Jumat, 01 April 2011

Panasnya Derby Milan

Derby Della Madoninna antara AC Milan dan Inter Milan selalu menampilkan drama, emosi, dan juga sejarah yang panjang. Kedua tim selalu bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik baik untuk tingkat Italia, Eropa, dan juga dunia.

Luzman Rifqi Karami

Pertandingan derby antara AC Milan kontra Inter Milan Minggu (3/4) nanti akan menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu. Pertandinga tersebut adalah partai yang ke-275 dalam rivalry tim sekota tersebut dari semua kompetisi. Memang ada banyak derby di Italia seperti Derby Della Capitale antara Lazio dan AS Roma atau derby Turin antara Juventus dan Torino. Namun derby Milan atau dikenal dengan Derby Della Madoninna memiliki sejarah dan rivalitas yang panjang. Berikut ini sejarah derby Milan yang selalu berlangsung sengit.

Beberapa dekade yang lalu, kota Milan hanya memiliki satu klub. Pada 16 Desember 1899, Alfred Edward mendirikan Milan Cricket and Football Club. Saat masih belum terpecah menjadi dua klub, klub ini pernah tiga kali memenangkan kejuaraan Italia yang masih berlaku sistem regional yakni pada 1901, 1906, dan 1907.
Sejarah persaingan klub sekota ini dimulai ketika anggota Milan FC memisahkan diri. Mereka memprotes terlalu banyaknya campur tangan dan pengaruh Inggris. Pada 9 Maret 1908, sekelompok pria Italia dan Swiss yang kerap bertemu di ruang belakang Restoran Orologio akhirnya bersepakat memisahkan diri. Dipimpin Giovanni Paramithhiotti, mereka membentuk klub baru Internazionale Milano. Nama “Internazionale” dipilih karena klub membuka diri terhadap siapapun untuk mencatatkan diri sebagai anggota.
Sejak itu, persaingan dua klub sekota dimulai. Pada lima tahun pertama, Milan FC masih mendominasi dengan serangkaian kemenangan. Dan baru terputus ketika Internazionale mengalahkan mereka 5-0 pada kejuaraan tahun 1910. Pada masa itu, Internazionale mulai populer disebut “Inter” saja. Karena berasal dari Milan, orang kemudian akrab menyebutnya Inter Milan. Nama itulah yang kemudian dikenal sampai sekarang. Inter kemudian banyak diasosiasikan sebagai klub bagi masyarakat menengah ke atas warga Milan. Adapun Milan FC —kemudian berubah jadi AC Milan— lebih banyak didukung masyarakat kelas pekerja.
Namun “kategorisasi” ini tak bertahan lama. Pada dekade 1980-2000-an ini, kian sulit membuat definisi tentang rivalitas mereka. Pendukung “Nerazzurri —julukan Inter— maupun “Rossoneri’, sebutan AC Milan, tak pernah betul-betul bisa diidentifikasi berdasarkan kelas sosial maupun lokasi geografisnya. Bahkan dalam satu keluarga warga Milan pun bisa terjadi perbedaan dukungan.

Kedua klub ini terus bersaing menjadi yang terbaik di Italia, Eropa, dan juga dunia. Di tingkat domestik, Inter unggul dari saudara tuanya dengan 29 gelar berbanding 27 gelar. Namun untuk tingkat Eropa, Rossoneri masih unggul dengan 14 gelar berbanding 6 gelar milik Nerazzurri. Begitu pun untuk trofi Piala Interkontinental atau Piala Dunia Antar Klub, Milan sudah meraih 4 sedangkan Inter baru 3. Hal yang tak bisa diraih Rossoneri tapi bisa dilakukan Nerazzuri adalah rekor quintuple atau lima gelar dalam satu musim. Pada musim 2009-10 Inter meraih lima gelar sekaligus yakni scudetto, Liga Champions, Coppa Italia, serta ditambah trofi SuperCoppa Italia dan Piala Dunia Antarklub.

Dalam rekor pertemuan di kancah Serie A atau top flight Italia, Inter Milan sedikit lebih unggul dengan 64 kemenangan, 52 seri dan sisa 59 laga dimenangkan AC Milan. Namun, secara keseluruhan, dari 274 pertemuan di berbagai even, baik itu yang resmi atau hanya sekelas persahabatan, Milan masih unggul atas Inter dalam head-to-head. Milan memenangi 107 laga, dan 72 partai berakhir seri. Sisanya [95 laga] menjadi milik Inter. Milan juga lebih produktif dalam menjebol gawang Inter dengan perbandingan total 432-404.
Tak jarang skor yang terjadi berlangsung mencolok seperti pada 2009 lalu saat Inter menaklukkan Milan dengan skor 4-0. Berikut ini skor derby yang berakhir besar untuk Milan dan Inter.

Milan

Inter
  • Milan 0–5 Inter -  6 Februari 1910 (Serie-A)
  • Inter 5-1 Milan - 17 Februari 1910  (Serie-A)
  • Inter 5-2 Milan -  22 Februari 1914 (Serie-A)
  • Inter 5-4 Milan  - 6 November 1932 (Serie-A)
  • Inter 6-5 Milan -  6 November 1949  (Serie-A)
  • Inter 5-2 Milan - 28 Maret 1965  (Serie-A)
  • Inter 4-0 Milan  - 2 April 1967  (Serie-A)
  • Milan 1–5 Inter - 24 Maret 1974 (Serie-A)
  • Milan 0–4 Inter -  29 Agustus 2009 (Serie-A)

Kamis, 31 Maret 2011

Sepak Bola dan Dakwah Islam



Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat kehendak-Nya lah akhirnya buku ini bisa terbit juga. Pahit getir sudah penulis alami dalam usaha menerbitkan buku ini. Tak seperti matahari yang begitu mudahnya terbit setiap hari, dalam menerbitkan buku ini penulis merasakan kesulitan yang tiada tara (walah jadi lebay gini).

Jadi gini (sesi curhat dimulai), pertama ada ide ini muncul tahun 2009. Waktu itu aku lihat tulisan-tulisanku di blog www.kumahaanjeun.com banyak yang berhubungan dengan Islam. Sepertinya menarik jika dibukukan. Nah pada saat itu temanku Tari memilah-milah artikel yang pas untuk dijadikan buku. Dia juga yang menjadikannya bab demi bab. Terus ditambah tulisannya dia juga. Wah rajin juga yah tuh anak, mau lagi disuruh-suruh sama saya. Harus dijadiin istri nih, hehe..

Lanjut ah. Nah setelah itu aku mem-print naskah yang udah dibuat. Wah lumayan tebal juga. Aku coba kirim ke Mizan, dan dengan sukses ditolak. Aku juga coba kirim ke penerbit lain, ditolak juga. Alasannya rata-rata topiknya kurang up to date.. Hmmm..

Sebenarnya aku bingung juga dengan alasan kurang up to date. Dari kejadian-kejadian terdahulu kan kita bisa mengambil hikmah. Lalu ada juga yang bilang nilai keislamannya kurang diangkat. Hmm.. hikmah dari berbagai peristiwa di lapangan hijau menurutku juga bisa dilihat dari sudut pandang Islam. Ah sudahlah, capek berdebat.
Lelah dengan berbagai penolakan, aku pun mencoba self publishing di Nulis Buku. Mudah-mudahan saja ini menjadi langkah awal dan banyak orang-orang yang melihat karyaku. Soalnya agak gimana gitu,aku dari dulu suka sepak bola, blognya juga tentang sepak bola, tapi kok belum pernah menerbitkan buku tentang sepak bola. Kepala udah kayak bola. Hheee..

Oh iya ucapan terima kasihnya belum. Makasih banyak tentunya buat orang tua yang udah mendukung anaknya yang baik dan ganteng ini. Trus buat Iksank yang udah ngedesain covernya yang keren banget. Tak lupa buat Tari yang udah bantu ngedit dan juga nambahin tulisan. Satu lagi buat pengunjung setia blogku www.kumahaanjeun.com yang terus membuat semangat penulis dan juga membuat semangat penulis untuk mengumpulkan artikel dalam blog menjadi sebuah buku. Juga buat semua temen-temen suporter mari kita jadikan sepak bola sebagai lahan untuk memperbaiki diri.

Ya sudahlah gitu aja sedikit dari penulis. Nikmati aja lembar demi lembar buku ini. Terus nonton bola dan jangan lupa beribadah yah!!!
Kalo mau pesen ama lihat daftar isi dan contohnya bisa buka http://www.nulisbuku.com/books/view/sepak-bola-dan-dakwah-islam-revisi-31-maret-2011
Atau bisa pesen lewat admin@nulisbuku.com subject pesan buku, tulis di badan emailnya nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.
Jangan lupa like juga grupnya di fb http://www.facebook.com/pages/Sepak-Bola-dan-Dakwah-Islam/113891395358542

Senin, 28 Maret 2011

Selamat Jalan Kakekku

Innalillahi wa inna ilaihi rajiiun, telah berpulang ke rahmatullah kakeku (biasa aku panggil Yangkung, eyang kakung), pada hari sabtu (26/3) dalam usia 78 tahun. Jenasah dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 di Ujung Berung. Di sini saya akan coba berkisah sedikit mengenai Yangkung dari mulai sakit hingga dipanggil yang Maha Kuasa.

Sekitar tanggal 8 November 2010 Yangkung mulai dirawat di RS Ciumbuleuit. Sebenarnya sakitnya tidak parah-parah amat. Saat itu seperti biasa Yangkung melakukan kontrol atau cek kesehatan di rumah sakit tersebut. Yangkung diputuskan untuk diinfus karena tidak mau makan. Setelah beberapa kali pengecekan organ Yangkung dalam keadaan sehat-sehat saja. Mungkin saja ada beban pikiran yang mengganggu Yangkung sehingga harus sakit.

Sakitnya Yangkung memang sedikit tak terduga. Aku ingat sekita tahun 2007 beliau masih kuat ikut gerak Jalan Koperasi sejauh 10 km. Beliau juga masih sering jalan-jalan ke pameran di daerah Landmark, Braga. Masih kuat jalan mendaki ke kebun tahun 2010 seminggu sekali, bahkan masih kuat pergi ke Malang bersamaku pada tahun yang sama. Saat di Malang bahkan Yangkung masih kuat jalan ke masjid yang lumayan jauh.

Sempat keluar dari rumah sakit, lalu akhirnya dirawat lagi. Entah sudah berapa kali Yangkung bolak-balik rumah sakit. Aku beberapa kali mengunjungi beliau. Pernah bareng Irham sampai nyasar ke Pasteur padahal harusnya ke Ciumbuleut, pernah sendiri, pernah juga bareng kawanku Aji. Setelah beberapa hari dirawat di RS, Yangkung dioperasi kelenjar prostat.

Aku ingat saat pertama kali dirawat Yangkung masih bisa bercanda. Saat itu aku dan Irham menjenguknya di RS. Beliau mengomentari kedatangan Barrack Obama ke Indonesia. "Kenapa Barrack Obama ga nyampe sehari ada di Indonesia?" kata beliau. Lalu aku dan Irham kebingungan. Yangkung bilang, "Soalnya kalo lebih dari 1 x 24 jam harus lapor RT" Mungkin itu candaan terakhir Yangkung yang bisa kudengar.

Yangkung memang sekali becanda. Candaan lain yang aku ingat singkatan SMAK Dago lalu sikat gigi sambil bersiul. Gaya bicara saat bercandanya sangat kocak dan khas, jadi walaupun berulang-ulang juga tetap lucu. :))

Namun dalam keadaan sakit beliau sudah tak bisa bercanda. Bahkan menyunggingkan senyum pun susah.

Hari demi hari keadaan Yangkung pasca operasi justru semakin parah. yangkung hanya makan sedikit dan terlihat lemas. Rabu (23/2) saat aku wisuda aku menyempatkan diri ke RS. Aku tahu Yangkung pasti bangga bisa melihat cucunya diwisuda, namun beliau sudah tak bisa tersenyum.

Setelah dirawat beberapa hari di RS dan dicecoki dengan berbagai obat kimia, Yangkung diperbolehkan pulang walau bisa dikatakan keadaannya sangat lemas. Sepertinya obat kimia memang menimbulkan efek samping, saat itu sehari bisa sampai 9 obat. Karena keadaan tidak bertambah baik akhirnya diputuskan untuk menggunakan herbal. Namun spertinya sudah terlambat.

Minggu (20/3), aku mendapat panggilan untuk kerja di Harian Olahraga OLE! Saat itu untuk bicara Yangkung sudah sulit, namun masih bisa nonton TV dan melihat pemandangan di luar dengan kursi roda. Sudah tak ada lagi candaan khas beliau. Aku coba bercanda saja Yangkung sudah tak bisa tertawa. Aku pun ke kantor dan bilang, "Yangkung, Luzman mau kerja ke Jakarta." Mungkin itu terakhir kali aku pamit pada Yangkung. :(

Kamis (24/3) aku mendapat kabar sedih dari Bandung. Yangkung tambah parah, sudah susah bicara, bergerak pun susah, bahkan tak bisa tidur. Setelah menonton Persib pada hari itu, esok harinya pun aku pulang ke Bandung untuk menengok Yangkung untuk melihat keadaan beliau. Ternyata memang keadaan Yangkung tambah parah.

Ada yang menarik saat Yangkung sakit. Aku lihat beliau sangat semangat sekali shalat, bahkan saat parah pun tak pernah meninggalkan shalat. Malah udh shalat juga sempat lupa dan mau shalat lagi. Saat benar-benar lemah, Yangkung beberapa kali terlihat mau melakukan gerakan shalat. Hendak melakukan takbir, "Allahu Akbar" namun begitu sulit mengucapkannya.

Yangkung pun beberapa kali menyebutkan namaku. Saat di Jakarta beliau sempat bertanya, "Mana Luzman?" Begitu pun saat aku di Bandung. Lalu bapak bilang, "Luzman sudah kerja". Yangkung pun bilang, "Bagus" dengan sangat puas dan akhirnya tertidur.

Kenangan Terakhir Bersama Yangkung

Jumat (25/3) malam aku bermimpi Yangkung meninggal. Sepertinya sebuah firasat?? Esok harinya Yangkung benar-benar dipanggil Yang Maha Kuasa. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima, dosanya diampuni, dan dilapangkan kuburnya. Beliau meninggal dengan tenang. Saat dimandikan pun berlangsung lancar dan tidak ada masalah berarti.

Selamat jalan Yangkung, mudah-mudahan diterima di sisi-Nya.

Sabtu, 26 Maret 2011

Dapatkan Buku Saya GRATIS!

Pantangan yang saya temui ketika berjualan buku adalah lebih dari 50 persen ingin buku saya GRATIS! Biasanya gini ngomongnya, "wah mana buat saya dong. kan temen" Ya elah, begitu pingin gratisan aja ngaku-ngaku temen.
Jadi gini, bukannya saya pelit sodara-sodara. Masalahnya saya sendiri kan harus beli. Dan itu butuh modal. Saya kan bukan pengusaha atau apa, kerja di OLE! juga baru belum punya uang, masa tega banget dipalakin. Hiks. Lalu patut diketahui juga, mendapat royalti seharga satu buku (Rp 35.000,00) saja susahnya setengah mati. Jadi mengerti lah. Tak mungkin saya melakukan itu.

Tapi berhubung saya baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong. Saya membuka kesempatan kepada sodara-sodara sekalian untuk mendapat buku saya gratis. Tapi tentu saja da syaratnya bos. Jadi gini di twitter @nulisbuku ada program yang disebut #12tweets, yaitu 12 tweet untuk mempromosikan buku. Tugas kalian yang ingin buku sya gratis tinggal meretweet saja #12tweets yang sudah ditayangkan pada Kamis (24/3).

Berhubung susah nyarinya, Saya tulis aja yah 12 tweets nya di sini. Kalian tinggal copas aja ke twitter masing2. Ingat harus sama yah copasnya, trus di copas nya satu2 :D

1. RT@nulisbuku: RT @luzman_karami: 1. Terjebak di Bawah Sadar (#TBS) merupakan buku yang berisi kisah nyata saya #12Tweets 
2. RT@nulisbuku: RT @luzman_karami: 2. Sepulang KKN tahun 2009 aku merasa diriku berbeda dan mendapat banyak masalah #TBS #12Tweets
3. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 3. Masalah di antaranya mengenai cinta juga mengenai kondisi KKN yg tak sesuai pikiranku #TBS #12Tweets
4. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 4. Saat diriku lemah tiba-tiba saja ada "makhluk lain" yang mengusik jiwaku #TBS #12Tweets
5. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 5. Saat aku diruqyah keluar suara-suara aneh yang tak bisa kukendalikan #TBS #12Tweets
6. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 6. Ibu, bapak, saudara-saudara, teman-teman banyak yang membantuku saat itu #TBS #12Tweets
7. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 7. Dalam kondisi jiwa yang lemah aku membutuhkan pengalih perhatian #TBS #12Tweets
8. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 8. Dan pengalih perhatianku adalah menulis semua yang ada dalam pikiranku saat itu #TBS #12Tweets
9. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 9. Melalui buku #TBS aku ingin berpesan kita tak perlu takut terhadap jin karena kita makhluk yg plg sempurna#12Tweets
10. RT @nulisbuku: RT @luzman_karami: 10. Aku juga ingin meluruskan pandangan mengenai makhluk gaib yang sering disalahartikan dalam film horor#12Tweets
11. RT @luzman_karami: 11. Dalam buku #TBS terdapat juga tulisan @Lestari_Sri yg bnyk mmbantu saat itu, sedngkan cover didesain oleh @haviiz
12. RT @luzman_karami: 12. Silahkan pesan buku #TBS di http://bit.ly/gW8I7o f atau follow penulis ( @luzman_karami ) jika ada pertanyaan. #12tweets

Oke silakan copas semuanya ke tweet masing-masig. Dan semoga Anda beruntung! kesempatan ini terbuka samapai kapan pun sampai penulis masih punya duit untuk beli bukunya, hehe..
Kalo belum beruntung kumpulin uang aja dulu sekitar 35ribu (belum ongkir) pesen via email admin@nulisbuku.com tulis judul buku, nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.
Oh iya satu lagi, kalo iikut kontes ini kasih tau penulis di twitter nya yah, takut ga keliatan, heheheee

Rabu, 23 Maret 2011

Tak Terganggu Pertandingan Internasional

Milan, Ole!
Presiden Inter, Massimo Moratti meyakini pertandingan internasional yang diadakan akhir pekan dan tengah pekan ini tidak akan mengganggu persiapan timnya dalam menghadapi derby melawan Milan tanggal 2 April mendatang.

Luzman Rifqi Karami
Dalam pertandingan internasional yang diadakan 25 dan 29 Maret mendatang, 17 punggawa Nerazzurri dipanggil negaranya masing-masing. Pemain yang dipanggil kebanyakan para andalan tim seperti trio Brasil yakni Julio Cesar, Maicon, dan Lucio yang dipanggil untuk pertandingan persahabatan melawan Skotlandia di London. Selain itu juga terdapat tiga nama Italia yakni Giampaolo Pazzini, Thiago Motta, dan Andrea Ranocchia yang akan memperkuat Gli Azzurri dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2012 menghadapi Slovenia (25/3) dan persahabatan melawan Ukraina (29/3).

“Kami sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Saya rasa pertandingan internasional tidak mengganggu sama sekali,” demikian ujar Moratti seperti dilansir inter.it.

Inter saat ini sedang berada di atas angin. Kemenangan atas Lecce di giornata ke-30 membuat jarak poin dengan tim sekotanya hanya berjarak dua poin. Hal ini tak lepas dari kekalahan Milan dari Palermo di pekan yang sama. Dengan hasil tersebut derby kali ini memiliki nilai yang sangat penting bagi kedua tim. Jika menang, Milan akan kembali berjarak 5 poin dengan Inter. Jika yang terjadi sebaliknya, puncak klasemen akan dikudeta Nerazzurri.

Hal ini tentunya membuat pertandingan derby kali ini begitu spesial. Namun pendapat berbeda dilontarkan Moratti. Baginya semua derby yang pernah dilalui kedua tim selalu terasa sama. Selalu ada nuansa spesial dan hal penting dalam setiap derby.


Dalam derby mendatang, kedua tim akan kehilangan pilar penting. Inter kehilangan Lucio karena akumulasi kartu, sedangkan Milan harus kehilangan juru gedornya Zlatan Ibrahimovic. Tentunya hal ini akan mengurangi kekuatan kedua tim.

“Saya berharap absennya Ibra akan lebih terasa dibandingkan kami yang harus kehilangan Lucio. Namun, bagaimanapun semuanya tergantung pada pertandingan itu sendiri,” ujar Moratti.

Laga derby nanti akan menjadi spesial bagi pelatih Inter, Leonardo. Inilah pertama kalinya ia bertemu Milan sebagai musuh. Sebelumnya ia adalah legenda dan pernah menjadi pelatih Rossoneri.

Pazzini Tatap Derby Milan
Milan, Ole!
Derby Milan memang masih dua pekan lagi. Namun, striker Inter Giampaolo Pazzini sudah tak sabar menanti duel akbar tersebut. Hal itu tak lain karena inilah derby Milan pertama sepanjang karier sang striker timnas Italia tersebut.

Pencetak satu-satunya gol kemenangan Inter ke gawang Lecce pekan lalu ini mengaku sudah lama menantikan duel tersebut.

Sudah lama saya menunggu momen ini (derby Milan) Akan menjadi pertandingan besar nanti dan saya tidak sabar ingin segera melakoni laga tersebut,” ujar Pazzini usai duel kontra Lecce.

Pazzini ditransfer Inter pertengahan musim ini dari Sampdoria. Golnya kerap menjadi penentu kemenangan Inter dan membuat La Beneamata tetap dalam persaingan merebut scudetto.

“Kami akan berjuang sampai detik terakhir,” tegas sang striker dengan penuh optimisme. Inter saat ini berada di posisi kedua. Kemenangan atas Milan akan membawa Inter meraih puncak klasemen. (luz)

Harian Olahraga Ole! 23 Maret 2011 tapi gagal cetak uy

Selasa, 22 Maret 2011

Mengaji Sebelum Bertanding



“Maka apakah mereka tidak memerhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4: 82)

Berapa hari dalam sehari kamu membaca Al-Quran. Sudah berapa kali khatam? Atau Al-Quran di rumahmu tak pernah tersentuh debu karena hanya jadi penghias rak bukumu? Astagfirrullahaldzim. Moga kita tak seperti itu kawan. Moga Al-Quran tetap menjadi pedoman hidup kita.

Ada dua pemain bola yang sangat akrab dengan Al-Quran. Yang pertama adalah bek kiri Perancis, Eric Abidal. Sebuah foto menyebar saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Foto itu memperlihatkan Abidal yang sedang membaca Al-Quran dalam sebuah pesawat.

Dalam foto yang diambil candid tersebut terlihat bek Barcelona ini serius membaca Al-Quran bersampul merah. Ternyata membaca Al-Quran sudah menjadi kebiasaanya. Kitab suci Al-Quran selalu menyertainya an dibacanya di ruang ganti pemain. Ia selalu membawa tas kecil yang berisi Al-Quran dan membacanya. Subhanallah.

Satu lagi pemain yang terkenal dengan kebiasaanya membaca Al-Quran adalah Mesut Ozil. Pemain yang bersinar di Piala Dunia 2010 ini selalu membaca Al-Quran sebelum bertanding.

Ia berdarah Turki, dari keluarga muslim, dan dikenal memiliki kebiasaan membaca Al Quran setiap kali akan turun bertanding. Oezil lahir di Gelsenkirchen, merintis karir profesionalnya bersama Schalke, lalu pindah ke Bremen. Kini ia menjadi tumpuan Real Madrid dan juga turut berjasa membawa Madrid ke perempat final Liga Champions dengan menaklukkan Lyon.

Kebiasaan dari dua pemain ini patut kita contoh. Yuk, kita sama-sama membaca Al-Quran.

Kamis, 17 Maret 2011

Terus Mencetak Gol

“Hidup seperti permainan sepak bola, menggunakan berbagai taktik untuk mencari gol sebanyak-banyaknya dan meraih kemenangan yang gemilang” (Luzman, Majalah Sabili No. 24 Th XVII 24 Juni 2010)

Bagiku sepak bola tak sekedar permainan. Olah raga ini memiliki sejuta inspirasi, termasuk mengenai mimpi. Gol (goal) dalam bahasa Inggris adalah tujuan, adalah hal yang ingin kita capai dalam hidup. Sama seperti permainan sepak bola, tujuan kita dalam hidup adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya dan meraih kemenangan yang gemilang. Saat satu mimpi telah terwujud, jangan pernah berhenti bermimpi. Teruslah bermimpi dan kejarlah mimpi itu.

Sejak kecil aku sangat senang menulis. Ibuku yang menemukan bakatku. Saat itu beliau terus melatihku untuk menjadi penulis hebat. Saat itu aku bermimpi bisa menjadi penulis dan menginspirasi banyak orang.
Sejak SMP kelas 3 aku mulai menggemari sepak bola. Menurutku sepak bola olahraga yang luar biasa yang bisa menginspirasi. Mulailah aku menulis mengenai sepak bola. Semua pertandingan Piala Dunia 2002 aku tuliskan dalam buku tulis. Semuanya menginspirasi, dari sepak bola aku belajar bahwa tak ada yang tak mungkin. Semua bisa terjadi, termasuk saat itu Senegal sanggup menjungkalkan juara bertahan Perancis dan keberhasilan tuan rumah Korea Selatan melaju ke semifinal. Semuanya berawal dari mimpi dan akhirnya bisa menjadi kenyataan.

Kecintaanku pada olah raga ini berlanjut dengan hobiku membaca sebuah tabloid sepak bola, Tabloid Soccer. Aku mulai mencoba menulis di rubrik Soccermania atau surat pembaca. Aku rasa sangat menyenangkan jika bisa bekerja di Soccer. Aku pun bermimpi bisa bekerja menjadi salah satu kru redaksi Soccer. Saat itu aku masih kelas 3 SMA.

Ternyata tulisanku bisa dimuat di Tabloid Soccer. Aku pun merasa sangat senang. Salah satu mimpiku bisa terwujud. Aku terus menulis dan menulis sampai akhirnya diterima di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad.

Kuliah di Fikom hobiku menulis semakin terasah. Apalagi saat bertemu dengan salah satu dosen yakni Pa Sahala. Beliau selalu menyemangatiku menulis. Beliau sangat yakin tulisanku bisa dimuat di media massa. Dan memang benar, tulisanku kembali dimuat di Tabloid Soccer. Selain itu juga dimuat di Persib Magz dan juga Media Indonesia.

Aku merasa hobiku mengenai sepak bola harus terus dikembangkan. Aku pun membuat blog di www.kumahaanjeun.com, blog yang khusus membahas mengenai sepak bola. Lama kelamaan pengunjung blogku semakin membludak, aku sangat senang bisa menyalurkan hobi dan juga mimpi-mimpiku.
Saat ada mata kuliah job training di kuliahku, pikiranku pertama adalah Tabloid Soccer. Dari Tabloid Soccer aku rasa aku telah menemukan banyak hal, dan rasanya bisa mewujudkan mimpi-mimpiku jika berada di sana. Mimpi bertemu dengan pemain sepak bola atau mungkin bertemu dengan Nurdin Halid. Hehee..

Akhirnya dengan bantuan kenalanku aku bisa job training di Tabloid Soccer. Yup, sebelumnya aku sudah mengenal beberapa kru redaksi Soccer lewat situs jejaring sosial facebook. Dengan ada kenalan di sana, prosesku untuk job training di sana menjadi lebih mudah. Tabloid Soccer, I’m coming..

Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga merasakan menjadi reporter sepak bola Tabloid Soccer. Mimpi yang menjadi kenyataan, aku bisa bekerja di salah satu tabloid favoritku. Bahkan aku ikut mencari berita dan juga menulis di tabloid tersebut.

Pengalaman berharga tentunya saat meliput FIFA World Cup Trophy Tour. Saat itu aku mengikuti konferensi pers yang dihadiri para wartawan. Dan aku bertemu Nurdin Halid! Ketua PSSI yang ogah mundur itu. Saat pidato pun terlihat memang sering ngelantur dan tidak mencerminkan sebagai ketua PSSI. Para wartawan pun tampak tidak menghargai Nurdin. Ia terus diserang dan selalu saja mengelak.

Mimpi lain yang terwujud saat magang di Soccer adalah meliput pertandingan. Saat itu pertandingan yang aku liput adalah Persitara menghadapi Persiwa. Aku berada di pinggir lapangan, dekat sekali dengan pemain! Sayangnya aku tak begitu kenal dengan pemainnya, sebab tak ada yang berstatus pemain timnas. Aku pun mengikuti konferensi pers di kamar ganti pemain. Sungguh pengalaman langka yang sulit terulang.
Hanya dua bulan aku magang di Tabloid Soccer, tapi tentunya aku sudah memiliki banyak pengalaman. Aku masih terus bermimpi, suatu saat ingin kembali bekerja di sana. Namun sayang, masih belum ada lowongan ternyata.

Mimpi lain diriku adalah bisa menerbitkan buku. Aku merasa jika hanya di publish di blog, tentunya tak seeksis jika diterbitkan menjadi buku. Aku ingin banyak menginspirasi orang lain. Siapa sangka suatu kejadian di awal tahun 2009 saat aku kemasukan jin justru menjadi awal mula aku bisa menulis buku. Jalan Allah memang kerap tak terduga.

Saat keadaan sakit itulah, aku menuliskan apa yang aku rasakan dalam laptop, buku, dan juga facebook. Setelah dikumpulkan ternyata bisa menjadi suatu kisah yang menarik. Aku mengirimkannya ke banyak penerbit dan hasilnya selalu sama: DITOLAK. Hiks.

Akhirnya aku sampai juga ke satu penerbit yang mau menerbitkan naskahku. Namun ternyata penerbit itu pun menghilang dan aku menerbitkan ke penerbit lain. Walaupun masih berstatus self publishing, aku merasa senang. Ada lumayan banyak juga yang mau membeli bukuku.

Aku juga bertemu dengan salah satu self publishing yang sangat kreatif, Leutika Prio. Aku mengikuti lomba Novelku di Leutika Prio. Karyaku memang gagal menjadi pemenang, namun aku mendapat dispensasi, hingga bisa menerbitkan hanya dengan Rp 300.000,00 saja. Saat ini naskah sedang diutak-atik dulu biar bisa lebih baik hasilnya.

Sekarang impian terbesarku yang belum terwujud adalah menikah. Yah menikah. Niat yang sudah kuapungkan sejak dua tahun lalu dengan gadis impianku yang kisahnya aku tuliskan dalam buku Gado-gado Cinta terbitan Leutika Prio. Niat yang sudah kuapungkan sejak dua tahun lalu saat jatuh hati padanya, namun belum juga terealisasi. Aku yakin semua akan indah pada waktunya. Mimpiku untuk menikahinya akan segera terwujud sama seperti mimpi-mimpi sebelumnya yang sudah terwujud, yakni magang di Tabloid Soccer dan menerbitkan buku.

Kata-kata pemain timnas Bambang Pamungkas dalam blognya melecut motivasiku: Jangan pernah berhenti bermimpi karena suatu saat mimpi-mimpi itu akan menjadi kenyataan. Yah mimpi adalah motivasi. Kalau bermimpi saja tak berani, bagaimana bisa mewujudkannya?

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...