Radja juga masih muda, yaitu 22 tahun, yang mana sesuai dengan ambisi Milan meremajakan tim.

Lebih Pilih Timnas Belgia
Radja memiliki keturunan Batak dari ayahnya. Ayahnya, Marius Nainggolan adalah orang Batak sedangkan ibunya, Lizi Bogaerd adalah kelahiran Belgia. Nama Nainggolan merupakan marga Batak dari ayahnya. Darah Batak yang mengalir dalam tubuhnya membuat Radja diharapkan bisa memperkuat timnas Indonesia seperti yang sudah dilakukan Irfan Bachdim dan Christian Gonzales.

Namun sayang harapan pecinta sepakbola nasional itu sepertinya sulit terwujud. Radja lebih memilih mengikuti darah ibunya. Radja telah mencatat 4 penampilan dan 1 gol bersama timnas U-21 Belgia. Ia juga sudah memperkuat timnas senior Belgia dan telah mengawali debut internasionalnya saat Belgia menghadapi Cile di Piala Kirin, 29 Mei 2009.


Biodata Radja
Nama lengkap: Radja Nainggolan
Tempat, tanggal lahir: Atwerp (Belgia), 4 Mei 1988
Tinggi/berat: 177 cm/65 kg
Posisi: Gelandang
No punggung: 4 (Cagliari)

Karir klub
Tahun
Tim
Penampilan
2007–2010
69 tampil 4 gol
2010–…
15 tampil 2 gol

Tim nasional
2008–2010
Belgia U-21
4 tampil 1  gol
2009–….
Belgia
1 tampil 0 gol


Cagliari, OLE!
Punya Saudara Kembar ‘Doyan’ Bola
Radja memiliki saudara kembar, wanita yang bernama Riana Nainggolan. Menariknya, meskipun Riana seorang wanita ia juga menggemari sepakbola seperti Radja. Marianus, ayah mereka mengenalkan Radja dan Riana pada sepakbola. Sejak 4 tahun, Radja dan Riana selalu diajak nonton dan bermain sepakbola oleh Marianus di Antwerp, Belgia.

Sayangnya, sejak usia 6, kedua saudara kembar ini harus berpisah dengan sang ayah. Marianus kembali ke Bali, Indonesia, untuk meneruskan kembali usahanya. Pria berdarah Batak ini memang menjadi pengusaha di Pulau Dewata itu.

Setelah Marianus kembali ke Indonesia, Radja mendapat dorongan dari ibunya Lizi Bogaerd dalam menggeluti sepakbola. Sejak medio 2005, Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia.

Di klub Serie-B ini, karir Radja mulai bersinar. Gelandang berusia 21 ini telah mencetak empat gol dari 41 penampilan.

Di Piacenza pula, Radja kembali dipertemukan dengan ayahnya. Momen itu terjadi pada akhir 2007.

"Setelah 13 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana,“ kata Radja seperti dilansir blog Sepakbolanda.
Saudara kembar Radja, Riana Nainggolan juga bermain sepakbola. Sampai sekarang ia masih aktif di klub sepakbola wanita Belgia, Kontich. Klub ini berkiprah di kompetisi nasional Belgia. (luz)

Rabu, 06 April 2011

Prediksi Perburuan Scudetto

Milan, OLE!
Kemenangan Milan atas Inter dalam Derby Della Madoninna Sabtu (2/4) bukan pertanda perburuan scudetto telah usai. Meski berat, Inter dan Napoli masih yakin bisa menyalip perolehan poin Rossoneri.

Luzman Rifqi Karami
Masih ada tujuh pertandingan tersisa dan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Milan kini memimpin klasemen dengan 65 poin, hanya terpaut 3 angka dari Napoli. Di posisi ketiga, sang juara dalam lima musim terakhir, Inter hanya berselisih 5 angka dari Milan. Peringkat keempat, Udinese sepertinya tak bernafsu memburu gelar juara. Fokus Udinese adalah mempertahankan peringkat keempat atau jatah terahir untuk Liga Champions musim depan.

Milan memang saat ini berada di atas angin. Selain memiliki selisih poin yang cukup besar, Rossoneri hanya tinggal fokus di Serie-A karena sudah tersingkir di Liga Champions. Lawan sisa mereka pun tak terlalu berat. Hanya Udinese dan Roma yang bisa memberikan perlawanan berarti. Selebihnya tak memiliki tradisi untuk menyulitkan Milan.
Meskipun saat ini di atas angin, pelatih Milan Massimiano Allegri pun tak berani sesumbar. Ia yakin semua peluang tim masih terbuka. “Masih terlalu dini membahas gelar juara, tapi yang pasti kami punya peluang bagus menjadi juara,” ujar Allegri kepada Eurosport usai pertandingan derby.
Sementara itu peluang Napoli pun bisa dikatakan masih terbuka. Penampilan spartan tak kenal lelah saat mengandaskan Lazio 4-3 Minggu (3/4) bisa menjadi acuan. “Sikap kami tetap sama, bermain 100 persen di setiap laga untuk kota ini dan untuk tim ini,” ujar pencetak hat-trick dalam pertandingan tersebut, Edinson Cavani.

Mantan pelatih Napoli Zdenek Zeman ikut angkat bicara mengenai tim dari kota Naples tersebut. “Saya akan memasukkan Napoli ke perburuan titel dengan antusias,” ujarnya penuh keyakinan. Pelatih Napoli, Walter Mazzari ikut menambahkan, “Saya yakin scudetto akan ditentukan hingga pekan terakhir dan kami akan berusaha turut memperjuangkannya hingga akhir.”

Napoli boleh saja optimistis. Namun jadwal sepertinya kurang bersahabat bagi pasukan Walter Mazzari. Apalagi dalam dua pekan terakhir tim yang pernah diperkuat Diego Maradona itu  harus bertemu dengan kandidat juara lainnya Inter dan juga Juventus yang berambisi lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Bagaimana dengan Inter? Secara matematis peluang Inter memang masih terbuka. Apalagi mereka terbukti sempat memangkas selisih poin yang tadinya 13 angka menjadi 2 angka saja. Jika semangat itu masih ada, I Nerazzuri masih memiliki peluang.

Pelatih Inter, Leonardo masih yakin akan peluang timnya. “Saya tak berpikir kami sudah menyerah, tetapi selisih lima poin untuk tujuh pertandingan cukup besar. Bagaimanapun, semua bisa terjadi,” ujarnya.
Semangat pantang menyerah Inter bisa menjadi kunci Inter untuk merebut scudetto keenam kalinya secara beruntun. Hal tersebut diakui bek Inter asal Brasil, Lucio. “Saya akui Milan sekarang lebih diuntungkan, tetapi harapan Inter belum musnah. Saya memberi garansi pada penggemar, Inter akan bertarung habis-habisan hingga laga terakhir,” tandasnya menebar ancaman.

Tak seperti dua kandidat lainnya, Inter masih memiliki laga di Liga Champions. Ini yang bisa menjadi titik lemah La Beneamata. Bagaimanapun berlaga di Liga Champions bisa menguras emosi, fisik, dan energi hingga bisa berpengaruh pada penampilan di Serie-A.

                Di atas kertas Milan memang paling berpeluang besar merebut scudetto untuk kali ke-18 sepanjang sejarah klub. Kunci merebut scudetto ada di tangan mereka sendiri, seperti yang pernah dikatakan striker andalan mereka, Zlatan Ibrahimovic, “Tak dapat dipungkiri, Milan adalah tim terbaik di Italia, namun kami membuat banyak kesalahan beberapa kali. Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri jika gagal meraih gelar liga.”

Yup benar kata Ibra. Milan memang tak boleh lengah, sebab lengah sedikit saja Napoli atau Inter sudah siap mengkudeta puncak klasemen.

Milan (poin 65)                prediksi    poin
11/4 vs Fiorentina (T)         M          68
17/4 vs Sampdoria (K)        M         71
24/4 vs Brescia (T)             M          74
1/5 vs Bologna (K)             M          77
8/5 vs Roma (T)                 S            78
15/5 vs Cagliari (K)         M            81
22/5 vs Udinese (T)        S             82

Napoli (poin 62)         prediksi     poin
10/4 vs Bologna (T)      M             65
18/4 vs Udinese (K)     M             68
23/4 vs Palermo (T)     M             71
1/5 vs Genoa (K)         M              74
8/5 vs Lecce (T)            M           77
16/5 vs Inter (K)           S            78
22/5 vs Juventus (T)   K            78

Inter (poin 60)             prediksi    poin
9/4 vs Chievo (K)            M          63
16/4 vs Parma (T)          M         66
22/4 vs Lazio (K)           M           69
30/4 vs Cesena (T)      M          72
8/5 vs Fiorentina (K)   M          75
16/5 vs Napoli (T)       S           76
22/5 vs Catania (K)     M          79

Harian Olahraga OLE! Edisi 13 Tahun I/ Rabu, 6 April 2011

Selasa, 05 April 2011

Prediksi Inter-Schalke



Wakil Jerman Kedua

Milan, OLE!

Ambisi Inter Milan untuk mempertahankan gelar Liga Champions kembali mendapatkan tantangan dari wakil Jerman. Setelah sukses menyingkirkan Bayern Muenchen kini Inter harus melewati hadangan Schalke 04.
Luzman Rifqi Karami

Bagi Inter ini ditentunya bisa dikatakan sebuah keuntungan. Betapa tidak, sebenarnya sang jawara bertahan bisa saja bertemu lawan yang lebih tangguh seperti Barcelona atau Real Madrid. Hal ini diakui oleh Luis Figo, perwakilan Inter dalam pengundian babak perempat final di Nyon, Swiss beberapa waktu lalu. Figo bersyukur baru mungkin bertemu kedua tim Spanyol tersebut di babak final.

"Kami senang karena terhindar dari Real Madrid ataupun Barcelona. Namun, siapapun lawannya, pasti akan sulit dikalahkan. Schalke mampu menyingkirkan tim kuat Valencia," ujar Figo.

Namun, Schalke pantang dipandang remeh. Wakil Jerman tersebut telihat begitu berkembang dari waktu ke waktu. Apalagi mereka memiliki sosok yang tangguh di bawah mistar gawang, Manuel Neueur. Dia pernah memperlihatkan aksi menawan yang meningkatkan semangat juang tim ketika menaklukkan Porto di babak 16 besar 2008 lalu. Jika Neuer bisa mengulang hal yang sama, tim Jerman itu berpeluang melaju tanpa kebobolan gol.

Belum lagi ada ancaman dari mantan legenda Real Madrid, Raul Gonzales. Di Schalke, Raul masih menunjukkan kualitasnya. Satu gol ke gawang Valencia di Mestalla turut membawa tim Royal Blues melaju ke babak perempat final. Lini pertahanan Inter yang dikomandai Lucio dan Andrea Ranocchia wajib bekerja keras. Termasuk mewaspadai pergerakan Jefferson Farfan yang begitu lincah dari sayap.

Inter sendiri saat ini berada di atas angin. Di ajang Serie-A Inter semakin mendekati pimpinan klasemen, AC Milan. Walaupun harus takluk dalam partai derby Sabtu (2/4) peluang untuk merebut scudetto masih terbuka. Hal yang berbanding terbalik dengan Schalke, di mana mereka harus terseok-seok di posisi ke-10 Bundesliga.

Pelatih Inter, Leonardo menegaskan sudah melupakan kekalahan di partai derby dan fokus menatap Liga Champions. “Saat ini, kami harus memikirkan tentang Schalke. Kami masih memiliki banyak hal positif yang harus dihadapi, jadi lakukanlah!” ujar Leonardo usai pertandingan.
“Kami menerima kekalahan ini dan saat ini, kami harus fokus ke Liga Champions,” tegas mantan allenatore Milan tersebut.

Untuk menaklukkan Schalke di kandang sendiri, Inter masih mengandalkan kemampuan Samuel Eto’o sebagai tukang gedor gawang lawan. Pengalamannya yang telah meraih tiga gelar Liga Champions menjadi kredit poin tersendiri. Belum lagi ancaman dari Diego Milito yang mulai pulih dari cedera dan Goran Pandev yang menghancukan mimpi Bayern Muenchen.

Asalkan tidak menganggap remeh ditinjau dari sisi mana pun Inter masih satu kelas di atas Schalke. Inter bisa memenangkan laga ini dengan lebih dari satu gol. Satu-satunya yang wajib diwaspadai Inter adalah menjaga gawang mereka agar tidak kebobolan untuk memperingan langkah mereka saat melawat ke Jerman.

Pertemuan terakhir
7 Mei ’97 Schalke 1-0 Inter (Final Piala UEFA)
21 Mei ’97 Inter 1-0 Schalke (Final Piala UEFA)
3 Maret 98 Inter 1-0 Schalke (Piala UEFA)
17 Maret ’98 Schalke 1-1 Inter (Piala UEFA)

INTER v SCHALKE

REKOR LIGA CHAMPIONS
Tiga Kali (1963/64, 1964/65, 2009/10)
JUARA
-
Dua Kali (1966/67, 1971/72)
RUNNER-UP
-
Juara
2009/10
Absen
STATISTIK LIGA CHAMPIONS 2010/11
50%
RASIO KEMENANGAN
62.5%
15
GOL
14
14
KEBOBOLAN
5
Samuel Eto'o - 8
TOP SCORER
Jefferson Farfan - 4
Samuel Eto'o - 4
ASSIST TERBANYAK
Tiga Pemain - 2

Selalu Berlangsung Ketat
Ditinjau dari segi mana pun Inter dan Schalke tentunya berbanding jauh. Inter adalah langganan Liga Champions, sekaligus peraih lima gelar musim lalu. Di ajang Liga Champions Inter sudah juara tiga kali, sedangkan Schalke hanya kerap menjadi underdog. Namun siapa sangka persaingan antara keduanya selalu berlangsung ketat. Skor 1-0 kerap mewarnai pertemuan kedua tim. Inter bahkan memiliki aib tersendiri karena pernah takluk lewat adu penalti oleh Schalke pada final Piala UEFA 1996-97.

Saat itu final berlangsung dua leg. Skor 1-0 untuk kemenangan Schalke di Veltins Arena terulang dengan skor yang sama untuk kemenangan Inter di Giuseppe Meazza. Alhasil adu penalti harus dilakukan. Hasilnya Schalke menang 4-1 di hadapan para pendukung Inter sekaligus berhasil merengkuh gelar Piala UEFA.
Kesuksesan di masa lalu menjadi inspirasi bagi Schalke untuk menahan laju Inter. Hal ini diakui sang kiper andalan, Manuel Neueur.

"Menghadapi juara bertahan merupakan undian yang sangat berat. Tapi, ini pun bisa menjadi langkah baik bagi Schalke. Sebab, kami pernah sukses di San Siro pada 1997. Lain itu, kami diuntungkan lantaran bermain tandang lebih dulu,' bilang kiper Manuel Neuer.

Lucio Yakin Inter Masuk Final
Milan, OLE!

Keyakinan tinggi diusung bek Inter yang penuh pengalaman, Lucio. Ia yakin La Beneamata akan kembali melaju ke partai puncak. Ia juga yakin timnya bisa kembali meraih gelar yang musim lalu diraih di Stadion Santiago Bernabeu.

Hasil dramatis saat menyingkirkan Bayern Muenchen menimbulkan opitimisme tinggi dari pemain asal Brasil tersebut. 

"Kami bermain bagus lawan Bayern, dan kini kami mulai menatap Schalke. Kami akan melakukan segala usaha untuk bisa mengulangi kesuksesan pada musim lalu," kata Lucio.

Namun Lucio pantang memandang remeh Schalke. Baginya semua tim memiliki peluang yang sama.
"Setiap tim di fase kompetisi ini memiliki peluang untuk menang. Real Madrid dan Barcelona juga memiliki peluang yang sama," ujar Lucio kepada eBand.

Inter kini menjadi satu-satunya wakil Italia di Liga Champions setelah Roma dan Milan tersingkir. Rekor Inter menghadapi klub Jerman cukup apik. Dari total 13 pertemuan di Liga Champion Nerazzurri sukses mengantongi enam kemenangan, empat kalah, dan tiga imbang.

Direktur Schalke Senang Jumpa Inter
Gelsenkirchen, OLE!
Bagi siapa pun bertemu juara bertahan tentunya suatu hal yang sulit. Namun hal sebaliknya dirasakan Direktur Sport Schalke, Horst Held. Baginya melawan Inter masih lebih “mudah” dibandingkan harus bertemu dengan raksasa Spanyol, Barcelona.

"Saat paling menegangkan adalah begitu nama Barcelona muncul dan nama kami masih termasuk dalam undian. Kami akhirnya merasa lega karena ternyata bukan kami yang harus menghadapi mereka," ucap Heldt melalui situs resmi Schalke.

Bagi Heldt, Inter memang bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Terbukti mereka sanggup menyingkirkan wakil Jerman lainnya, Bayern Muenchen. Namun baginya peluang timnya masih lebih besar dibandingkan harus bertemu Barcelona.

Apalagi Schalke memiliki memori manis saat menghadapi Inter. Pada musim 1996-97 mereka merengkuh gelar Piala UEFA setelah menaklukkan Inter melalui adu penalti di partai puncak.

Laga Inter melawan Schalke bisa dibilang menjadi laga bergengsi bagi kedua negara, Italia dan Jerman. Hal ini karena mereka adalah satu-satunya perwakilan masing-masing negara. Patut dinantikan siapa yang akan menjadi pemenang laga ini.

Review Buku oleh Hapis

 Ini review buku saya "Terjebak di Bawah Sadar" yang dibuat oleh Muhammad Hafizhuddin.

Permisiiii.... Posting ini harus bener-bener serius. Oke. Ehem.



Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku pemilik blog merasa sangat terhormat ketika diberi sebuah buku secara cuma-cuma oleh penulisnya. Buku apa dan siapa penulis tersebut?

Buku berjudul "Terjebak di Bawah Sadar" ditulis pengarangnya, Luzman Rifqi Karami, dalam keadaan setengah sadar. Unik sekali. Bukan keinginan dia secara sengaja, tapi semata karena saat itu Kang Luzman dipengaruhi jin yang masuk ke dalam tubuhnya.

Jin ini bisa dibilang tidak terlalu jahat juga tidak terlalu baik, menurut pandangan saya. Lucunya, jin ini fanatik sepakbola juga khususnya klub AC Milan, sedangkan Kang Luzman adalah fans Inter Milan. Bertolak belakang dan pastinya selalu ada pergelutan hebat dalam tubuh Kang Luzman. Terdapat banyak rasa penasaran yang dimunculkan dalam buku ini sehingga kita berfikir, 'Apa yang akan terjadi selanjutnya?'.

Namun karena buku ini masih terbit secara independen alias self-publishing ada beberapa kekurangan. Belum begitu rapi dalam susunan penempatan tulisan. Dan untuk cover juga ternyata gambarnya pecah. Iya untuk cover memang saya yang buat, atau lebih tepatnya saya yang memberi warna dalam gambar, karena yang menggambarnya bukan saya. huehehe

Tapi jujur, isi dan makna yang terkandung sangat bagus. Makanya saya berharap buku ini bisa terbit di penerbit besar. Amiin. Semoga saja.

Penasaran dengan bukunya???? Segera pesan via admin@nulisbuku.com. Subject pesan buku. Dalam badan email tulis pesan buku Terjebak di bawah sadar 1, nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor yang bisa dihubungi.

Jumat, 01 April 2011

Panasnya Derby Milan

Derby Della Madoninna antara AC Milan dan Inter Milan selalu menampilkan drama, emosi, dan juga sejarah yang panjang. Kedua tim selalu bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik baik untuk tingkat Italia, Eropa, dan juga dunia.

Luzman Rifqi Karami

Pertandingan derby antara AC Milan kontra Inter Milan Minggu (3/4) nanti akan menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu. Pertandinga tersebut adalah partai yang ke-275 dalam rivalry tim sekota tersebut dari semua kompetisi. Memang ada banyak derby di Italia seperti Derby Della Capitale antara Lazio dan AS Roma atau derby Turin antara Juventus dan Torino. Namun derby Milan atau dikenal dengan Derby Della Madoninna memiliki sejarah dan rivalitas yang panjang. Berikut ini sejarah derby Milan yang selalu berlangsung sengit.

Beberapa dekade yang lalu, kota Milan hanya memiliki satu klub. Pada 16 Desember 1899, Alfred Edward mendirikan Milan Cricket and Football Club. Saat masih belum terpecah menjadi dua klub, klub ini pernah tiga kali memenangkan kejuaraan Italia yang masih berlaku sistem regional yakni pada 1901, 1906, dan 1907.
Sejarah persaingan klub sekota ini dimulai ketika anggota Milan FC memisahkan diri. Mereka memprotes terlalu banyaknya campur tangan dan pengaruh Inggris. Pada 9 Maret 1908, sekelompok pria Italia dan Swiss yang kerap bertemu di ruang belakang Restoran Orologio akhirnya bersepakat memisahkan diri. Dipimpin Giovanni Paramithhiotti, mereka membentuk klub baru Internazionale Milano. Nama “Internazionale” dipilih karena klub membuka diri terhadap siapapun untuk mencatatkan diri sebagai anggota.
Sejak itu, persaingan dua klub sekota dimulai. Pada lima tahun pertama, Milan FC masih mendominasi dengan serangkaian kemenangan. Dan baru terputus ketika Internazionale mengalahkan mereka 5-0 pada kejuaraan tahun 1910. Pada masa itu, Internazionale mulai populer disebut “Inter” saja. Karena berasal dari Milan, orang kemudian akrab menyebutnya Inter Milan. Nama itulah yang kemudian dikenal sampai sekarang. Inter kemudian banyak diasosiasikan sebagai klub bagi masyarakat menengah ke atas warga Milan. Adapun Milan FC —kemudian berubah jadi AC Milan— lebih banyak didukung masyarakat kelas pekerja.
Namun “kategorisasi” ini tak bertahan lama. Pada dekade 1980-2000-an ini, kian sulit membuat definisi tentang rivalitas mereka. Pendukung “Nerazzurri —julukan Inter— maupun “Rossoneri’, sebutan AC Milan, tak pernah betul-betul bisa diidentifikasi berdasarkan kelas sosial maupun lokasi geografisnya. Bahkan dalam satu keluarga warga Milan pun bisa terjadi perbedaan dukungan.

Kedua klub ini terus bersaing menjadi yang terbaik di Italia, Eropa, dan juga dunia. Di tingkat domestik, Inter unggul dari saudara tuanya dengan 29 gelar berbanding 27 gelar. Namun untuk tingkat Eropa, Rossoneri masih unggul dengan 14 gelar berbanding 6 gelar milik Nerazzurri. Begitu pun untuk trofi Piala Interkontinental atau Piala Dunia Antar Klub, Milan sudah meraih 4 sedangkan Inter baru 3. Hal yang tak bisa diraih Rossoneri tapi bisa dilakukan Nerazzuri adalah rekor quintuple atau lima gelar dalam satu musim. Pada musim 2009-10 Inter meraih lima gelar sekaligus yakni scudetto, Liga Champions, Coppa Italia, serta ditambah trofi SuperCoppa Italia dan Piala Dunia Antarklub.

Dalam rekor pertemuan di kancah Serie A atau top flight Italia, Inter Milan sedikit lebih unggul dengan 64 kemenangan, 52 seri dan sisa 59 laga dimenangkan AC Milan. Namun, secara keseluruhan, dari 274 pertemuan di berbagai even, baik itu yang resmi atau hanya sekelas persahabatan, Milan masih unggul atas Inter dalam head-to-head. Milan memenangi 107 laga, dan 72 partai berakhir seri. Sisanya [95 laga] menjadi milik Inter. Milan juga lebih produktif dalam menjebol gawang Inter dengan perbandingan total 432-404.
Tak jarang skor yang terjadi berlangsung mencolok seperti pada 2009 lalu saat Inter menaklukkan Milan dengan skor 4-0. Berikut ini skor derby yang berakhir besar untuk Milan dan Inter.

Milan

Inter
  • Milan 0–5 Inter -  6 Februari 1910 (Serie-A)
  • Inter 5-1 Milan - 17 Februari 1910  (Serie-A)
  • Inter 5-2 Milan -  22 Februari 1914 (Serie-A)
  • Inter 5-4 Milan  - 6 November 1932 (Serie-A)
  • Inter 6-5 Milan -  6 November 1949  (Serie-A)
  • Inter 5-2 Milan - 28 Maret 1965  (Serie-A)
  • Inter 4-0 Milan  - 2 April 1967  (Serie-A)
  • Milan 1–5 Inter - 24 Maret 1974 (Serie-A)
  • Milan 0–4 Inter -  29 Agustus 2009 (Serie-A)

Kamis, 31 Maret 2011

Sepak Bola dan Dakwah Islam



Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat kehendak-Nya lah akhirnya buku ini bisa terbit juga. Pahit getir sudah penulis alami dalam usaha menerbitkan buku ini. Tak seperti matahari yang begitu mudahnya terbit setiap hari, dalam menerbitkan buku ini penulis merasakan kesulitan yang tiada tara (walah jadi lebay gini).

Jadi gini (sesi curhat dimulai), pertama ada ide ini muncul tahun 2009. Waktu itu aku lihat tulisan-tulisanku di blog www.kumahaanjeun.com banyak yang berhubungan dengan Islam. Sepertinya menarik jika dibukukan. Nah pada saat itu temanku Tari memilah-milah artikel yang pas untuk dijadikan buku. Dia juga yang menjadikannya bab demi bab. Terus ditambah tulisannya dia juga. Wah rajin juga yah tuh anak, mau lagi disuruh-suruh sama saya. Harus dijadiin istri nih, hehe..

Lanjut ah. Nah setelah itu aku mem-print naskah yang udah dibuat. Wah lumayan tebal juga. Aku coba kirim ke Mizan, dan dengan sukses ditolak. Aku juga coba kirim ke penerbit lain, ditolak juga. Alasannya rata-rata topiknya kurang up to date.. Hmmm..

Sebenarnya aku bingung juga dengan alasan kurang up to date. Dari kejadian-kejadian terdahulu kan kita bisa mengambil hikmah. Lalu ada juga yang bilang nilai keislamannya kurang diangkat. Hmm.. hikmah dari berbagai peristiwa di lapangan hijau menurutku juga bisa dilihat dari sudut pandang Islam. Ah sudahlah, capek berdebat.
Lelah dengan berbagai penolakan, aku pun mencoba self publishing di Nulis Buku. Mudah-mudahan saja ini menjadi langkah awal dan banyak orang-orang yang melihat karyaku. Soalnya agak gimana gitu,aku dari dulu suka sepak bola, blognya juga tentang sepak bola, tapi kok belum pernah menerbitkan buku tentang sepak bola. Kepala udah kayak bola. Hheee..

Oh iya ucapan terima kasihnya belum. Makasih banyak tentunya buat orang tua yang udah mendukung anaknya yang baik dan ganteng ini. Trus buat Iksank yang udah ngedesain covernya yang keren banget. Tak lupa buat Tari yang udah bantu ngedit dan juga nambahin tulisan. Satu lagi buat pengunjung setia blogku www.kumahaanjeun.com yang terus membuat semangat penulis dan juga membuat semangat penulis untuk mengumpulkan artikel dalam blog menjadi sebuah buku. Juga buat semua temen-temen suporter mari kita jadikan sepak bola sebagai lahan untuk memperbaiki diri.

Ya sudahlah gitu aja sedikit dari penulis. Nikmati aja lembar demi lembar buku ini. Terus nonton bola dan jangan lupa beribadah yah!!!
Kalo mau pesen ama lihat daftar isi dan contohnya bisa buka http://www.nulisbuku.com/books/view/sepak-bola-dan-dakwah-islam-revisi-31-maret-2011
Atau bisa pesen lewat admin@nulisbuku.com subject pesan buku, tulis di badan emailnya nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.
Jangan lupa like juga grupnya di fb http://www.facebook.com/pages/Sepak-Bola-dan-Dakwah-Islam/113891395358542

Senin, 28 Maret 2011

Selamat Jalan Kakekku

Innalillahi wa inna ilaihi rajiiun, telah berpulang ke rahmatullah kakeku (biasa aku panggil Yangkung, eyang kakung), pada hari sabtu (26/3) dalam usia 78 tahun. Jenasah dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 di Ujung Berung. Di sini saya akan coba berkisah sedikit mengenai Yangkung dari mulai sakit hingga dipanggil yang Maha Kuasa.

Sekitar tanggal 8 November 2010 Yangkung mulai dirawat di RS Ciumbuleuit. Sebenarnya sakitnya tidak parah-parah amat. Saat itu seperti biasa Yangkung melakukan kontrol atau cek kesehatan di rumah sakit tersebut. Yangkung diputuskan untuk diinfus karena tidak mau makan. Setelah beberapa kali pengecekan organ Yangkung dalam keadaan sehat-sehat saja. Mungkin saja ada beban pikiran yang mengganggu Yangkung sehingga harus sakit.

Sakitnya Yangkung memang sedikit tak terduga. Aku ingat sekita tahun 2007 beliau masih kuat ikut gerak Jalan Koperasi sejauh 10 km. Beliau juga masih sering jalan-jalan ke pameran di daerah Landmark, Braga. Masih kuat jalan mendaki ke kebun tahun 2010 seminggu sekali, bahkan masih kuat pergi ke Malang bersamaku pada tahun yang sama. Saat di Malang bahkan Yangkung masih kuat jalan ke masjid yang lumayan jauh.

Sempat keluar dari rumah sakit, lalu akhirnya dirawat lagi. Entah sudah berapa kali Yangkung bolak-balik rumah sakit. Aku beberapa kali mengunjungi beliau. Pernah bareng Irham sampai nyasar ke Pasteur padahal harusnya ke Ciumbuleut, pernah sendiri, pernah juga bareng kawanku Aji. Setelah beberapa hari dirawat di RS, Yangkung dioperasi kelenjar prostat.

Aku ingat saat pertama kali dirawat Yangkung masih bisa bercanda. Saat itu aku dan Irham menjenguknya di RS. Beliau mengomentari kedatangan Barrack Obama ke Indonesia. "Kenapa Barrack Obama ga nyampe sehari ada di Indonesia?" kata beliau. Lalu aku dan Irham kebingungan. Yangkung bilang, "Soalnya kalo lebih dari 1 x 24 jam harus lapor RT" Mungkin itu candaan terakhir Yangkung yang bisa kudengar.

Yangkung memang sekali becanda. Candaan lain yang aku ingat singkatan SMAK Dago lalu sikat gigi sambil bersiul. Gaya bicara saat bercandanya sangat kocak dan khas, jadi walaupun berulang-ulang juga tetap lucu. :))

Namun dalam keadaan sakit beliau sudah tak bisa bercanda. Bahkan menyunggingkan senyum pun susah.

Hari demi hari keadaan Yangkung pasca operasi justru semakin parah. yangkung hanya makan sedikit dan terlihat lemas. Rabu (23/2) saat aku wisuda aku menyempatkan diri ke RS. Aku tahu Yangkung pasti bangga bisa melihat cucunya diwisuda, namun beliau sudah tak bisa tersenyum.

Setelah dirawat beberapa hari di RS dan dicecoki dengan berbagai obat kimia, Yangkung diperbolehkan pulang walau bisa dikatakan keadaannya sangat lemas. Sepertinya obat kimia memang menimbulkan efek samping, saat itu sehari bisa sampai 9 obat. Karena keadaan tidak bertambah baik akhirnya diputuskan untuk menggunakan herbal. Namun spertinya sudah terlambat.

Minggu (20/3), aku mendapat panggilan untuk kerja di Harian Olahraga OLE! Saat itu untuk bicara Yangkung sudah sulit, namun masih bisa nonton TV dan melihat pemandangan di luar dengan kursi roda. Sudah tak ada lagi candaan khas beliau. Aku coba bercanda saja Yangkung sudah tak bisa tertawa. Aku pun ke kantor dan bilang, "Yangkung, Luzman mau kerja ke Jakarta." Mungkin itu terakhir kali aku pamit pada Yangkung. :(

Kamis (24/3) aku mendapat kabar sedih dari Bandung. Yangkung tambah parah, sudah susah bicara, bergerak pun susah, bahkan tak bisa tidur. Setelah menonton Persib pada hari itu, esok harinya pun aku pulang ke Bandung untuk menengok Yangkung untuk melihat keadaan beliau. Ternyata memang keadaan Yangkung tambah parah.

Ada yang menarik saat Yangkung sakit. Aku lihat beliau sangat semangat sekali shalat, bahkan saat parah pun tak pernah meninggalkan shalat. Malah udh shalat juga sempat lupa dan mau shalat lagi. Saat benar-benar lemah, Yangkung beberapa kali terlihat mau melakukan gerakan shalat. Hendak melakukan takbir, "Allahu Akbar" namun begitu sulit mengucapkannya.

Yangkung pun beberapa kali menyebutkan namaku. Saat di Jakarta beliau sempat bertanya, "Mana Luzman?" Begitu pun saat aku di Bandung. Lalu bapak bilang, "Luzman sudah kerja". Yangkung pun bilang, "Bagus" dengan sangat puas dan akhirnya tertidur.

Kenangan Terakhir Bersama Yangkung

Jumat (25/3) malam aku bermimpi Yangkung meninggal. Sepertinya sebuah firasat?? Esok harinya Yangkung benar-benar dipanggil Yang Maha Kuasa. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima, dosanya diampuni, dan dilapangkan kuburnya. Beliau meninggal dengan tenang. Saat dimandikan pun berlangsung lancar dan tidak ada masalah berarti.

Selamat jalan Yangkung, mudah-mudahan diterima di sisi-Nya.

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...