Jumat, 20 Juni 2008

TURKI juara Piala Eropa???

Saat Piala Eropa bergulir, setiap orang tentunya punya tim favorit masing-masing. Alasan mendukung suatu negara bisa beragam. Hmm... misalkan karena pemainnya yang ganteng, atau karena punya garis keturunan, atau senang karena tim tersebut dihuni banyak pemain bintang.

Begitu kan pada umumnya? Kalau saya sih sedikit berbeda. Saya menyukai sebuah tim, setelah tim tersebut bertanding, melihat dari spirit dan daya juangnya. Contohnya saat Piala Dunia 2002, sejak perdelapanfinal saya mendukung Korea Selatan. Selain karena sama-sama dari Asia, saat itu Guus Hiddink sanggup membuat tim negeri Ginseng tersebut mempunyai semangat luar biasa. Piala Eropa 2004. Wah kalau yang ini nggak jelas.. hehehehe... abisnya juaranya Yunani, perasaan mainnya biasa aja, bertahan doang. Gak dukung negara apa-apa dah, netral waktu itu mah..

Saat Piala Dunia 2006. Juergen Klinsmann yang membuat saya terkagum-kagum. Dia bisa buat permainan Jerman menjadi lebih atraktif dan menghibur. Sayangnya ia mengundurkan diri. Hmm.. kecewa aku. Bener aja deh, sekarang di Euro 2008 Jerman jadi kurang bagus mainnya. Kelihatan tanpa semangat gitu.

Nah saat Euro ini belum jelas nih mau dukung mana. Inginnya sih dukung negara yang dihuni pemain Inter. Italia? Sayang sekali saat pertandingan pertama melawan Belanda, duet Barzagli dan Materazzi kerap kurang koordinasi dan berbuah gol bagi Belanda. Akhirnya tak ada lagi tempat untuk Materazzi di Italia. Agak janggal juga nih, Inter yang juara Liga Italia tidak mempunyai satu pun pemain di starting line up timnas Italia. Yah, memang pemain Inter tuh sebagian besar pemain luar Italia.

Baik, mari palingkan pada Swedia. Negara ini punya julukan The Yellow Viking alias piking koneng.. hehehe.. wah sama-sama Viking nih, mantap tenan.. Apalagi ada seorang Ibrakadabra. Kalau tukang sulap kan Abrakadabra! Bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ini mah Ibrakadabra,, benar-benar tukang sulap. Ibra dapat membuat suatu peluang yang nyaris mustahil menjadi gol disulap menjadi sebuah gol yang luar biasa.
Hal yang membuatku berkesan, Ibra selalu menjadi penentu kemenangan timnya. Di Inter, jangan pernah sangsikan peranan Ibra dalam membawa Inter menjuarai scudetto ke-16. Dua golnya yang spektakuler ke gawang Parma membawa Inter di meraih scudetto.

Di Piala Eropa kali ini pun permainan Ibra sangat luar biasa. Saat menghadapi juara bertahan Yunani, Ibra adalah inspirator tim. Golnya dari jarak jauh membuka kemenangan Swedia. Begitu pun saat melawan Spanyol. Ia tampil ciamik dan mencetak gol. Sayang ia harus diganti pada babak kedua karena memiliki sedikit masalah dengan kakinya. Permainan Swedia terlihat jelas menurun saat Ibra sudah diganti. Pada babak pertama saat Ibra masih bermain, Swedia menguasai permainan dan memiliki banyak peluang. Babak kedua, Ibra sudah ditarik terlihat Swedia sangat keteteran dan akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol pada ujung laga. Menit 90 + 2 lah. Keuheul urang.. Suatu hal yang menggambarkan peranan Ibra begitu penting baik di Inter maupun Swedia. (ini mo dukung Swedia atau Ibra sih,,, hehehee...)
euro 2008

Namun akhirnya Swedia tersingkir dari Piala Eropa setelah takluk dari Rusia 2-0. Ibrahimovic pun harus pergi meninggalkan Euro menyusul pemain Inter lain, Cristian Chivu (Rumania) dan Patrick Vieira (Prancis). Hanya satu pemain Inter di semifinal? Materazzi wungkul, eta oge cadangan! Oh, my God! Apa kata dunia????!!!!

Dukung Turki ayeuna mah!!
Satu hal yang membuat Piala Eropa lebih menarik adalah seringnya negara underdog yang sama sekali tak diunggulkan dapat keluar sebagai juara. Tahun 1976 Cekoslovakia tampil mengejutkan, menjadi juara setelah mengalahkan juara bertahan Jerman Barat di partai puncak. Tahun 1992, tim dinamit Denmark yang tampil sebagai negara pengganti Yugoslavia justru bisa tampi sebagai juara. Tahun 2004 adalah yang paling fenomenal. Yunani keluar sebagai juara dalam keikutsertaannya yang kedua di Piala Eropa.

Dilihat dari fakta tersebut, bukan mustahil hal tersebut akan berulang tahun ini. Apalagi negara-negara favorit juara sudah harus saling bunuh sejak babak perempatfinal, bahkan sejak penyisihan grup. Salah satu tim yang saya rasa bisa memanfaatkan kondisi tersebut adalah Turki.

Turki tampil luar biasa pada dua partai terakhir di penyisihan grup. Dua kali tim yang berjuluk Ay-Yildizililar ini melakukan come back yang luar biasa. Terutama saat pertandingan melawan Republik Ceko. Tertinggal dua gol tak membuat semangat para pemainnya surut. MerEka justru terus menyerang dan bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2! Wow,, keren! Saya rasa ini pertandingan terbaik di Piala Eropa kali ini.
Euro 2008 - Turkey v Czech

Di perempatfinal Turki bertemu sesama tim kuda hitam, Kroasia. Kroasia yang tampil luar biasa di penyisihan grup, meraih poin sempurna sekaligus menundukkan Jerman. Turki pun harus tampil dengan kiper kedua, Rustu Recber karena Volkan Demirel terkena kartu merah saat melawan Ceko. Rustu justru bermain sangat gemilang. Ia sukses menahan gempuran para pemain Turki. Hasil 0-0 memaksa pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu terjadi drama yang sangat menegangkan. Turki tamapaknya harus mengucapkan sayonara pada Piala Eropa saat Ivan Klasnic mencetak gol di menit 120. Hanya tersisa 3 menit injury time! Namun, sekali lagi Turki menunjukkan spirit yang luar biasa. Di penghujung laga Samih Senturk mencetak gol yang menyamakan kedudukan. GOOOOOAAAAALLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!! LUAR BIASA TURKI!!!! DAHSYAAAATTTTTTTT!!!!!!!!!!!!! GO TURKEY!!!

Adu penalti!!! Di sinilah ketenangan para pemain Turki terlihat. Buktinya 3 pemain Turki yang sanggup mencetak gol. Dan hanya satu pemain Kroasia yang sanggup menceploskan bola. Tendangan penalti Mladen Petric sanggup digagalkan Rustu, Turki pun melenggang ke semifinal menantang Jerman. Jerman??? Turki pasti jadi underdog, tapi justru itulah keunggulan Turki, bisa bermain tanpa beban.

Jika lolos ke final lawan terberat mungkin Belanda. Namun ingat, Belanda sudah lelah, man. Bayangkan negara favorit juara sudah mereka lewati, pasti butuh stamina dan fisik luar biasa. Dengan sedikit keberuntungan dan dukungan masyarakat Turki yang sangat fanatik dengan sepakbola, serta dengan ridlo Allah SWT saya rasa Turki bisa menjadi negara berpenduduk Islam pertama yang menjuarai Piala Eropa. Heheheehe... Come on Turkey! It’s now or never!!!

Impossible Is Nothing
Walaupun Turki nggak juara, pencapaian Turki lolos ke semifinal pun sudah luar biasa. Ah ga peduli, siapa pun juaranya yang penting minumnya teh botol sosro... heehehehe

Kamis, 19 Juni 2008

Komentar atas Tulisanku

Suatu kebanggaan saat tulisanku dikomentari orang. Wow, kalo tulisanku dikomentari berarti orang tersebut telah membaca tulisan saya alias memberikan apresiasi. Mantap kan. Terlepas dari komentar itu negatif atau pun positif, yang penting tulisanku telah memberikan pengaruh bagi yang membacanya. Hehehe.. Kalo di blog ini mungkin masih sedikit yang memberikan komentara atas tulisanku. Ada sih tapi biasanya pendek-pendek. Dulu saya suka nulis di www.persib-bandung.or.id, lumayan tah banyak yang ngasih komentar.

Yang paling bikin aku berkesan tuh komentar seseorang di http://bolanova.com. Dia mengomentari tulisanku yang berjudul Antara Soeharto dan Juventus.

Pembaca yang budiman, 27. May 2008, 14:12

avatar hahaha…

Soeharto sudah mati mas. dia mati pun tanpa ada rehabilitasi nama baik dia sebagai koruptor pembantai kelas dunia. heheheh.

sedangkan Juventus, dari berita berita yang saya baca akhir akhir ini malah kembali mendapat reputasi besarnya kembali semenjak rela diturunkan ke Serie-B. dengan skuad yang agak menurun kualitasnya dibanding skuad super mereka sebelum Calciopoli.

artikel anda sebenernya lucu loh. sebab benar benar mencerminkan sebagai Interisti sejati. hahahaha… buktinya dalam artikel anda mengungkit kembali kejadian yang sudah 10 tahun lalu terjadi bagaikan itu sebuah prasati yang gak lekang oleh waktu. heheheh… musim 97/98, kekalahan Intermilan dari Juventus menyebabkan Inter kehilangan gelar scudetto… hahahaha. ini hal paling aneh yang berkali kali saya baca dalam tulisan yang dihasilkan seorang Interisti sejati.

boleh anda lihat kembali deh hasil2 yg terjadi di musim tersebut. setelah kekalahan 1-0 itu, Inter bisa mengambil pimpinan klasemen kembali di pekan berikutnya karena Juventus hanya bermain 0-0 di Vicenza. tapi apa yang terjadi? di kandang sendiri malah imbang 0-0 melawan Piacenza. lalu pekan berikutnya malah kalah pula melawan klub kecil bernama Bari… nah disinilah sebenarnya terlihat bahwa Inter sendiri masih ada kesempatan untuk mengejar poin Juventus, bahkan dengan keuntungan bermain 2 kali di kandang sedang Juventus harus bermain di luar Turin 2 kali dari 3 game tersisa.

selain itu Interisti selalu saja menulis ttg penalti yang tidak diberikan wasit atas jatuhnya Ronaldo di kotak penalti Juventus. apakah Inter itu cuma mengandalkan penalti saja untuk meraih kemenangan? hehehehe…

satu lagi, kalau Interisti selalu menulis kegagalan mereka 10 tahun lalu di 1998, lain halnya dengan kegagalan mereka 6 tahun lalu, yang bahkan semua tifosi fanatik Serie-A akan selalu teringat hari bersejarah itu, 5 Mei 2002. 5 Mei 2002 tidak pernah diungkit ungkit Interisti. kenapa? entahlah. mungkin karena mereka tidak punya alasan untuk menuding klub lain melakukan kecurangan. mungkin karena tidak ada peluang mendapatkan penalti yang dianulir. entahlah.

tanyaKEN pada Interisti saja…

Ooow... ini mah saya bener-bener “dibantai” ey. Buset dah, gak sanggup berkata apa-apa lagi deh. Pis ah. Hehehe.. sekadar informasi artikel “Antara Soeharto dan Juventus” saya buat saat mata kuliah Dasar-dasar Penulisan. Disuruh cari ide dari prangko bekas. Adanya prangko Soeharto. Yah berhubung di otak sayah cuman ada bola, ya udah akhirnya judulnya “Soeharto dan Juventus.” Hehehee...

Pas di kelas saya membacakan tulisan tersebut. Hmmm.. kalau di kelas mah banyak ceweknya, jadi ga ada yang terlalu tau bola. Kayaknya kalau di kelasku ada yang seperti “pembaca yang budiman” ini bakal asik nih, debat mantep... sama-sama pengamat.. hehehe...

Oh iya saat musim 97/98 ama 01/02 saya mah belum suka bola. Itu juga dapat informasinya dari Soccer Series Inter Milan. Iya sih tahun 2002 Inter gagal scudetto di pekan-pekan akhir. Itu karena saat itu Inter belum memiliki mental juara, berbeda dengan Inter saat ini. Banyak yang bilang scudetto 2005-06 itu hanya hadiah karena kasus Calciopoli. Iya juga sih. Tapi... tunggu dulu...

Scudetto 2006-07 Inter juara karena para saingannya harus memulai kompetisi dengan nilai minus. Benarkah demikian? INGAT, musim itu Milan yang sukses jadi jawara Eropa dua kali bertekuk lutut oleh Inter. Lalu, rekor 17 kemenangan beruntun? Apa karena pengurangan poin klub lain??



22/12

Bahkan saat meraih scudetto 2007-08 banyak yang bilang Inter sering dibantu wasit... Hmmm.. sebenarnya siapa yang lebih sering dibantu wasit, Inter atau Juve? Saat menjadi juara, dari dulu Juventus selalu terkenal mendapat bantuan wasit. Bahkan musim ini Inter nyaris tak pernah tampil dengan tim utamanya, karena para pemainnya silih berganti cedera. Tapi Inter tetap mengakhiri musim dengan gelar scudetto.

So, akuilah Inter memang hebat. Mas yang mengkritik ini, kalo bisa buat tulisan tandingan dong. Kalo bisa mungkin, “Antara SBY dan Inter Milan” Hahaha.. Piss ah.. tapi makasih banyak yah komentarnya mantab, pake b lah mantaB..

Ada satu lagi komentar, dari tulisanku yang berjudul Nonton Persib, Jangan Lupakan Shalat!!

Anonim mengatakan...

kalau ninggalin shalat, kejadiannya enggak cuma di pertandingan bola aja. Saat konser musik, saat nonton film di bioskop bahkan saat kita "beribadah" seperti kuliah dan kerja. Sekarang pertanyaannya adalah di tempatkan pada urutan ke berapa kewajiban shalat itu??

gua sendiri masih mempertanyakan hal itu kepada diri sendiri. Soalnya gua juga masih meragukan kualitas iman dan kehambaan gua kepada Allah. Makanya luzman, selalu ingetin gua ya...

peace ah.. O ya gua boleh pinjem buku2 agama elo enggak???gua butuh tuh buat ngisi otak kosong gua..:P

kasih kisah.

2008 Mei 25 16:57 icon_delete13



Photobucket
Tulisanku yang ini sih udah dimuat di Media Indonesia. Hehehe.. trus pernah mejeng juga tuh di situs Persib, banyak juga yang komentarin. Cuman kalo di blog ini mah yang komentar hanya satu orang, ya Kasih ini, temenku di kampus., anak jurnalistik.

Hmm.. bagus juga komentarnya. Emang sih nggak cuma pertandingan bola aja. Yah, berhubung aku tuh pengamat bola yah nggak pa pa kan. Malah pas bioskop film Ayat Ayat Cinta, yang jelas-jelas film agama, justru tayang jam 18.00 saat waktu shalat maghrib. Walah, kacau juga nih,,

Oh iya Kasih, jangan bosen kunjungi blog sayah yah. Siapa tau mau nanya tentang Nurdin Hileud eh halid deui. Ketua PSSI yang punya kantor baru di penjara. Kantornya di hotel loh, hotel prodeo. Hahahaha... Kasih komentar lagi yah Kasih, merasa tersanjung nih dikomentarin ama anak jurnal. Hehehe..

Okay, makasih juga buat semua yang telah berkunjung ke blog sayah ini. Makasih udah nulis comment di free chat widget yang kebanyakan nulis, “wow, blog yang keren!” Alhamdulillah, saya akan berusaha untuk jadi lebih baik lagi. Oh iya doakan saya yah biar bisa dimuat di rubrik Analisisku Tabloid SOCCER. Rasanya dimuat 8 kali, termasuk sekali menjadi loudest voice di rubrik soccermania jadi tak berarti apa-apa kalau belum dimuat di rubrik Analisisku. Okay, hatur nuhun kanggo sadayana!

Jumat, 13 Juni 2008

Magical Story About Tsunami

In December 26, 2004 a magnitude 9.0 undersea earthquake triggered a tsunami (massive waves) that spread out over the Indian Ocean, hitting coastal communities in 12 countries. The Indonesian island of Sumatra was the hardest-hit location as the closest land to the epicenter of the quake. In the aftermath, the death toll in Sumatra (Aceh and roundabout) exceeded 90,000. The impact of the disaster was not only the death and the diseases but also the crushed building. There was so many building destroyed because of this disaster, except the masjid. For example, Masjid Meulaboh that located in the sea shore was not destroyed even though all of the building in the roundabout was destroyed. That was so amazing, wasn’t it?



In short, this disaster stimulated philanthropy activities. Without any command, many people, both from Indonesia and abroad lent a hand to their afflicted fellow countrymen. The people and governments in Indonesia were to some extent overwhelmed by the enormity of the catastrophe, especially in inaccessible areas. The first tasks of the governments and humanitarian aid agencies were to ensure access to food and clean water, and medical care for the injured. The World Health Organization (WHO) warned that the number of deaths from preventable diseases such as cholera, diphtheria, dysentery and typhoid could rival the death toll from the disaster itself. These diseases are largely spread by loss of normal sanitary facilities, the shared use of inadequate facilities in makeshift refuges, and the lack of clean water.

There were a lot of amazing story about tsunami. I think the most interesting story is about Martunis, an eight-year-old-child from Tibang Village, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. The story about him was very miracle, and show us the philanthropy activities can made something that we think impossible before, became the truth. This story started when tsunami happened in Aceh. When the massive wave came, the house of Martunis’ family destroyed. Wonderfully, Martunis escaped because involved in bangka tree’s stem. Wearing a Portugal national team’s shirt, he persevered 19 days in the small beach. He only drank from rainy water and ate remainder food like dry noodles that flouting around him.


In January 15, 2005 Martunis found by Kuala’s people with frowned condition. Accidentally, the crew from English television were in that location. Martunis’ picture was rounded in the all of European television. Shortly, Martunis became a discussion in the world. The costume that he wore (Portugal shirt) made all of Portuguese player have a sympathy, and all Portuguese national team staff. Actually, the Portuguese costume no. 10 was changed Martunis’s fate. Salwa, Martunis’ mother and his two brothers was death because of tsunami. Looking that incident, Scolari, Portuguese coach said, “A kid was saved from tsunami with wearing our pride costume. That was so amazing!”


In June 1, 2005 Martunis was invited to Lisbon, Portugal. He, together with his father, Sarbini, received by Portuguese Football Federation President (LFP), Gilberto Madail. Madail gave him gift, € 40 thousand (about Rp460 million). He also watched a World Cup 2006 Qualification game between Portugal and Slovakia in Estadio da Luz. Martunis not only received some money but also a house in Aceh. That house was given by Portuguese coach, Luiz Felipe Scolari include some facilities such as 22 sofas, four long round pillows, 30 chairs, 9 sketch, 14 desks, two beds, cupboard, etc. Martunis experience was so miracle. He became an inspiration for all Portuguese player. Loosing almost all of his family was a very worst experience for Martunis. But, behind that accident, Martunis had a consolation from a nation that inherent thousands kilometers from Aceh. And then in 2006, Christiano Ronaldo, a Portuguese and Manchester United star, came to Aceh. He came not only to meet his new friend, Martunis, but also gave charity for all Aceh’s people. He was very care about the disaster. He was also very kindhearted. Although he had busy schedule, he gave an opportunity to visited Aceh.

This amazing story was only an example that many people care about tsunami disaster. There were other amazing story that can give us some inspiration to help other people. Now, abut two years after the disaster, Aceh has as good as before tsunami. The building that destroyed when tsunami have been renovated. Every people can live normally. Many houses have been built. There was no sign that Aceh was destroyed by very big disaster. These things show us that philanthropy activities can help some people who are down on their luck.

Pengalaman dan Tradisi Berbicara

Wow, minggu yang sangat berat bagiku. Minggu ini benar-benar full ujian! Jadi nggak sempet meng-update blog. Bayangin aja bro, di kampus ujian. Trus pas hari Senin di LIA ada tes TOEFL. Beu, geus lieur pas di kampus UAS mengarang indah tea, ditambah tes TOEFL. Mending kalau gampang. Ini mah geus soalna loba, lieur deuih...

Hari di Kamis setelah ujian di kampus, di LIA juga ada Periodic Test. Haha, bisa gila nih. Otak serasa mo meledak. Biar seger rasanya harus biasa nonton langsung final Euro di Austria. Hahaha..

Bicara tentang Euro, banyak hal yang menarik dalam kejuaraan kali ini. Juara dunia 2006, Italia dan juara Piala Eropa 2004, Yunani sama-sama takluk di pertandingan pertama. Italia malah mengalami nasib naas. Di pertandingan kedua pun Gli Azzuri gagal memetik kemenangan. Bahkan nyaris kalah dari tim kuda hitam, Rumania jika Buffon tidak berhasil menggagalkan tendangan penalti Adrian Mutu.

Sebenarnya tak perlu heran dengan hasil tersebut. Euro kali ini pengalaman dan tradisi sebuah tim tampaknya lebih berbicara. Di Grup C yang dijuluki Group of Death, Italia walaupun bertitel juara dunia, memiliki pengalaman yang kurang baik di Piala Eropa. Euro 2004 saja, saat “hanya” satu grup dengan Denmark, Swedia, dan Bulgaria, Italia gagal lolos ke perempatfinal. Apalagi saat ini, Italia harus berjibaku dengan Prancis, Belanda dan Rumania. Bisa dibayangkan betapa sulitnya misi Italia. Pertandingan terakhir melawan Prancis akan menjadi penentu bagi sang juara dunia untuk melenggang ke perempatfinal. Itu pun masih harus tergantung pertandingan lain yang melibatkan Belanda dan Rumania.


Negara manakah yang paling pantas lolos ke perempatfinal, Prancis atau Italia? Bicara mengenai tradisi di Piala Eropa, rasanya Les Bleus lebih pantas lolos ke perempatfinal. Tradisi Prancis lebih baik dibandingkan Italia. Sangat menarik, duel Prancis dan Italia yang di Piala Dunia 2006 menjadi laga penentu gelar juara, kali ini menjadi duel yang menentukan tim terakhir yang lolos ke perempatfinal.

Tradisi juga banyak berbicara di grup D. Tangan dingin Guus Hiddink menjadi tak berarti apa-apa saat harus menghadapi tim matador Spanyol. Walaupun berstatus juara bertahan Yunani takluk oleh Swedia. Hal ini karena ada fakta bahwa tak pernah satu kali pun juara bertahan sanggup mempertahankan gelarnya. Tradisi Yunani di Piala Eropa pun tak begitu bagus. Walaupun tak pernah juara, Swedia tak pernah absen dari 5 turnamen terakhir, Piala Eropa 2000. Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2004, Piala Dunia 2006, dan sekarang Piala Eropa 2008. Rasanya Spanyol dan Swedia akan melenggang ke perempatfinal.

Yah, sepertinya tak akan ada lagi negara kejutan yang menjadi juara di Piala Eropa kali ini yang menjadi juara. Tim yang bertabur bintang dan memiliki tradisi yang bagus yang akan menjadi juara di perhelatan kali ini.


Belanda paling Pantas Juara
Saat undian menempatkan Belanda di grup C, yang bertitel “group of death” banyak pengamat yang menyangsikan kemampuan tim Oranje untuk lolos ke perempatfinal. Bayangkan saja, tim asuhan van Basten itu harus berjibaku dengan Italia, Perancis, dan Rumania di babak penyisihan. Performa di babak kualifikasi yang kurang begitu meyakinkan, hanya menjadi runner up di bawah Rumania, membuat banyak pihak menyangsikan kemampuan Belanda di grup C. Prancis dan Italia lebih difavoritkan untuk lolos dibandingkan Belanda.

Jadwal pertandingan di grup C pun seperti tidak memihak Belanda. De Oranje harus menghadapi tim kuat Italia dan Prancis dalam dua pertandingan awal. Namun, ternyata Belanda sanggup menjawab semua keraguan itu di atas lapangan.

Secara luar biasa Belanda sanggup menaklukkan sang juara dunia, Italia dengan skor telak 3-0. Hasil yang luar biasa, kemenangan pertama Belanda atas Gli Azzuri setelah menunggu 30 tahun. Tak cukup sampai di situ, Tim Ayam Jantan Prancis pun dibuat tak berkutik oleh keperkasaan Belanda. Prancis sukses dihabisi dengan skor telak 4-1 dengan permainan yang sangat meyakinkan. Belanda pun berhasil menjadi tim pertama yang lolos ke perempatfinal dari grup C. Bukan hanya lolos, Belanda pun sudah memastikan diri menjadi juara grup saat menyisakan satu pertandingan.

Langkah fenomenal Belanda di penyisihan grup sanggup membuat banyak pihak berdecak kagum. Jika dua mantan juara Piala Eropa dan Piala Dunia sanggup dikalahkan dengan margin tiga gol, seharusnya tak ada lagi tim yang perlu ditakuti Belanda. Apalagi Belanda pun memiliki pemain-pemain kelas satu semacam Ruud van Nistelrooy, Arjen Robben,Wesley Sneijder, dan Edwin van Der Saar.


Jika performa Belanda di babak penyisihan grup sanggup dipertahankan, maka harapan untuk mengukang kejayaan 20 tahun silam saat merengkuh juara Euro 1988 bukan sekedar mimpi Belanda. Belanda memiliki kesempatan besar tahun ini.

Kesaksian Tragedi Monas

Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
kekerasan dan pengerusakan.

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.

Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.

Salam

Nong Darol Mahmada

Sumber: Milis ITB 77
(Silakan kalo ada yang mau mengomentari atau membantah kesaksian ini. Ah nu penting mah go Inter Milan! GO PERSIB! GO IBRAHIMOVIC! GO KAR! GO SONG! GO NDRONG! GO TONG! (hahaha.. naon sih..)

Kamis, 05 Juni 2008

Italia Favorit!!!

Euro 2008 bentar lagi akan digelar! 16 tim dari negara-negara terbaik di Eropa akan bersaing untuk menjadi jawara di Eropa. Apakah akan terjadi kejutan seperti saat empat tahun silam? Siapakah favorit juara tahun ini. Inilah hasil polling dari Kumaha Anjeun (http://kumahaanjeun.blogspot.com) dan Kumaha Aing (http://luzman-interisti.blogspot.com)


Ket:
Kn= hasil polling dari blog Kumaha Anjeun
Kg = hasil polling dari blog Kumaha Aing

Dilihat dari hasil polling sangat jelas terlihat bahwa responden sangan percaya bahwa Italia akan sanggup menjadi juara Piala Eropa untuk kedua kalinya. Perbedaannya pun sangat mencolok. Apakah pasukan Roberto Donadoni sanggup untuk merealisasikannya??? Sulit, sebab Italia berada di grup maut, di antara kepungan Perancis, Belanda, dan Italia. Selain itu Italia pun mempunyai rekor buruk di Piala Eropa.

Di Piala Dunia, Italia memang jago. Sudah menjuarai turnamen ini 4 kali tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006 lalu. Namun di Piala Eropa, Italia baru memenanginya sekali, yakni tahun 1968. Sanggupkah Italia memupus mitos buruk di Piala Eropa? Dengan skuad, top skorer Liga Italia dan Liga Jerman: Del Piero dan Luca Toni, ditambah pemain-pemain bintang seperti Pirlo, Gattuso, Buffon, dan Materazzi sanggupkah Italia menyandingkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa??? Menarik disaksikan!!

Double Winners pun Dapat Ditaklukkan!!

Selasa (3/6) sebuah pertandingan persahabatan diadakan di Stadion Siliwangi Bandung antara Persib Bandung berhadapan dengan sang peraih double winners, juara Liga dan Copa musim lalu, Sriwijaya FC. Pertandingan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kodam III/Siliwangi ke-62.

Saya menonton pertandingan itu bersama dengan Viking Unpad. Kumpul di kampus Unpad Dipati Ukur pukul 11.30. Tapi di DU asa rame kitu ey. Oh ternyata ada acara wisuda. Jadi Viking Unpad berkumpul di belakang gerbang samping BNI tidak di Pendopo seperti biasanya. Dan seperti kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya, disuruh ngumpul pukul 11.30 benarkah akan berangkat tepat? Ah mana mungkin. Ya sudah saya shalat dzuhur dijamak dengan shalat ashar.

Ehem..ehem.. perkara salat ini ada sahabat saya yang mempertanyakan nih, yang baru aja masuk loudest voice di Soccer.. hehehe.. She said in SMS, “Kak, klo pas nonton ke stadion gitu, salatnya gimana? Coz kutanya ke temen-temenku yang nonton bola ke stadion biasanya ninggalin shalat ashar + magrib.” Trus, “klo ga salah syarat jamak/qashar minimal untuk perjalanan 80 km ya?”

Permasalahan yang pelik memang. Ini yang membuat Indonesia nggak maju-maju. (naon deuih) Solusinya sih seharusnya jadwal pertandingannya yang aneh. Mengapa mesti jam 15.30. Apa salahnya sih jadwalnya diubah jadi pukul 14.30 atau pukul 16.30. Kalau jam segitu kayaknya ga ada masalah deh dengan waktu salat. Tapi yah berhubung jadwalnya gitu yah mau gimana lagi. Permasalahan jarak sebenarnya tidak ada hadis yang menyebutkan harus berapa kilometer perjalanan, itu hanya ijtihad para ulama. Gak ada jarak kilometer segala. Yah Tari yah.. (lho kok nyebut namanya). Berapa pun jaraknya saat perjalanan bisa dijamak. Itu tergantung pada pribadi kita aja. Jarak perjalanan yang tidak biasa ditempuh sehari-hari. Kalau ke sekolah atau kerja atau kuliah itu sudah perjalanan rutin jadi tak bisa dijamak. Yah begitulah, daripada nonton bola bela-belain tapi ga shalat mendingan salat dijamak aja. See also Nonton Bola Jangan Lupakan Shalat.

Okay, balik deui ka laptop..

Harga tiket utara saya belinya Rp13ribu ey, udah mesen di Viking Unpad. Aslinya kan Rp 10 ribu. Apalagi di calo, harganya bisa gila-gilaan. Tiket VIP yang aslinya Rp80 ribu dijual Rp 250 RIBU!! Ck..ck...ck...

Dan seperti telah diduga sebelumnya, rombongan piking unpad baru berangkat jam setengah duaan. Di stadion baru sampai jam 2. Cuaca panas sekali, jadi inget waktu di Mesir kemaren.. hahahaha.. Stadion udah pinuh deui. Beda banget lah waktu lawan Yaman mah sepi. Dan saat masuk ke stadion tuh pintu masuknya hanya dibuka sedikit, hanya dibuka sedikit! Puguh we, jadi pasedek-sedek kitu. Kacau banget lah suasananya, jiga pembagian BLT kitu lah. Ditambah cuaca panas terik, waduh, kayak mo lempar jumrah. Akibatya fatal ey, saya terpisah dari rombongan! Jadi we nonton sorangan. Hiks....hiks...



Lain di timur, lain di utara. Kalau di timur tuh komandonya sudah dihargai, presenter Persib Aing yang di STV tea, Yana Bool dan Ayi Beutik, kalau di utara mah komandonya ga dihargai ey. Kasian amat. Bilang nyanyi ey! Ga ada yang nyanyi! Hahaha,, watir pisan. Jadi we pundung manehna teh.

15.30 KICK OFF. Sriwijaya sempat membuat gol namun dianulir karena lebih dulu pelanggaran. Langsung bobotoh berteriak,”Hidup wasit! Hidup wasit!” Yup Persib terus menekan. Akhirnya kebuntuan pun pecah. Persib sanggup mencetak gol lewat pemain barunya dari Deltras Sidoarjo, Hilton Morreira. Disambut puluhan ribu bobotoh di Stadion Siliwangi....!!!!!!!! HIDUP PERSIB!!!

Babak kedua serangan silih berganti dilakukan kedua tim. Namun tak ada gol yang tercipta. Nyeck Nyobe bermain cukup taktis, ditambah tusukan-tusukan dari sayap Salim Alaydruss. Namun sayang beberapa peluang emas banyak yang disia-siakan Zaenal Arief. Pertandingan usai. Persib sanggup mengalahkan peraih Double Winners musim sebelumnya. Jika tim terbaik tanah air sudah ditaklukkan seharusnya tak ada lagi tim yang harus ditakuti Persib. Kita tumggu saja realisasinya bulan depan saat Liga Super bergulir. Yang jelas puluhan ribu bobotoh saat itu pulang dengan perasaan puas. Dan juga dengan harapan agar Persib dapat menjadai jawara Liga Super 2008.



Persib Bandung yang kutunggu-kutunggu, kunanti-nanti
Telah lama ku berdiri-berdiri, menanti-nanti
Jika Persib menang lagi ku gembira
Ku kan selalu mendukungmu sampai mati

Nyanyian bobotoh terus bergelora!!!

Saya pun keluar stadion sendiri.. hikss..hiks.. terpisah rombongan jadi the lost boy kieu.. teu nanaon lah nu penting menang!! Trus saya langsung ke Istiqomah shlat maghrib dan langsung ke LIA, les bahasa Inggris conversation. Cape nya..? teu nanaon lah.. nu penting menang.. HIDUP PERSIB!!


Wilujeng Sumping Kang Jose!!

Dari Bandung kita melangkah ke kota Milan. Akhirnya Jose Mourinho resmi menjadi pelatih Inter Milan!! Hore!! Mantap nih, kalau Kang Jose mah percaya lah saya mah. Kabarnya dia akan menjadikan Inter The Dream Team dengan membawa pemain-pemain seperti Lampard, Deco, Carvalho, Quaresma, Drogba. Keren banget kan?? Mudah-mudahan aja bisa dapet treble winners nih. Terutama gelar Champions League yang terakhir direbut Inter tahun 1965. Mourinho akan membuat Serie A lebih semarak dengan kata-kata kontroversialnya dan dengan taktik yang jitu tentunya. So, buat pesaing Inter, waspadalah..waspadalah!!!


Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...