Sabtu, 11 April 2015

Setahun Luz n Q Jersey

Alhamdulillah sudah setahun Twitter @LuznQ_Jersey lahir. Banyak cerita yang lahir mengiringi setahun akun jualan saya ini.

Sebenarnya, sebelum akun Luz n Q lahir, saya sudah aktif berjualan online. Dulu, saya aktif jadi admin @LoGueInteristi dan lumayan bisa berjualan dari situ. Saya pernah berjualan batik Inter dan klub-klub bola. Saya beli di mall Thamrin City, lalu saya jual lagi.

Tapi, jualan ini tidak bertahan lama. Sebab, sulit juga ternyata. Saya harus ke Thamrin di sela-sela pekerjaan saya, padahal waktu libur saya tidak banyak. Ke sana juga perlu waktu dan biaya. Akhirnya ya tidak berjalan.

Akhirnya, beberapa saat sebelum saya pergi ke Singapura, menang kuis, saya berpapasan dengan Iqbal pemilik warung jersey di dekat Dian Cell dan belakang masjid Al Bakrie. Waktu itu, saya membeli topi Inter, saya bertanya pada dia bagaimana kalau saya coba menjual topi Inter itu, istilahnya reseller.

Saya pun mencoba, tapi ternyata topi tak banyak yang tertarik. Saya coba menjual jersey Inter 2013-14. Dan alhamdulillah laku keras. Jualan saya pun berlanjut. Jersey Inter lawas laku, jaket laku, ya alhamdulillah benar-benar di puncak saat itu.

Saya dan Iqbal akhirnya membuat rencana lain, bikin proyek sendiri, bukan dari yang grade ori Thailand. Akhirnya memanfaatkan nama besar LGI beberapa kali kami panen. Topi, jaket, sweater LGI alhamdulillah semua laku keras.

Ternyata, ada cobaan di saat kami sedang laku-lakunya. Saya pun dengan terpaksa mengalah dan membuat akun sendiri @LuznQ_Jersey, cerita lengkapnya bisa baca di sini http://www.kumahaanjeun.com/2014/04/ketika-saya-memutuskan-untuk-mundur.html

Dan alhamdulillah, meski sudah keluar dari LGI masih laaris. Malah jadi lebih variasi, bukan hanya jersey Inter. Juventini yang dulu musuhan banget ada yang lebih juga, hehe..

Banyak cerita sepanjang saya berjualan online ini. Dari mulai pembeli yang php, yang puas, yang kecewa, ada semua. Yah namanya juga jualan, kami hanya berusaha yang terbaik tapi belum bisa membuat semua puas.

Alhamdulillah hampir seluruh pelosok nusantara sudah membeli barang Luz N Q. Dari Aceh, Baubau, Atambua, Sorong, Pangkalan Bun, Lombok, dll.

Kami malah dijadikan skripsi. Istri saya menjadikan Luz n Q bahan skripsi. Saya hanya bisa berharap semoga tambah laku, sukses, dan bisa memuaskan semua pelanggan :)





Selasa, 03 Maret 2015

Rezeki Besar di Balik Pernikahan

Banyak orang yang takut menikah karena berpikir menikah akan memakan banyak biaya. Ya, itu memang benar. Sebagai pria, setelah menikah wajib menafkahi istri. Gaji yang tadinya hanya untuk diri sendiri harus juga diberikan pada istri. Belum lagi pengeluaran lainnya yang tak kalah besar, ditambah jia sudah memiliki anak.

Banyak yang menunggu mapan dulu untuk menikah. Tunggu punya rumah pribadi, dan juga kendaraan pribadi. Kalau saya sendiri tidak beranggapan seperti itu. Justru setelah menikah rezeki itu akan terus bertambah, saya percaya dengan janji Allah.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nur [23] : 32).

Maka dari itu, saya sudah punya keinginan menikah saat di bangku kuliah, saat saya belum punya penghasilan apa-apa. Saya tak takut, apalagi saya percaya dengan janji Allah. Teman saya bahkan ada yang memberanikan menikah saat semester 2 perkuliahan, kurang lebih saat itu usianya baru 18 tahun. Itu membuat saya semakin bersemangat.

Alhamdulillah, orang tua saya juga membantu dalam mewujudkan keinginan saya ini. Beberapa kali mereka mengenalkan saya kepada anak teman mereka. Setelah perjuangan tak kenal lelah, akhirnya mimpi itu terwujud pada 8 Agustus 2014 dengan seorang gadis cantik bernama Nourma Deavianty.


Uniknya, perjuangan itu berhasil di Jalan Perjuangan. Ya, akad nikah saya dilangsungkan di Jalan Perjuangan dengan sangat sederhana. Tanpa ada resepsi, hanya perwakilan saudara yang hadir. Tadinya, kami sempat berniat mengadakan resepsi di bulan Desember tapi harus batal karena sesuatu dan lain hal. Ini sepertinya ‘menurun’ dari bapak dan ibu saya yang nikahnya juga tanpa resepsi. Hehe.

Tak seperti pasangan pada umumnya yang langsung tinggal bersama, kami sudah harus berpisah di awal pernikahan. Istri saya masih melanjutkan kuliah di Unswagati Cirebon sedangkan saya masih bekerja di VIVA.co.id Jakarta.

Sebenarnya, jika bicara logika gaji saya masih kurang untuk menikah. Apalagi, gaji dipotong setelah meminjam uang untuk membeli cincin nikah, ada pengeluaran asuransi, belum lagi bayar kosan, belum lagi pulsa, ongkos bolak balik Cirebon Jakarta, dsb dsb. Malah saya juga berkewajiban membayar SPP istri saya.

Tapi memang benar, Allah itu tidak pernah ingkar janji. Selalu saja ada rezeki setelah menikah. Saat istri butuh uang SPP ada uang suka cita pernikahan dari kantor. Saat butuh uang untuk ke Cirebon dapat rejeki dari yang membeli PS2.  Saat kantong benar-benar kering, jualan jersey meningkat. Pernah juga dapat hadiah kuis dari @hikmahpuasa dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Pernah juga hampir seminggu beruntun saya makan tanpa bayar. Rezeki ada aja, dari mulai temen yang traktir, orang tua ke kosan traktir, nginep di rumah tante saya dapat makan, ada acara reuni Unpad makan gratis, ultah kantor, terus konferensi pers juga dapat makan padahal biasanya jarang ditugaskan ke konferensi pers.

Saya juga mendapatkan tugas liputan ke Malaysia. Itu pertama kalinya saya mendapat tugas ke luar negeri dan luar kota. Saya anggap ini juga rejeki dari pernikahan. Dan momennya memang benar-benar pas saat istri saya butuh uang untuk SPP istri, lumayan ada dari uang jalan. Di Malaysia, juga saya dapat rezeki bisa makan enak tanpa bayar.

Begitulah sedikit pengalaman saya. Dan memang semuanya berlangsung ajaib dalam bulan ke-7 pernikahan kami. Saya pernah iseng menghitung pengeluaran berdasarkan gaji saya. Dan seharusnya saya minus 700 ribu per bulan.  Tapi nyatanya, uang saya bisa selalu cukup dan saya bahkan masih bisa beberapa kali infak dan sedekah. 

Tidak percaya? Silakan mencoba :)

Jumat, 13 Februari 2015

Follow Twitter dan Instagram Saya Gaan

Follow akun Insragram jualan ane dan akun pribadi yaaa... follow twitter jugaaa ,, hehe sekalian lapak istri saya
A photo posted by Toko Luz n Q Jersey (@luznqjersey) on




Minggu, 08 Februari 2015

Sekejap Saja di Malaysia dengan Teh Tarik Sejuk

Alhamdulillah, saya kembali mendapatkan kesempatan ke luar negeri. Ini untuk kali ketiga saya ke luar negeri dan semuanya gratis. Setelah London dan Singapura, kali ini saya mengunjungi negaranya Upin Ipin, Malaysia.

Jika dalam kesempatan sebelumnya saya datang karena menang kuis, kali ini saya datang dengan tugas dari kantor. Ya, sedikit berbeda. Tapi tetap saja ini jadi pengalaman yang menyenangkan.

Saya berangkat tanggal 4 Februari 2015 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Ini pengalaman saya yang ketiga naik pesawat dan tiga-tiganya ke luar negeri hehe.

Saya hanya sekejap saja di Malaysia, 3 hari. Sekejap dalam bahasa Malaysia berarti sebentar. Tentunya banyak pengalaman yang menarik di Negeri Jiran. Salah satunya bahasa yang agak berbeda.

Taksi jadi teksi. Lalu sejuk yang berarti dingin. Saat di sana, sempat pesan teh tarik sejuk. Lalu, musola jadi surau. Kalau berbicara dengan orang Malaysia terkadang sulit paham karena bahasa yang sedikit berbeda, tapi lucu juga.

Kembali ke laptop. Karena sekarang saya bekerja bukan liburan, hanya sedikit waktu yang ada untuk berjalan-jalan. Namun, sempat berkunjung ke menara Petronas. Kebetulan hotel tempat saya menginap ada di dekat Petronas.

Saat itu jam setempat pukul 00.00 tengah malam. Tapi ternyata masih banyak yang berkunjung ke sana. Kalau Singapura wajib foto di Merlion, kalau ke Malaysia wajib foto di Petronas.


Pengalaman tertinggal rombongan
Pengalaman yang paling bikin deg-degan di Malaysia, saat saya sempat tertinggal oleh rombongan. Saya sedang mengetik berita di lobi dan tanpa sadar rombongan Yamaha sudah menuju Sirkuit Sepang.

Wah asli mau nangis. Mikir gimana ini, masa ketinggalan di luar negeri. Mau nyusul ke sirkuit ringgit ga cukup. Mau telpon orang Yamaha adanya nomor Indonesia dan ga bisa dihubungi. Yang hanya bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT.

Dan Alhamdulillah, keajaiban itu muncul. Tiba-tiba ada orang Yamaha turun dari lantai atas. Dia orang yang tinggal di hotel dan sebenarnya tidak ikut rombongan. Saya pun bercerita kalau tertinggal dan Alhamdulillah diantar ke sirkuit.

Satu lagi yang lucu soal Malaysian English. Saat konferensi pers saya bertanya pada Valentino Rossi. Lah Rossi malah ngeledek saya bilang Malaysian English. Tapi buktinya dia mengerti dan bisa menjawab pertanyaan saya.

Yah begitu cerita singkat saya di Malaysia. Semoga lain kali bisa ke sana lagi, liburan bersama istri. Hehe.

Ini berita saya di Malaysia

Sabtu, 03 Januari 2015

Cirebon-Jakarta dengan 7 Kereta Berbeda

Sebagai yang menjalani Long Distance Marriage, saya beberapa kali bolak-balik Jakarta-Cirebon. Paling enak ke Cirebon itu naik kereta api, karena hanya 3 jam dan cukup nyaman juga.

Untuk kereta, ada banyak pilihan loh menuju Cirebon. Kereta-kereta ke Jawa rata-rata lewat Cirebon. Ternyata saya sempat menggunakan 7 kereta berbeda dan juga sekali naik bus. Berikut rinciannya:

1. Cirebon Ekspress
Ini kereta pertama yang saya gunakan saat ke Cirebon. Waktu pertama ke Cirebon saat belum menikah saya pakai kereta ini. Dari Stasiun Gambir menuju Cirebon Kejaksan. Saya beberapa kali menggunakan kelas bisnis. Tarifnya dulu ada yang Rp100 ribu, tapi sekarang paling murah 130ribu uy.

2. Purwojaya
Ini kereta api dari stasiun Gambir menuju Cilacap. Saya sempat menggunakan kereta ini yang eksekutif. Tapi telat satu jam. Keretanya bagus, ada desain batiknya.

3. Argo Jati
Untuk yang ingin merasakan kereta eksekutif denga tariff yang tidak terlalu mahal, bisa coba ini. Dulu dapat 150 ribu, tapi sekarang jadi 180ribu. Keretanya bagus dengan bagasi mirip dengan pesawat terbang.

4. Tegal Arum
Nah, kereta ekonomi ini asyik buat yang punya uang pas-pasan. Hanya Rp25ribu. Tapi sayang sejak 2015 naik jadi 55ribu. Berangkat dari Jakarta Kota menuju Cirebon Prujakan. Kelemahannya, sehari hanya sekali jalan, jadi tidak terlalu banyak pilihan. AC dingin, walaupun ekonomi tapi recommended.

5. Gaya Baru Malam
Kereta ekonomi lain yang bisa jadi alternatif buat ke Cirebon. Tarif dulu 55ribu, tapi sekarang yang paling murah 80ribu. Dulu berangkat dari Jakarta Kota, jadi pindah ke Pasar Senen.

6. Tegal Ekspress
Kalau ga cocok dengan jadwal KA Tegal Arum,  bisa coba kereta Tegal Ekspress. Berangkat dari stasiun Pasar Senen. Alhamdulillah tarifnya tahun ini masih ada yang 55 ribu.

7. Bengawan
Alternatif lainnya kereta ekonomi Bengawan. Berangkat jam 12 siang dari Pasar Senen.

8. Naik bus
Saya sempat sekali naik bus ke Jakarta dari Cirebon. Ternyata lama banget ya, ampe 9 jam. Banyak pengamen pula. Not recommended hehe. Turunya di Terminal Pulogadung. Yang paling enak tetap naik kereta untuk ke Cirebon.

Jumat, 19 Desember 2014

Kisah Inspiratif Istri Saya Berhijab

Assalammu'alaikum Umi Alila :)
Sebelumnya perkenalkan nama saya Nourma Deavianty. Kelahiran Serang, 30 Desember 1990. Saya bertempat tinggal di kota Cirebon. Sebelumnya saya sudah pernah mengirimkan cerita inspiratif berhijab Syar'i di Diari Alila pada tanggal 12 April lalu, dan Alhamdulillah kisah saya diceritakan pertama kali di Twitter @HijabAlila. Namun sekarang saya ingin menambahkan, keindahan serta kebaikan yang saya dapatlan setelah hijrah dari yang belum berhijab, lalu berhijab syar'i.

Bismillahhirrohmannirrohim...
Perkenankan saya menceritakan sedikit pengalam hidup saya sebelum berhijab mi.
Saya mempunyai masa kecil yang mungkin bisa dibilang "Masa kecil kurang bahagia". Karena disaat saya kelas 3 SD, Ayah dan Ibu memutuskan untuk bercerai. Sungguh hancur hati saya saat itu. Orang tua yang saya harapkan bisa selamanya bersama, namun akhirnya berpisah. Dari situ saya mulai mendapat perlakuan kasar dari Ayah, karna setelah cerai, saya dan adik ikut ayah. Ayah saya mulai main tangan, sering memukul, menampar, dan pernah menyundut tangan saya dengan rokok. Yang paling saya sesali adalah sifat ayah mi, sejak kecil Ayah tidak pernah mengajarkan agama pada saya. Saya tahu tentang islam pun dari pelajaran di sekolah. Dan sejujurnya mi, saya baru mengetahui bacaan sholat saat saya besar karena tidak ada satupun yang mengajari saya, sungguh ironis memang mi :'(

Saat kelas 5 SD pun, Ayah dan Ibu kembali rujuk, namun berpisah kembali saat saya kelas 2 SMP tahun 2004 silam. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu agama dari ibu saya. Bisa mengaji dan mengerti islam saat ayah dan ibu kembali rujuk, mungkin kalau ayah dan ibu tidak rujuk, sampai saat ini mungkin saya bukan wanita baik-baik. Saya menyadari bahwa Allah itu sangat sayang sama saya.

Awalnya dari SMP-SMA saya lepas pasang hijab mi. Memakai hijab saat sekolah saja. Setelah dirumah dilepas dan tidak pakai hijab, terkadang saya juga suka pakai celana pendek dan bergaul bukan dengan teman-teman yang 'baik'. Sampai pada akhirnya, saat SMA saya tinggal bersama nenek. Nenek sangat religius sekali, berhijab syar'i juga. Begitupun dengan om dan tante. Ilmu agama saya pun bertambah karena nenek suka menasehati saya dan saling sharing. Awalnya memang saya tidak tertarik dulu untuk berhijab, karena masih galau dan banyak setannya kali ya mi hihi :D

Sejujurnya, saya memang sudah ada niat untuk berhijab, tapi ada keraguan saat yang teman2 saya banyak yang tidak berhijab di kampus.

Lalu, suatu saat saya sedang aktif2nya di twitter, saya follow beberapa akun islam yang menurut saya sangat memotivasi, seperti @TausiyahCinta @JombloMulia @felixsiauw dan lain2 yang pada saat itu mengkampanyekan berhijab syar'i. Disitu saya mulai tergugah, ada keingina untuk segera menutup aurat ini, namun kerugian muncul lagi mi, rasanya seperti saya ingin tapi enggan merealisasikan niat saya. Dan kesempatan taat pada Allah dengan berhijabpun hilang lagi saat itu.

Sampai pada akhirnya, sebulan kemudian saya jatuh dari tangga mi, lalu tidak bisa jalan selama 2 minggu. Setiap saya mencoba menggerakkan badan, sakitnya minta ampun mi, rasanya seperti tulang mau dicopot kali ya mi, sakit sekali ;"( disitu saya mulai merasa bersalah mi. Apa ini cara Allah untuk menegur saya? Apa Allah marah? 

Berbagai macam pertanyaan menghampiri kepala saya mi. Saya banyak istighfar saat itu mi, sampai saya berkata:
"Ya Allah, maafkan hambamu ini Ya Allah. Ampuni aku Ya Allah, sungguh aku tidak kuat menahan rasa sakit di sekujur badanku akibat terjatuh :(
aku tidak bisa bergerak, sakit sekali ya allah. bagaimana saat saya sakratul maut nanti? apa lebih sakit dari ini ya allah?

ya allah, aku sadari aku penuh dosa, aku belum taat sepenuhnya pada-Mu Ya Allah, berhijab saja aku enggan.
padahal engkau memberi banyak keberkahan serta memberikan kesehatan padaku lalu engkau tidak taat padaMu.
sembuhkan aku ya allah :(
ampuni aku"

Itu yang saya ingat saat saya jatuh sakit mi. Saya sadar betapa sehat itu sangat mahal. Betapa Allah menyayangi kita sebagai hamba-Nya namun saya tidak taat. Sampai saya harus ditegur dengan cara sesakit ini. Setelah sembuh, kegalauan makin menghampiri saya mi, semakin keinginan saya untuk berhijab syar'i, semakin banyak godaannya. Sebulan setelah sembuh, saya masih belum berhijab.

Saya ingat bener mi, setelah saya sholat maghrib, seperti biasa saya berdoa, lalu sat berdoa semua keluh kesah saya tumpah semua mi, saya nangis sampe sesegukan mi, saya bilang begini, ya allah, saya mengaku islam tapi saya tidak berhijab. saya mengaku islam tapi baca al-qur'an aja jarang, saya mengaku islam, tapi aurat saya masih bebas dilihat dan dinikmati laki2. Wah mi, disitu saya bener2 SANGAT MENYESAL dan nangis sampe sesegukan, dada sesak, saya langsung buka lemari itu mi, langsung cari kerudung, saya pake jaket, saya pake kerudung, lalu saya keluar kamar lalu mencari nenek lalu memeluk sambil menangis, disitu kan nenek bingung ya mi, kenapa nangis? saya bilang, saya mau pake hijab nek, nenek langsung bilang alhamdulillah. terus ya nanya deh kenapa bisa berhijab.

Dan alhamdulillah saya pun memutuskan untuk menutup aurat dengan berhijab syar'i mi.
Semua keluarga menyambut bahagia atas perubahan saya. Saya juga semakin giat untuk memperbaiki semua ibadah saya. Makin banyak bergaul dengan teman-teman yang baik dan sholehah.

Namun saat saya kuliah, beberapa teman banyak yang menyindir saya, sampe ada yang bilang, astaghfirullah de, kamu kok berhijab? keliatan tua tau. masa bajunya kayak ibu2 pengajian. yang gaul dikit ngapa. saya mau nangis saat itu, namun saya berusaha tegar karna niat saya berhijab hanya kepada Allah.
Ini nih mi yang bikin saya SAKIT banget :(

Saat sedang ada mata kuliah, saya memang suka duduk paling depan karena saya suka duduk depan dan karena saya KM juga di kelas, dosen perempuan saya berkata:
Aduh, dea, itu lho kerudung kamu engga banget deh. Kalo pake kerudung jangan besar2 gitu sama panjang, kan ngalangin temen2 yang di belakang, kasian dong sama temen2 kamu yang ga bisa liat ke depan gara2 kerudung kamu kepanjangan sama besar gitu.

Nyata mi, hati saya sakit banget digituin, di depan kelas lagi mi. Air mata mah udah tinggal netes aja tapi saya tahan mi,

Namun saya menyadari, proses menjadi baik dan taat pasti ada saja yang suka dan tidak. saya mencoba mengambil hikmah semuanya supaya menjadi wanita yang lebih sabar, semua cacian saat saya berhijab syar'i menjadikankan saya lebih kuat sekarang alhamdulillah.

Setelah banyaknya proses yang saya lewati, lalu saya merenung, apakah setelah perubahan saya ini, saya bisa mendapatkan Suami yang Sholeh? Suami yang baik? Suami yang mencintai dan menyayangi saya dan keluarga? Suami yang bisa membimbing saya menjadi wanita yang lebih baik?

Pikiran itu terus membayangi saya, karena saya berfikir, saya adalah wanita yang baru saja hijrah, wanita yang masih harus belajar banyak tentang agama. Lalu apakah ada laki-laki seperti itu yang mau dengan saya? Karena saya yakin, diluar sana banyak sekali wanita yang lebih baik dari saya. Awalnya saya agak sedikit ragu, sedikit sedih, lalu saya berkata pada diri sendiri, untuk apa sedih, toh Allah SWT sudah menggariskan semuanya untuk kita. Tinggal bagaimana kita yang Ikhtiar dan Tawakkal.

Di umur saya yang menginjak 24 tahun ini saya pun mulai semangat untyk memperbaiki diri, selain untuk memperbaiki kualitas Iman, saya pun ingin mendapatkan Suami yang memiliki kualitas Iman yang baik pula. Dan saya berharap, dengan proses saya menuju taat ini, Allah memberikan Jodoh Dunia Akhirat untuk saya.
Pada Bulan April 2014 lalu, saya berkenalan dengan laki-laki yang sekarang menjadi Suami saya di @TweetNikah mi :)

Singkat cerita, awalnya suami saya yang bernama mas Luzman Rifqi Karami @luzman_karami mengirimkan pesan di DM Twitter dan mengajak saya untuk berkenalan, awalnya saya tidak menanggapi serius, karena saya masih sedikit trauma untuk melakukan Ta'aruf dengan laki-laki karena beberapa kali kecewa. Lalu setelah 2 minggu berkenalan, Mas Luzman berniat mendatangi saya ke Cirebon untuk bertemu dengan Ibu. Setelah pertemuan, sejujurnya saya malu mi, karena saya jujur saja merasa tidak pantas, karena ilmu agama saya yang masih kurang. 

Tapi ternyata setelah bertemu, dia berniat untuk menikah. Disitu saya kaget mi, campur terharu. Akhirnya pada Akhir bulan Mei, keluarga dari Mas Luzman datang ke Cirebon untuk bertemu Ibu saya dan melakukan Khitbah, Alhamdulillah diterima dengan baik walaupun ada persyaratan, walaupun menikah saya harus tetap menyelesaikan S1 saya di Ilmu Komunikasi FISIP Unswagati Cirebon. Lalu Mas Luzman beserta keluarga juga menemui Ayah saya yang bertempat tinggall di Jakarta. Alhamdulillah Ayah dan Ibu merestui rencana pernikahan kami. Pada akhirnya, kami menikah pada hari Jum'at tanggal 8 Agustus 2014 yang lalu umi :)


Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Perubahan saya ini membawa banyak dampak positif bagi hidup saya umi. Alhamdulillah suami saya laki-laki sholeh, sangat baik, lembut lisan dan perilakunya, hafal beberapa juz Al-Qur'an. Dan saya beserta suami pun selalu sharing soal agama, apa yang saya masih belum paham, saya tanyakan pada suami.

Begitulah mi, sekarang saya sangat bersyukur atas banyaknya pelajaran serta pengalaman hidup yang pernah saya alami. Semua ini membuat saya semakin dekat pada Allah SWT. Dengan hijab syar'i pun semakin membuat saya untuk mengontrol diri dari sifat2 yang tidak baik, memotivasi saya untuk menjadi wanita sholehah dan Istri yang baik. Anugrahnya pun Subhanallah, saya mendapatkan laki-laki yang sholeh yang sekarang menjadi Suami saya :) Masih penganten baru nih mi hihihi.

Itulah kisahku mi, kisah yang semoga mampu menginspirasi semua Muslimah ^_^
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa illaahailalah allhu akbar, saya bahagia, sangat bahagia dengan perubahan saya yang sekarang mi.

Berhijab syar'i membuat saya menjadi muslimah seutuhnya, walaupun saya tahu,
saya tidak sebaik dan setaat malaikat, tapi saya berusaha terus memperbaiki diri dan menjadi muslimah yang semakin taat dan bertakwa pada allah, aamiin aamiin.

Doakan saya dan Suami agar menjadi keluarga yang sakinna, mawwadah dan warrohmah ya mi, doakan saya selalu istiqomah sampai akhir hayat. aamiinnn.

Senin, 08 Desember 2014

Beginilah Rasanya Jadi Fans Tim “Papan Tengah”

Ada yang janggal jika melihat klasemen Serie A saat ini. Di mana gerangan tim favoritku, Internazionale berada. Jika biasanya ada di peringkat 2, kali ini juga ada di posisi 2. Tapi ada kata belas di belakangnya. Hiks.

Entah apa yangsalah dengan Inter saat ini. Pergantian pelatih dari Walter Mazzarri ke Roberto Mancini belum memberikan dampak positif. La Beneamata justru kembali terjungkal saat bertemu sang mantan, Andrea Stramaccioni. Inter takluk 1-2 di Giuseppe Meazza.

Tapi di balik itu semua, saya melihat Interisti masih setia memberikan dukungan. Jersey “tim papan tengah” ini masih diburu. Ya, 80 persen konsumen saya di @LuznQ_Jersey adalah Interisti. Dan rupanya terpuruknya Inter tidak menyurutkan niat mereka membeli jersey tim favoritnya. Beberapa kali saya berpapasan dengan orang yang mengenakan jersey Inter di jalan. Terbukti, mereka siap mendukung dalam kondisi apa pun.

Antusiasme Interisti juga saya lihat saat dua kali menghadiri nonton bareng bersama Presiden klub, Erick Thohir. Hanya Interisti, fans klub bola luar di Indonesia yang bisa menyaksikan langsung pertandingan bersama sang Presiden. Aspirasi fans bisa didengarkan langsung, hal yang tak dirasakan oleh fans klub lain di sini.


Yah, apa pun itu saya berharap Inter segera bangkit dan keluar dari periode negatif ini. Dari tim papan tengah kembali menjadi tim papan atas yang disegani. Meskipun itu masih membutuhkan waktu.

Beberapa tulisan saya di VIVAbola sempat dikutip media luar. Ini saat nonbar dengan Erick Thohir dan saya hadir.

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...