Senin, 04 Mei 2020

Selamat Datang Anak Pertamaku, Mizan Ahsan Karami!

Penantianku dan istri selama 6 tahun akhirnya terjawab. Anak pertamaku lahir, Selasa 28 April 2020.

Bismillahhirrahmanirrahim... Alhamdulillah, Allah memberikan hadiah terindah di tahun pernikahan ke-6 kami.


Telah lahir Putra pertama kami; Mizan Ahsan Karami. Pada tanggal 28 April 2020 / 5 Ramadhan 1441 H jam 22.06 WIB. Dengan BB 3 kg/TB 49 cm.


Mohon doanya agar menjadi anak yang Sholeh.
Barakallahhu fiikum.

Semoga yang juga sudah lama menanti buah hati bisa dimudahkan oleh Allah SWT. Aamiin.

Kamis, 26 Maret 2020

Hikmah di Balik Musibah Corona 2020

Holaaa,,

Udah lama ga buka blog ini. Ini jadi posting pertama di 2020 ini. Sedikit mau mereview apa yang terjadi di tahun ini.

Di tahun ini ada banyak musibah yang berskala nasional dan dunia. Yang pertama adalah banjir. Ini dua kali kejadian di berbagai tempat di Indonesia, dan juga rumah saya di Tambun pun kebagian banjir kiriman.

Banjir pertama terjadi pada malam tahun baru 1 Januari 2020. 




Lalu ini, pada 25 Februari 2020.


Atas izin Allah, musibah tersebut dapat terlewat. Namun, di medio Maret 2020, ada lagi ujian. Kita menghadapi virus corona yang sangat ganas di dunia. Bahkan di tempatku di Tambun, ada 3 orang yang meninggal dunia.

Total di Indonesia, virus corona semakin bertambah hari tiap hari. Saat artikel ini ditulis pada 26 Maret 2020 ada 893 kasus corona dengan 78 orang meninggal dunia.

Kantorku menerapkan kerja work from home (WFH) atas anjuran Pemerintah dan juga agar pandemi ini cepat berakhir di Indonesia. Hikmah dari ujian ini adalah, aku jadi bisa dekat dengan istriku yang kini sedang hamil tua. Karena tiap hari di rumah, aku jadi suami siaga jika dibutuhkan.

Virus corona juga membuat berita bola di VIVA.co.id berubah. Awalnya dari berita pertandingan, kini jadi berita siapa saja pemain yang kena virus, update kompetisi yang tertunda, dan juga soal yang seksi-seksi. Semua liga di dunia ini bisa terhenti karena virus ini.
Logo Serie A

Salah satunya Serie A, liga favorit sekaligus tempat tim favoritku Inter Milan. Melihat virus corona yang semakin mengganas di Italia, ada kemungkinan kompetisi baru dimulai lagi Juli-Agustus 2020.


Sebagai penulis sepakbola, saya jadi melihat ada hikmah dari musibah ini. Liga-liga di Eropa yang begitu rapi selama beratus-ratus tahun bisa hancur karena sesuatu yang tak tampak oleh mata. Mengingatkan betapa kecil kita sebagai manusia dan juga betapa besarnya kuasa Allah.

Pun dengan Piala Eropa, Copa America, dan Olimpiade. Harus digeser setahun karena virus corona. Ini sesuatu yang baru pertama kali terjadi.

Musibah ini harus mendekatkan kita kepada Allah. Kita sadar bahwa kematian bisa menjemput di mana saja. Kita menjadi lebih hati-hati, lebih mawas diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Akhirul kata, kita doakan semoga virus corona bisa hilang sebelum bulan Ramadan. Semoga kita bisa berjumpa dengan Ramadan dan menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

Rabu, 04 September 2019

Cara Mudah Dapat Kompensasi Listrik dari PLN, Lumayan Loh!

Beberapa waktu lalu, Jabodetabek dihebohkan dengan pemadaman massal. Tapi, jangan khawatir, kamu dapat kompensasi loh dari PLN! Di sini saya mau cerita yang pakai token ya, karena saya sendiri pakai token.

Kompensasi ini didapat buat kamu yang mengisi listrik di bulan September 2019. Jadi, buat yang ngisi di akhir Agustus pas baru gajian, kamu belum bisa dapet kompensasi. Tapi, tenang aja. Isi Rp20 ribu juga bisa kok dapat kompensasi.

Langkah pertama adalah buka situs resmi PLN, www.pln.co.id. Pilih menu pelanggan, lalu klik informasi kompensasi di tab sebelah kiri.

Di situ kamu, tinggal mencantumkan id pelanggan/no meter PLN kamu. Setelah itu, akan terlihat berapa kompensasi yang didapat.


Setelah itu, kamu tinggal membeli token seperti biasa. Seharusnya, kamu mendapatkan 2 token, yakni token pembelian dan token kompensasi.

Tapi, saya sendiri saat membeli di Bukalapak hanya mendapatkan 1 token pembelian, tanpa token kompensasi. Kalau kamu mengalami hal yang sama, jangan cemas. Tinggal mention Twitter resmi PLN, @PLN_123.

Bilang ke admin, saya sudah isi token, tapi belum dapat kompensasi kenapa ya? Tentu dengan melampirkan foto kompensasi yang didapat di website.

Setelah itu, admin akan meminta DM data kita. Dan beberapa lama kemudian, dia akan memberikan token kompensasi yang berbeda dengan token pembelian.

Begitulah pengalaman saya. Semoga bisa membantu.

Senin, 12 Agustus 2019

Menelusuri Jejak Sejarah di Gedung Juang Tambun

Buat kamu warga Tambun, Bekasi, belum lengkap nih rasanya kalau belum mengunjungi Gedung Juang Tambun. Gedung yang terletak di Jalan Hasanuddin ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia saat melawan penjajahan Belanda dan Jepang.

Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen. Yup, ternyata daerah Tambun berasal dari orang Belanda yang bernama Tamboen.


Buat ke Gedung Juang Tambun, caranya tak sulit. Bangunan ini terletak tak jauh dari Stasiun Tambun. Gedung ini terbuka dari Senin hingga Sabtu, dari pukul 08.00-17.00 WIB. Biaya masuknya? Tenang aja, biayanya sukarela kok.

Pada saat perang kemerdekaan melawan Belanda, Gedung Juang yang pada saat itu dikenal dengan nama Gedung Tinggi dijadikan tempat pertahanan oleh para pejuang kemerdekaan yang itu berpusat di wilayah Tambun dan Cibarusah.
Setelah Jepang menarik diri dari Indonesia pada tahun 1945, KNI (Komite Nasonal Indonesia) menjadikan Gedung Juang Tambun sebagai kantor Kabupaten Jatinegara. Tidak hanya menjadi kantor kabupaten, gedung ini juga dijadikan sebagai menjadi tempat pertahanan dan pusat komando dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari tentara sekutu yang hendak menjajah Indonesia kembali. Nah, sangat lekat dengan perjuangan bangsa Indonesia saat pra dan pasca kemerdekaan kan?

Di dalam gedung ini, masih terlihat sisa-sisa bangunan tempo dulu. Seperti, pintu dan jendela yang tinggi besar khas buatan Belanda. Masih ada sisa-sisa dapur dan juga ruang pertemuan. Sayangnya, terlihat kurang terawat.

Ada lantai kaca besar di lantai dua. Dari kaca ini, bisa terlihat aktivitas di lantai bawah. Konon, fungsinya memang untuk kepo apakah di bawah ada orang. Harga kacanya ditaksir mencapai Rp80 juta loh.

Gedung ini juga menjadi tempat perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Pejuang kemerdekaan Indonesia dipulangkan oleh Belanda ke wilayah Bekasi dan tentara Belanda dipulangkan ke Batavia melalui Stasiun Tambun yang lintasan relnya tepat berada di belakang gedung ini. Nah relief perundingan pertukaran tawanan itu ada di halaman gedung ini.

Penampakan Hantu Kepala Buntung dan Noni Belanda
Buat kamu yang doyan horor, Gedung Juang ini ternyata kental dengan nuansa mistis loh. Yah, tentu saja gedung tua yang lama tak digunakan, aura mistis itu pasti ada.

Jadi, saat mengunjungi gedung ini, istri bertanya pada cleaning service yang juga menjadi tour guide. “Suka ada yang aneh-aneh ga?”

Katanya, saat malam dia suka lihat penampakan berupa hantu kepala buntung. Ada juga suara-suara aneh dan juga noni belanda. Dan itu, ternyata sangat pas dengan yang dirasakan istri saya.

Di lokasi ini juga sempat digunakan Acara Uji Nyali salah satu televisi swasta. Tapi, akhir-akhir ini tak boleh diadakan lagi uji nyali. Dikhawatirkan, orang jadi takut mengunjungi gedung juang ini karena ada hal mistis.


Gedung ini juga bisa digunakan untuk foto prewedding. Malah ada yang menggunakan untuk acara khitanan dan juga resepsi pernikahan. Untuk izin, bisa lewat pemda.

Yang mengunjungi gedung ini kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa. Ada yang untuk tugas sekolah atau skripsi. Buat kamu yang suka dengan sejarah dan perjuangan bangsa ini juga sangat cocok mengunjungi gedung berlantai dua ini.

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...