Senin, 25 April 2011

LPI atau LSI??

Wah sudah lama tidak menulis tentang sepakbola nasional. Terlalu sibuk di OLE! nih nulis tentang sepakbola internasional buat yang Serie-A. Waktu diwawancara vivanews.com bebeapa waktu lalu sempat ditanya tentang sepakbola nasional. Hmm.. kurang ngikutin nih sekarang.


Tapi beberapa saat lalu saya sempat ngadain polling di blog ini. Langsung saya tutup hari ini aja lah, kayaknya ga akan berubah hasilnya.


Lee Hendrie, pemain Bandung FC, Liga Primer Indonesia


Miljan Radovic, pemain Persib Liga Super Indonesia



Hasil polling kumahaanjeun.com
Lebih Pilih LPI atau LSI?? 


Liga Primer Indonesia (LPI)
  56 (42%)
Liga Super Indonesia (LSI)
  75 (57%)

Vote on this poll Votes so far: 131


Waw, ternyata sebagian besar masyarakat kita justru masih lebih suka dengan sistem yang lama, yakni Liga Super Indonesia (LSI).

Alasannya? Mungkin karena sistem LSI lebih jelas, ada degradasinya. Ada yang berlaga di Liga Champions Asia, dan AFC Cup. Sedangkan LPI hanya tanding saja tanpa ada degradasi dan juga tim yang berlaga di kejuaraan Asia. Tim yang berlaga di LPI kebanyakan hanya tim-tim baru sedangkan LSI diikuti tim-tim besar dengan basis suporter yang banyak.

Bagaimana nasib LPI ke depannya? Ada yang bilang akan dilebur dengan LSI, namun hal tersebut bisa memicu keberatan dari klub-klub di LSI dan juga Liga Ti-Phone yang sudah susah payah berjuang. Ada yang bilang LPI dianggap hanya sebagai kompetisi seperti Piala Indonesia yang berbeda dari yang lain.
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengungkapkan, pihaknya sudah memutuskan kelangsungan kompetisi yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro tersebut.

“Berdasarkan keputusan FIFA, ada dua opsi dalam menyelesaikan permasalahan LPI. Pertama adalah mengakomodir di bawah pengawasan PSSI atau segera menghentikannya. Kami tidak mengambil opsi yang kedua,” ujar Agum.

“Setelah melakukan komunikasi dengan PT Liga Indonesia dan konsorsium LPI, kami memutuskan LPI akan diakomodir hingga kompetisi berakhir, dan PSSI bertindak sebagai supervisi.”

“Ketika kompetisi berakhir, maka akan dilakukan evaluasi, dan konsorsium harus mempertanggungjawabkan ke PSSI selaku supervisi. Untuk selanjutnya tergantung dari kepengurusan PSSI yang baru nanti.”


Ah entahlah, biarlah orang-orang di PSSI yang mengurusnya. PSSI nya juga lagi bermasalah, hehe



Rabu, 20 April 2011

Tiga Tahun Kumaha Anjeun

Wah ndak terasa blog saya ini sudah berusia tiga tahun. Dan Alhamdulillah masih tetap eksis sampai sekarang. Saya inget dulu banyak banget blog yang sering banget update tapi pas saya liat udah jarang keurus malah banyak yang penuh dengan sarang laba-laba. Hehe..

21 April 2008. Hmm,, waktu dulu belum ada yang namanya pesbuk dan twitter. Udah ada sih tapi belum sebooming sekarang. Ep es ada tapi dulu tuh yang namanya friendster mobile di hp masih taraf coba-coba. Alhasil blog masih rame banget.

Tapi ke sini ke sini blog jadi sepi yah. Orang kayak Raditya Dika juga lebih eksis di twitter daripada di blog. Kalo saya sih Insya Allah bakal bikin update terus blognya. Lumayan banyak juga nih pengunjungnya. Pas coba search di gugel blog ini juga muncul pertama.
Tulisan dalam blog ini juga banyak yang dikumpulkan dan masuk dalam buku Sepak Bola dan Dakwah Islam. Yang mau beli bisa pesen via admin@nulisbuku.com, tulis aja jdul buku, nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.

Akhirul kata saya ucapkan terima kasih pada semua pengunjung blog ini yang bisa membuat blog ini tetap bertahan selama 3 tahun walaupun godaan banyak dari mulai fb, twitter, dll. Semoga saya bisa terus membuat blog ini hidup dan semoga bisa bermanfaat.

Jangan lupa baca juga tulisan saya saat blog ini ultah pertama dan kedua

Oezil dan Khedira Shalat, Kunci Kemenangan Madrid

Real Madrid akhirnya mengandaskan musuh bebuyutannya, Barcelona dalam ajang Copa Del Rey Kamis (21/4) dengan skor 1-0. Gol tunggal Cristiano Ronaldo tepat saat adzan Subuh berkumandang di Indonesia bagian barat memupus ambisi Barcelona meraih treble winners musim ini.

Salah satu pemain yang tampil cemerlang malam itu adalah Mesut Oezil. Namun, entah mengapa pada menit ke-70 Oezil ditarik keluar. Ternyata Oezil yang dikenal sebagai penganut Muslim yang taat ini hendak melaksanakan shalat Isya.

"Aku meminta pada Mou agar melakukan pergantian pemain. Saat itu sudah malam dan aku belum sempat shalat Isya," ujar Oezil kepada kumahaanjeun.com.
"Saat shalat aku terus meminta pada Allah agar Madrid bisa menaklukkan Barcelona," lanjut pemain timnas Turki tersebut.

"Aku juga meminta Mou agar menarik keluar Sami Khedira karena dia juga belum shalat," lanjutnya.

Akhirnya Sami Khedira pun ditarik keluar oleh Mourinho pada menit ke-104 sesaat setelah Ronaldo mencetak gol. Sepertinya Alloh mendengarkan doa Oezil yang tak lupa shalat dan juga mengingatkan temannya yang shalat.

Sementara itu pelatih Jose Mourinho mempersembahkan kemenangan ini untuk blog kumahaanjeun.com yang berulang tahun hari ini.

"Saya persembahkan kemenangan ini untuk blog www.kumahaanjeun.com yang berulang tahun ketiga hari ini," pungkas The Special One.

note: tulisan ini fiktif belaka, kalau terjadi kesamaan cerita ya Alhamdulillah kalo nggak ya sudahlah :D

Selasa, 19 April 2011

Terbebas dari Kegelapan

 Alhamdulillah buku ketigaku udah terbit. Ini buku kisah lanjutan dari Terjebak di Bawah Sadar yang udah diterbitin Nulis Buku. Ada di sebelah kiri blog ini linknya kalo mau tau. Oke, langsung sinopsis bukunya aja ya.

Telah terbit di LeutikaPrio!!!




Judul : Terbebas Dari Kegelapan
Penulis : Luzman R Karami
Tebal : x + 84 hlm
Harga : Rp 30.600,-

Sinopsis :

Assalamualaikum, ada apa Kang?” tanyaku.

“Waalaikumsalam, Tari, sepertinya ada yang masuk lagi ke aku.”

Aku pun kaget, bingung, galau, dan tak tahu harus berbuat apa. Aku tanya lagi, “Maksudnya? Ini Kang Luzman di mana?”

“Aku di masjid kampus,” terdengar suara dari handphone-ku. Di tengah obrolan itu, Akhi Luzman menjerit. Aku pun sangat kaget. Suara jeritan itu belum pernah aku kenal sebelumnya. Seperti bukan suara Akhi Luzman. Apa itu sebenarnya? Wallahu a’lam.

“Terbebas dari Kegelapan” berisi pengalaman penulis dalam menghadapi konflik di kehidupannya. Ketika masalah demi masalah datang, hadapi dengan kesabaran. Buku ini juga merupakan kisah lanjutan dari buku “Terjebak di Bawah Sadar”, di mana akhirnya penulis kembali kemasukan makhluk lain. Di saat itu muncullah seorang gadis yang sudah lama dikenal sebagai seorang sahabat, adik, dan teman curhat terbaik. Namun ternyata banyak perbedaan dan juga konflik yang terjadi dalam menggapai cinta tersebut.

Bagaimana penulis bisa bertemu dengan pujaan hatinya yang kotanya begitu jauh? Apa benar cinta lewat dunia maya bisa melahirkan cinta yang sejati? Bagaimana cara penulis menghadapi gangguan “makhluk lain” saat dia harus serius menghadapi kuliah? Bagaimana pertolongan seorang ibu dapat mengatasi gangguan jin? Semuanya dijawab dalam buku ini. Semoga bisa membantu kita mendekatkan diri kita pada ALLAH SWT.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

Minggu, 17 April 2011

Empat Tim Berebut Coppa Italia

Roma, OLE!
Menjelang musim 2010-11 berakhir, perburuan scudetto terus berlangsung sengit. Tak bisa dilupakan juga, ajang Coppa Italia yang kini tinggal menyisakan empat tim. Ada 3 klub besar dan 1 underdog membuat persaingan di ajang kelas dua ini tetap menarik. Ajang ini akan berlangsung  tanggal 19 dan 20 April.

Luzman Rifqi Karami

Inter dan Roma yang bersua lima kali dalam enam final terakhir Coppa Italia, akan saling bunuh di semifinal. Tentunya partai ini akan menjadi partai yang menarik. Pada final 2009-10 lalu di Stadion Olimpico Roma, Inter menang 1-0 lewat gol tunggal Diego Millito.  Roma tentunya ingin menuntut balas musim ini, apalagi ini adalah satu-satunya peluang Roma meraih gelar. Roma, dengan pemilik barunya Thomas Di Benedetto berambisi besar meraih gelar demi gelar. Coppa Italia bisa menjadi gelar pembuka.

Inter juga tentunya tak ingin dipermalukan oleh Roma. Apalagi Roma pernah dua kali menaklukkan Inter di partai puncak musim 2006-07 dan 2007-08. Ini juga bisa jadi menjadi harapan terakhir Inter meraih gelar, karena di Liga Champions sudah tersingkir dan di Serie-A pun sulit untuk mengejar perolehan poin Milan. Demikian halnya dengan Roma yang sudah sulit mengejar posisi empat di Serie-A.

Untuk babak semifinal Coppa Italia akan memakai sistem home and away. Inter akan menyambangi Roma terlebih dahulu di Stadion Olimpico tanggal 19 April, untuk selanjutnya akan menjadi tuan rumah pada 11 Mei. Dijamin kedua tim akan habis-habisan karena ini bisa dikatakan pertandingan sarat gengsi. Kedua tim melaju ke semifinal setelah menaklukkan lawan yang lumayan tangguh di perempatfinal. Inter menaklukkan salah satu kandidat scudetto musim ini, Napoli lewat adu penalti 5-4. Sementara itu Roma menghabisi harapan Juventus meraih gelar dengan menaklukkan tim kota Turin tersebut 2-0.

Duel semifinal lainnya akan mempertemukan Milan dengan kuda hitam musim ini, Palermo. Apalagi Palermo sempat mempermalukan Milan 1-0 Rabu (20/3). Nuansa balas dendam akan terjadi dalam pertandingan  ini. Milan tentunya tak ingin lagi dipermalukan Palermo. Palermo pun akan bermain mati-matian karena inilah jalan pintas untuk melaju ke Europa League musim depan. Jika mengandalkan posisi di Serie-A agak sulit karena harus bersaing dengan Roma dan Juventus.

Laga pertama Palermo dan Milan akan berlangsung 20 April di Giuseppe Meazza, sedangkan laga kedua akan berlangsung pada 10 Mei di Stadion Renzo Barberra. Bagi Milan, jika berhasil menjadi juara akan menjadi trofi yang keenam setelah terakhir kali merebutnya musim 2002-03. Sementara bagi Palermo, akan menjadi trofi pertama sepanjang sejarang klub. Palermo sempat dua kali masuk final pada 1973-74 dan 1978-79.

Final Copa del Rey sudah memastikan akan menyajikan partai klasik, El Clasico antara Madrid dan Barcelona. Demikian halnya dengan Coppa Italia, Derby Della Madoninna yang merupakan partai klasik Serie-A bisa terjadi. Jika semuanya sesuai skenario, dua tim sekota Inter dan Milan akan bertemu di partai puncak.

Final yang akan dihelat pada 29 Mei di Stadion Olimpico nanti tentunya akan menarik jika kedua tim bertemu. Apalagi dalam dua pertemuan musim ini, Inter harus takluk dari saudara tuanya tersebut. Nuansa dendam akan tersaji dalam pertandingan ini.

Untungkan Tim Besar
Coppa Italia 2010-11 yang merupakan edisi yang ke-65 diikuti dari 78 tim dari berbagai divisi. Format kejuaraan ini memang lebih menguntungkan tim besar. Tim-tim dari divisi rendah harus memulai perjuangannya dari babak awal, sedangkan 8 tim peringkat 1-8 Serie-A musim sebelumnya mendapat bye langsung lolos ke 16 besar.

Dengan peraturan tersebut sangat jarang terjadi kejutan di ajang ini, seperti yang sering muncul dalam ajang Piala FA. Walaupun tim-tim besar banyak menurunkan tim lapis kedua di ajang ini, tetap saja mereka akhirnya bisa melaju.

Dominannya tim besar di ajang ini bisa terlihat dari perolehan gelar yang diperoleh. Juventus dan Roma sebagai peraih gelar terbanyak dengan 9 gelar, sedangkan Inter dan Fiorentina masing-masing meraih 6 gelar. Ini membuktikan ajang yang dianggap kelas dua ini masih tetap ingin diraih oleh tim-tim besar.



16 besar
Napoli 2-1 Bologna
Inter 3-2 Genoa
Roma 2-1 Lazio
Juventus 2-0 Catania
Palermo 1-0 Chievo
Parma 2-1 Fiorentina
Milan 3-0 Bari
Sampdoia 2-2 Udinese (adu penalti 5-4)

Perempat final
Napoli 0-0 Inter (adu penalti 4-5)
Roma 2-0 Juventus
Palermo 0-0 Parma (adu penalti 5-4)
Milan 2-1 Sampdoria

Semifinal
Inter-Roma
Palermo-Milan

Final
? vs ?

 (Harian Olahraga OLE! 8 april 2011)

Napoli Siap Ulang Kejayaan

Naples, OLE!
Kiprah Napoli musim ini memang di luar dugaan banyak pihak. Mereka saat ini berada di peringkat kedua dan berpeluang mengulang kejayaan saat terakhir kali merebut scudetto 1989-90. Kebetulan pesaing mereka saat itu sama dengan sekarang, Milan dan Inter.

Luzman R. Karami
Musim 1989-90 Napoli sukses merebut scudetto keduanya. Saat itu poin untuk kemenangan masih dihitung 2. Tim asal kota Naples itu menduduki puncak klasemen akhir dengan 51 poin, kemudian disusul Milan (49 poin) dan Inter (44). Sama persis dengan keadaan musim ini di mana mereka bersaing ketat dengan dua tim kota Milan.

Diego Maradona benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli. Kepindahannya dari Barcelona ke Napoli pada 30 Juni 1984 memecahkan rekor transfer dunia saat itu. Legenda Argentina itu dibeli dengan nilai transfer €12 juta, dan benar-benar menjadi kunci kejayaan Napoli saat itu.

Sebelum kedatangan Maradona, Napoli belum pernah meraih scudetto. Saat Maradona datang semuanya berubah. Napoli benar-benar menjadi klub yang disegani. Musim 1986-87 Napoli memulai kejayaannya dengan merebut double winners, scudetto dan Coppa Italia.

Kejayaan Napoli berlanjut pada musim 1988-89. Mereka sukses menjuarai Piala UEFA dengan menaklukkan wakil Jerman, Stuttgart dengan agregat 5-4 di partai puncak. Gelar kompetisi Eropa satu-satunya yang diraih Napoli.

Sukses di kancah Eropa, Napoli mengawali musim 1989-90 dengan percaya diri. Apalagi sang bintang, Maradona sedang dalam masa keemasannya. Saat itu Serie-A hanya dikuti 18 tim.
Di musim tersebut, Napoli juga sukses membayar kegagalan di tahun sebelumnya. Inter mengungguli Napoli dalam perebutan scudetto musim 1988-89 dengan memuncaki klasemen di akhir musim dengan keunggulan 11 angka.

Napoli bangkit dengan gemilang. Tim kota Naples itu bermain dengan determinasi tinggi dengan bantuan Diego Maradona. 34 laga dituntaskan dengan 21 kemenangan, sembilan seri dan hanya empat kali kalah.

Untuk produktifitas gol, Napoli juga menjadi tim yang paling subur. 57 gol dilesakkan ke gawang lawan, di mana 16 di antaranya datang dari legenda hidup mereka, Diego Armando Maradona. Maradona berada di peringkat tiga pencetak gol terbanyak, di bawah Marco van Basten (Milan – 19 gol) dan Roberto Baggio (Fiorentina – 17 gol).

Bersaing dengan Inter dan Milan
Persaingan dengan Milan dan Inter, kandidat juara kala itu, juga berjalan sengit. Saat menjadi tim tuan rumah, Napoli sukses mengalahkan dua tim kota mode Italia itu. Inter ditekuk 2-0 dan Milan 3-0.
Akan tetapi, Napoli juga menyerah kalah saat melakukan lawatan ke Milan. Saat menghadapi Inter, Napoli kalah 3-1 dan takluk 3-0 saat dijamu Milan.

Namun ada momen di mana Napoli mendapatkan keuntungan besar dalam perburuan scudetto. Saat menghadapi Atalanta di Bergamo, Napoli mendapat dua poin cuma-cuma, karena ulah fans Atalanta yang melemparkan uang logam 100 lira yang mengenai kepala Alemao. Napoli sendiri menang 2-0 di laga itu.
Napoli akhirnya memenangkan persaingan dengan dua tim kota Milan sekaligus merebut scudetto kedua kalinya. Neapolitans benar-benar menganggap Maradona sebagai Dewa. Nomor punggung 10 yang dikenakan Maradona dipensiunkan. Bahkan saat Italia bersua Argentina di semifinal Piala Dunia 1990, fans Napoli lebih mendukung Argentina dibandingkan timnasnya sendiri. Hal itu karena pertandingan dilangsungkan di San Paolo, kandang Napoli di mana fans Napoli sangat mencintai Maradona.


Namun sayang, itulah karir terakhir Maradona di Napoli. Usai membela Argentina ke final Piala Dunia 1990, Maradona terbukti positif menggunakan kokain. Sang legenda pun dihukum 15 bulan dan tak boleh membela klub itu lagi. Usai lepas dari hukuman, Maradona memutuskan bergabung dengan Sevilla pada 1992.
Saat ditinggal Maradona, Napoli masih sukses merebut gelar Supercoppa Italia pada 1990-91. Napoli sukses mengalahkan Juventus dengan skor telak 5-1. Itulah gelar terakhir Napoli hingga saat ini. Sekarang Napoli berkesempatan emas mengakhiri paceklik gelarnya. Apalagi pesaing mereka pun sama dengan 1989-90 yakni Inter dan Milan. Napoli tentunya berharap sejarah bisa berulang. Apalagi mereka juga memiliki sosok Maradona baru pada sosok Edinson Cavani.

5 Besar Klasemen Musim 1989-90

P
↓
Tim
↓
M
↓
M
↓
S
↓
K
↓
M
↓
K
↓
SG
↓
Pts
↓
1.
Napoli (C)
34
21
9
4
57
31
+26
51
2.
34
22
5
7
56
27
+29
49
3.
34
17
10
7
55
32
+23
44
4.
34
15
14
5
56
36
+20
44
5.
34
16
11
7
46
26
+20
43





Sabtu, 16 April 2011

Italia Terancam

Roma, OLE!
Italia Terancam

Usai sudah kiprah klub-klub Serie-A dalam ajang kompetisi klub-klub Eropa. Tersingkirnya Inter di babak perempat final Liga Champions, melengkapi kegagalan AS Roma dan AC Milan yang sudah lebih dulu tersingkir. Sepakbola Italia benar-benar sedang dalam masalah.
Luzman Rifqi Karami

Mirisnya, klub-klub Serie-A semuanya tersingkir saat bertemu dengan tim-tim yang berstatus kuda hitam, bukan tim besar dengan tradisi juara. Setelah Milan tersingkir oleh kuda hitam asal Inggris Tottenham Hotspur, Roma pun mengikuti dengan gagal melaju setelah dikalahkan tim Ukraina, Shakhtar Donetsk. Demikian halnya dengan juara bertahan Inter yang harus takluk dari Schalke dengan skor yang cukup mencolok. Ini menandakan pamor Serie-A memang sedang menurun.

Menurunnya pamor Serie-A tak lepas dari tak adanya peningkatan jumlah penonton di stadion dan melorotnya performa tim-tim Serie-A di kancah Eropa. Jika masalah ini tak teratasi bukan tak mungkin Serie-A hanya akan menjadi liga kelas dua di Eropa.

Analisis ini diungkapkan oleh direktur Milan Umberto Gandini melihat penampilan negatif tim-tim Italia dalam beberapa tahun terakhir.
"Sepakbola Italia punya masalah besar," ungkapnya kepada Reuters.
"Ada disinfeksi di antara fans untuk bersedia datang ke stadion dan lebih sering menyaksikan di televisi," tandas Gandini lagi.

Performa tim-tim Italia di kancah Liga Champions pun sangat mengkhawatirkan. Jika saja Inter tidak meraih juara musim lalu bisa dipastikan Italia hanya mengirimkan tiga wakil musim ini. Namun ternyata Inter hanya bisa menolong Italia untuk satu musim saja. Performa buruk tim-tim Italia di ajang antarklub Eropa juga sudah memaksa mereka kehilangan satu wakil di Liga Champions mulai musim 2012/13. Serie A hanya akan mengirim tiga wakil saja mulai dua musim ke depan.

Catatan statistik buruk lainnya adalah jumlah penonton yang terus menurun. Musim lalu saja, jumlah penonton yang langsung menyaksikan di stadion rata-rata mencapai 24,603 orang, jauh tertinggal dari penonton di Jerman (42,441), Inggris (34,150) dan Spanyol (27,699).

Umberto Gandiani bahkan mengungkapkan kepasrahannya. "Mungkin Italia harus siap mengubah perannya dan menjadi lebih sebagai kompetisi kelas dua di Eropa,” ujarnya.

Catatan positif Serie-A hanyalah peningkatan pendapatan dari hak siar televisi hingga mencapai 20 persen untuk tahun ini.

Bierhoff Sindir Serie-A
Manajer Umum tim Panzer Jerman, Olivier Bierhoff ikut mengomentari kualitas Serie-A yang kian menurun. Bagi Bierhoff krisis dalam persepakbolaan Italia bisa terlihat dari skuad timnas dan juga stadion yang buruk.

“Skuad tim nasional Italia menunjukkan adanya krisis di sepakbola Italia,” katanya kepada fussball.de, Rabu (2/2).

“Bukan kebetulan jika Bundesliga Jerman bisa mengungguli Serie A Italia dalam lima tahun ranking untuk kompetisi antarklub Eropa.”

“Lihat saja infrastrukturnya. Lihat stadion yang mereka miliki, ekualitas di liga dan level dari tim. Sekarang ini, sepakbola Jerman jauh lebih baik,” sindir Bierhoff.

Italia benar-benar harus berbenah jika ingin mengembalikan kejayaannya di kompetisi Eropa. Tentunya hal ini sangat miris karena sampai saat ini Italia adalah pemegang gelar Liga Champions terbanyak bersama Spanyol dengan 12 gelar. Di Liga Europa atau Piala UEFA, klub-klub Italia juga masih tercatat sebagai pengumpul gelar terbanyak, sebanyak 9 gelar.

Berikut ini koefisien empat besar liga-liga Eropa yang akan dipakai untuk Liga Champions 2012-13.
Liga                     Koefisien      Keterangan
Inggris                84.356          4 wakil Liga Champions, 3 wakil Europa League                   
Spanyol              78.900         4 wakil Liga Champions, 3 wakil Europa League                   
Jerman               68.603          4 wakil Liga Champions, 3 wakil Europa League                   
Italia                   60.552          3 wakil Liga Champions, 3 wakil Europa League                   
Perancis             53.678          3 wakil Liga Champions, 3 wakil Europa League                   

Sebagai catatan, perhitungan dilakukan dalam 5 musim terakhir. Untuk babak kualifikasi Liga Champions dan Europa League poin yang dihitung hanya setengah. Bonus poin dihitung untuk:
1.                   Lolos fase grup Liga Champions (bonus 4 poin)
2.                   Lolos ke babak knock-out Liga Champions (bonus 5 poin)
3.                   Lolos babak perempatfinal, semifinal, atau final baik Liga Champions maupun Europa League (bonus 1 poin)

Kiprah klub-klub Serie-A di kompetisi Eropa musim ini
Inter – tersingkir oleh Schalke 04 dalam babak perempat final Liga Champions
Roma – tersingkir oleh Shakhtar Donetsk dalam 16 besar Liga Champions
AC Milan – tersingkir oleh Tottenham Hotspur dalam 16 besar Liga Champions
Sampdoria – kalah dari Werder Bremen dalam play-off Liga Champions, tersingkir di fase grup Liga Europa gagal bersaing dengan PSV Eindhoven dan Metalist Kharkiv di grup I
Juventus – tersingkir di fase grup Liga Europa, gagal bersaing dengan Manchester City dan Lech Poznan di grup A
Palermo – tersingkir di fase grup Liga Europa, gagal bersaing dengan CSKA Moskow dan Sparta Praha di grup F
Napoli – tersingkir oleh Villareal dalam babak 32 besar Liga Europa

Entri yang Diunggulkan

Ketika Ada Seseorang yang Tak Mau Melepaskan Tanganmu

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa kehilangan hampir semuanya. Aku pernah berada di titik itu. Sebuah pernikahan berakhir. Aku jauh ...