Sabtu, 04 Desember 2010

Bangkitlah Inter!!

Judul blog ini Kumaha Anjeun tadinya cuman seputar Inter Milan dan Persib. Tapi pas diliat-liat posting terakhir kok kayaknya ga ada posting tentang Inter dan Persib.. hihii.. Sekarang topiknya jadi macem-macem gini. Ya sudahlah mau gimana lagi.

Ya sudahlah sekarang saya ngomongin Inter dikit. Inter nampaknya saat ini sedang menurun saudara-saudara. Yups, Rafael Benitez nampaknya masih belum bisa meneruskan kebesaran Inter yang musim lalu meraih treble winners bersama Jose Mourinho. Kini sisa-sisa kebesarannya itu tak terlihat. Lawan begitu mudah menaklukkan Inter. Seperti tadi malam, Inter kembali takluk 1-3 oleh Lazio. Sekarang Inter tertahan di posisi ke-5. Sebuah posisi yang tidak pantas untuk sebuah tim yang meraih scudetto lima kali bertutut-turut.



Setelah Piala Super Eropa lepas dari genggaman, penampilan Inter di Liga Champions pun masih belum menunjukkan karakter sebagai juara bertahan. Walaupun Inter sudah memastikan lolos dari grup A namun tak selayaknya Inter keteteran saat menghadapi Tottenham, dan susah payah menaklukkan Twente. Seharusnya di grup seperti itu Inter bisa memuncaki klasemen, bukan berada di posisi dua seperti sekarang.

Sebenarnya apa yang membuat Inter musim ini begitu menurun? Pertama nampaknya tak ada pembelian pemain yang signifikan di awal musim. Inter masih percaya dengan wajah-wajah lawas, coba bandingkan dengan saudara sekota Milan yang mendapatkan Ibrahimovic dan Robinho. Terbukti saat banyak pemain yang cedera, Benitez seperti pusing dalam menyusun strategi. Inter benar-benar kehilangan sentuhannya.

Selain itu Benitez sepertinya kurang bisa membangkitkan motivasi pemainnya. Berbeda saat di tangan Mourinho pemain Inter selalu semangat di lapangan.
Berikut komentar para Interisti di twitter @interclubindo terkait hasil Inter semalam.

@luzman_karami: sepertinya sudah harus mengucapkan arridiverci scudetto. lima musim berturut2 sudah prestasi yg hebat
@hedotsan88: Benitez udah gk pnya opsi..krena gaya melatihnya...abies smua pmaen inter dibikin cedera
@andhikaMPPP: Stelah gw tggalin tmpat nobar ini : gw harap berita yg gw baca pertama tentang pemecatan BENITEZ #rafaout
@rverdika: saya menghormati kalian yg masih mempercayai RB... tapi maaf, saya tidak sama sekali.. #rafaout
@IrawanCobain: Yessss Hernanes,, kali ini saya dukung... RAFA OUT...!!! :p


Okey, apa benar keterpurukan Inter ini salah Benitez? Bisa jadi karena euforia dan rasa puas yang berlebihan karena sukses musim lalu. Piala Dunia Antar Klub seharusnya menjadi momen bagi Inter untuk bangkit. Jika gagal laga Rafa nampaknya memang harus angkat koper. Sebagai catatan ini adalah kali pertama Inter mengikuti ajang ini. Saat masih bernama Piala Interkontinental, Inter dua kali tampil di ajang ini dan dua-duanya dimenangkan Inter dengan menaklukkan lawan yang sama, Independiente. Sebuah catatan positif yang tampaknya mesti diteruskan.

Play-off (8/12)
Al-Wahda vs Hekari United

Perempatfinal 1 (10/12)
Mazembe vs Pachuca

Perempatfinal 2 (11/12)
Pemenang play off vs Seongnam

Semifinal 1 (14/12)
Pemenang perempatfinal 1 vs Internacional

Semifinal 2 (15/12)
Pemenang perempatfinal 2 vs Inter Milan

Perebutan Posisi IV dan V (15/12)
Kalah perempatfinal 1 vs kalah perempatfinal 2

Perebutan Juara III (18/12)
Kalah semifinal 1 vs kalah semifinal 2

Final (18/12)
Pemenang semifinal 1 vs pemenang semifinal 2

Jumat, 03 Desember 2010

Laporan Job Training di Soccer

Daripada pusing ga ada kerjaan, menuh-menuhin posting juga sekalian. Ya udah saya masukin laporan jobtraining saya di Soccer. Ini yang sebagian bab IV aja, kalo mau liat sisanya silakan download di sini. Ama presentasi buat jobtraining silakan didownload di sini
Siapa tahu kan sekarang angkatan 2007 lagi mau jobtraining terus mau bikin laporan bingung ga ada gambaran, bisa download di sini. oke.. hehehehe.. Oh iya doakan saya yah, sekarang lagi ngerjain skripsi masih berkutat di bab 2 ama 3 aja. Padahal mau lulus Februari.

Ini contoh tulisan saya waktu magang di Soccer


Bab IV

Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil

4.1.1 Bagian Editorial Tabloid Soccer

Dalam kegiatan jobtraining yang diselenggarakan pada 18 Februari – 25 Maret 2010, penulis ditempatkan di Soccer Editorial Department. Bagian editorial Tabloid Soccer terdiri dari orang-orang yang mengumpulkan berita dari berbagai macam sumber untuk kemudian disajikan secara menarik sehingga layak muat untuk rubrik Tabloid Soccer. Tabloid Soccer sendiri tergabung dalam grup Kompas Gramedia, sehingga penulis harus berurusan terlebih dahulu dengan bagian HRD Kompas Gramedia.

Penulis diberikan kebebasan menggunakan komputer kantor dengan fasilitas internet. Penulis mencari sumber-sumber dari internet untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh pembimbing jobtraining. Beberapa kali penulis juga melakukan tugas liputan.

Tulisan yang diramu oleh seorang editor harus beberapa kali dicek ulang, diprint, lalu dicetak pada hari Kamis, Kamis siang sudah diedarkan di beberapa tempat. Editor sebisa mungkin harus meminimalisasi kesalahan cetak dan kesalahan berita. Kegiatan manajemen media yang dilakukan Tabloid Soccer di antaranya ialah:

- Memilih-milih berita yang penting dan dapat menghibur pembaca

- Mengangkat isu-isu dan tema-tema yang aktual di bidang sepak bola

- Melakukan desain dan tata letak yang menarik antara gambar dan tulisan

- Rapat redaksi untuk merencanakan tema-tema yang sedang hangat dan layak untuk diangkat

- Mengangkat tema yang cenderung tidak basi dan dapat dibaca selama seminggu, hal ini mengingat jangka terbit Tabloid Soccer yang hanya seminggu sekali

- Menyajikan berita dengan pembahasan yang lebih mendalam dibandingkan media online

- Analisis data yang ada untuk dikembangkan menjadi bahan pertimbangan dalam penulisan, termasuk dalam statistik, review, preview, dan klasemen

- Melihat potensi media kompetitor dan berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda dengan media sejenis

- Melakukan komunikasi yang baik dengan narasumber setiap melakukan liputan

Pada setiap edisi cetak, redaksi menentukan tim satgas yang bertanggung jawab terhadap isi tulisan. Deadline Tabloid Soccer pada hari Kamis pukul 06.00, untuk kemudian dicetak dan disebarkan sekitar pukul 13.00 di Jakarta. Biasanya menunggu hasil pertandingan yang diselenggarakan pada Kamis dini hari, misalnya Liga Champions. Artikel yang ada harus sudah selesai melalui berbagai tahap editing sebelum dicetak dan disebarkan kepada pembaca.

Alur satgas melalui beberapa tahapan, sebagai berikut:

1. Penulis

Artistik menyerahkan print out kepada penulis untuk diteliti sendiri

2. Redaktur

Penulis menyerahkan halaman yang sudah diteliti kepada editornya. Untuk penulias yang tanpa melalui redaktur, langsung diserahkan ke tim satgas

3. Tim Satgas

Redaktur atau penulis menyerahkan hasilnya kepada tim Satgas untuk diteliti kembali. Tim Satgas meneliti kesalahan ketik, kesalahan foto, dan kesalahan data, namun tidak berhak mengubah judul dan caption artikel.

4. Redaktur Pelaksana (Redpel)

Hasil tim Satgas diserahkan ke Redpel untuk diteliti terakhir kali. Selanjutnya Redpel akan menyerahkan ke tim artistik untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Jika sudah selesai tim artistik wajib menempel print out mini ke dinding panel agar bisa dilihat oleh seluruh kru redaksi. Diharapkan kru redaksi tetap aktif melihat print out terakhir.

3.1.2 Kegiatan Jobtraining

Selama kegiatan jobtraining kurang lebih dua bulan, kegiatan yang penulis lakukan di antaranya:

1. Pengenalan Kegiatan

Pada hari pertama penulis diberikan pengenalan terhadap Tabloid Soccer yang tergabung dalam Kompas Gramedia. Untuk mengurus formulir kelengkapan Job training, penulis berurusan dengan bagian HRD lantai 8. Untuk kegiatan selanjutnya penulis lakukan di Tabloid Soccer yang berada di lantai 6. Penulis berkenalan dengan kru tabloid Soccer. Tabloid Soccer dan media yang tergabung dalam Kompas Gramedia tidak mengenal jam kerja dan luchbreak. Datang bebas jam berapa saja asalkan tugas dapat diselesaikan dengan baik. Jam istirahat pun tidak ditentukan. Jika ingin istirahat bisa langsung keluar kantor. Pakaian yang dikenakan pun santai asalkan sopan dan rapi, memakai kaos pun tak masalah. Penulis dibebaskan menggunakan komputer dengan fasilitas internet.

2. Pengenalan Fasilitas

Selanjutnya penulis diperkenalkan mengenai fasilitas yang ada di kantor Tabloid Soccer. Komputer dengan fasilitas internet, dua televisi, dan satu unit Playstation2 tersedia di kantor. Selain itu semua edisi cetak dan by product Tabloid Soccer pun ada untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menulis. Harian Kompas pun rutin hadir di kantor agar tidak ketinggalan informasi terbaru.

3. Membaca Tabloid Soccer dan Kompetitor

Sebelum diberi kesempatan mengisi rubrik di Tabloid Soccer, penulis tentunya harus mengetahui content yang ada dalam Tabloid Soccer (content akan dibahas dalam sub bab selanjutnya). Untuk itu penulis diberi kesempatan untuk membaca Tabloid Soccer edisi-edisi sebelumnya. Penulis juga mempelajari media kompetitor yakni harian TopSkor dan Tabloid Bola yang juga hadir di kantor Soccer sebagai bahan pertimbangan.

4. Menulis rubrik cetak/online

Beberapa rubrik yang dipercayakan kepada penulis saat job training di antaranya Playmaker, Rising Star, Road to World Cup 2010, The Next Legend vs Legend, Spain, England, dan Preview/Review Serie-A. Untuk bahan tulisan, penulis mencarinya di internet kemudian meramunya dengan gaya bahasa sendiri. Untuk berita online, penulis memperolehnya dari portal berita asing seperti goal.com, marca.com, atau tribalfootball.com. Penulis juga membuat tulisan mengenai negara, pelatih, dan pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia 2010 untuk bagian online. Untuk review hasil pertandingan Indonesia Super League (ISL) penulis menyaksikan lewat layar kaca antv lalu menuliskannya di edisi online.

5. Tugas Liputan

Selain tugas yang dilakukan di kantor, penulis juga melakukan beberapa kali liputan. Liputan yang dilakukan penulis di antaranya Peresmian Indonesia Futsal Mandiri di Mall Pondok Indah, FIFA World Cup Trophy Tour, pertandingan Persitara vs Persiwa, peresmian Nirwana Futsal, dan kunjungan ultah TvOne. Bahan yang didapat dari liputan digunakan untuk tulisan cetak maupun online. Setiap liputan penulis seringkali mendapat berbagai merchandise seperti kaos, topi, dan bola. Namun wartawan Tabloid Soccer yang tergabung dalam Kompas Gramedia menolak tegas pemberian amplop yang berisi uang.

6. Memeriksa Hasil Tulisan

Sebelum naik cetak, penulis mendapatkan print out hasil tulisan untuk diteliti kembali. Penulis melakukan koreksi apabila ada salah cetak, kesalahan data, atau konteks kalimat yang kurang tepat.

7. Evaluasi Hasil Job Training

Setelah melakukan job training selama dua bulan (sebelumnya selesai 18 Maret diperpanjang sampai 25 Maret), penulis mendapatkan evaluasi dan nilai dari pembimbing job training. Secara keseluruhan job training yang dilakukan penulis sudah memuaskan. Hal yang kurang ialah kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.

4.2 Pembahasan

4.2.1 Content dalam Tabloid Soccer

Media massa sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita. Seperti halnya komunikasi lisan dan isyarat, sebagai manusia kita tak lepas dari peran media massa dalam membahas isu-isu tertentu. Salah satunya ialah mengenai sepak bola, di mana sudah memiliki banyak penggemar.

Menurut Everett M. Rogers dalam bukunya Communication Technology; The New Media in Society (dalam Mulyana, 1999), mengatakan bahwa dalam hubungan komunikasi di masyarakat, dikenal empat era komunikasi yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, dan era media komunikasi interaktif. Dalam era terakhir dikenal media komputer, videotext dan teletext, teleconferencing, TV kabel, dan yang lainnya.

Sedangkan McLuhan dalam bukunya Understanding Media the Extensions of Man (1999), mengemukakan bahwa a medium is a message. McLuhan menganggap media sebagai perluasan manusia dan bahwa media berbeda-beda mewakili pesan yang berbeda-beda. Media juga menciptakan cakupan serta bentuk hubungan-hubungan dan kegiatan-kegiatan manusia. Dengan media, bagian dunia dapat dihubungkan menjadi desa global.

Demikian halnya yang terjadi di Tabloid Soccer. Tabloid ini lebih memfokuskan pada pemberitaan sepak bola luar negeri khususnya Eropa dibandingkan sepak bola nasional. Sepak bola nasional sendiri hanya ada 1-2 halaman di tabloid ini. Hal ini karena sepak bola luar lebih diminati dibandingkan sepak bola nasional, arus informasi mengenai sepak bola mancanegara cenderung lebih mudah diamati dengan adanya pemberitaan besar-besaran dalam berbagai media khususnya internet. Pemberitaan yang ada di Tabloid Soccer banyak diambil dari portal-portal internet mancanegara. Rapat redaksi selalu diadakan untuk mengevaluasi edisi sebelumnya dan mendiskusikan isu yang akan dibahas dalam edisi terbaru.

Rubrik yang penulis isi selama job training di Tabloid Soccer di antaranya:

1. Playmaker

Rubrik ini merupakan rubrik rutin di Tabloid Soccer, ada di setiap edisi dengan jatah hampir dua halaman. Biasanya mengangkat pemain yang tengah hangat dibicarakan. Penulisan dalam bentuk feature. Hal yang dibahas bukan hanya gaya permainan pemain di lapangan hijau, namun juga menyangkut sisi humanismenya. Selalu dilengkapi data, statistik, dan juga boks yang memperjelas informasi. Selama job training pemain yang sempat penulis bahas adalah Goran Pandev (edisi 33/X), Ever Banega (edisi 36/X), Cacau (edisi 37/X), Samir Nasri (edisi 38/X), dan Juan Vargas (edisi 39/X)

2. Rising Star

Rubrik ini membahas pemain muda yang tengah bersinar dan diincar klub-klub besar. Tulisan berada di dekat rubrik playmaker dengan seperempat halaman. Fokus pada alasan mengapa pemain tersebut dianggap berbakat dan layak diperhitungkan. Quotes dari pihak lain dan pemain itu sendiri menjadi hal wajib ada dalam rubrik ini. Penulis sempat menulis Marcelo Nicolas Lodeiro Benitez (edisi 33/X), Iker Muniain (edisi 34/X), Leonardo Bonucci (edisi 37/X), Eljero Elia (edisi 38/X), dan James McCarthy (edisi 39/X).

3. Road to World Cup 2010

Seiring dengan semakin dekatnya ajang Piala Dunia 2010 di Afsel, Tabloid Soccer tak mau ketinggalan memberikan informasi mengenai ajang empat tahunan tersebut. Ini menjadi rubrik tambahan di Tabloid Soccer. Rubrik tersebut ialah Road to World Cup 2010 yang terdiri dari berbagai sub rubrik di antaranya Kilas Balik, Tuan Rumah, dan The Next Legend vs Legend.

Kilas balik membahas Piala Dunia sebelum-sebelumnya, sejarah Piala Dunia sejak tahun 1930, dan hal-hal menarik dari setiap turnamen yang telah berlangsung. Dalam sub rubrik ini penulis sempat membahas Piala Dunia 1930 (edisi 31/X) dan Piala Dunia 1934 (edisi 32/X). Subrubrik tuan rumah membahas persiapan terakhir Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia. Penulis mengisi subrubrik ini pada edisi 31/X dan 32/X.

The Next Legend vs Legend merupakan rubrik pendewaan terhadap pemain kunci negara peserta Piala Dunia 2010 dan legenda dari negara tersebut. Kehebatan pemain diasosiakan dengan sponsor resmi Piala Dunia, Castrol seperti kecepatan, kekuatan, dan stamina. Penulis sempat membahas legenda Uruguay, Juan Alberto Schiaffino (edisi 38/X), dan pemain kunci Portugal Cristiano Ronaldo serta legenda Luis Figo (edisi 39/X).

4. Rubrik England, Spain, dan Italy

Tabloid Soccer memfokuskan pemberitaannya pada tiga liga besar dunia yaitu Inggris, Spanyol, dan Italia. Selain itu Soccer juga memiliki lembar halaman 11 klub besar dari tiga liga tersebut ditambah dari Liga Jerman yaitu Bayern Muenchen. Pemberitaan di luar klub besar terdapat dalam rubrik khusus. Rubrik Spain membahas peserta Liga BBVA selain Real Madrid dan Barcelona. Rubrik England membahas peserta Premier League selain Liverpool, Manchester United, Chelsea, dan Arsenal. Rubrik Italy membahas peserta Serie-A selain Inter Milan, AC Milan, AS Roma, dan Juventus. Liga-liga di luar itu dibahas di World Leagues. Selain artikel utama, setiap rubrik pun memiliki berita singkat yang terjadi dalam seminggu, klasemen, serta review dan preview pertandingan.

Selama magang penulis pernah menulis artikel di rubrik Spain tentang Luis Fabiano (edisi 34/X) dan rubrik England tentang West Ham United (edisi 36/X). Selain artikel utama, penulis juga menulis subrubrik sekilas Inggris dan berita singkat tentang final Piala Carling (edisi 36/X).

Penulis juga mengerjakan Preview Serie-A pekan ke-29 dan 30 serta Review Serie-A pekan ke-28 (edisi 38/X). Dalam mengerjakan tugas tersebut penulis mencari data statistik mengenai skuad tim yang tampil dan cedera, rekor tiga pertemuan terakhir, serta bursa taruhan di internet. Setelah itu penulis melakukan analisis data dan membuat prediksi sendiri.

Penulis juga sempat mencari komentar Milanisti Indonesia untuk rubrik AC Milan (edisi 30/X). Pada setiap lembar klub memang ada komentar dari suporter klub yang bersangkutan

5. Soccer Classic

Rubrik ini mengangkat kejadian-kejadian atau pun pemain-pemain hebat di masa lampau. Fokus pada kehebatan pemain ataupun kejadian penting yang membuat selalu dikenang hingga saat ini. Rubrik ini tidak hadir secara rutin di Tabloid Soccer, menyesuaikan dengan jumlah halaman. Penulis pernah mendapat tugas mengerjakan rubrik ini mengenai Sergio Goycochea, kiper legendaris Argentina yang menggagalkan empat tendangan penalti di Piala Dunia 1990 (edisi 34/X).

6. Indo Soccer dan Futsal Fever

Meskipun lebih menitikberatkan pada sepak bola luar negeri, sepak bola dalam negeri pun tak luput menjadi pembahasan dalam Tabloid Soccer. Informasi mengenai sepak bola dalam negeri terdapat dalam rubrik Indo Soccer. Selain itu juga terdapat halaman khusus futsal dalam rubrik Futsal Fever.

Tulisan penulis dalam rubrik Indo Soccer adalah mengenai cara membuat Twitter yang merupakan penjelasan dari artikel utama “Twitter Pemain Bola” (edisi 34/X). Selain itu juga mengenai profil Alfred Riedl, pelatih baru timnas Indonesia (edisi 37/X).

Di halaman Futsal Fever penulis pernah menulis di Rubrik Futsal Ground mengenai Nirwana Futsal (edisi 38/X). Artikel itu merupakan hasil liputan penulis saat soft opening Nirwana Futsal (8/2). Penulis juga mencari berita “Agenda Kegiatan” (edisi 38/X). Kolom ini berisi kegiatan yang akan dilakukan kelompok suporter pada rubrik “Soccer Community”.

7. Edisi Online dan by product

Selain edisi cetak, penulis juga mendapat kesempatan untuk mengisi di online dan by product. Di DuniaSoccer (www.duniasoccer.com), penulis mengisi berita-berita harian yang penulis dapatkan di portal asing, hasil liputan, dan juga hasil pengamatan dari televisi.

Penulis juga mengisi Laman Piala Dunia 2010 untuk online yang terdiri dari “Profil 32 Negara Peserta Piala Dunia 2010” dan “Profil Pelatih, Pemain, dan Rising Star Negara Peserta Piala Dunia 2010”.

Ada pun untuk by product, penulis mendapat kesempatan berkontribusi di majalah Manchester United Magnificent Seven yakni “Statistik Magnificent Seven”. Kemampuan mengolah dan analisis data diperlukan dalam mengerjakan tugas ini.

Minggu, 14 November 2010

Persib Punya Saingan

Prestasi Persib Bandung yang tak kunjung membaik mendapat tantangan serius. Apalagi akan ada klub baru yang juga berdomisili di Bandung. Bandung FC -- masih nama tentatif , sebelumnya sempat memakai nama Maung Bandung Raya -- , adalah tim yang digagas dan dimotori wartawan dan pengamat sepakbola, M. Kusnaeni. Klub ini berencana meresmikan diri pada 8 Desember, termasuk nama resmi, logo, dan skuad lengkap. Klub ini rencananya akan mengikuti ajang Liga Primer Indonesia Januari mendatang.

Saat ini klub yang dilatih Nandar Iskandar itu tengah melakukan proses seleksi. Memang secara kualitas Bandung FC masih kalah jauh dibandingkan Persib. Pemain yang resmi dikontrak saat ini baru Yaris Riyadi, Deden Hermawan, Asep Gunawan, Egi Nirwan, Nuralim, Kurnia Sandi, dan Caesar. Selain itu Bandung FC pun akan mendatangkan pemain Australia dan juga berencana mengontrak pemain Indo-Holland yang bermain dalam laga amal melwan Persebaya dan Persema.

Mengenai dukungan bobotoh, bisa saja bobotoh beralih mendukung Bandung FC. Ingat musim 1995/96 saat itu pun ada klub lain yang juga berdomisili di Bandung yakni Bandung Raya. Klub eks Galatama itu sempat mendapat simpati dari bobotoh melihat penampilannya yang begitu ciamik, Musim itu pun Bandung Raya sukses merebut juara Liga yang sebelumnya direbut oleh Persib.

Menarik melihat SMS yang terdapat dalam Harian Tribun Jabar, Jumat 12 November 2010. SMS dalam rubrik Apa Kata Bobotoh itu berbunyi,

"Persib ayeuna boga pesaing berat. Nyaeta Bandung FC, Bilamana Persib keok jeung keok bae, bobotoh bakal pindah ngadukung Bandung FC. Yes."

Apakah komentar tersebut akan menjadi kenyataan??? Kita lihat saja penampilan Bandung FC. Apakah akan mengobati luka bobotoh yang melihat penampilan buruk Persib atau sebaliknya.

(dimuat di Soccermania Tabloid Soccer Edisi 21/XI, 20 November 2010)

Rabu, 03 November 2010

Masuk koran Radar Sumedang

(Harian Pagi Radar Sumedang, Rabu 3 November 2010)
Ketika Mahasiswa Fikom Unpad Berinisiatif Mengembangkan Ilmunya

Mengisi Waktu Luang dan Menambah Pengalaman di Rakom M-Tas


Meskipun non-komersil, Radio Komunitas Masyarakat Tanjungsari (Rakom M-Tas) tetap eksis mengudara oleh para pekerja sukarelawan. Media tersebut dimanfaatkan pula oleh mahasiswa Fikom Unpad yang berinisiatif mengembangkan ilmunya untuk mengisi waktu luang dan menambah pengalaman.
(Tri Budi Satria, Radar Sumedang)


Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad tengah asik membawakan siaran 'The Jadul if Nostalgia' siang kemarin. Salah satunya bernama Ajie Ramadhan, mahasiswa semester 5 program D3 jurusan Kehumasan Fikom Unpad. Kepada Radar Sumedang, ia bercerita lebih panjang lebar seputar cita-cita dan keinginannya.



Ajie menuturkan, semenjak SMA sudah ada keinginannya menjadi penyiar khusus di radio komunitas yang berorientasi non-profit (tidak mencari keuntungan). "Justru saya pengen di radio komunitas karena ikhlas menjalaninya. Karena Allah, meskipun rakom itu non profit," sebutnya.



Meskipun suatu saat dia mendapat pekerjaan lain, ia menandaskan dirinya tetap bertekad tak akan melepas aktivitas i rakom. "Hari pertama siaran itu terasa agak kaku dan tegang. Dan ke depannya bertekad akan lebih baik, ingin menjadi penyiar radio komunitas yang handal," tekad pria kelahiran Bandung, 21 April 1990.



Selain kuliah, dia aktif menjadi anggota Bidang Wira Usaha di Biro Kerohanian Islam (BKI) Fikom Unpad. Selain itu, hobinya dan kecintaannya terhadap kereta api, menjadikan ia bergabung menjadi anggota Indonesian Railways Preservation Society (IRPS) dan anggota komunitas Edan Sepur Indonesia.



Sementara itu, rekan siarannya, Luzman Rifqi Karami, mengak menjadi penyiar di Rakom itu sambil mengisi waktu luang. "Sekarang sedang menyusun skripsi, ada waktu kosong," ujar mahasiswa semester akhir, jurusan Manajemen Komunikasi Fikom Unpad. Dia adalah mantan anggota Media dan Informasi (Medfo) pada BKI di kampusnya.



Selain itu aktivitas Luzman di luar kampus adalah Koordinator Media dan Publikasi Inter Club Indonesia (ICI) atau organisasi pendukung klub Inter Milan untuk Wilayah Regional Bandung. "Saya siaran di radio tergantung lihat ke depan. Kalau lihat yang lebih bagus demi masa depan tak masalah ditinggal juga," katanya. Dia pernah menjadi bintang tamu di STV Bandung dan Auto Radio Bandung terkait ICI serta aktivitas lain pernah menulis buku "Terjebak di Bawah Sadar"

(Yang mau lihat kita siaran setiap hari Selasa jam 11 sampai jam 13.00 di 107.8 FM,, daerah Sumedang, Jatinangor, Tanjungsari, Cileunyi, Cibiru)

Yang mau denger saya siaran di radio M-tas bisa download http://www.4shared.com/audio/WeMsL2gJ/rekaman_M-Tas_1_bak.html

Sabtu, 30 Oktober 2010

Persib, Ada Apa Denganmu??

Kecewa, sedih, heran melihat kondisi Persib saat ini. Lima pertandingan dengan empat poin hasil dari sekali menang, sekali seri dan tiga kali kalah, terpuruk di posisi ke-14 tentunya hal yang sangat memalukan untuk tim yang selalu menargetkan juara ini. Apalagi melihat nama-nama besar yang menghuni skuad Maung Bandung dan dukungan bobotoh yang tak pernah surut.

Skor 0-3 melawan Persija Jakarta seolah semakin menegaskan ada yang salah dengan Persib. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi ketidakberdayaan Persib menghadapi musuh bebuyutannya itu.

Tanda-tanda ada yang tidak beres dalam tubuh Persib tercium sejak kompetisi belum digulirkan. Dibantai Sriwijaya 0-6 di turnamen IIC lalu ada konflik internal dan ketidakcocokan antara pemain dengan pelatih yang membuat Darko pelatih saat itu terpaksa dilengserkan. Pergantian pelatih menjelang kompetisi bergulir tentunya tak baik, harus ada penyesuain kembali.

Dan benar saja, kompetisi bergulir Persib seperti tak memiliki pola yang jelas. Dipermak deltras 1-4 lalu digulingkan PSM 1-2 di kandang sendiri meski sebelumnya sempat menang besar 5-1 melawan Persiba.

Masalah mental nampaknya masih terlihat dalam kubu Persib, di samping itu masalah komunikasi yang tak begitu terjalin. Pemain pun tampaknya terlihat malas mengejar bola, tak ada semangat bertanding ketika tertinggal. Beban berat untuk meraih juara mungkin juga menjadi salah satu faktor keterpurukan Persib.

Kompetisi masih panjang. Masih banyak waktu untuk memperbaiki diri. AYO BANGKITLAH PERSIBKU!!

Senin, 18 Oktober 2010

(Bukan) Tentang Sepak Bola

Melihat posting blog akhir-akhir ini mungkin banyak yang bertanya-tanya, "Ke mana nih artikel-artikel sepak bola khas Kumaha Anjeun?" Lihat posting terakhir pun ternyata bukan tentang sepak bola, update blog pun terhitung jarang. Ada apa gerangan??

Wah mungkin saya terkena sindrom malas update. Sekarang saya lihat blogger-blogger yang dulu sering update pun menjadi jarang meng-update blognya, saya pun jadi terkena sindrom itu. Adanya facebook dan twitter yang lebih praktis memang membuat intensitas di dunia blogger berkurang, istilah Sunda-nya mah hoream.

Kalo saya punya alasan khusus tidak meng-update blog. Pertama karena sibuk nulis skripsi. Bingung dah ga beres-beres, orang lain udah pada wisuda. Tapi saya boleh bangga dung, walaupun skripsi belum beres-beres udah bisa nerbitin buku "terjebak di Bawah Sadar".

Berbicara tentang buku saya, karena sang penerbit baru bisa online akhirnya saya yang membeli buku sendiri dan menjual ke teman-teman saya. Alhamdulillah lewat saya sudah 42 buku ludes terjual. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat yang membaca, dan mudah-mudahan HPP yang sekarang bisa berwarna bisa mendapat distributor. amiiin..


Oh iya ini ada profil saya di web Hitam Putih Publisher.

Pria kelahiran Bandung, 27 Mei 1988 ini sangat senang menulis tentang sepak bola dalam negeri dan luar negeri. Beberapa kali tulisannya dimuat di Tabloid Soccer, Media Indonesia, dan Persib Magz. Kegemarannya menulis membuat ia terinspirasi membuat blog kumahaanjeun.blogspot.com. Selain itu ia juga ikut berpartisipasi dalam menulis di majalah Interina, majalah digital yang membahas klub Inter Milan. yang visa didownload di kromes.wordpress.com. Bulan Januari – Maret 2010 dia pernah magang sebagai bagian editorial Tabloid Soccer.

Penggemar klub Inter Milan dan Persib Bandung ini adalah lulusan SDN Merdeka 5/V Bandung, SMPN 14 Bandung, dan SMAN 5 Bandung. Saat ini penulis sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad jurusan Manajemen Komunikasi. Judul skripsinya lagi-lagi seputar sepak bola yakni “Konstruksi Figur Pemain Bola Muslim dalam Rubrik Super Ball Edisi Khusus Ramadan Harian Pagi Tribun Jabar.


Profil penulis pernah dimuat dalam lembar khazanah Majalah Sabili Edisi 24 Th XVII/24 Juni 2010 rubrik Teman Kita, yang berjudul “Sepak Bola untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah”. Dalam wawancara dengan kru Sabili ia menyebutkan motonya “Hidup seperti permainan sepak bola, menggunakan berbagai taktik untuk mencari gol sebanyak-banyaknya dan meraih kemenangan yang gemilang”.

.

Dapatkan Buku Karya Luzman Disini!

Jumat, 15 Oktober 2010

Tidak Ada Pacaran dalam Islam

Tari Sri Lestari October 5 at 8:42am Report

Mungkin tulisan ini sekedar untuk menegur aku yang telah khilaf. Berawal dari ketidaksengajaan, aku jatuh cinta kepada akhi Luzman tepatnya Oktober tahu lalu. Dan parahnya, aku menyebutnya cinta pertama. Entah karena mungkin pada waktu itu aku belum cukup ilmu, sehingga aku berpikir begitu. Tapi lambat laun aku terus belajar. Aku tersadar, bukankah sejak aku menyapa dunia ini ALLAH sudah menanamkan rasa cinta? Kenapa aku menyebut cinta pertamaku ketika usiaku sudah menginjak 19 tahun?

Aku kemanakan rasa itu selama ini? Apa aku mati rasa? Kenapa aku tidak menyadarinya bahwa aku telah membagikan rasa itu untuk ALLAH, Rasul, keluarga, saudara, sahabat, dll. Ah sudahlah. Tak perlu disesali. Semua itu adalah bagian dari proses belajarku untuk menjadi pribadi yang semakin lebih baik seiring berjalannya waktu.Aku sempat berkesimpulan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan akhi Luzman 'sakit' untuk yang kedua kalinya adalah dari diriku. Afwan jiddan yaa akhi.


Mungkin aku terlalu berlebihan dalam memberikan rasa cinta kepadanya. Jelas-jelas ALLAH melarang kita untuk berlebih-lebihan.Rasa cinta yang awalnya adalah rasa cinta ke sesama muslim, menjadi rasa cinta yang lebih khusus lagi. Ya, itu bagian dari masa lalu. Sekedar ingin mengingat kembali masa lalu yang jauh dari kata baik. Waktu itu kami menyebut hubungan kami dengan ta'aruf. Bahkan aku lebih parah lagi. Kalau ada temanku yang tanya, "Kamu sama Luzman tu gimana sih?". Aku jawab seperti tanpa dosa, "Pacaran Islami." Masyaa ALLAH. Aku sungguh berdosa. Tapi aku dulu tak menyadarinya. Islam tak mengajarkan pacaran, apalagi pacaran Islami. Aku sempat ditegur dan didebat oleh salah satu temanku, intinya temanku mengingatkanku agar aku hati-hati dalam bertindak. Jangan menjadikan agama sebagai tameng.Jika melihat masa lalu, banyak kesalahan dalam hubungan ini. Walau aku menyebutnya ta'aruf, sepertinya tak murni ta'aruf. Rasa cinta itu terlalu berlebihan. Padahal dia belum menjadi suamiku. Harusnya aku membatasi rasa itu.

Memang dalam ta'aruf kami tak ada pegangan tangan atau yang lebih dari itu. Tapi ada satu hal yang dulu belum aku ketahui, yakni macam-macam zina. Ada zina hati, zina mata, zina telinga, dll. Rasa senang yang berlebihan saat bertemu akhi Luzman bisa termasuk kategori zina hati, aku tak menundukkan pandangan termasuk kategori zina mata, telinga ini senang mendengar suaranya melalui telepon atau secara langsung adalah zina telinga. Astaghfirullahal adzim, betapa banyak dosaku. Tak kan mampu aku menghitungnya. Yaa ALLOH, terimalah taubatku.

Sekarang kami sudah tidak separah dulu. Semoga kian menjadi insan yang lebih baik seiring bertambahnya ilmu. Saya mencintai akhi Luzman, sama seperti saya mencintai saudara muslim lainnya. Jika setan membisikkan agar saya menambahkan kadar cinta saya ke akhi Luzman, saya harus bisa melawannya.Untuk mendapatkan jodoh, tak perlu pacaran. Jodoh sudah ada garis kodratnya. Kalau ALLAH sudah menakdirkan kita menikah, jodoh itu akan datang dengan sendirinya. Tak perlu risau memikirkannya. Terpenting kita terus berdoa kepada ALLAH, memohon yang terbaik dariNYA. ALLAH tahu yang terbaik untuk hambaNYA. ALLAH lebih tau apa yang hambaNYA butuhkan.(Sri Lestari)


10-10-10

by Luzman Rifqi Karami on Sunday, October 10, 2010 at 11:43am

setahun sudah kita saling mencintai
saling bercerita dan berbagi
merangkai kisah nan abadi
interisti dan milanisti

dulu 10-10-09
kini 10-10-10
setahun sudah

happy anniversary
kini aku di tanggal yang bagus ini
aku serahkan semua pada yang menciptakan rasa ini


jikalau rasa cinta ini karena-Mu,, mudahkanlah
namun jika rasa cinta ini hanya karena nafsu belaka jauhkanlah

Engkau Maha Mengetahui sedangkan kami tidak mengetahui...
Engkau Maha Mengetahui yang terbaik untuk kami

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...